Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
115. Bertemu Arthur Walker (Part 2)


__ADS_3

Saat ketakutan menghantui kita, kita akan berpikir bahwa tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk keluar dari rasa takut itu. Dalam suasana seperti itu, kita hanya perlu mengubah rasa takut kita dengan membuang bayangan rasa takut yang menghantui kita, dan melihat segala sesuatunya dari sudut pandang positif. Eda Sally


*****


Peserta metting yang lain sudah meninggalkan ruangan setelah diumumkan oleh Harry Walker bahwa yang terpilih adalah Conan Media Grup. Kini hanya tinggal tuan Bert, Yuana, Gail, dan tuan rumah dalam hal ini Harry Walker dan beberapa bawahannya.


Yuana tak berkedip menatap Arthur yang belum menatap ke arahnya karena masih sibuk menata beberapa dokumen di tangannya. Saking kagetnya, Yuana sampai tidak ada niat melepas tangan tuan Harry Walker yang masih di genggamnya.


"Maaf nona! Apa ada sesuatu yang mengganggu nona?" Tanya Harry Walker dengan nada khawatir ketika melihat bahwa wajah Yuana sangat pucat.


"Ahmmm, tidak apa-apa tuan. Maafkan saya yang telah membuat suasana jadi kikuk." Jawab Yuana dengan gugup.


"Silahkan duduk dulu karena sebentar lagi putra saya akan mulai bicara." Kata Harry Walker mempersilahkan ketiganya untuk duduk.


"Terima kasih tuan Walker." Bert Conan menjawab mewakili Yuana dan Gail.


Mereka segera duduk, sementara Yuana sudah panas dingin. Ia terlihat beberapa kali menyeka keringatnya karena sebentar lagi Arthur pasti akan menyadari kehadirannya.


Beberapa menit kemudian, Arthur mengangkat wajahya dan pandangannya langsung tertuju pada Yuana. Ia sangat terkejut ketika melihat Yuana ada di ruangan tersebut.


"Nona muda?" Gumam Arthur perlahan namun hal itu sempat terdengar oleh Harry Walker dan beberapa orang yang duduk di dekatnya, terutama Bert Conan dan Gail.


"Apa maksudmu Arthur?" Tanya Harry Walker dengan rasa penasaran.


Arthur tidak mengatakan apapun. Ia hanya membisikkan sesuatu di telinga ayahnya, kemudian kembali membuka percakapan dan menjelaskan tentang apa saja yang akan mereka lakukan di dalam kerjasama yang akan mereka jalin.


"Untuk hal tekhnisnya mengenai untung ruginya tidak perlu saya jelaskan karena nona muda lebih berpengalaman dari saya, dan nona muda pasti tahu apa yang harus dilakukan. Karena itu saya memberikan kesempatan kepada nona muda untuk berbicara." Kata Arthur dengan mantap.


Yuana walaupun masih merasa gugup, namun ia berpikir bahwa ia harus menjunjung tinggi profesionalitas. Karena itu tanpa ragu, ia segera melakukan apa yang diminta oleh Arthur.


Dengan lancar Yuana menjelaskan semuanya seperti sedang membacanya di buku. Harry Walker menatap penuh kagum karena kecerdasan Yuana. Sementara sekretaris Harry Walker hanya mampu membuka mulutnya untuk mencari mangsa, jika ada lalat yang kebetulan bernasib kurang beruntung.

__ADS_1


Bert Conan tidak terkejut dengan apa yang dilakukan Yuana karena Yuana sudah beberapa bulan bekerja padanya dan sejauh itu, hasil kerja Yuana selalu memuaskan.


"Maaf, hanya ini yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf." Kata Yuana mengakhiri penjelasannya.


Harry Walker segera bertepuk tangan diikuti oleh yang lain begitu Yuana selesai berbicara. Ia kembali berjalan ke arah Yuana dan kali ini tidak berani menjabat tangan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh putranya tentang Yuana.


Harry Walker mengatupkan kedua tangannya di dada sambil menunduk memberi hormat.


"Maafkan saya yang telah lancang dan tidak mengenal nona muda." Kata Harry Walker.


"Tidak apa-apa tuan. Jangan terlalu formal seperti ini. Saya tidak merasa seperti seorang nona muda. Saya hanya bawahan biasa yang bekerja dengan profesional. Terima kasih tuan." Jawab Yuana dengan sopan.


