Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
116. Tawaran Arthur dan Janji Gail


__ADS_3

Hidup tidak pernah terlepas dari yang namanya hukum tabur tuai. Apa yang kita lakukan, akan kita petik hasilnya. Ketika kita banyak melakukan kebaikan di masa lalu, maka tanpa sadar kita telah menimbun pundi-pundi kebaikan untuk masa yang akan datang.


Memang terkadang semua hal tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi percayalah dan tetap melakukan kebaikan, maka hidup kita juga akan dipenuhi dengan kebaikan. Eda Sally


*****


Gail sejenak terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Arthur. Tanpa sadar ia menarik napas panjang yang tentu saja terdengar oleh Yuana dan Arthur.


"Saya sadar sepenuhnya tuan Arthur. Saya akan menjaga nona muda dengan baik tanpa ada embel-embel apapun di dalam semua yang saya lakukan." Jawab Gail dengan mantap.


"Begini saja. Agar tidak merepotkan tuan Gail, saya akan berbicara dengan dady agar nona muda bisa tinggal di apartemen milik keluarga Wiliam."


"Maaf tuan Arthur. Bukan saya tidak menghargai niat baik tuan Arthur, tetapi nona muda saat ini dalam keadaan hamil. Jika nona muda tinggal sendiri, itu akan berbahaya bagi keselamatannya. Karena nona muda sering kelelahan jika terlalu banyak beraktifitas." Jawab Gail.


Sekarang Arthur yang terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan Gail. Ia membenarkan perkataan Gail.


"Ah! Saya punya ide. Saya minta alamat rumah kalian saja. Nanti saya akan mendatangi rumah kalian jika semuanya sudah beres." Kata Arthur dengan senyum penuh makna.


"Apa yang akan kamu lakukan Arthur? Jangan menambah masalah dan beban lagi bagi saya. Saya tidak mau terbeban, agar bisa fokus dengan anak yang sementara saya kandung."


"Ini sama sekali tidak membebani nona muda. Nona muda tidak usah memikirkan apapun. Nona muda hanya perlu menjaga kesehatan agar bayinya sehat. Selebihnya itu urusan saya dan tuan Gail." Jawab Arthur.


"Baik! Terima kasih Arthur. Maafkan saya jika merepotkan dan menyusahkanmu." Kara Yuana pelan.


"Nona muda sama sekali tidak merepotkan. Saya ingin berbicara sebentar dengan tuan Gail. Nona muda harap menunggu sebentar di sini." Kata Arthur langsung menarik tangan Gail tanpa permisi. Yang ditarik hanya bisa memgikuti tanpa bisa melakukan perlawanan.


Mereka kemudian menjauh dari Yuana dan berdiri di pintu masuk ruang metting yang memang kalau berbicara dari situ tidak akan terdengar oleh orang yang berada di dalam ruangan.


"Aku harap tuan Gail ingat kata-kata saya. Jangan melewati batas jika bersama nona muda, karena itu akan membahayakan keselamatan tuan Gail sendiri." Kata Arthur dengan tegas.

__ADS_1


"Untuk hal itu, tuan Arthur tidak usah khawatir. Saya sadar siapa saya bagi nona muda. Saya tidak akan melewati batasan saya." Jawab Gail mantap.


"Maaf! Saya tidak ingin membuat tuan Gail tersinggung, tetapi dari sorot mata tuan Gail saat memandang nona muda, saya tahu bahwa tuan Gail sudah jatuh cinta dengan nona muda. Jadi saya harap tuan segera mengatasi perasaan yang sedang tuan bangun untuk nona, karena itu akan sangat berbahaya."


"Saya paham tuan Arthur. Terus terang saya sudah mulai jatuh cinta dengan nona muda. Saya tidak bisa membohongi perasaan saya. Setiap kali memandangnya, saya ingin sekali memeluknya, tetapi saya tidak berani melakukan hal itu." Gail berkata dengan jujur.


"Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang berbahaya bagi diri tuan Gail, karena orang-orang Angkasa Grup tidak pernah mengampuni orang yang melakukan kesalahan."


