
Meminta tolonglah dengan cara yang benar kepada orang yang engkau kehendaki untuk menolongmu. Karena singa sekalipun masih akan tetap mengenal orang yang pernah menolongnya. Tentu kita bertanya : "Kenapa kita mau menolong orang lain?" Jawabannya sederhana saja. "Karena manusia memiliki naluri yang sudah sangat melekat di dalam diri, sekalipun ia seorang penjahat." Eda Sally
*****
Erik hanya membutuhkan tiga hari saja untuk menyelesaikan kekacauan yang terjadi di kantor. Harry Walker sendiri memperkirakan bahwa Erik akan membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Sementara Erik sendiri mengerjakan dan menyelesaikan semuanya hanya dalam waktu tiga hari.
"Terima kasih banyak tuan muda. Saya sendiri tidak menyangka bahwa tuan akan menyelesaikan semuanya secepat ini."
"Jangan terlalu berlebihan tuan Walker. Semua ini berkat kerjasama yang baik dan dukungan dari tuan Walker juga."
"Saya yang merasa tidak enak hati karena sudah sangat merepotkan tuan muda sehingga harus datang jauh-jauh."
"Tidak apa-apa. Anggap saja saya sedang jalan-jalan."
"Oya, tuan! Berbicara tentang jalan-jalan, besok nanti Arthur saya bebastugaskan dari kantor agar ia bisa fokus menemani tuan jalan-jalan selama tuan berada di sini."
"Baik tuan Walker. Karena pekerjaan saya sudah selesai, saya akan pulang ke mansion sekarang."
"Aku akan menelpon Arthur agar pulang bersama tuan. Pekerjaannya nanti saya meminta tolong pada sekretaris saya untuk menghandlenya."
"Maafkan saya jika kedatangan saya merepotkan tuan dan keluarga." Erik berkata dengan sungguh-sungguh.
"Saya dan keluarga saya tidak merasa direpotkan. Saya justru sangat senang karena yang datang adalah tuan muda sendiri, dan itu merupakan suatu kehormatan tersendiri buat saya."
"Baik! Terima kasih kalau begitu."
"Karena Arthur sudah ada, maka dengan tidak mengurangi rasa hormat, tuan muda dan Arthur boleh pulang sekarang."
"Ahm..baiklah! Sampai bertemu lagi tuan Walker." Kata Erik sambil menjabat erat tangan Harry Walker. Ia sendiri tidak tahu kapan akan bertemu lagi dengan Harry Walker.
"Hati-hati di jalan dan selamat berlibur tuan."
Erik dan Arthur segera meninggalkan gedung mewah tersebut dan kembali ke mansion tempat ia tinggal.
Setelah sampai, tanpa bicara, mereka beriringan menuju kamar masing dan membersihkan diri. Tak lama kemudian, Arthur menuju ke kamar Erik karena Erik yang memintanya.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Benar! Aku sangat membutuhkan bantuanmu. Berjanjilah padaku Arthur, untuk tidak menceritakan kepada siapapun apa yang akan aku katakan kepadamu."
__ADS_1
Arthur nampak heran dengan permintaan Erik, namun akhirnya ia menyanggupi.
"Baiklah! Aku berjanji tuan."
Erik kemudian mulai menceritakan dengan rinci apa yang dialaminya dan rencananya untuk menemui Yuana, termasuk meminta tolong pada Arthur agar tetap tinggal di mansion selama ia pergi. Tidak ada satupun yang dilewatkan Erik. Semuanya ia ceritakan tanpa berusaha menyembunyikan sedikit pun tentang apa yang ia alami.
"Aku terlalu senang untuk membantu tuan. Tapi aku kurang setuju kalau tuan menyuruhku tinggal di sini. Walaupun tuan muda percaya pada semua pelayan tuan, namun aku tidak percaya pada mereka, dan aku mohon maaf untuk itu."
"Artinya kamu tidak bersedia tinggal di sini? Lalu apa yang akan terjadi jika ayahmu mengetahui bahwa kamu tidak pergi bersamaku?"
"Aku akan menjelaskan maksudku tuan muda. Jadi aku juga akan ikut bersama tuan muda. Aku tidak akan membiarkan tuan muda berjalan sendiri. Karena di luar sana apa saja bisa terjadi. Dan aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada tuan. Kebetulan, aku punya teman karib di Edinburgh."
