Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
94. Penemuan Mayat


__ADS_3

Kebenaran akan tetap nyata sekalipun tidak diungkapkan atau disembunyikan. Sementara kejahatan, kerap kali terlihat seperti semakin gemilang karena tidak ada ganjaran sama sekali. Bahkan semua jalan menuju kejahatan sepertinya selalu mulus tanpa hambatan.


Jalan menuju kebenaran mungkin tidak semulus sebuah jalan kejahatan. Tetapi cahaya dari kebenaran itu akan bersinar dengan sendirinya, sementara cahaya dari jalan kejahatan itu akan padam dengan sendirinya. Eda Sally


*****


Habib tergesa-gesa membuka pintu pagar sambil terus berjaga di pintu karena ini sudah jamnya Erik pulang kantor. Ia tidak ingin kejadian kemarin sore terulang lagi karena itu bisa mengancam nyawa dan keselamatan sang nona muda.


Oleh karena itu, sambil menunggu Habib memilih berjaga di pintu masuk sambil menikmati udara sore yang sejuk. Ia masih tak habis pikir, kenapa ada orang yang tega melakukan kejahatan kepada sang nona muda. Padahal sang nona muda terlihat sangat lembut dan baik kepada semua orang.


"Hallo kak. Kakak ada kesibukan lain?" Tanya Yuana yang


"Tidak nona. Ada yang bisa saya bantu?" Habib menjawab dan kemudian balik bertanya.


"Aku ingin meminta tolong kak Habib membelikan bahan makanan karena stok bahan makanan untuk sarapan tuan muda besok pagi ada yang kurang.


"Baik nona! Saya akan pergi setelah tuan datang. Saya tidak ingin meninggalkan nona sendirian. Apakah nona lupa pesan tuan muda semalam?" Tanya Habib.


"Aku tidak lupa Beb. Maksudku juga begitu. Makanya aku beritahu sekarang sehingga saat tuan muda pulang, kakak bisa langsung pergi. Ini kan sudah sore. Aku tidak ingin kakak pergi malam-malam." Kata Yuana memberikan alasan.


"Baik nona."


Baru saja Habib selesai berbicara, terlihat mobil Erik yang sudah mendekati tempat mereka berdiri.


"Nah! Tuan muda sudah datang." Kata Habib.


"Syukurlah. Kak Habib bisa pergi sekarang. Nanti aku yang akan menutup pintu pagar." Kata Yuana.


Erik menghentikan mobil di dedpan Habib dan Yuana.


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali?" Tanya Erik penasaran.


Habib yang menjawab, sedangkan Yuana hanya tersenyum sambil menatap suaminya. Erik yang melihat senyum istrinya seperti itu, membuatnya semakin jatuh cinta kepada istrinya.


"Ayo naik! Kita bertiga saja yang pergi. Daripada Habib harus menggunakan taksi."Kata Erik.


Erik segera turun dan memberikan kode kepada Habib untuk mengemudikan mobil, sedangkan ia sendiri menarik tangan Yuana kemudian membuka pintu belakang dan menyuruh Yuana masuk.

__ADS_1


Habib tanpa berkata segera naik dan mengemudikan mobil. Sepanjang jalan ia pura-pura buta dan tuli karena suara-suara di belakangnya sangat mengganggu. Karena itu ia memilih menyetel lagu-lagu di radio agar bisa mengalihkan perhatiannya dengan suara-suara kecil yang datang dari belakang.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan, Habib memarkirkan mobil dan turun tanpa menawarkan pada majikannya untuk turun. Ia cukup tahu diri untuk tidak mengganggu kegiatan yang sementara berjalan di belakang.


Selesai berbelanja, Habib kembali mengemudikan mobil untuk pulang. Waktu mereka tidak jauh lagi dari rumah, Habib menghentikan mobilnya dengan mendadak karena ada kerumunan orang yang sangat ramai.


"Ada apa beb?" Tanya Erik karena aktifitasnya terganggu.


"Saya juga kurang tahu tuan. Saya akan turun untuk mengeceknya." Kata habib sambil membuka pintu.


"Jangan lupa kunci pintunya dari luar." Tambah Erik.