"Mereka selalu menyingkirkan musuh mereka dengan cara yang paling menyakitkan. Jadi sebelum hal itu menimpa tuan, saya harus mengingatkan tuan agar jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada tuan."


"Terima kasih telah mengingatkan saya tuan Arthur. Saya tidak akan melewati batas dan akan berusaha menekan perasaan saya."


"Jangan coba-coba mengulurkan tanganmu untuk menyentuhnya seperti yang tadi kamu bilang. Jika kamu sampai melakukan hal itu, saya akan mematahkan tanganmu." Kata Arthur dengan sorot mata tajam kepada Gail tanpa memggunakan kata tuan lagi.


"Saya paham dan sadar dengan posisi saya tuan Arthur. Terima kasih telah mengingatkan saya."


"Tidak usah tuan Arthur. Saya melakukannya dengan ikhlas, dan mungkin terdengar konyol jika saya mengatasnamakan cinta. Saya tidak butuh ganti rugi karena walaupun nanti saya tidak bisa memiliki nona muda, setidaknya saya pernah melakukan sesuatu yang akan terus diingat nona muda sepanjang hidupnya." Kata Gail mantap.


"Ingat! Kamu sendiri yang mengatakan hal itu dan saya akan memegang kata-katamu. Jika suatu saat kamu berkhianat dan mengungkit apa yang telah kamu lakukan, maka sebelum kamu berurusan dengan orang-orang tuan muda, kamu akan berurusan dengan saya lebih dulu."


"Tetapi untuk membuktikan kata-katamu itu, maka saya harap tuan harus menerima jatah bulanan yang akan saya kirimkan setiap bulan, karena kebutuhan seorang wanita hamil pasti banyak."


"Saya masih bisa membiayai nona muda. Tetapi jika tuan Arthur tetap bersikeras untuk mengirimkan jatah bulanan, maka saya akan menerimanya dan membuatkan tabungan untuk bayi nona muda yang akan lahir. Saya ingin agar anak saya memiliki tabungan sebelum ia lahir." Kata Gail menyebut anakku tanpa sadar.


Tanpa menunggu beberapa detik, Arthur sudah mencengkram kerah baju Gail dan meninjunya.


"Ulangi kata yang baru saja kamu ucapkan, dan saya akan membunuhmu. Berani sekali kamu memanggil anak kepada anak tuan muda." Kata Arthur dengan geram.


"Hentikan Arthur! Jangan menyakiti Gail. Dia yang pertama kali menerima kehadiran bayi ini, dan saya sama sekali tidak keberatan. Karena tanpa Gail mengurus saya, saya tidak akan bertahan sejauh ini, dan saya sendiri pun tidak mungkin menerima kehadiran bayi ini dalam hidup saya."

__ADS_1


Arthur reflek melepaskan tangannya dari cengkramannya kepada Gail ketika mendengar suara Yuana.


"Maafkan saya nona muda. Saya hanya tidak ingin dia merebut nona muda dari tuan muda."


"Dia sama sekali tidak merebut saya dari siapapun. Saya yang merasa sangat bersyukur karena bertemu dengan mereka yang baik hati ketika saya lari tanpa tujuan dari kenyataan hidup yang sangat menyakitkan bagi saya."


"Jika sekali lagi kamu menyakiti Gail, saya tidak akan pernah bisa memaafkanmu." Kata Yuana langsung berjalan keluar dengar air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Maafkan saya nona muda! Maafkan saya karena telah melakukan kesalahan." Kata Arthur yang berhasil mengejar Yuana dan langsung berlutut di depan Yuana.


"Bangunlah Arthur! Saya bukan siapa-siapa. Jangan pernah berlutut lagi di hadapan saya. Saya hanyalah wanita biasa yang ingin menjalani hidup ini dengan normal seperti orang lain."


"Saya sudah cukup menderita dan tidak ingin menderita lagi. Saya ingin hidup dalam ketenangan dan kedamaian. Tolong jangan merusak kebahagiaan saya."


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. Terima kasih.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2