
Orang yang tulus akan selalu mendapatkan banyak hal dari ketulusannya. Semakin ia memberi, semakin banyak hal baik yang ia dapatkan. Tidak perlu saling menjatuhkan apalagi saling menyingkirkan untuk mencapai tujuan kita. Karena yang namanya rezeki tidak akan pernah kemana-mana jika itu sudah menjadi milik kita. Percayalah! Eda Sally
*****
Sore harinya, setelah selesai mempersiapkan makan malam bersama Alika, Yuana duduk-duduk di depan rumah bersama Alika sambil menunggu kedatangan Erik.
Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah, yang membuat Yuana dan Alika bingung. Kaca mobil juga gelap sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang mengemudikan mobil yang memasuki halaman rumah mereka.
Siapa ya? Kenapa berani masuk ke halaman rumah? Mana pintu pagar tidak ditutup lagi. Yuana
Beberapa menit kemudian terlihat Erik turun dari mobil yang membuat Yuana dan Alika kaget dan bingung karena Erik pulang dengan membawa mobil.
"Selamat sore tuan Gavin." Sapa Yuana
"Hallo nona muda Grizelle. I miss you." Kata Erik sambil memeluk Yuana dan menghujaninya dengan banyak kecupan di wajah tanpa mempedulikan Alika yang ada bersama mereka.
Alika yang paham akan situasi pengantin baru tersebut, memilih untuk ke belakang. Ia tidak ingin mengganggu pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara itu. Karena itu ia memberikan kesempatan kepada mereka dengan meninggalkan mereka berdua.
"Cukup! Ganti pakaian dan mandi dulu." Kata Yuana menolak tubub Erik yang masih memeluk dan mengecupnya.
"Hei! Apa kamu tidak merindukanku nona Grizelle? Aku hampir saja tidak konsentrasi dalam bekerja hanya karena memikirkanmu dan ingin cepat pulang untuk bertemu dan memelukmu seperti ini." Erik berkat demikian sambil terus melakukan apa yang sejak tadi dilakukannya.
"Iya. Aku tahu! Tetapi ini di depan rumah. Malu dilihat orang-orang." Kata Yuana.
"Malu? Biarkan saja mereka lihat. Aku sedang menunjukkan rasa cinta pada istriku. Jadi, aku tidak merasa malu sama sekali." Erik tidak menghentikan aktifitasnya sama sekali.
"Eh! Lepaskan dulu. Itu mobil siapa?" Tanya Yuana mengalihkan aktiftas Erik.
"Oh! Itu mobil perusahaan yang diberikan untuk aku pakai selama bekerja, dan kata tuan Rex bisa kita pakai jika ingin jalan-jalan. Jadi, mulai sekarang, aku tidak perlu khawatir jika nona muda Grizelle akan dilihat orang jika ingin jalan-jalan karena akan terlindung di dalam mobil." Kata Erik menjelaskan kemudian melepaskan pelukannya.
Mereka kemudian berjalan sambil berangkulan dan masuk ke dalam rumah. Erik segera membersihkan diri karena merasa gerah setelah bekerja seharian.
__ADS_1
Yuana kembali ke depan untuk melihat bunga-bunga yang mulai bermekaran karena sudah ditanam oleh Alika sejak hari pertama mereka tiba di Edinburgh. Ia terlalu asyik bekerja sampai tidak sadar bahwa ada dua orang yang berjalan ke arahnya.
Yuana tersentak dan menghentikan pekerjaanya ketika salah satu dari kedua orang itu batuk. Ia segera mengangkat wajahnya dan bingung karena ada dua pria asing tak dikenal yang sudah berdiri di dekatnya.
"Kannika.........!"
Tanpa pikir panjang lagi Yuana berteriak memanggil Alika menggunakan identitas baru yang digunakan. Habib yang sementara membantu Alika langsung berlari keluar. Ia kaget melihat orang asing yang berdiri di halaman rumah mereka. Pasalnya dari tadi sejak Erik masuk mereka belum menutup pintu pagar.
