
Hati-hatilah jika engkau berbicara di depan seorang penguasa, karena perkataanmu bisa saja menyeretmu ke dalam jurang jika ia murka dan tidak ingin mendengarkan engkau. Seorang penguasa selalu mengambil keputusan menurut kehendak hatinya. Entah keputusan yang diambilnya menyenangkanmu atau tidak, ia akan tetap melakukan apa yang baik menurut keinginan hatinya. Eda Sally
*****
Celine berpikir bahwa ia harus membela diri jika masih ingin disebut nyonya Wiliam yang terhormat. Karena itu, ia menebalkan mukanya dan menguasai hatinya agar jangan sampai gugup di depan orang yang sudah seperti raja itu.
Aku tidak boleh menyerah. Sekeras apapun tuan Andre Wiliam, aku harus mengalahkannya dengan perkataan dan air mataku agar kepercayaannya padaku jangan sampai hilang. Celine
"Papa jangan percaya dengan sekretaris Bram. Dia pasti sengaja untuk menjatuhkanku karena sejak awal ia memang tidak menyukaiku. Aku tidak merasa berciuman dengan temanku."
"Kami hanya mengobrol soal pekerjaan, karena temanku ini adalah salah satu sutradara perfilman di London dan ia rela datang ke sini hanya untuk menawarkan peran penting kepadaku." Kata Celine dengan wajah tanpa dosa seperti tidak pernah melakukan kesalahan apapun.
Sekreraris Bram merasa tidak perlu menjelaskan lagi karena ia ingin agar ayah angkatnya yang berbicara. Karena itu ia duduk dan melipat tangan sambil memejamkan matanya.
"Ah! Kau benar. Aku lupa kalau kau seorang aktris yang sangat profesional dan diminati oleh beberapa sutradara di manca negara. Bahkan kau juga sangat profesional di dalam berbicara, sehingga sutradara profesional tentu saja akan memilihmu." Kata Andre Wiliam dengan nada bicara yang sulit ditebak.
"Terima kasih pa sudah mengerti dan membela Celine. Percayalah pada Celine pa! Celine benar-benar tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Kata Celine sambil tersenyum.
"Tetapi malam ini aku ingin menegaskan agar kau tahu menantuku, bahwa yang melihat kelakuanmu di club bukan putraku Bram, tetapi aku dengan mataku sendiri melihat apa yang kau lakukan dengan sutradara gadunganmu itu."
Celine diam dan kaget dengan perkataan tuan Andre yang baru saja di dengarnya. Kali ini ia benar-benar gugup dan tidak berani mengangkat wajahnya.
"Dan lagi, orang tuamu sementara dalam perjalanan, dan sebentar lagi akan sampai ke sini karena aku sudah menelpon mereka. Aku ingin agar orang tuamu tahu tentang kelakuanmu yang sangat memalukan itu." Kata Andre Wiliam dengan penuh wibawa.
Baru saja tuan Andre selesai bicara, kedua orang tua Celine memasuki ruang rapat keluarga dengan diantar oleh salah satu pelayan keluarga Wiliam.
"Duduklah dan dengarkan baik-baik apa yang akan saya katakan tentang kelakuan anakmu! Jangan membantah atau melakukan apapun yang akan membuat saya semakin murka."
"Saya tidak menyangka bahwa kelakuan anakmu seperti ini. Apa ini yang kau ajarkan kepadanya selama ini?"
__ADS_1
"Saya tidak heran kenapa putra saya dengan tegas menolak perjodohan ini, karena sebagai orang yang cerdas, mata dan telinganya tentu saja sudah melihat dan mendengar semua yang berkaitan dengan calon istrinya sebelum mereka menikah."
"Dan saat ini, saya merasa sangat menyesal karena menikahkan putra saya dengan seorang wanita yang suka ditiduri banyak pria."
"Tolong jaga ucapan anda tuan. Mana mungkin putri saya seperti yang tuan katakan." Kata bu Lilis, mamanya Celine.
Pak Daniel langsung menggenggam tangan istrinya karena ia sangat mengenal Andre Wiliam sejak muda. Ia tidak akan pernah memaafkan orang yang berani menentangnya.
