Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
35. Ulang Tahun Erik (Part 3)


__ADS_3

Yuana kembali fokus karena masih ada satu lagu yang harus dinyanyikan di acara penutup.


Mereka telah melewati berbagai acara menarik yang disuguhkan, dan kini sudah berada di penghujung acara. Di acara penutup, Yuana dan teman-temannya akan menutup acara dengan membawakan satu buah lagu milik Raisa: Doa dan Harapan.


Lagu ini maknanya sangat dalam, dan hanya di mengerti oleh mereka yang benar-benar menghayatinya.


Yuana sangat menjiwai lagu yang dinyanyikan dan bahkan ia membawakannya dengan sangat bagus lebih dari penyanyi aslinya karena Yuana menyanyikannya dengan versinya sendiri.


Erik terlihat tidak tenang di tempatnya dan sudah merubah posisi duduknya beberapa kali ketika Yuana membawakan lagu terakhir.


Kamu tahu, aku sangat mencintaimu. Jangan biarkan aku tersiksa seperti ini dengan hanya memandangimu dari jauh. Aku akan pergi, demi mewujudkan janjiku padamu. Erik


Celine terlihat mencibir melihat semua orang terpukau dengan penampilan Yuana. Orang-orang kembali bertepuk tangan begitu Yuana mengakhiri lagunya.


"Lama-lama juga aku bosan berada di sini terus. Tidak ada gunanya."


Erik yang mendengar perkataan Celine tidak peduli. Ia malah bangun dan menuju ke tempat teman-temannya dan mempersilahkan mereka menikmati hidangan yang telah disediakan.


Sekretaris Bram berjalan ke arah Erik dan membisikkan sesuatu. Erik nampak tersenyum ketika mendengar apa yang baru saja dibisikkan sekretaris Bram.


"Terima kasih." Katanya singkat kemudian pamit pada teman-temannya bahwa dia masih ada urusan.


Erik tidak perlu pamit pada papanya karena orang tua itu terlihat sangat sibuk dengan para colleganya yang sudah datang. Maminya pun masih meladeni bu Lilis yang tidak selesai-selesai mempromosikan putrinya yang membuat telinga bu Jessy sakit mendengarnya karena itu adalah kalimat yang sudah sering ia dengar dan bahkan sudah hafal.


Sementara Yuana membantu teman-temannya membereskan semua alat musik yang mereka pakai karena sudah di hubungi sekretaris Bram untuk menikmati hidangan yang disediakan.


Yuana memilih sebuah meja yang paling pojok, kemudian mereka mengambil makan, dan makan bersama. Mereka makan sambil bercanda seperti biasanya.


Celine yang melihat Yuana dan teman-temannya dari jauh sangat akrab, terbakar rasa iri. Ingin ia memberi pelajaran pada Yuana karena gara-gara dia Erik mengacuhkannya. Namun ia masih sadar diri untuk tidak membuat kehebohan karena takut akan mempermalukan dirinya sendiri.


Yuana yang sudah selesai makan terlihat mengambil tasnya dan hendak pulang.


"Aku akan mengantarmu, Yu." Rey menawarkan jasa pada Yuana.


"Tidak. Dia tanggung jawabku, karena aku yang me jemputnya tadi, dan dia juga asistenku. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus kami selesaikan."


Sekretaris Bram muncul dengan wajah angkernya dan berbicara dengan tidak tersenyum sama sekali. Teman-teman Rey hanya melongo ketika mengetahui bahwa Yuana merupakan asisten langsung dari sekretaris Bram. Mereka hanya tahu bahwa Yuana bekerja di Angkasa Grup tapi tidak tahu kalau Yuana adalah asisten sekretaris Bram.


Rey tidak tidak berkata apa-apa lagi. Ia sangat mengenal orang yang baru saja berbicara. Karena itu ia memilih diam.


"Ayo! Aku akan mengantarmu." Kata sekretaris Bram singkat dan langsung pergi yang langsung diikuti oleh Yuana.


"Wow! Tidak ku sangka Yuana bisa menjadi asisten langsung dari sekretaris Angkasa Grup." Kata Rio

__ADS_1


"Jangan heran. Yuana memang sudah pintar dari sananya. Itu fakta!" Karel menimpali.


"Benar-benar beruntung anak itu." Kata Fredy


Yuana dan sekretaris Bram yang sudah di parkiran heran karena sekretaris Bram tidak menuju ke mobilnya, tapi menuju mobil lain. Yuana belum pernah melihat mobil itu. Sekretaris Bram membukakan pintu mobil diam-diam dan menyuruh Yuana masuk.


"Ayo masuk. Tuan muda yang akan mengantarmu."


Yuana tersentak dan melihat ke dalam mobil. Di dalam mobil Erik sudah duduk di belakang kemudi. Yuana benar-benar mati kutu. Ia benar-benar gugup.


Sekretaris Bram sudah berbalik meninggalkan mereka dan masuk ke dalam gedung tempat acara dimana para undangan masih mengobrol sambil menikmati hidangan yang disediakan.


