Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
07. Kejutan dari Nita


__ADS_3

Orang yang tulus akan melakukan apapun pada kita tanpa mengharapkan imbalan. Karena bagi mereka yang tulus, melakukan kebaikan adalah seperti air yang senantiasa membuat mereka haus untuk terus melakukannya. Eda Sally


*****


Seminggu telah berlalu, dan hari ini adalah lomba antar kelas, SMP Swasta Tunas Bangsa. Berbagai kegiatan lomba diadakan di sekolah, diantaranya : menyanyi, penampilan grup band antar kelas, pidato, dan tidak ketinggalan lomba di bidang olahraga, seperti : Basket, dan bola volly.


Semua siswa antusias mengikuti berbagai kegiatan lomba tersebut karena mereka selalu memanfaatkan waktu untuk berlatih, setiap hari jumat pada saat kegiatan ekstra di akhir jam pelajaran.


Nita yang selalu menonjol di bidang olahraga, tentu saja sudah mendaftar untuk mengikuti lomba basket dan bola volly. Di timnya, Nita selalu memimpin bola volly dan basket, karena ia paling menonjol diantara mereka semua.


"Bel, apakah teman-teman semua sudah siap?" Tanya Nita pada Bella yang merupakan teman satu tim dalam basket.


"Sudah Nit, mereka lagi ada di ruang ganti. Sebentar lagi ke sini." Kata Bella.


"Jujur Nit, aku agak grogi, karena lawan kita adalah kelas 9A yang rata-rata sudah mahir dalam permainan basket. Sementara kita belum genap setahun berlatih di sekolah ini." Lanjut Bella.


"Sudah! Tidak usah dipikirkan. Kita kan hanya mau berpartisipasi. Apapun hasilnya kita harus bisa terima. Fokus kita adalah memberikan yang terbaik." Jawab Nita.


Padahal aku juga grogi Bel, tapi selaku ketua tim, aku nggak mungkin berterus terang di depan kalian. Nita


Tak lama kemudian, nampak Ayu, Sonya, Lidya, dan tiga orang teman lainnya yang akan jadi cadangan muncul dari ruang ganti.


"Nah, itu mereka datang. Ayo kita pemanasan sebentar."


Sementara di sisi lapangan sudah dipenuhi dengan anak-anak dari semua kelas yang akan menonton pertandingan ini. Tidak ketinggalan Yuana dan teman satu kelas lainnya yang juga sudah ada di sisi lapangan untuk menyaksikan penampilan Nita dan timnya.


Tim dari kelas 9A juga sedang melakukan pemanasan. Leny, ketua tim basket kelas 9A memandang sinis ke arah Nita dan teman-temannya. Ia sangat berbesar kepala karena sudah sering mengikuti lomba di luar sekolah dan sangat membanggakan kemampuan dirinya sehingga menganggap remeh Nita dan teman-temannya.


"Cihhh, lihat saja nanti. Aku akan menunjukkan pada kalian siapa yang paling hebat di sini." Leny berkata dengan bangga. Nita tidak mengacuhkan perkataan Leny.


Tiba-tiba terdengar suara pak Malik dari balik mikrofon.


"Anak-anak sekalian, lomba basket antar tim kelas 9A dan kelas 7A akan segera di mulai. Anak-anak yang bertindak sebagai penonton diharapkan untuk memberikan suport yang wajar dan positif."


Anak-anak semua terdiam. Wasit sudah berdiri di dalam lapangan dan memberikan sedikit arahan, dan kemudian segera meniup peluit tanda pertandingan akan dimulai.


Nita yang memegang bola langsung menggiring bola menuju ke tiang tempat keranjang untuk memasukkan bola. Leny dengan cepat menyambar bola ketika Nita sudah hampir dekat.

__ADS_1


Kini bola berada di tangan Leny. Nita tidak putus asa. Ia segera mencari celah untuk merampas bola dari tangan Leny. Pada satu kesempatan, ketika Leny memainkan bola sambil tersenyum licik ke arahnya, Nita memanfaatkan kesempatan itu dengan merampas bola dari tangan Leny.


Leny belum hilang rasa kagetnya ketika Nita sudah berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang. Otomatis poin segera bertambah untuk tim Nita.


Leny terlihat sangat marah, dan permainannya sudah mulai kacau. Bela dan Ayu serta Nita memanfaatkan kesempatan ini dengan selalu mengapit Nita dan memberikan peluang agar Nita dapat memasukan bola dengan tepat.


Hingga waktu yang ditentukan selesai, skor untuk tim Nita melampaui targetnya karena mereka melakukan shot dan tembakan paling banyak.


Yuana segera berlari dan memeluk Nita. Teman-teman yang melihat kelakuan Yuana, segera berhamburan dan memeluk Nita dan timnya.


