
Semampu-mampunya kita melakukan banyak hal, akan ada saat dimana kita membutuhkan bantuan orang lain. Kita tidak akan pernah lepas dari campur tangan orang lain yang berada di dekat kita. Berusahalah untuk tidak memgandalkan orang lain, tetapi jangan malu untuk meminta bantuan jika perlu. Buanglah rasa ego, dan mulailah bekerjasama dengan orang lain. Eda Sally
*****
"Papa sudah berjanji untuk tidak menjodohkan aku lagi. Kalau pun papa tidak menepati janjinya, aku juga akan tetap memegang janjiku kepadamu." Jawab Erik menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran Yuana.
"Sejujurnya aku masih takut dengan kejadian pengasinganku waktu itu." Jawab Yuana jujur.
"Jangan membahas hal itu lagi. Aku tidak ingin kamu terus mengingat kejadian buruk itu." Ujar Erik sambil mengeratkan pelukannya dan mengecup kepala Yuana berkali-kali.
"Tapi setiap kali memandangmu dan Garrick, rasa takut itu selalu muncul seolah aku akan kehilangan kalian berdua, dan itu membuatku takut." Ujar Yuana.
"Sudah aku bilang hentikan pembahasan mengenai hal ini. Lagi pula aku yakin bahwa itu tidak akan pernah terjadi lagi, karena papa selalu memegang janjinya dan tidak pernah ingkar dengan apa yang telah ia ucapkan." Jawab Erik menenangkan Yuana.
Yuana menarik napas dengan berat mendengar perkataan Erik. Di sisi lain ia senang, tetapi ia juga tidak menyangkal bahwa ia selalu mengkhawatirkan hal itu.
"Oya! Ada hal yang belum kamu ketahui. Aku sudah menghubungi jasa penyalur baby sitter agar membantumu mengurus Garrick. Aku tidak ingin kamu kelelahan." Kata Erik sambil mengangkat wajah Yuana dan tersenyum.
"Aku sudah bilang jangan lakukan itu, Rik! Aku masih bisa mengurus Garrick tanpa bantuan baby sitter." Protes Yuana.
"Aku tahu! Tapi aku kasihan melihatmu sering bangun tengah malam. Bahkan kadang kamu tidak tidur sama sekali, padahal Garrick tidak rewel." Jelas Erik.
"Aku tidak pernah merasa kelelahan sama sekali selama aku melihat Garrick baik-baik saja. Aku tidak ingin anak kita kehilangan peran sosok seorang ibu hanya karena peran ibu digantikan oleh baby sitter." Yuana membeberkan alasannya.
"Iya, aku paham! Tapi aku harap kamu tidak menolak keinginanku. Bagaimana mungkin aku tega melihat istri kecilku yang cantik ini kelelahan? Tolong jangan bantah keinginanku. Please!" Ujar Erik dengan serius.
"Baiklah! Aku mengalah. Tetapi, baby sitter hanya boleh bersama anak kita pada siang hari. Malam hari Garrick harus tetap tidur di box bayi di kamar kita. Aku tidak mau anak kita kesannya seperyi sedang berada di panti asuhan. Aku tidak mau dia kehilangan kasih sayang." Jawab Yuana.
"Terima kasih sayang sudah mau mendengarkan aku." Ujar Erik sambil kembali mengecup wajah istrinya.
"Baby sitternya kapan akan mulai bekerja di sini?" Tanya Yuana.
"Malam ini juga pihak penyalur akan mengantarnya. Mereka sementara di jalan." Jawab Erik.
"Hah? Secepat ini?" Tanya Yuana kaget.
"Lebih cepat lebih baik sayang. Aku juga ingin agar malam ini orangnya bisa mengenal rumah ini dan apa saja tugasnya sehingga besok ia sudah mulai kerja."
__ADS_1
"Hmmm, jika itu keputusanmu, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Kamu pasti sudah memikirkan semuanya dengan matang." Jawab Yuana.
"Apa kamu kecewa dengan tindakan yang aku ambil?" Tanya Erik.
"Tadinya iya! Tetapi sekarang tidak lagi." Jawab Yuana jujur.
"Sayangku. I Love You." Ujar Erik dengan mendaratkan satu kecupan di bibir Yuana.
