Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
62. Bantuan dan Rencana Sekretaris Bram


__ADS_3

Rasa persaudaraan dan kasih akan membuat kita melakukan apapun pada orang lain meski kita tak sedarah. Alasan kita menolong orang lain tentu berbeda-beda. Apapun alasannya, itu tidak menjadi masalah. Yang paling penting adalah pertolongan atau bantuan yang kita berikan. Eda Sally


*****


"Maafkan saya tuan muda." Hanya itu yang bisa dikatakan sekretaris Bram saat ia melihat Erik sudah mulai tenang.


"Katakan rencanamu. Aku tidak ingin lama-lama di sini. Aku harus segera sampai kesana. Aku tahu dia pasti sangat sedih, karena aku sangat mengenalnya, Bram."


"Begini tuan muda. Kebetulan kemarin Harry Walker menelponku untuk kesana karena ada beberapa hal yang membutuhkan bantuanku untuk perusahaan disana. Tapi aku akan menelpon Harry Walker dan mengatakan bahwa tuan muda yang akan kesana karena tuan sudah pernah bantu di perusahaan waktu tuan melanjutkan study di Inggris. Menurutku tuan Walker akan merasa terhormat jika yang datang itu adalah tuan muda."


"Selanjutnya aku harus bagaimana, Bram?"


"Dengarkan dulu tuan. Dari UK ke Tristan lebih dekat ketimbang dari Johannesburg. Aku juga takut kalau dari Johannesburg tuan besar akan curiga."


"Lalu apa yang harus aku lakukan jika sudah ada di UK? Bukannya aku setiap hari harus berada di kantor?"


"Tenang saja tuan. Manfaatkan Arthur. Katakan padanya bahwa tuan muda ingin jalan-jalan mengelilingi UK. Tuan hanya perlu masuk kantor selama dua hari untuk melihat kondisi kantor seperti apa."


"Aku yakin dengan kecerdasan tuan muda dan percaya bahwa tuan muda akan mengerjakannya hanya dalam 2,3 hari saja. Itu bukan perkara yang sulit bagi tuan muda.


"Tuan muda harus bisa menyuap Arthur agar ia mau tinggal di mansion kita yang disana tanpa diketahui ayahnya, sehingga ayahnya berpikir bahwa tuan muda dan Arthur benar-benar mengelilingi UK. Sementara itu, tuan muda sudah menuju Tristan menggunakan kapal laut untuk menjemput nona Yuana, dan membawanya ke suatu tempat."


"Aku akan membuatkan identitas palsu yang bisa kalian gunakan. Aku yakin nona Yuana memiliki tabungan. Ditambah lagi, tuan besar pasti memberikan cek waktu menyuruhnya pergi. Tuan harus segera pindahkan semua tabungan tuan atas namaku. Aku takut tuan besar memblokir semua kartu tuan. Jadi setelah disana, aku yang akan mengirimkan uang bulanan kepada kalian."


"Aku akan berhutang budi padamu, Bram!"


"Jangan seperti itu tuan muda. Tuan muda sudah seperti adikku sendiri, karena aku diangkat oleh tuan besar sejak sebelum tuan muda lahir. Jadi tuan muda satu-satunya saudaraku. Aku tidak ingin tuan muda mengalami apa yang telah aku alami."


"Terima kasih Bram. Lalu kapan aku akan berangkat?"


"Malam ini tuan sudah harus berangkat ke UK. Aku akan menelpon orangku untuk membuatkan identitas kalian dan nanti sore sudah bisa dia antarkan. Sedangkan tiketmu ke UK, aku akan urus sekarang."


Tanpa bicara lagi, Erik berdiri dan memeluk sekretaris Bram dengan airmata yang tidak bisa dibendung lagi. Ia tidak tahu harus mengatakan apalagi. Ia tahu sekretaris Bram sudah mempertaruhkan hidupnya demi mempersatukan cintanya dan Yuana.


"Bagaimana kalau ayah bertanya tentang kepergianku ke UK?"


"Aku yang akan mengatakan pada tuan besar bahwa aku yang meminta tolong pada tuan muda menggantikanku. Sedangkan aku di sini untuk tetap bersama tuan besar. Malah tuan besar akan senang kalau aku tetap di sini."


