
Lakukanlah apa yang kamu sukai, dan tekuni jika itu membuatmu bahagia, karena kebahagiaan datang bukan karena kita melakukan hal-hal yang besar, melainkan sesuatu yang sederhana dan menyenangkan.
Keluarkanlah semua potensi yang terbaik dari dalam dirimu. Kembangkanlah jika perlu, karena tanpa sadar kamu telah memberkati orang lain. Eda Sally
*****
Yuana telah kembali mengikuti aktifitas kuliahnya seperti biasa, bahkan kini ia sudah hampir selesai. Namun, ia tidak menghentikan kegiatan ekstra yang ia tekuni di luar kampus.
Karena sering tampil bersama grup band-nya di berbagai acara, maka Yuana ditawari oleh seorang pemilik Resto musik untuk menjadi penyanyi tetap di resto-nya.
Yuana awalnya agak keberatan karena sebentar lagi ia akan mengurus skripsinya. Ia telah bertekat untuk menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu tiga tahun agar bisa cepat bekerja.
Yuana sendiri tidak terlalu antusias ketika ditawari, karena baginya bernyanyi hanyalah hobi dan ia memang iseng agar tidak ada waktu yang terbuang ketika ia tidak ada tugas dari kampus.
Sabtu ini, Yuana tidak ada aktifitas di luar, jadi ia lebih memilih menghabiskan waktu bersama mami dan papanya untuk mengobrol, karena mereka bertiga jarang berkumpul bahkan untuk sekedar mengobrol.
"Pa? Minggu kemarin ketika grup band Yuana tampil di acara ulang tahun Rey, papanya Rey menawari Yuana untuk menjadi penyanyi tetap di resto-nya." Kata Yuana membuka pembicaraan.
"Terus, kamu sendiri bagaimana! Apa kamu setuju?" Tanya papa.
"Yuana masih pertimbangkan sekalian diskusi dulu sama papa dan mami." Kata Yuana.
"Mami tidak keberatan nak! Karena mami tahu bakat kamu di situ. Tapi kamu perlu mengatur waktu dengan baik sehingga tidak mengganggu kuliahmu." Kata mami.
"Iya! Mami benar, nak! Kalau seminggu sekali papa rasa tidak apa-apa. Hitung-hitung refresing biar kamu tidak bosan atau terbeban dengan tugas kampus yang menumpuk." Kata papa.
"Iya mi! Yuana juga lebih setuju kalau seminggu sekali." Kata Yuana.
"Iya nak! Nanti kamu bilang sama Rey, kalau kamu bisanya seminggu sekali." Kata papa.
Saat mereka sedang bercakap-cakap, seorang pelayan menghampiri mereka.
"Permisi tuan, nyonya. Ada tamu. Temannya non Yuana." Kata Pelayan tersebut.
"Siapa ya, kenapa tidak buat janji dulu?" Kata Yuana.
"Temui dulu sayang, siapa tahu ada hal penting makanya tidak buat janji." Kata mami.
"Iya mi, Yuana ke depan dulu." Kata Yuana sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Rey? Kenapa tidak bilang kalau mau datang?
"Hallo om!" Sapa Yuana pada papanya Rey.
__ADS_1
"Orang tuamu mana Yu? Om ingin berbincang sebentar." Kata om Farel, papanya Rey.
"Lagi ngobrol di taman samping rumah om!" Kata Yuana.
"Ok! Kalau begitu kita kesana aja ya?" Kata om Farel
"Selamat pagi pak, bu! Mohon maaf mengganggu."
"Perkenalkan! Aku Farel, papanya Rey, teman Yuana. Dan ini Rey!" Kata om Farel memperkenalkan diri.
"Hallo pak Farel! Selamat datang. Ayo silahkan duduk." Kata papa.
"Duduk sini Rey!" Kata mami pada Rey sambil menunjuk kursi di samping kirinya.
Yuana lebih memilih duduk ditengah-tengah mami dan papa. Sementara pelayan mereka terlihat membawakan minum untuk tamu tuan mereka.
"Jadi begini pak, maksud kedatangan kami kesini, mungkin nak Yuana sudah menginformasikan tentang tawaranku agar menjadi penyanyi tetap di resto musik milik keluargaku."