Yuana langsung mengoceh menggunakan Bahasa Thailand yang langsung dipahami oleh Habib sebagai sebuah kode.
"Ahmmm! Maaf tuan-tuan. Nona muda belum terlalu fasih Bahasa Inggris, karena nona muda berkewargaan Thailand. Kami baru pindah ke sini 1 bulan yang lalu jadi nona belum bisa menyesuaikan dengan Bahasa di sini. Jika ada keperluan, tuan- tuan dapat membicarakannya dengan saya." Kata Habib lancar dengan mimik serius yang membuat kedua orang itu saling berpandangan.
"Oh! Maafkan kami. Kami sedang mencari teman kami dan sesuai alamat yang diberikan harusnya mereka tinggal di sini." Kata salah seorang dari mereka.
"Teman dari mana? Kami bahkan tidak mengenal tuan-tuan sama sekali. Apakah saya boleh melihat identitas dan foto teman yang kalian maksudkan? Siapa tahu saya bisa bantu karena sy sudah cukup mengenal orang-orang di sekitar sini." Kata Habib mulai mengorek informasi.
"Maaf! Kami hanya dimintai tolong oleh atasan jadi kami tidak membawa identitas dan lain-lain." Jawab salah satu dari mereka dengan berdalih.
"Oh! Jika kali berikut ingin mencari teman, bawa saja identitas dan foto. Siapa tahu saya bisa bantu, karena saya cukup mengenal banyak orang di kota ini." Kata Habib dengan sopan.
"Baik tuan! Terima kasih atas bantuannya. Kami akan pamit sekarang. Mohon maaf telah mengganggu." Kata yang seorang kemudian segera berbalik dan pergi diikuti oleh temannya.
Yuana segera masuk ke dalam sedangkan Habib dengan sigap segera mengunci pintu pagar saat kedua orang itu pergi.
"Nona! Untung tadi nona muda cepat menguasai keadaan dan tidak berbicara dalam Bahasa Inggris. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi." Kata Habib menarik napas panjang pertanda lega karena baru habis memainkan drama.
"Aku yang harus berterima kasih kak. Jika tadi kakak tidak paham dengan kode yang aku berikan, mungkin saat ini aku sudah dibawa pergi." Kata Yuana dengan suara lemah.
"Dibawa pergi? Siapa yang mau dibawa pergi." Tanya Erik yang baru saja keluar dari kamar karena baru habis mandi.
Yuana langsung berlari dan memeluk Erik kemudian membenamkan wajahnya di dada Erik. Erik tidak paham dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, namun ia dengan sigap memeluk dan mengusap punggung istrinya.
__ADS_1
"Ada apa, beb?" Tanya Erik pada Habib.
Habib kemudian dengan lancar menceritakan semua yang baru saja terjadi di depan rumah dengan detail tanpa mengurangi atau menambahkan. Erik kaget mendengar cerita Habib. Ia kemudian mengangkat wajah Yuana dan mengamatinya.
"Kamu tidak apa-apa kan? Lain kali tidak boleh sendirian lagi di depan. Apapun yang terjadi, kamu harus tetap berada di dalam rumah. Biarkan Habib dan Alika yang mengerjakan semua di depan." Setelah mengatakan demikian Erik kembali memeluk Yuana karena rasa takut kehilangan itu masih terus mengusiknya
"Tuan!"
Panggil Habib dengan hati-hati.
"Ada apa, beb?" Erik balik bertanya.
"Apa tidak sebaiknya kita menyewa bodyguard? Saya sangat mampu dalam hal beladiri. Tetapi saya takut mereka datang dalam jumlah yang besar dan kemudian terjadi sesuatu yang buruk." Kata Habib.
"Tidak perlu, beb! Aku percaya padamu. Tugasmu sekarang adalah mengawal istriku 24 jam saat aku tidak berada di rumah." Kata Erik.
"Baik tuan muda! Saya akan melakukan seperti yang tuan katakan."
"Apa kau percaya padaku, beb?" Erik bertanya setelah beberapa saat terdiam.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