
Ketika hidup tak lagi memberikan kepuasan dan bahkan membuatmu seperti kehilangan arah dan mengalami jalan buntu, berdiam dirilah sejenak, tenangkan pikiranmu, dan dengarkan kata hatimu. Apa yang dikatakan hatimu, lakukanlah karena itu yang terbaik yang harus engkau lakukan. Eda Sally
*****
Yuana yang sudah bercerita dan membagikan semua yang mengganjal di hatinya kepada sang kakak, mulai merasa lega karena ia merasa sudah tidak menanggung lagi beban itu seorang diri.
Setelah selesai mandi, Yosua dan Yuana sarapan bersama. Yuana terlihat sangat suka dengan masakan kakaknya dan makan dengan lahap seperti orang kelaparan.
"Makannya pelan-pelan, Yu?" Kata Yosua mengingatkan adiknya.
"Iya maaf kak. Habis, masakan kakak enak sekali." Kata Yuana sambil mengangkat jari jempolnya.
Karena Yosua masih di apartemen Yuana, dan berencana untuk pulang nanti malam, ia memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk mengajak adiknya jalan-jalan. Yuana sangat antusias dan merasa sangat senang karena bisa jalan berdua dengan sang kakak setelah sekian lama disibukkan dengan aktifitas masing-masing.
Setelah selesai makan dan bersiap-siap, mereka jalan-jalan sebentar mengitari kota, dan setelah itu masuk ke salah satu mall terbesar untuk sekedar melihat-lihat. Yosua selalu menggandeng tangan adik satu-satunya seolah takut kehilangan. Memang itu kebiasaannya sejak Yuana masih kecil. Dimana dan kapan pun ia mengajak adiknya jalan-jalan, ia akan selalu menggandeng adiknya.
Yuana hanya tersenyum melihat sang kakak yang setia menggenggam tangannya saat berjalan. Bahkan terkadang ia merangkul adiknya. Semua orang yang melihat mereka menatap mereka dengan tatapan iri karena menyangka bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Yuana yang terbiasa dimanjakan oleh kakaknya sejak kecil, malah bergelayut manja pada kakaknya dan menikmati perlakuan kakaknya karena baginya itu kesempatan langka yang harus ia manfaatkan dengan baik.
"Kak! Yuana suka gantungan kunci couple itu. Lucu kak." Katanya sambil menunjuk gantungan kunci yang baru saja mereka lewati.
Yosua berbalik dan melihat benda yang ditunjuk Yuana.
Ada-ada saja selera adikku. Dari dulu selalu begini. Bawel dan lucu.
"Yang mana, Yu?" Tanya Yosua ketika mereka sudah masuk ke toko kecil yang menjual gantungan kunci.
"Yang ini kak." Kata Yuana menunjuk gantungan kunci tersebut.
Yosua mengambil gantungan kunci tersebut dan membawanya menuju kasir. Yuana tidak tahu bawa Yosua mengambil dua pasang. Yosua pun membayarnya diam-diam tanpa memberitahukannya kepada Yuana.
"Ada yang mau kami beli lagi?" Tanya Yosua pada sang adik sambil memberikan barang yang sudah dibeli kepada Yuana.
"Untuk sementara cukup dulu kak." Jawab Yuana
Yuana yang menerima bungkusan itu sangat senang dan langsung membukanya.
"Lho! Kenapa beli dua pasang kak?" Tanya Yuana karena gantungan kunci itu ternyata dua pasang.
"Yang satu buat kamu dan Erik. Yang satunya buat kakak." Kata Yosua tanpa dosa lalu menarik tangan adiknya untuk berkeliling lagi.
__ADS_1
Buat aku dan Erik? Masih saja pikir orang itu. Kakak aneh ya? Segitu sukanya sama Erik.
"Memangnya kakak sudah punya pacar ya!" Yuana menghentikan langkahnya dan memandang kakaknya. Yuana jadi penasaran siapa yang sudah meluluhkan hati kakaknya.
"Belumlah." Jawab Yosua enteng.
"Terus, kenapa kakak beli dua pasang?" Yuana masih mengejar kakaknya dengan pertanyaan.
Ketika Yosua akan menjawab, tiba-tiba Yuana berteriak karena tangannya ditarik dengan kasar oleh seseorang. Yuana reflek dan menoleh. Ia begitu pucat melihat Celine dan ibunya berdiri di depan mereka.
"Oh, jadi begini caranya kamu mendekati laki-laki! Iya! Makanya Erik sampai tergila-gila padamu." Celine langsung menyerang Yuana dengan kata-kata yang cukup pedas.
