Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
29. Keluh Kesah dan Kebenaran tentang Erik


__ADS_3

Ada orang yang lebih suka memendam masalah atau kesulitannya sendiri tanpa harus menceritakannya kepada orang lain. Sementara ada orang yang tidak bisa memendam apa yang dia alami. Karena bagi sebagian orang, bercerita akan membuat beban di hati mereka berkurang. Karena itu tidak sedikit atau bahkan kebanyakan orang akan langsung mendatangi psikolog hanya untuk konsultasi dan sebagainya. Eda Sally


*****


Yuana walaupun cerdas, sebagai manusia ia memiliki keterbatasan dalam hal lain yang tidak dapat diatasinya. Ketika dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit, Yuana tahu bahwa kedua pilihan tersebut sama-sama memiliki kemungkinan terburuk, dan hidupnya tetap terancam ibarat telur yang berada di ujung tanduk.


Yuana sendiri bingung bagaimana harus mencari solusi yang tepat agar pilihan yang telah dia ambil jangan sampai menjadi jerat baginya. Karena itu ia tidak fokus dengan apa yang ia kerjakan.


Pagi ini karena hari libur, Yuana tidak segera beranjak dari tempat tidur. Berbagai bayangan tentang kejadian semalam masih menari-nari di pikirannya. Ia masih mengingat dengan jelas semua kejadian mulai dari mansion mewah tuan Andre, dirinya yang bertugas menerima tamu, sampai Erik yang menariknya paksa dan membawanya pergi, kemudian ungkapan perasaan Erik padanya yang membuat otaknya benar-benar seperti benang kusut yang tidak dapat difungsikan lagi.


"Aaaaaaa..... Teriak Yuana sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Kenapa aku harus berurusan dengan orang-orang seperti mereka. Sampai kapan hidupku akan aman dan bebas dari orang-orang yang suka semaunya sendiri." Yuana berbicara pada dirinya sendiri dibalik selimut yang masih membungkus badannya.


Yuana senang karena semalam kakaknya Yosua datang di apartemennya 3 jam setelah Erik pulang. Yosua sangat rindu pada adiknya sehingga ia nekat datang malam-malam.


Yosua sudah selesai menyiapkan sarapan dan membersihkan apartemen Yuana sejak jam 06.00 pagi. Sementara Yuana masih setia dibalik selimut di kamarnya.


"Hallo gadis kecilku. Apa kabar? Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Yosua beruntun setelah melihat Yuana membuka pintu kamarnya dan melihat keluar kemudian bergabung dan duduk di ruang tamu dengan kakaknya.


"Jangan boros pertanyaan kak." Tanyanya satu-satu. Masih ada waktu buat ngobrol. Protes Yuana pada sang kakak yang menyerangnya dengan pertanyaan beruntun.


"Iya! Jawab dulu pertanyaan kakak." Yosua tidak peduli dan tetap menagih jawaban dari pertanyaannya kepada sang adik.


"Aku sedang tidak baik-baik saja kak. Pekerjaanku tidak ada hambatan apapun. Semuanya berjalan dengan baik." Berkata sambil menarik napas panjang.


"Terus kalau pekerjaanmu tidak ada hambatan, lalu apa yang membuatmu mengatakan kamu tidak baik-baik saja?" Yosua masih terus bertanya karena kuatir.


Setelah menarik napas sebentar, Yuana lalu menceritakan semua yang ia alami dari makan malam tuan Andre Wiliam yang menjadi kacau karena kehadirannya sampai kejadian semalam yang membuatnya frustasi. Tidak ada yang Yuana lewatkan.

__ADS_1


"Hmmm! Kalau perasaan Erik padamu kakak sudah tahu. Erik memang menyukaimu. Dia sahabat dekatku dan aku sangat mengenalnya. Kami berteman sejak masih kuliah dan selama itu Erik memang tidak pernah menyukai seorang gadis pun. Bukan berarti Erik tidak normal, tapi Erik tipe orang yang terlalu dingin dan tidak suka cewek agresif."


"Padahal kamu tahu dek, yang mengejar Erik itu rata-rata cewek berkelas. Tapi dari semua itu tidak ada satu pun yang mampu mencuri perhatiannya. Kamu juga tahu kalau Erik sangat tampan dan dia bisa mendapatkan cewek manapun yang dia inginkan."


