Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
108. Keinginan Wanita Hamil


__ADS_3

Bersyukurlah untuk orang-orang yang senantiasa berada di sampingmu dan mau melakukan apa saja untuk menyenangkanmu, karena merekalah anugerah yang diberikan Tuhan dalam hidupmu. Sayangilah mereka, dan jangan pernah berhenti berbuat baik untuk mereka karena tidak ada perbuatan baik yang tidak mendapatkan ganjaran yang baik dari Tuhan. Eda Sally


*****


Gail hanya mengangkat bahu mendengar apa yang dikatakan neneknya. Ia membenarkan apa yang dikatakan neneknya, tetapi ia juga takut jika Yuana ingin makan Popcorn yang banyak. Karena itu, tanpa mempedulikan neneknya, Gail terus berjalan masuk dan mencari Yuana setelah meletakkan jagung itu di dapur.


"Hallo gadis manis, aku sudah melakukan permintaanmu. Sekarang apa lagi yang perlu aku lakukan?" Tanya Gail dengan antusian. Ia segera melupakan lelahnya setelah melihat wajah polos Yuana.


"Lama sekali carinya kak. Tapi tidak apa-apa. Ayo digoreng sekarang. Aku sudah tidak sabar untuk makan." Kata Yuana tanpa dosa.


Mereka menuju ke dapur dan Gail segera melakukan apa yang diinginkan Yuana, walaupun banyak yang hasilnya tidak sesuai keinginan alias hangus.


"Silahkan dinikmati tuan putri. Maafkan hamba yang belum paham tentang cara mengolah yang benar sehingga hasilnya tidak memuaskan."


"Terima kasih Gail. Tolong bantu aku memisahkan yang hangus. Aku tidak suka yang hangus."


"Ok! Sini aku pisahkan!" Gail dengan sigap memilih dan memisahkan yang hangus.


Aku harus ekstra sabar agar tidak mengecewakannnya. Tidak pernah ada wanita yang memerintah aku seperti ini. Untung kamu imut dan cantik. Orang-orang yang pernah mengenalku akan heran melihat aku seromantis ini.


Setelah selesai dipisahkan, Gail segera menyodorkan kembali popcorn yang bagus kepada Yuana, yang segera dimakan dengan lahap.


Gail yang melihat cara makan Yuana yang seperti orang kelaparan hanya menggelengkan kepala.


"Kenapa tidak makan Gail?" Tanya Yuana heran melihat Gail hanya melihat ke arahnya tanpa berkedip.


"Tentu saja aku juga mau makan. Tetapi aku makan yang ini saja." Kata Gail sambil mengambil popcorn yang hangus dan memakannya.


"Enak?" Tanya Yuana bingung melihat tingkah Gail.


"Tentu saja enak. Kalau tidak enak mana mungkin aku makan?"


Aslinya tidak enak. Kamu pikir makan yang hangus itu enak? Aku tahu kamu ingin makan, jadi aku harus mengalah untuk makan yang hangus seperti ini. Aku malas harus goreng lagi.


"Maaf kak. Nanti kalau aku ingin makan lagi, biar aku saja yang goreng agar tidak hangus. Aku tahu caranya."


"Terus kenapa tadi tidak kamu yang goreng saja?" Tanya Gail protes.

__ADS_1


"Entahlah Gail. Aku merasa aneh, karena aku ingin kamu yang mengolahnya." Kata Yuana dengan suara lemah.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Jangan bersedih seperti itu. Nanti anakku ikut sedih kalau mommy-nya sedih.


"Terima kasih Gail."


Yuana tertunduk setelah mengatakan itu, karena air matanya sudah mengalir tanpa dapat dicegah lagi.


Harusnya kamu yang aku suruh-suruh seperti ini Rik, bukan orang lain. Aku tidak ingin menyusahkan Gail, tetapi kondisilah yang memaksaku. Aku mungkin tidak akan bisa melupakanmu, karena kamu pria pertama dalam hidupku yang membuatku mengenal cinta, tetapi aku juga sadar, kita tidak mungkin untuk bersama lagi. Mungkin anakku kita tak akan pernah mengenal dan melihat wajahmu seumur hidupnya. Aku akan sangat sedih ketika dia dewasa dan menanyakan tentangmu. Apa yang harus aku jawab Rik?


