Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
16. Kegiatan Kampus (Part 2)


__ADS_3

Ketika kamu tidak menyukai seseorang, jangan pernah mengambil keputusan untuk membenci ataupun secara terang-terangan menyatakan rasa tidak sukamu, karena mungkin di suatu waktu, kamu akan membutuhkan orang tersebut. Karena hidup adalah suatu putaran waktu dimana kita tidak akan selalu berada diatas. Suatu saat kita akan berada di bawah.


Bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan untuk menikmati banyak hal baik. Eda Sally


*****


Karena hari sudah pukul tiga sore ketika rombongan dari kampus Yuana sampai, maka panitia mengumumkan agar mereka segera mandi dan berganti pakaian karena malam nanti ada kegiatan.


Semua antusias dengan apa yang disampaikan panitia. Bagaimana tidak, karena mereka disuguhi dengan pemandangan dari atas ketinggian yang sangat mempesona, ditambah lagi dengan suhu daerah pegunungan yang sangat sejuk.


Anak-anak bekerja sama mendirikan tenda. Sebenarnya ada rumah penginapan di kawasan itu, tetapi karena ada tanah lapang yang luas maka mereka memilih memakai tenda untuk tidur dan bersantai, kecuali mandi baru mereka menggunakan penginapan yang telah disediakan panitia.


"Bantu dong Nay? Masa belum selesai semua kamu sudah dandan? Nanti habis dandan kamu mau duduk di mana? Mau bedakmu luntur kena angin?" Kata Cindy pada Nayla.


"Yah, kan aku sudah bantu pasang tenda. Kamu tinggal membereskan barang-barang kenapa harus ribet?" Balas Nayla.


"Selalu begitu. Kalau bukan sahabat sudah aku buang. Bosan juga punya sahabat yang tidak bisa diandalkan." Kata Cindy sambil sibuk menata barang-barang mereka.


"Coba saja kalau kamu bisa buang. Memangnya kamu bisa angkat tubuhku?" Kata Nayla menggoda Cindy.


"Apa kamu bisa diam? Bosan aku dengar suaramu yang fals itu!" Kata Cindy sambil tertawa.


"Masih mending suaraku yang fals, daripada kamu? Bernapas saja udah fals. Pusing aku kalau dengar bunyi napasmu." Balas Nayla tak mau kalah.


"Ihh! Menyebalkan!" Ini barang-barang kamu. Malam ini kamu tidur di luar saja." Kata Cindy pura-pura akan membuang barang-barang Nayla.


"Bawa sini, biar aku titip di tendanya pak Erik aja. Siapa tahu besok pagi aku di lamar." Kata Nayla.


"Lamar di mimpimu." Kata Cindy kesal meladeni ocehan Nayla.


Yuana pura-pura tidak mendengar perdebatan Tom and Jerry. Ia sudah terbiasa dengan suasana seperti itu. Ia lebih memilih menata barang-barang tanpa bersuara. Dan tanpa mereka sadari, sejak tadi pak Erik ada di samping tenda dan mendengarkan semua percakapan mereka.


Ah, andaikan yang minta dilamar itu Yuana, tentu akan ku lakukan saat ini juga. Yos, kenapa tidak bilang dari dulu kalau kamu punya adik se-cantik ini?


*********


Malam harinya setelah makan malam, panitia mengumumkan lewat pengeras suara agar semua peserta tour berkumpul. Karena peserta tour tidak terdiri dari semua mahasiswa, tetapi hanya mahasiswa yang mendaftar, maka mereka yang mendaftar untuk tour kampus kali ini sebanyak 150 0rang, termasuk panitia. Namun, dari kelas Yuana, hampir semuanya ikut.


Ketika mereka sudah berkumpul di aula, Felix yang baru menyadari kehadiran Yuana segera menghampiri Yuana dan menyapa.


"Hai Yu, apa kabar? Aku pikir kamu tidak ikut." Sapa Felix.


"Hai kak Felix! Aku ikut kak. Soalnya aku suka kegiatan yang berhubungan dengan alam." Kata Yuana.

__ADS_1


"Begitu! Btw, bagaimana urusan kamu sama pak Erik! Kamu tidak di hukum kan?" Tanya Felix


"Yah, sudah kelar kak. Di hukum sih! Tapi sudah aku selesaikan. Anggap saja pengalaman kak. Mungkin beliau punya alasan sendiri. Karena memang aku juga ditolong. Hitung-hitung, hukuman itu adalah ucapan terima kasih." Kata Yuana.


"Wah! Aku salut sama cara berpikir kamu." Kata Felix memuji


"Thank's ya kak!" Kata Yuana.


Obrolan mereka terhenti karena panitia mengumumkan bahwa mereka akan segera membagi semua peserta dalam kelompok kecil dan kelompok besar.


