
Yuana hanya diam tanpa kata ketika sekretaris Bram melajukan mobil. Ia cukup tahu diri untuk diam jika tidak diajak bicara. Yuana lebih memilih memandang keluar jendela dan menikmati pemandangan kota yang sangat indah karena penataan kota yang sangat bagus dengan berbagai pohon yang ditanam di pinggir jalan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di sebuah hotel yang sangat mewah yang merupakan hotel milik Angkasa Grup. Yuana hanya terkagum dalam diam memandang bangunan mewah di depannya. Walaupun sering mengisi acara bersama teman-temannya, namun baginya ini hotel termewah yang pernah ia kunjungi.
Yuana masih celingukan melihat gedung mewah yang ada di depan matanya sampai tidak sadar bahwa sekretaris Bram telah mematikan mesin mobil mewahnya.
"Apakah kau ingin merayakan acara tuan Erik sendiri diatas mobil?"
Yuana kaget dengan perkataan sekretaris Bram dan segera membuka pintu untuk turun. Ia sangat malu karena kedapatan melamun dan terkagum-kagum dengan hotel mewah yang baru saja di datangi sampai tidak menyadari bahwa mesin mobil telah dimatikan.
"Maaf tuan." Hanya itu yang sanggup Yuana ucapkan untuk menutupi rasa malunya.
Mereka segera beriringan masuk dan sekretaris Bram mengantarkan Yuana ke tempat grup bandnya yang sudah ready karena semua alat sudah ditata dengan sangat bagus di tempat yang sudah disediakan.
"Hai tuan putri! Dandannya berapa lama?" Rey menggoda Yuana karena celingukan melihat mereka.
"Sini duduk di sebelahku! Aku akan menjagamu." Rio menimpali.
"Enak saja. Memang kamu pikir aku selirmu, sampai harus duduk di sampingmu?" Yuana pura-pura marah.
Mereka semua tertawa mendengar jawaban Yuana. Begitulah mereka kalau berkumpul. Apalagi Yuana merupakan satu-satunya personil cewek sekaligus vokalis, walaupun kadang ada lagu tertentu yang diharuskan untuk duet, biasanya Yuana akan berduet dengan Rio karena suaranya juga tak kalah bagus. Itu yang membuat Rio senang menggoda Yuana. Namun, mereka semua sangat menyayangi Yuana.
Mereka mengobrol ringan sambil menunggu karena acara akan dimulai lima belas menit lagi.
Pembawa acara segera maju ke podium dan mulai mempersilahkan para tamu untuk duduk pertanda bahwa acara akan segera dimulai. Yuana dan teman-temannya menghentikan obrolan dan duduk di posisi masing-masing.
Pembawa acara segera mempersilahkan grup band Yuana untuk membawakan lagu pembuka. Untuk lagu pembuka, Yuana berduet dengan Rio membawakan lagu I Believe In You dari Celine Dion.
Terdengar musik yang mengalun lembut dan kemudian Rio mulai bernyanyi. Semua hadirin terhipnotis dengan suaranya. Namun mereka semua langsung histeris begitu Yuana masuk pada bagian yang harus dinyanyikan wanita. Mereka lupa sedang berada di depan tuan Andre yang kaku.
Erik hampir gila di tempatnya melihat penampilan Yuana yang suaranya seperti membelai hatinya dan itu membuat dadanya terasa sesak karena tidak bisa berdekatan dengan orang yang dia cintai. Ingin ia memeluk Yuana saat itu juga.
__ADS_1
Erik walaupun tahu bahwa Yuana suka bernyanyi, namun ini kali pertama ia mendengarnya secara langsung. Ia sampai tidak bisa memalingkan matanya sedikit pun dari Yuana. Apalagi ia melihat Yuana sangat cantik dengan gaun yang ia belikan, dan warna gaun itu juga senada dengan baju yang sementara ia gunakan. Ia memang sengaja memesan baju yang edition limitied yang hanya ada satu pasang.