Gail yang melihat Yuana menangis, bingung untuk melakukan apa. Ia ingin memeluk Yuana untuk menenangkannya, tetapi tidak berani memeluk Yuana. Karena itu, ia beranjak dari tempatnya dan mengusap punggung Yuana dengan lembut.


"Katakan apa yang kamu inginkan. Kalau kamu hanya menangis seperti ini bagaimana aku bisa paham? Jangan sembunyikan sesuatu dariku. Aku tidak ingin melihatmu bersedih."


"Maafkan aku jika lancang. Sini aku antar ke kamar agar kamu bisa istirahat dan menenangkan diri." Gail berkata sambil memegang tangan Yuana dan membantunya berdiri.


Yuana hanya menuruti apa yang dilakukan Gail. Tanpa perlawanan, ia mengikuti Gail yang membawanya ke kamar tanpa mengatakan apapun.


"Tidurlah. Aku akan duduk di sofa untuk menjagamu. Jika kamu memerlukan sesuatu, kamu bisa langsung mengatakannya kepadaku. Jangan bersedih lagi. Ok?" Kata Gail membujuk Yuana agar tenang.


Yuana segera naik ke tempat tidur tanpa menjawab sepatah kata pun. Rasanya hatinya terlalu sedih. Ingin ia menangis sekuat-kuatnya untuk melepaskan semua rasa sakit yang dialaminya, tetapi ia cukup tahu diri untuk tidak membuat kegaduhan di rumah orang, karena ia hanya sekedar menumpang. Mereka sudah terlalu baik padanya, dan ia tidak ingin membuat mereka panik.


Yuana menutup wajahnya dengan bantal dan segera tidur. Ia ingin tidur dengan nyenyak sehingga bisa segera melupakan kesedihannya untuk sementara.


Gail yang melihat napas Yuana yang sudah teratur, sadar bahwa Yuana sudah nyenyak. Karena itu ia langsung berjalan ke kamarnya untuk mandi.


"Kamu kenapa lama-lama di kamar Yuana?" Tanya nenek ketus ketika Gail baru saja keluar dari kamar Yuana.


"Aky hanya menjaga Yuana agar bisa tidur nek. Aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu."


"Kamu harus sabar menghadapinya. Orang hamil itu moodnya selalu berubah-ubah. Kadang dia akan menyukaimu, dan kadang dia akan membencimu."


"Aku paham nek! Aku mau mandi dulu. Aku takut Yuana bangun dan tidak melihatku di kamarnya akan membuatnya sedih." Gail langsung berlari ke kamarnya.


Nenek Tati hanya menggelengkan kepala melihat sikap Gail.


"Rupanya cucuku sudah berubah. Ia bahkan sangat perhatian dengan Yuana. Ia sudah pantas menjadi seorang ayah."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Gail yang sudah selesai mandi, kembali ke kamar Yuana. Ia melihat Yuana masih tidur dengan pulas. Karena itu ia membaringkan diri di sofa sambil memainkan handphonenya.


Selang beberapa menit kemudian, Yuana sudah bangun. Ia heran melihat Gail ada di kamarnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di situ Gail? Kenapa kamu bisa ada di kamarku?"


"Aku sedang memainkan handphone. Tadi aku sudah mengatakannya kepadamu bahwa aku akan duduk di sini dan menjagamu sampai kamu bangun. Apa kamu lupa?"


Yuana diam mendengar apa yang dikatakan Gail karena rasanya ia tadi tidak mendengar apa yang dikatakan Gail.


"Gail, aku mau mandi. Kamu bisa keluar sebentar?" Pinta Yuana pada Gail.


"Ok! Aku akan menunggumu di luar."


"Apa kamu ada waktu setelah ini?" Tanya Yuana dengan penuh harap.


"Iya! Ada apa gadis manis?"


"Aku ingin mengunjungi taman bermain anak yang dibuka pada malam hari. Apa kamu bersedia mengantarku ke sana?"


"Tentu saja aku bersedia. Ayo cepat mandi. Nanti sekalian kita makan di luar saja."


Permintaan yang aneh. Mengunjungi taman bermain anak tanpa membawa anak. Apa tidak akan dianggap gila? Aku masih cukup waras untuk dikatakan gila. Tapi, jika tidak ke sana, dia pasti sedih. Sabar!


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2