"Oh! Mereka sudah datang. Ayo temui mereka." Ucap Erik dengan cepat ketika mendengar bunyi handphone dan melihat nomor yang tertera di layar.
Yuana dan Erik segera bangkit dan bergegas turun ke ruang tamu. Terlihat seorang wanita cantik dan pria berumur sekitar 35 tahun yang cukup tampan.
"Selamat malam tuan dan nona Wiliam!" Sapa orang itu sambil berdiri ketika melihat Erik dan Yuana memasuki ruang tamu dengan saling bergandengan tangan.
"Hallo tuan Charles. Mohon maaf jika menunggu." Ujar Erik.
"Tidak apa-apa tuan. Kami baru saja sampai. Penjagaan di mansion tuan sangat ketat. Beruntung kami menunjukkan bukti chat dengan tuan." Jawab Charles
"Ah, itu biasa tuan! Kami hanya waspada saja." Jawab Erik.
"Oya tuan. Ini baby sitter yang akan menjaga putra tuan. Mohon bimbingannya. Jika ada kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan oleh klien kami, mohon cepat konfirmasi ke perusahaan kami." Ujar Charles.
"Baik tuan Charles. Apakah saya bisa mendapatkan data pribadinya? Saya lebih suka dokumen hard file daripada soft file jika menyangkut urusan intern terkait orang-orang yang akan bekerja dengan saya. Ini demi keamanan kerja sama kita." Pinta Erik.
"Oh! Ada tuan. Sudah saya siapkan sesuai permintaan tuan." Ujar Charles dengan cepat sambil mengeluarkan apa yang diminta Erik.
Erik menerima dokumen yang diberikan Charles dan mengamatinya sekilas. Ia kemudian menyimpannya di meja yang berada di depan mereka.
"Terima kasih tuan Charles." Ujar Erik.
"Sama-sama tuan. Jika sudah selesai, saya mohon pamit. Susternya akan tinggal sesuai permintaan anda. Mungkin nona muda bisa membimbing suster dan memberikan beberapa petunjuk mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan." Ujar Charles sambil berdiri.
Setelah itu, Charles langsung keluar meninggalkan mereka. Yuana tersenyum kepada suater Theres yang menatapnya sejak tadi.
"Sayang, kamu ajak suster Theres untuk melihat beberapa area khusus yang dipakai untuk bermain bersama Garrick. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya. Setelah itu, aku akan menemui kalian." Ujar Erik sambil tergesa-gesa meninggalkan Yuana dan suster Theres dengan tidak lupa menyambar dokumen yang tadi diberikan Charles.
"Oya! Kalau boleh tahu, nama panggilanmu siapa?" Tanya Yuana dengan ramah.
__ADS_1
"Nama Saya Theres, nona muda. Tetapi sejak kecil saya selalu dipanggil Esy." Jawab suster Esy.
"Ok! Baik suster Esy. Terima kasih." Ujar Yuana.
"Panggil saja Esy nona muda." Potong Esy.
"Oh, baik Esy. Ayo kita lihat tempat untuk aktifitasmu bersama putra saya nanti."
Mereka kemudian mengelilingi area-area khusus yang sudah di setting oleh Yuana sejak bayinya baru berumur seminggu. Area-area itu biasanya dipakai Yuana untuk melakukan berbagai aktifitas.
Walaupun bayinya baru akan menginjak usia dua bulan, namun Yuana sudah mempersiapkan banyak stimulus untuk membantu perkembangan otak bayinya.
Yuana bahkan juga memiliki ruang khusus untuk tempat berenang Garrick yang dilakukan seminggu sekali.
Suster Theres menggelengkan kepala melihat apa yang disiapkan Yuana untuk putranya.
"Oya! Apakah saya akan menjaga putra nona muda pada malam hari juga?" Tanya suster Theres.
"Untuk malam hari, Garrick tetap tidur bersama kami di kamar di dalam box bayi. Aku belum ingin Garrick beda kamar. Mungkin nanti setelah satu tahun."
"Kalau untuk siang, ia akan ada di kamarnya, tetapi itu hanya saat tidur. Jika ia tidak tidur, maka ia akan tetap di stimulasi di setiap area yang sudah kami siapkan." Jawab Yuana menjelaskan.
Suster Theres nampak menganggukkan kepala mendengar penjelasan Yuana.
Artinya aku harus bekerja keras. Suster Theres.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