
Kadang, semua hal tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Ada hal yang berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan. Di saat menghadapi hal seperti itu, hal yang harus kita lakukan adalah berdamai dengan keadaan sebagai sikap bijak kita. Eda Sally
*****
Huhhhh! siapa juga yang jatuh cinta dengan anaknya. Aku hanya menjalankan hukuman. Kenapa juga si Bapak mengancam agar jangan muncul lagi di depannya. Tentu saja aku tidak akan muncul, di depan bapak dan juga anak. Untuk apa coba. Kalau Nita ada pasti si dosen itu tidak berani macam-macam sama aku. Sepupuku itu memang paling bisa diandalkan. Kata Yuana dalam hati.
"Ah! Telepon Nita aja, biar bisa curhat." Kata Yuana meraih handphonenya.
"Hallo beb, apa kabarmu? Kangen ya sama aku. Hehehhehehe." Jawab Nita dari seberang.
"Kabar baik Nit. Kamu apa kabar? Huh! Siapa yang kangen. Najis!" Kata Yuana pura-pura marah.
"Aku baik-baik aja. Buktinya kamu telpon aku kan? Artinya kangen dong. Aku kan sepupu paling baik. Hehehehhehehe."
"Tumben telepon. Biasanya kan aku yang paling sering telepon." Kata Nita.
"Memangnya aku tidak boleh telepon ya?" Kata Yuana merajuk.
"Boleh sih, tapi dari nada bicaramu aku bisa tebak kalau kamu punya masalah." Kata Nita To the point.
"Tau aja kamu Nit. Aku sedang kesal." Kata Yuana.
"Tuh kan? Aku bilang juga apa. Sudah aku duga." Kata Nita.
"Kamu kenapa Yu? Jangan bilang kamu lagi jatuh cinta. Hihihihihi." Kata Nita tertawa dengan nada mengejek.
"Enak aja. Siapa yang jatuh cinta? Mataku sakit kalau lihat cowok. Apalagi yang sok ganteng."Kata Yuana.
"Tidak perlu malu. Mengaku saja, Yu. Aku tidak apa-apa. Aku bisa menjaga rahasia. Heheheehe." Kata Nita sambil tertawa.
"Memangnya siapa yang jatuh cinta." Kata Yuana ketus.
"Kamu."Kata Nita menggoda Yuana.
"Hahahaaha. Ayo cerita. Aku siap dengar. Kamu tahu kan? Aku sepupu paling baik sedunia dan pendengar yang baik juga Hehehehehe." Kata Yuana bangga sambil tertawa.
"Iya! Aku cerita nih. Bisa diam?" Kata Yuana.
__ADS_1
"Bisa. Buktinya aku sudah diam. Hihihihi." Kata Yuana masih menggoda.
Yuana tak mempedulikan Nita yang masih tertawa dan mulai menceritakan apa yang dia alami dari pertama masuk kampus dan dikerjain kakak senior sampai kejadian semalam. Tidak ada satu pun yang terlewatkan. Ia sangat detail menceritakan semuanya. Setelah selesai bercerita, Nita berkata:
"Yu. Aku sarankan ya? Sebaiknya kamu menghindari orang itu. Dari ceritamu terus terang aku tidak suka beberapa hal:
"Pertama, dia sangat lancang menghukum kamu, walau sebetulnya memang itu salah kamu. Tapi sebagai dosen kan dia tidak boleh seenaknya bersikap seperti itu. Dia bisa memakai alternatif lain untuk mendisiplinkan kamu."
"Kedua, dia memaksa kamu dan itu sangat tidak bagus sebetulnya. Kalau dia ingin meminta tolong kan harus dengan cara yang benar. Bukan malah memanfaatkan kesempatan."
"Dan yang ketiga, aku akan buat perhitungan dengan dosen kamu itu setelah aku pulang. Dia pikir dia siapa berani-beraninya dia memperlakukan kamu sepeti itu. Kata Nita penuh tekanan."
"Thank you Nit! Aku terima saran kamu. Tapi hanya point pertama dan kedua. Untuk point ketiga, tolong jangan cari masalah ya sepupuku? Kuliah yang benar disana biar cepat pulang." Kata Yuana. Ia sengaja mengatakan seperti itu karena ia paling tahu kalau sepupunya itu paling nekat.