Arthur yang sudah selesai membereskan berkasnya, menyerahkan urusan selanjutnya kepada sekretaris ayahnya karena ia sudah berjalan ke arah Yuana.


"Nona muda. Kenapa nona bisa sampai di sini? Tuan muda ada dimana?" Tanya Arthur dengan khawatir.


"Maafkan saya Arthur. Saya tidak ingin membicarakan masalah pribadi di sini." Jawab Yuana dengan sopan.


"Baik. Kami semua akan keluar. Kalian silahkan berbicara berdua." Kata Harry Walker yang segera keluar diikuti oleh yang lain kecuali Gail.


"Biarkan dia di sini Arthur, karena dialah yang telah banyak menolong saya selama ini." Kata Yuana dengan lembut kepada Arthur.


Mereka bertiga segera duduk, dan dengan ringkas Yuana menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Arthur tanpa melewatkan satu hal pun. Arthur mendengarkan dengan saksama dan sesekali menganggukan kepala.


Jadi dia ini istri dari tuan muda Angkasa Grup? Pantas saja dia selalu menganggapku sebatas kakak saja, karena suaminya bukan orang sekelas aku. Hmmmm! Aku paham sekarang. Bagaimana aku bisa menghapus rasa yang sudah aku bangun untuknya? Gail.


"Maafkan saya jika lancang nona muda. Tetapi nona telah salah berpikir tentang tuan muda. Tuan muda tidak pernah sekali pun tidur dengan nona Celine. Ia tetap memegang janjinya kepada nona muda. Percaya padaku nona."


"Karena malam sebelum kami berangkat untuk menjemput nona muda di Tristan, tuan muda telah menceritakan semuanya pada saya. Saya percaya dengan apa yang dikatakan tuan muda karena tuan muda termasuk orang yang sangat jujur." Arthur menjelaskan panjang lebar.


Yuana tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakan Arthur. Namun ia masih ragu untuk mempercayai Erik.

__ADS_1


"Tetapi jika dia mencintai saya, kenapa dia harus menikah dengan Celine?"


"Tuan muda pasti punya alasan nona. Nona tahu sendiri tuan besar seperti apa. Apapun yang dilakukan tuan muda, saya percaya bahwa alasan dia melakukan semuanya adalah agar nona muda tetap aman dan menghindarkan nona muda dari hal yang tidak diinginkan."


"Terima kasih Arthur. Jika demikian, untuk sekarang saya harap kamu merahasiakan keberadaan saya dulu dari tuan muda dan yang lainnya. Karena saya tidak yakin dengan keselamatan saya jika mereka tahu tentang keberadaan saya." Jawab Yuana dengan bijak.


"Maaf nona. Boleh saya tanya sesuatu?"


"Iya! Apa yang ingin kamu tanyakan Arthur?"


"Apa nona muda sedang hamil? Lalu siapa pria ini?" Tanya Arthur dengan rasa curiga.


"Kamu benar Arthur. Saya sedang hamil, dan ini adalah anaknya Erik. Mengenai Gail, dia dan neneknya yang sudah banyak membantu saya selama kehamilan saya, dan saya sudah menganggap Gail seperti kakak saya sendiri. Karena sebelum bertemu denganmu, mereka adalah keluarga saya di London dalam suka dan duka." Jawab Yuana.


"Terima kasih banyak tuan Gail, karena telah menjaga nona muda kami dengan sangat baik. Aku berharap agar semua ketegangan segera berakhir dan tuan muda segera menjemput nona muda." Kata Arthur dengan tulus kepada Gail.


"Sama-sama tuan Arthur. Saya sudah menganggap nona muda seperti adik saya sendiri. Dan saya tidak merasa terbeban sedikit pun dalam mengurusnya." Jawab Gail mantap.


"Aku harap tuan Gail tidak melibatkan perasaan dalam mengurus nona muda, karena jika itu sampai terjadi, maka nyawa tuan taruhannya. Tuan tentu sudah paham dengan siapa tuan akan berurusan."


"Karena nona muda bagi tuan muda adalah separuh nyawanya, dan ia tidak akan membiarkan separuh nyawanya dimiliki orang lain." Kata Arthur tegas.


Bersambung


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. Terima kasih. 😍😍😍😍😍


__ADS_2