Celine yang duduk disamping Erik curi-curi pandang ke arah Erik, namun Erik tidak pernah melirik ke arahnya. Matanya sibuk memperhatikan Yuana sejak tadi dan tidak pernah melirik Celine. Bahkan sejak mereka duduk, Erik tidak menyapa Celine sama sekali.
Huh, biasa aja. Aku juga bisa nyanyi. Celine
Tuan Andre yang baru pertama kali melihat Yuana bernyanyi dan mendengar suaranya, sangat kagum. Namun egonya terlalu tinggi untuk mengakui kehebatan Yuana.
Walaupun kamu banyak kelebihan, jangan berharap bisa bersanding dengan anakku. Aku tidak akan pernah menginjinkan hal itu terjadi.
Sementara nyonya Jessy tersenyum bangga ke arah Yuana.
Andaikan suamiku tidak egois. Aku yakin kamu cocok sekali dengan putraku.
Acara demi acara berlangsung dan sampai pada acara pemotongan kue ulang tahun. MC meminta kepada Erik untuk memberikan potongan kue pertama kepada orang yang paling dia sayangi.
Erik bingung dengan permintaan MC. Sejujurnya ia ingin memberikan kue itu kepada Yuana, namun ia sudah berjanji pada Yuana untuk tidak membuatnya kehilangan pekerjaan. Akhirnya Erik memberikan potongan kue itu kepada maminya untuk dimakan berdua dengan papa karena ia menyayangi keduanya.
**Terima kasih kepada semua rekan kerja papa dan hadirin sekalian yang berkenan hadir. Saya tentunya sangat bersyukur karena tepat di hari ini sudah memasuki usia 26 tahun.
Di acara yang berbahagia ini, saya juga mau menyampaikan bahwa demi keselamatan dan kelangsungan Angkasa Grup di masa mendatang, dan sebagai satu-satunya pewaris, maka saya perlu belajar banyak hal agar Angkasa Grup tetap berdiri dengan kokoh.
Karena itu, saya memohon doa restu kedua orang tua saya dan bapak/ibu sekalian karena saya ingin melanjutkan study di Inggris sekaligus sambil memantau anak cabang Angkasa Grup yang ada di sana. Terima kasih atas doanya bagi saya di hari yang berbahagia ini**.
Setelah selesai, Erik kembali ke tempatnya. Celine tidak bisa menahan diri lagi dan langsung berbicara padahal acara masih berlangsung.
"Aku nggak terima kamu pergi!"
"Yang suruh kamu nggak terima itu siapa? Aku nggak suka diatur. Jadi jika kamu merasa tidak terima dengan keputusanku, kamu bisa mencari pria lain karena aku suka kebebasan dan akan melakukan apa yang menurutku baik. Jangan pikir kita sudah bertunangan dan kamu bebas mengaturku." Erik menjawab dengan ketus.
"Menyebalkan". Jawab Celine
__ADS_1
"Kalau sudah tahu aku menyebalkan, kenapa kamu menerima perjodohan ini? Padahal kamu sudah tahu sejak awal bahwa aku sama sekali tidak tertarik padamu?"
Celine langsung bungkam mendengar kata-kata Erik.
Ah, aku harus menghadapi pria ini dengan pura-pura baik jika ingin menjadi nona muda pemilik Angkasa Grup. Jadi buang harga diri dan bersikap manis.
"Maafkan aku sayang." Celine memasang wajah manis dan meminta maaf sambil meraih tangan Erik.
Erik menarik tangannya dengan kasar karena tidak suka dipegang.
"Jaga sopan santunmu sebagai seorang wanita. Jangan sembarang menyentuhku. Paham!" Erik berkata dengan ketus.
Wajah Celine langsung merah karena menahan malu ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan Erik.
Huh! Sudah baik-baik malah lebih kasar. Baik! Aku akan menggunakan cara kasar juga, dan kamu yang akan berlutut di depanku. Celine.
Sementara Yuana yang memperhatikan mereka tidak habis pikir kenapa Erik malah mau pergi. Bahkan Erik tidak pernah memberitahukan padanya kalau akan pergi melanjutkan study.
Kenapa ia tiba-tiba mau pergi?
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