"Kalau kamu bela dia, berarti kamu sudah jatuh cinta sama dia." Kata Nita.
"Ihhh, amit amit! Siapa juga yang jatuh cinta dengan manusia seperti itu?" Kata Yuana.
"Hahahahaha tebak saja. Siapa tahu benar." Kata Nita sambil tertawa.
"Sudah ya beb? Nanti aku telpon kalau ada waktu. Aku ada observasi sore ini."Kata Nita.
**********
Yuana turun tergesa-gesa begitu pak Ady menghentikan mobil. Ia sampai berlari dan lupa mengucapkan terima kasih. Pak Ady hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yuana. Ia sudah paham, pasti Yuana takut terlambat.
Aku tidak boleh terlambat satu menit pun karena aku tidak mau berurusan lagi dengan orang gila itu. Yuana
Yuana melihat jam tangannya dan bergumam.
Syukurlah, masih 5 menit lagi.
Tak lama kemudian, pak Erik masuk dengan wajah cool-nya. Semua mahasiswa duduk dengan tenang tanpa ada yang berbuat ulah. Mereka tidak mau berurusan dengan dosen yang satu ini. Yuana juga memilih diam seperti teman-temannya dan hanya berbicara ketika di tanya.
Sepanjang mata kuliah tersebut, pak Erik sering melihat ke arah Yuana, namun Yuana pura-pura tidak melihat dan lebih memilih membaca materi yang ada di layar yang ditampilkan pak Erik.
Setelah selesai pak Erik segera meninggalkan ruangan. Sebelum itu ia sempat melihat ke arah Yuana. Namun yang dilihat pura-pura tidak melihat.
__ADS_1
Sementara itu, pak Erik bergegas masuk ke ruanganya dan segera mengecek jadwal tatap muka di kelas Yuana dan sebuah senyum tersungging di wajahnya.
semua mata kuliah untuk hari ini telah selesai, dan Yuana berniat makan siang di rumah. Ia tadi pagi sudah pesan kepada tukang masak bahwa akan makan siang di rumah. Pak Ady juga sudah diberitahu untuk jemput lebih awal. Ia memang sengaja agar tidak bertemu dengan pak Erik.
Yuana sudah berdiri di pintu gerbang menunggu pak Ady. Tiba-tiba yang ditunggu datang juga.
"Siang pak." Sapa Yuana kepada pak Ady setelah membuka pintu dan duduk.
"Siang non." Balas pak Ady yang segera melajukan mobil setelah melihat Yuana duduk dengan benar dan selesai memasang seat belt- nya.
"Tumben pulang awal non?" Kata pak Ady mengajak bicara.
"Iya pak. soalnya sore Yuana ada jadwal manggung dengan anak-anak band." Kata Yuana berkilah.
Padahal kalau makan siang di kampus juga rasanya waktunya cukup karena biasanya juga masih bisa istirahat. Yuana hanya tidak mau bertemu dengan manusia yang sudah menyusahkan hidupnya.
"Oh Iya non. Kalau sore mau jalan nanti bilang bapak ya? Bapak juga mau istirahat sebentar non." Kata pak Ady.
"Iya pak." Kata Yuana.
Setelah sampai, Yuana tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pak Ady dan segera turun dari mobil dan masuk dengan tergesa-gesa.
Sementara itu, di kejauhan, ada sebuah mobil mewah yang mengawasi Yuana dan segala gerak-geriknya sambil bergumam.
"Aku harus mencari cara dan alasan agar bisa masuk dan pura-pura bertamu. Tapi, alasan apa yang harus aku pakai? Karena kalau di lihat, ia tidak pernah jalan sendiri. Selalu di antar jemput oleh sopirnya. Menawari antar juga tidak mungkin. Ah! Jadi pusing kepalaku. Aku harus berani datang ke rumahnya dan bertemu orang tuanya." Gumam orang itu.
Siapakah dia?
Jangan lupa ikuti terus kisahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hallo guys, happy reading ya? Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. Salam sehatππππ