"Nah! Setelah tiba di Edinburh, aku dan temanku akan membantu tuan untuk naik kapal menuju Tristan. Sementara aku dan temanku mencarikan rumah tempat tinggal untuk tuan dan nona muda."
"Tak ku sangka idemu sangat cemerlang, Arthur! Kamu bisa berpikir sejauh itu."
"Makanyaa. Jangan pernah meremehkan aku tuan, karena aku bisa diandalkan." Kata Arthur dengan bangga sambil menepuk dadanya.
"Hahahahha. Baru bisa memberikan ide saja sudah sombong."
"Aku tidak sombong tuan. Tapi aku mau mengingatkan tuan. Setelah kami mendapatkan rumah untuk tuan, aku tidak mengijinkan tuan untuk tinggal satu rumah bersama nona muda, karena belum menikah."
"Temanku yang di Edinburgh itu cewek, tuan! Jadi untuk sementara, nona muda tinggal bersama temanku, sampai tuan dan nona menikah."
"Baiklah! Aku setuju."
"Kalau begitu, makan dan istirahatlah karena besok kereta yang akan kita tumpangi berangkat jam 04.00 subuh. Aku memilih memakai kereta pagi agar lebih cepat sampai."
"Aku mengerti tuan. Karena pada akhirnya tuan sampai jatuh cinta, itu menandakan bahwa nona muda adalah wanita yang hebat, yang mampu meluluhkan hati seorang Erik Wiliam."
"Ya! Dia benar-benar wanita yang hebat, Arthur. Aku bersyukur bisa dipertemukan dengannya."
"Aku saja sampai heran tuan, karena tuan bisa jatuh cinta. Tadinya aku berpikir bahwa tuan tidak normal." Kata Arthur sambil menutup mulutnya dengan tangan karena tidak bisa menahan tawa.
"Hei! Kamu pikir aku laki-laki apa. Masa setampan ini tidak normal. Aku justru curiga, kamu yang tidak normal."
"Siapa bilang tidak normal. Justru yang di Edinburgh itu ce....
Arthur sadar dan segera menutup mulutnya dengan tangan karena hampir keceplosan mengatakan bahwa itu ceweknya. Tapi hal itu justru membuat Erik tertawa terpingkal-pingkal.
__ADS_1
"Jadi yang di Edinburgh itu cewekmu? Pantas saja kamu terlalu bersemangat dan ngotot untuk ikut kesana."
"Tuan muda! Aku juga perlu melepas rindu tuan. Karena kami sudah setahun tidak bertemu. Tuan saja yang baru beberpa bulan sudah seperti ini, apalagi aku yang sudah setahun."
"Salah sendiri kan? Siapa juga yang menyuruhmu untuk menahan rindu sampai setahun."
"Karena kami sama-sama sibuk tuan muda."
"Sesibuk apapun, kamu harus menyempatkan waktu untuk bertemu, karena wanita itu butuh perhatian langsung Ar, bukan kata-kata manis yang suka kamu umbar lewat telepon atau media apapun. Itu tidak akan mempan, Ar. Karena wanita selalu ingin dimengerti."
"Begitu ya tuan. Baiklah! Setelah tuan tinggal di Edinburgh, aku akan sering kesana, agar bisa bertemu dengannya."
"Harusnya begitu. Padahal jarak kereta dari sini ke Edinburgh hanya sepuluh jam. Masa kamu tidak bisa kesana di saat weekend?"
"Iya. Aku baru sadar ketika tuan mengatakannya dan aku menyesal tuan."
"Tidak usah disesali. Besok kita sudah kesana."
"Iya tuan. Ayo makan dan istirahat sekarang. Besok kita harus bangun lebih pagi agar tidak ketinggalan kereta."
Erik hanya menganggukkan kepala menanggapi apa yang dikatakan Arthur. Mereka kemudian menuju ruang makan diantar oleh seorang pelayan dan menikmati makanan yang telah disediakan pelayan.
Sepanjang makan, Erik hanya berdiam diri. Ia sedang memikirkan berbagai cara dan kemungkinan tentang perjalanan yang akan mereka tempuh besok pagi.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya reader tersayang. Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
__ADS_1