"Adik-adik sekalian, karena semuanya sudah berkumpul, kami perlu menyampaikan bahwa untuk tour kali ini akan ada jelajah alam."


"Jelajah alam ini kami bagi dalam kelompok besar dan kecil. Kelompok besar akan terdiri dari sepuluh orang, sementara kelompok kecil terdiri dari dua orang atau berpasangan."


"Perlu kami sampaikan bahwa, dalam kelompok besar, hanya akan di ikuti oleh mahasiswa, dan setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang. Sementara untuk kelompok kecil atau berpasangan, mahasiswa dan dosen akan berbaur."


Nah, supaya adil dan obyektif, adik-adik silahkan memilih dari kertas yang sudah di gulung dan diharapkan untuk tidak dibuka dulu sampai ada instruksi dari panitia baru dibuka secara serentak."


"Oya, dari semua peserta antara mahasiswa dan dosen yang akan terlibat dalam kelompok kecil, dari 140 orang, hanya 70 orang yang namamya disebutkan yang akan maju untuk memilih kertas yang sudah di kocok."


"Nama yang tertera dalam kertas adalah pasangan adik-adik dalam kelompok kecil. Sementara untuk kelompok besar kita akan berhitung dari nomor urut satu hingga sepuluh sehingga yang kena nomor satu akan bergabung dengan nomor satu lainnya, dan seterusnya."


"Sampai di sini apakah jelas?" Tanya ketua panitia.


"Ok, kalau begitu saya akan membacakan nama-nama dari 70 orang yang dipilih secara acak untuk maju satu persatu secara tertib untuk mengambil gulungan kertas yang sudah disediakan panitia. Diharapkan untuk tidak dibuka sampai ada instruksi dari panitia."


Semua peserta maju dengan tertib setelah namanya disebutkan.


Yuana, Felix dan Cindy termasuk nama yang terpilih secara acak.


Mereka segera maju dan mengambil kertas yang di maksud kemudian kembali ke tempat duduk mereka.


Yuana terlihat gugup. Ia mulai menerka siapa kira-kira pasangannya dalam jelajah alam kelompok kecil.


Huh! Semoga tidak berpasangan dengan kakak tingkat yang menyebalkan. Kalau tidak bisa ribet. Yuana


"Baik! Karena semuanya sudah mengambil kertas, silahkan masing-masing membuka kertasnya dan kemudian segera melaporkan nama pasangannya kepada panitia agar segera dicatat."


Yuana perlahan membuka kertasnya. Ia sengaja melihat ke tempat lain agar tidak segera melihat nama siapa yang tertera dalam kertas tersebut. Ia menurunkan matanya pelan-pelan dan mengamati nama yang tertera pada kertas yang sudah terbuka dan tertulis:


"Erik Wiliam"


"Hah? Kenapa harus bertemu orang itu lagi?" Kata Yuana dengan kencang.

__ADS_1


"Kamu pasangan sama siapa Yu?" Tanya Felix.


Yuana hanya menyodorkan kertasnya pada Felix. Felix membaca nama yang tertera pada kertas dan tidak percaya dengan apa yang dia baca.


"Tukar ya? Please!" Kata Yuana.


"Tidak! Tidak! Aku tidak mau ribet berurusan dengan orang seperti itu." Kata Felix


"Kamu sama siapa Lix?" Tanya Yuana.


"Nayla Astuti." Kata Felix.


"Sama saja! Kamu juga pasti akan pusing kalau bertemu Nayla." Kata Yuana sambil beranjak untuk melapor pada panitia.


"Maksudnya?" Tanya Felix bingung sambil mengikuti Yuana.


Yuana berjalan terus tanpa mempedulikan Fekix yang bertanya


Sementara Cindy berpasangan dengan Hengky Pratama.


Erik terlihat tersenyum penuh kemenangan karena pasangan jelajah alam dalam kelompok kecil adalah Yuana. Sementara Yuana menahan jengkel karena harus berpasangan dengan Erik yang menurutnya tidak waras.


Setelah semua selesai mendapatkan pasangan pada kelompok kecil, panitia juga segera membagi kelompok besar.


Pada kelompok besar, Yuana satu kelompok dengan Ayu, Nindy, Mety, Anjas, Zoey, Stacya, Hendri, Fando dan Betty.


Semua terlihat puas dengan hasil pembagian kelompok itu kecuali Yuana yang terus menggerutu. Ia kemudian menuju ke tendanya untuk istirahat setelah selesai pembagian kelompok tanpa mempedulikan Nayla dan Cindy.


Untung aku sudah memberi tanda pada kertas yang akan dia ambil dan ibu Nety mau menolongku. Ia sengaja menyodorkan kertas yang berisi namaku kepada Yuana saat Yuana akan mengambil kertas. Erik Wiliam.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2