"Jaga mulutmu kalau bicara. Kalau bukan perempuan sudah ku hajar." Kata Yosua dengan suara bergetar menahan amarah.
"Jangan-jangan kamu juga sudah kena pelet dari perempuan ini sampai tidak menyadari kalau dia suka mempermainkan laki-laki."
"Untung tuan Andre lebih memilih anakku daripada perempuan tidak jelas seperti kamu." Kata bu Lilis sambil telunjuknya menunjuk Yuana
"Turunkan tangan kotormu dari a....." Kata-kata Erik terputus karena tiba-tiba seorang pria sudah menarik tangan bu Lilis dengan kasar dan menghempaskannya.
"Pantas saja Erik tidak tertarik dengan wanita murahan seperti kalian karena tindakan kalian juga selalu murahan."
"Tuan?" Kata Yuana dibarengi airmata yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Yosua sigap dan langsung membawa adinya dalam pelukannya.
"Aku ingatkan sekali lagi. Jangan pernah mengganggu Yuana. Atau aku akan melaporkan perbuatan kalian pada tuan besar."
"Tuan besar tidak suka calon besan dan menantunya memiliki sifat busuk seperti kalian. Jika apa yang baru saja kalian lakukan terdengar oleh tuan besar, maka aku pastikan statusmu sebagai tunangan tuan Erik akan dibatalkan. Jadi pikirkan baik-baik sebelum melakukan tindakan yang bodoh." Kata sekretaris Bram dengan penuh amarah.
Celine dan bu Lilis terlihat gemetar melihat amarah sekretaris Bram.
"Cepat pergi dari sini!" Kata sekretaris Bram dengan tegas.
Tanpa di suruh dua kali bu Lilis dan Celine segera meninggalkan mereka.
"Ayo! Kita ke resto yang diujung sana. Aku perlu berbicara denganmu." Kata sekretaris Bram kepada Yosua
Setelah duduk, Yuana yang masih sesenggukan terus dipeluk oleh Yosua.
"Terima kasih tuan sudah menyelamatkan kami di situasi seperti tadi." Kata Yosua
"Tidak apa-apa. Aku hanya kebetulan lewat karena sedang berbelanja. Anak buahku yang mengikuti mereka untuk memata-matai mereka kebetulan melihat apa yang dilakukan mereka dan kemudian menelponku. Jadi ketika mereka telpon aku di sini juga jadi aku harus cepat bertindak." Kata sekretaris Bram
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih tuan." Kata Yuana yang sudah mulai tenang.
"Oya! Kapan kamu akan pulang. Ingat! Perusahaan disana ada di tanganmu. Aku pastikan CEO berikutnya akan jatuh ke tanganmu. Jadi jangan pernah kecewakan aku." Kata sekretaris Bram menatap Yosua.
"Rencananya nanti sore atau malam tuan. Aku masih ingin menemani Yuana." Jawab Yosua jujur.
"Hmmmmm." Sekretaris Bram hanya menjawab dengan bergumam.
Kau beruntung memiliki adik yang luar biasa. Kalian sama-sama cerdas. Angkasa Grup bangga memiliki orang-orang seperti kalian.
Mereka bertiga menikmati minum yang di pesan oleh sekretaris Bram sambil mengobrol tentang pekerjaan. Tak lama kemudian datang dua orang yang membawa dua buah kantong besar yang entah apa isinya dan menyerahkannya kepada sekretaris Bram.
"Permisi tuan." Kata kedua orang tersebut sopan kemudian meninggalkan tempat itu.
"Ini titipan dari tuan muda untuk kalian berdua." Kata sekretaris kepada Yosua dan Yuana.
Mereka hanya bengong dengan yang dikatakan sekretaris Bram tanpa mengatakan apapun.
"Aku harus segera pergi. Ada urusan yang harus aku selesaikan." Kata sekretaris Bram
"Baik tuan. terimakasih." Kata Yuana dan Yosua bersamaan.
Setelah sekretaris Bram pergi, Yosua pun mengajak Yuana untuk segera pulang.
"Pulang ya dek?" Kata Yosua sambil membelai rambut adiknya.
"Iya kak! Yuana juga mau istirahat." Kata Yuana beralasan karena ia masih shock dengan kejadian tadi.
Yosua segera mengambil dua kantong tersebut dengan tangan satunya dan tangan satunya tetap menggandeng adiknya
.
.
.
.
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐
__ADS_1