"Kau ingin menantang saya? Saya tidak pernah mengampuni siapa pun yang berani menjawab saya ketika saya berbicara. Jadi ingat itu baik-baik dan jaga sikapmu di depan saya." Kata Andre Wiliam.
"Maafkan saya jika lancang tuan. Tetapi saya ingin tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi." Kata Daniel sambil berlutut di depan Andre Wiliam.
"Saya akan menganggap persahabatan kita tidak pernah ada. Mulai saat ini, saya memutuskan bahwa saya tidak ingin persahabatan kita berlanjut karena putrimu sudah sangat menyakiti dan menpermainkan putra saya."
"Kau perlu tahu sahabat, bahwa putrimu yang sangat kau banggakan itu, dengan mata kepala saya sendiri, saya melihatnya berciuman di club bersama orang itu." Kata Andre Wiliam sambil menunjuk pria yang tertangkap basah bersama Celine.
"Apakah putri saya tidak pantas mendapatkan maaf dan pengampunanmu tuan?" Tanya Daniel dengan masih berlutut.
"Saya tidak ingin putra saya merasa tertekan dengan pernikahannya, dan saya juga tidak ingin putra saya berbagi cinta dengan pria lain."
"Saya mohon tuan! Ampuni putri saya." Daniel masih berlutut dan memohon untuk meluluhkan hati Andre Wiliam.
"Maafkan saya sahabat. Keputusan saya sudah final. Mereka tidak bisa bersama lagi. Kau silahkan bawa semua kepunyaanmu dan tinggalkan kota ini. Sampai akhir hidup saya, saya tidak ingin melihat wajah kalian lagi."
"Bram! Tolong putarkan semua rekaman yang tadi sempat kamu ambil, agar perempuan murahan itu menonton kembali kelakuannya bersama orang tuanya."
"Baik tuan!" Jawab sekretaris Bram dengan singkat.
Bram dengan cekatan membantu orang-orangnya dan segera memutarkan semua rekaman yang sudah mereka ambil tadi.
__ADS_1
Mata Celine terbelalak ketika melihat semua rekaman berawal dari waktu ia masuk. Ia tidak percaya bahwa sekretaris Bram sudah mengetahui keberadaannya sejak awal.
Ibu Lilis jatuh dari kursi tempat ia duduk dan memegang dadanya karena ia tiba-tiba sesak napas melihat rekaman putrinya sendiri yang sudah ia bangga-banggakan di semua orang karena menikahi putra seorang penguasa.
Ia terlihat shock dan napasnya naik turun serta berpacu dengan sangat cepat. Mimpinya untuk menjadi konglomerat melalui putrinya pupus sudah. Kini ia harus menanggung malu karena kenyataan yang sementara ia saksikan.
"Cukup! Jangan dilanjutkan lagi!" Teriak Celine sambil menutup mata dengan kedua tangannya ketika melihat adegan ranjang dirinya dan pria itu. Ia sangat malu karena tertangkap basah.
"Apa kau malu karena selama ini kau menutupi kemunafikanmu dan hari ini kedokmu terbuka? Jika kau malu dengan kelakuanmu, harusnya kau tidak berani melakukan hal bodoh seperti itu." Kata Andre Wiliam dengan ketus.
"Tuan, masih ada beberapa rekaman yang sudah saya siapkan. Orang-orangku telah mengambilnya jauh sebelum ia tertangkap malam ini. Apa tuan ingin menontonnya juga?" Kata sekretaris Bram.
"Tidak usah Bram. Aku tidak membutuhkan rekaman yang lain karena keputusanku sudah bulat. Ia harus dipisahkan dengan anakku. Aku tidak ingin anakku memiliki istri yang akan merusak masa depan dan nama baik Angkasa Grup."
"Aku, Andre Wiliam, memutuskan bahwa pernikahan anakku Erik hanya sampai di sini saja."
"Tunggu! Aku sedang hamil anaknya Erik. Jadi kalian tidak bisa mengusirku begitu saja. Karena di dalam perutku sudah terisi dengan benih dari Erik yang akan menjadi pewaris Angkasa Grup." Kata Celine sambil berdiri dan menatap semua orang.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