"Sampai kapan kamu akan berdiri di situ!"


"Ahm. Maaf!" Kata Yuana singkat lalu masuk dan duduk di samping Erik.


Erik tidak mengatakan apapun dan langsung memasangkan sabuk pengaman pada Yuana. Yuana kaget dan malu karena diperlakukan begitu. Sementara Erik yang sudah selesai memasang sabuk pengaman langsung menjalankan mobil.


Jantungku seperti mau meledak saat dia memasangkan sabuk pengaman. Yuana.


Dia membuatku jatuh cinta setiap hari. Pasti berat untuk berpisah dengannya. Tapi ini jalan yang terbaik. Erik


Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing tanpa ada yang bicara. Setelah sampai apartemen Yuana, Erik memarkirkan mobil dan ikut turun. Yuana hanya diam sambil berjalan terus dan masuk ke dalam apartemennya.


"Apa yang mau kamu bicarakan?"


"Keputusanku sudah bulat untuk melanjutkan study di UK. Aku harap kamu bisa mengerti. Sejujurnya aku berat meninggalkanmu. Tapi aku tidak bisa terus disini dan tidak boleh bertemu denganmu. Kamu tahu, itu siksaan yang sangat berat. Dan kalau aku di sini terus, aku tidak akan bisa menahan diri dan akhirnya hal yang kita takutkan akan terjadi."


"Aku nggak apa-apa kalau kamu pergi. Tapi berjanjilah padaku dan yakinkan aku bahwa aku tidak akan kecewa dengan penantianku."


"Aku janji. Aku tidak akan pernah mengecewakan kamu. Apapun rintangan yang harus kita hadapi, jangan dengarkan siapapun dan apa yang mereka katakan."


"Kamu hanya boleh mendengar dan percaya padaku." Kata Erik memegang tangan Yuana dan berusaha meyakinkan Yuana.


"Aku percaya padamu, dan akan menunggumu." Kata Yuana dengan air mata yang sudah menetes.


"Jangan pernah mengeluarkan airmatamu di depanku. Aku tidak suka melihatmu menangis." Kata Erik sambil tangan menghapus airmata Yuana kemudian memencet hidungnya.


"Sakit kak."


"Makanya jangan menangis. Aku tidak suka." Erik tersenyum dan tangannya membelai rambut Yuana.


Yuana tersenyum malu ke arah Erik.

__ADS_1


"Kamu juga harus berjanji padaku untuk tidak jatuh cinta dengan siapapun selain aku. Jika kamu mengecewakanku, maka kamu tidak akan melihat wajahku lagi." Erik berkata dengan sungguh-sungguh.


"Aku tidak akan mengecewakanmu. Aku akan setia menunggumu." Yuana tersenyum ke arah Erik.


Senyumnya membuat jantungku hampir meledak. Aku bisa pingsan kalau berada di sini terus. Erik


"Aku akan pamit sekarang juga karena besok sore aku akan langsung berangkat. Aku berjanji untuk hanya satu tahun disana sambil mengontrol anak cabang Angkasa Grup disana. Doakan aku agar cepat selesai dan bisa segera kembali. Kalau disana aku bisa bebas Video call, kapan saja dan dimana saja."


Senyum Yuana mengembang mendengar perkataan Erik.


"Aku akan selalu mendoakanmu agar kamu segera kembali. Aku pasti kangen."


Yuana tertunduk sedih ketika mengatakan itu.


"Sekarang aku tahu kamu mencintaiku dengan kalimat yang baru saja kamu ucapkan." Erik tersenyum dan mengecup tangan Yuana. Sementara Yuana tersipu malu karena telah mengatakan bahwa ia pasti kangen.


"Aku akan pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik. Aku akan merindukanmu selalu."


"Boleh aku memelukmu?"


Yuana hanya menganggukkan kepala karena malu. Erik segera memeluk Yuana. Airmatanya hampir lolos, karena ini pertama kali ia jatuh cinta pada wanita, dan ia harus berkorban agar mereka tetap bersatu.


Aku akan selalu mencintaimu, dan akan aku penuhi janjiku padamu. Erik.


Yuana merasa nyaman di pelukan Erik. Namun ia malu untuk membalas pelukan Erik. Erik paham karena ini yang pertama buat ia dan Yuana.


Mereka baru sama-sama mengenal cinta. Namun ia bisa memeluk karena ia sebagai laki-laki yang tentu saja lebih berani. Setelah beberapa saat Erik melepaskan pelukannya.


"Jaga dirimu baik-baik. I love you." Kata Erik mengacak rambut Yuana kemudian berjalan mundur sampai ke pintu lagu berbalik dan langsung pergi.


Airmata Yuana langsung lolos begitu saja setelah Erik pergi. Ia merasakan sakit yang sangat dalam karena ia baru tahu rasanya akan berpisah dengan orang yang dicintai itu seperti apa.


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2