"Kunci pintu? Kenapa harus dikunci?" Tanya Yuana heran.


"Kenapa kamu juga belum paham-paham, hah?" Kata Erik tanpa berhenti dari aktifitasnya.


"Maksudnya?" Tanya Yuana.


"Ini yang aku maksudkan." Kata Erik dengan senyum penuh makna.


Yuana membelalakkan mata dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika secara perlahan paham akan apa yang dimaksudkan oleh Erik.


"Tuan! Tuan muda perlu tahu hal ini. Ini benar-benar di luar dugaan, dan aku bahkan tidak percaya dengan apa yang aku lihat." Kata Habib.


"Maksudmu apa Beb? Bicara yang jelas." Kata Erik.


"Di depan itu warga sementara heboh karena ada penemuan mayat." Jawab Habib.


"Penemuan mayat? Siapa yang meninggal?" Tanya Yuana.


Erik sama sekali tidak merasa terkejut dengan apa yang Habib katakan. Ia terlihat biasa saja. Ia hanya mengangkat bahunya tanda tidak peduli dengan apa yang baru saja diceritakan Habib.


"Ada dua mayat yang baru saja ditemukan warga dan sementara dievakuasi. Pihak kepolisian sudah mengurusnya dan hendak membawanya ke rumah sakit untuk di autopsi." Habib menjelaskan.


"Terus apa yang perlu aku tahu Beb? Bukankah penemuan mayat itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita? Jangan pernah mengurus sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kita. Di tempat asing seperti ini, kewaspadaan itu sangat penting, Beb." Kata Erik acuh.


"Benar tuan. Memang tidak ada hubungannya dengan kita, tetapi saya merasa aneh tuan. Dan yang lebih mengherankan lagi serta yang perlu tuan ketahui, dua mayat itu tidak lain adalah dua orang pria yang kemarin sore datang ke rumah sewaktu tuan muda mandi dan nona muda sementara merawat tanaman di depan." Habib menjelaskan sambil menjalankan mobil dengan perlahan karena banyak orang sementara bergerombol di jalan.

__ADS_1


"Hah? Maksudmu?" Yuana tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena telah dibungkam oleh Erik.


"Benar nona muda. Aku tidak habis pikir. Kenapa bisa seperti itu. Dan tadi aku mendengar keterangan dari polisi bahwa kemungkinan kedua orang itu sudah meninggal sejak kemarin sore." Habib menjelaskan.


"Itu berarti mereka meninggal setelah keluar dari rumah kita. Kenapa bisa saling berhubungan seperti ini ya? Apa mereka memiliki musuh yang sudah mengincar mereka?" Tanya Yuana heran.


"Aku juga sedang memikirkan hal itu nona. Kalau benar seperti yang mereka katakan, itu berarti orang yang sedang mereka cari bukan nona dan tuan muda. Kemungkinan orang lain dan itu bukan orang sembarangan. Buktinya malah mereka yang jadi korban." Kata Habib menyimpulkan.


"Aku memiliki pemikiran yang lain, Beb. Tetapi aku tidak bisa mengatakannya di sini. Aku butuh waktu untuk mengatakannya, dan itu hanya bisa aku katakan hanya dengan suamiku." Kata Yuana.


"Apa yang kamu pikirkan sayang? Kenapa kamu merahasiakannya dari Habib? Bukankah diantara kita berempat tidak boleh ada yang disembunyikan? Tanya Erik pada Yuana.


"Bukan begitu maksudku. Tetapi dari semua kejadian ini, aku bisa menarik kesimpulan sendiri, dan aku benar-benar takut dengan kesimpulan yang aku buat." Kata Yuana pelan.


" Kesimpulan seperti apa yang sudah kamu dapat sayang?" Tanya Erik dengan lembut.


"Aku akan mengatakannya setelah di kamar. Ini benar-benar privat, dan aku tidak bisa mengatakannya kepada Habib." Kata Yuana sambil memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh Habib.


"Katakan sayang! Ada apa?" Tanya Erik sambil membelai rambut Yuana.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku?" Bisik Yuana di telinga Erik.


Deg!


Jantung Erik berdegup dengan kencang mendengar pertanyaan Yuana.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


__ADS_2