Leny terlihat sangat kesal dari sisi lapangan dan melihat tim Nita dengan amarah yang meluap.


"Anak-anak diharapkan untuk segera menuju ke ruangan seni karena kita akan melanjutkan lomba menyanyi. Anak-anak yang sudah mendaftar diharapkan untuk segera bersiap-siap karena lomba menyanyi akan dimulai satu jam lagi."


Nita segera melepaskan pelukan teman-temannya dan segera menarik tangan Yuana menuju ruang ganti. Setelah sampai di ruang ganti, Nita segera mengeluarkan 2 buah kotak yang sudah disiapkan dari lokernya dan diserahkan kepada Yuana.


"Segera ganti bajumu dengan gaun dan sepatu yang ada di kotak itu, karena kamu akan mengikuti lomba menyanyi."Kata Nita.


"Hah? Aku merasa tidak pernah mendaftar, Nit." Kilah Yuana.


" Iya aku tahu. Kamu tidak pernah mendaftar, tapi aku yang telah mendaftarkan kamu. Cepat ganti bajumu. Aku tidak mau berdebat. Mami sama Papa sudah menyuruh aku untuk mengambil video saat kamu menyanyi. Nanti videonya aku kirim ke kak Yosua juga."


"Tidak ada tapi-tapian. Cepat ganti bajumu." Nita segera memotong perkataan Yuana.


Yuana segera mengganti baju dan mengenakan sepatu yang sudah dibelikan Nita, kemudian segera merapikan rambutnya.


Mereka segera menuju ruang seni, dan di sana sudah banyak peserta dari tiap kelas yang sudah hadir. Nita segera menghampiri panitia dan mengambilkan nomor lomba untuk Yuana yang berada di urutan ke-6 dari 15 peserta.


Lomba menyanyi segera dimulai. Karena kegiatan lomba ini adalah untuk merayakan hari Kartini, maka yang mengikuti lomba adalah anak-anak perempuan.


Peserta pertama sudah tampil, dan tepuk tangan bergemuruh di se-isi ruangan karena suaranya cukup memukau. Satu persatu peserta tampil dan kini tiba giliran Yuana.


Nita segera memeluk Yuana sambil berbisik;


"Buktikan bahwa kamu bernyanyi karena itu sudah menjadi bagian dalam jiwamu, dan bahwa kamu sedang tidak berlomba. Bernyanyilah dengan santai dan tenang."


Yuana menganggukan kepala dan dengan wajah yang tersenyum ia maju dan segera naik keatas panggung.

__ADS_1


Setelah menarik nafas sebentar dan agak tenang, Yuana segera memberikan kode kepada Pemain musik, dan alunan lagu yang dibawakan Yuana pun terdengar.


Semua siswa dan guru terpukau dengan suara Yuana yang sangat bagus, sampai tidak ada yang bergerak bahkan mereka lupa untuk memberikan tepuk tangan ketika Yuana telah selesai bernyanyi. Untung panitia segera mengambil alih suasana dengan menyerukan agar mereka semua bertepuk tangan. Anak-anak sangat kagum dan memandang tak percaya ke arah Yuana yang telah menghipnotis mereka dengan suaranya.


Peserta yang lain pun bergilir mengikuti lomba, dan kini 15 peserta telah selesai bernyanyi.


Setelah juri berembuk kurang lebih 20 menit, panitia segera menyampaikan bahwa akan segera diumumkan para pemenang.


Yuana terlihat gugup dan memegang tangan Nita. Nita yang mengerti dengan apa yang dirasakan Yuana, segera merangkul Yuana sambil tersenyum.


"Para peserta lomba dan anak-anak sekalian, untuk lomba bernyanyi antar kelas, dalam rangka meningkatkan mutu Kartini masa kini, maka untuk lomba kali ini;


"Juara III diraih oleh Tiny, dari kelas 8C.


Plok..plok..plok....


"Juara II diraih oleh Nina, dari kelas 9E.


Plok..plok..plok...,


"Juara I diraih oleh,,,,,,,,,, Y U A N A, dari kelas 7A."


Suara sorak dan tepuk tangan anak-anak sangat riuh. Nita segera memeluk Yuana dengan sangat erat. Begitu juga dengan teman-temannya.


Terlihat Yuana meneteskan air mata dengan senyum yang dipaksakan.


"Thank you Nit." Kata Yuana sambil memeluk Nita.


Setelah pengambilan hadiah, mereka segera berkemas dan pulang ke rumah. Pak Ady yang sudah menunggu di pintu gerbang terlihat tersenyum ke arah mereka. Nita dan Yuana berjalan sambil berpelukan menuju tempat dimana pak Ady menunggu mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai kakak-kakak, jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya ya? Salam sehat dari author😍😍😍😍


__ADS_2