"Terus terang aku benar-benar tertarik dengan suaranya yang sangat bagus." Kata pak Farel to the point.
"Baik pak Farel! Tadi kita juga sempat berbincang dan membahas apa yang baru saja pak Farel sampaikan."
"Kami sebagai orang tua menyerahkan keputusannya pada Yuana. Kalau dia bisa membagi waktu, kami tidak masalah karena memang itu bakatnya dan selama ini juga kami banyak mendorongnya untuk terus mengembangkan bakatnya." Kata papa panjang lebar.
"Sekarang om ingin dengar dari Yuana dulu." Kata pak Farel.
"Yuana tidak keberatan om. Tapi Yuana punya beberapa syarat yang harus disepakati om."
"Pertama, Yuana akan selalu membawa Bodyguard untuk mengawal Yuana disana. Yuana tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Semua demi keselamatan Yuana."
"Kedua, Yuana tidak akan menggunakan gaun setiap kali tampil. Yuana hanya akan menggunakan setelan jas dengan celana panjang."
"Ketiga, Batas Yuana bernyanyi hanya sampai jam 11 malam."
"Keempat, tidak ada interaksi antara Yuana dan pengunjung dalam hal ini kontak fisik, seperti jabat tangan dan lain-lain."
"Kelima, tidak ada ikatan, sehingga Yuana bisa berhenti kapan pun saat Yuana merasa sudah tidak punya waktu lagi." Kata Yuana menjelaskan.
"Om tentu setuju nak! Kamu tidak perlu merasa risih karena disana nanti juga ada Rey yang menemani kamu." Kata pak Farel.
"Oya! Om harap kamu tampil setiap malam minggu, karena pada malam minggu pengunjung lebih banyak dua kali lipat dari biasanya. Bagaimana?" Kata pak Farel menambahkan.
"Ok, om! Yuana setuju." Kata Yuana.
__ADS_1
"Soal honor tidak usah kamu pikirkan, karena om akan menghitungnya berdasarkan jumlah lagu. Om yakin kamu akan puas dengan honornya." Kata pak Farel.
"Terima kasih ya Yu? Aku bersedia jemput jika kamu tidak keberatan." Kata Rey yang sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan mereka.
"Sama-sama Rey! Tidak usah repot-repot Rey. Sopirku yang akan antar jemput karena aku juga nanti bawa bodyguard." Kata Yuana.
"Baik, terima kasih pak Jack, bu Grace atas waktunya. Karena sudah selesai, kami mohon pamit."
"Sama-sama pak Farel. Aku titip anakku ya?" Kata papa sambil menjabat tangan pak Farel.
"Iya pak! Tolong jaga anakku." Kata mami menambahkan.
"Tentu pak, bu,! Kami mohon pamit ya?" Kata pak Farel sambil melangkah pergi diikuti oleh Rey yang membalikkan badan dan melambai pada Yuana.
Setelah mereka pergi, papa berkata:
"Nak, kalau kamu sudah setuju, kamu harus menjaga kepercayaan om Farel. Papa tidak meragukan kemampuanmu dalam bernyanyi,tapi kamu perlu terus berlatih sehingga kualitas suara kamu semakin baik."
"Iya! Yuana mengerti. Yuana akan terus berlatih." Kata Yuana.
"Dan jangan lupa. Perbanyak koleksi lagumu dan terus update lagu-lagu terbaru agar kamu tidak ketinggalan dan bisa menyanyikan semua lagi dari semua era terutama lagu-lagu mancanegara karena banyak peminat." Kata mami.
"Iya mi! Yuana tahu." Kata Yuana sambil memeluk mami dan menyandarkan kepalanya di bahu mami.
Mami tahu, kamu memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil. Karena itu mami akan selalu mendukung apapun yang kamu lakukan. Mungkin kamu tidak terlahir dari rahim mami, tapi kehadiran dan perhatian serta rasa hormatmu membuat mami sadar bahwa kamu benar-benar menyayangi mami, papa dan Nita. Dan Nita adalah orang yang sangat beruntung karena memiliki saudara seperti kamu yang telah banyak menolong dalam pelajaran selama ini.
Bersambung
.
.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Happy reading guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