"Aku takut tidak bisa membawa Yuana pergi dalam waktu dua minggu."

__ADS_1


"Jangan takut tuan. Dari UK ke Edinburgh tuan hanya perlu menggunakan kereta api selama 10 jam lebih. Dari Edinburgh tuan hanya perlu menggunakan kapal laut selama 24 jam untuk sampai kesana."


"Aku takut gagal, Bram!"


"Tuan muda tidak akan gagal. Kalau ditotalkan tuan hanya membutuhkan waktu 4-5 hari untuk bisa membawa nona Yuana pergi."


"Doakan aku agar berhasil dalam rencana kita ini. Aku tidak ingin gagal, Bram!"


"Tidak tuan! Aku percaya semua pasti berjalan dengan lancar."


"Cepat kabari aku jika sudah sampai di sana, agar aku memesankan tiket untuk kalian, ke negara mana tuan dan nona Yuana ingin tinggal."


"Aku akan tetap memilih di Edinburgh sehingga tidak harus pergi jauh. Tinggal di Edinburgh dengan identitas palsu menurutku tidak masalah, Bram."


"Baik tuan muda. Apakah tuan ingin membeli sesuatu sebelum berangkat nanti malam?"


"Tidak perlu, Bram!"


"Apa aku perlu menyiapkan pakaian yang akan tuan bawa?"


"Iya! Siapkan pakaianku hanya untuk dua minggu sampai aku bertemu dengan Yuana. Setelah itu nanti baru dipikirkan lagi. Sekarang yang menjadi fokus utama adalah aku harus segera bertemu dengan wanitaku."


"Aku ingin istirahat Bram. Nanti kalau aku sudah disana, kau harus mengunjungiku untuk menikahkan kami"


"Okelah kalau begitu. Aku pasti akan kesana tuan."


"Oya! Tuan muda perlu menyampaikan hal ini kepada Yosua."


"Baik! Aku akan menelpon Yosua sekarang!"Kata Erik sambil mengeluarkan handphonenya.


"Jangan pakai handphone itu tuan. Pakailah handphone dengan simcard yang aku belikan dua hari lalu."


"Kenapa, Bram?"


"Aku yakin tuan besar telah menyadap handphonemu, dan aku tidak ingin tuan memakai handphone tuan. Tadi juga aku menelponmu melalui handphone barumu kan?"


"Oh! Terima kasih Bram sudah mengingatkanku."


"Sama-sama tuan muda."

__ADS_1


Erik lalu menelpon Yosua dan menceritakan semua yang iya tahu dari sekretaris Bram tentang Yuana dan juga rencananya untuk pergi menemui Yuana.


"Jaga adikku dengan baik, Rik!" Terdengar suara parau dari ujung telepon pertanda si penerima sedang menahan tangis, entah tangisan haru karena senang, atau karena sedih dan menahan rindu.


"Tanpa kamu bilang pun aku akan menjaganya."


"Aku tidak mau adikku terluka atau cacat karena kelakuanmu atau ayahmu. Aku merelakan kamu menikahi Celine karena aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada adikku."


"Percayalah padaku, Yos! Untuk kali ini, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku mengambil keputusan untuk pergi agar aku bisa senantiasa ada dan menjaganya."


"Aku percaya padamu, Rik!"


"Terima kasih, bro! Katakan pada ibu untuk jangan bersedih, karena Yuana akan baik-baik saja."


"Ok, bro!"


Erik menarik napas lega setelah berbicara dengan Yosua.


"Maaf, Bram. Tidak usah jalan-jalan ya? Aku ingin pulang dan beristirahat agar bisa menghemat tenaga. Malam nanti, aku sudah harus berangkat. Aku juga perlu mengurus semua tabunganku dan akan aku pindahkan atas namamu."


"Baik tuan muda. Nanti sore, aku akan menemuimu dan memberikan identitas baru tuan muda dan nona Yuana. Malam nanti, aku sendiri yang akan mengantar tuan muda ke bandara."


"Ok, Bram! Aku akan pulang sekarang. Terima kasih, Bram!"


"Hati-hati di jalan, tuan!"


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2