"Kalau sampai dia mengejarmu dan bertindak nekat seperti itu, kakak harap kamu tidak mengecewakannya karena ia sedang tidak main-main dengan perasaannya dan ini kali pertama kakak melihatnya mengejar cewek."


"Apalagi ia sampai harus melakukan tindakan yang bertentangan dengan tuan Andre. Padahal tidak ada orang yang boleh menentang tuan Andre, meskipun itu anaknya sendiri." Kata Yosua panjang lebar.


Aku juga seorang pria dek. Aku akan lebih memilih cewek yang aku sukai daripada yang disukai orang tua, apalagi harua dijodohkan.


"Memangnya kak Erik belum pernah pacaran ya kak.!" Tanya Yuana penasaran karena ia tidak percaya cowok setampan itu tidak pernah pacaran.


"Memangnya kamu juga pernah pacaran?" Tanya Yosua menggoda adiknya sambil tertawa. Karena ia tahu adiknya terlalu polos sampai sudah usia 20 tahun juga belum mengenal pacaran.


Yuana memang baru berusia dua puluh tahun karena waktu di Sekolah Dasar Yuana hanya menempuhnya selama lima tahun. Ia mengikuti kelas percepatan sehingga ketika menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas Yuana baru berumur tujuh belas tahun. Kuliahnya pun hanya dapat di selesaikan dalam waktu tiga tahun.


"Siapa bilang aku belum pernah pacaran!"Kata Yuana sambil menahan tawa karena balik menggoda kakaknya.


"Sejak Yuana masih kecil kak. Soalnya ada yang sering jadikan Yuana pacarnya dan kemana-mana selalu dibawa. Sampai-sampai banyak yang membenci Yuana gara-gara pacar Yuana yang tidak tahu diri itu." Kata Yuana pura-pura marah.


Yosua tidak dapat menahan tawanya.


"Hahahhahaha masih ingat ya dek! Iya maafkan kakak."


Yosua tertawa terpingkal-pingkal mengingat kekonyolannya waktu Yuana masih kecil. Saking sayangnya dengan sang adik, kemana-mana selalu dibawa.


"Untung aku sudah sadar. Aku nggak akan ikut lagi sama kakak kalau diajak. Takut di bully sama cewek-cewek yang suka sama kakak. Soalnya fans kakak kan banyak. Hehehe." Kata Yuana sambil tertawa.


"Ah, masa dek?" Fans kakak satu aja. Ini yang lagi bicara di depan kakak."

__ADS_1


"Buktinya setiap kali bertemu pasti ada drama air mata." Yosua tidak dapat menahan tawanya.


"Kakak jahat." Katanya pura-pura marah dan melemparkan bantal sofa kepada kakaknya.


"Kak, Yuana mau tanya! Selama kuliah memangnya kakak tidak tahu kalau kak Erik itu anak dari pemilik Angkasa Grup?" Tanya Yuana penasaran.


"Nggak tahu dek. Karena Erik itu tipe orang yang tidak suka pamer. Memang kalau ke kampus suka bawa mobil mewah dan semua orang tahu kalau dia anak orang kaya. Cuma tidak ada yang tahu persis orang tuanya siapa."


"Aku juga baru benar-benar percaya kalau dia anak orang kaya waktu diajak datang ke apartemennya yang super mewah. Setiap kali aku dan teman-teman tanya tentang siapa orang tuanya, ia hanya menjawab bahwa itu privat." Yosua menjelaskan apa adanya seperti yang ia tahu.


"Terus waktu wisuda tuan Andre sama nyonya nggak datang?" Yuana masih penasaran dan terus bertanya.


"Dia malah sendiri waktu wisuda. Tidak ditemani siapapun saking nggak mau kehidupan dan nama besar keluarganya terekspos di publik."


"Ayah anak sama-sama aneh." Kata Yuana tanpa sadar dan terdengar oleh Yosua.


"Bukan aneh dek. Tapi Erik itu benar-benar jaga privasi keluarganya dan Angkasa Grup."


"Iya kak. Yuana mau mandi dulu." Katanya sambil beranjak dari sofa dan menujun ke kamarnya untuk mandi.


Kamu nggak tahu dek. Aku datang malam-malam karena Erik yang menelpon. Ia takut kamu kenapa-napa di aparteman setelah apa yang dia lakukan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2