
Berusahalah agar mendapatkan apa yang menjadi kerinduanmu dengan cara yang benar. Karena sesuatu yang benar akan kita dapatkan jika disertai dengan ketekunan dan doa. Mungkin kenyataan tidak akan semulus apa yang kita pikirkan, tetapi tidak ada yang tidak dapat digapai jika kita bersungguh-sungguh. Eda Sally
*****
Erik dan sekretaris Bram yang sudah menghuni mansion mereka sejak dua hari yang lalu, nampak sudah mulai beraktifitas setelah sehari penuh beristirahat dan memulihkan tenaga karena perjalanan yang menguras tenaga dan melelahkan itu.
"Apa yang harus kita lakukan hari ini kak?" Tanya Erik kepada sekretaris Bram ketika mereka bersiap-siap untuk ke kantor.
"Aku ingin mengunjungi beberapa perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan Angkasa Grup."
"Aku ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya dan mencari Yuana. Aku belum bisa tenang jika sudah datang sejauh ini dan tidak melakukan apa-apa untuk menemukan istriku." Kata Erik sambil membetulkan dasinya.
"Bantu aku selesaikan beberapa pekerjaan penting agar cepat selesai dan kita akan bersama-sama mencari istrimu." Kata sekretaris Bram menepuk pundak Erik.
Erik menganggukkan kepala menanggapi apa yang dikatakan sekretaris Bram. Namun di dalam hatinya, ia ingin agar segera bertemu dengan istri kecilnya itu.
Setelah melihat bahwa semua sudah beres, mereka segera keluar dari mansion karena Arthur sudah menjemput mereka.
"Selamat pagi tuan-tuan. Arthur Walker siap melaksanakan perintah."
Erik langsung menjitak kepala Arthur begitu Arthur membungkuk hormat di hadapannya.
"Jangan terlalu resmi Arthur. Hatiku geli melihat cara hormatmu. Kamu seperti sedang merayu wanita. Matamu itu menakutiku." Kata Erik sambil membuka pintu dan masuk tanpa menunggu Arthur melakukan itu.
Arthur bengong karena Erik dan sekretaris Bram sudah masuk ke dalam mobil.
"Apa kau ingin mendorong mobil tanpa menyetir?" Tanya Erik setelah melihat Arthur masih berdiri dengan penuh kebingungan di tempatnya.
"Maafkan saya tuan muda." Jawab Arthur kemudian berlari masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankannya.
"Kamu kenapa kelihatan aneh sekali Arthur? Sejak kamu menjemput kami di bandara, sikapmu tidak seperti biasanya. Kamu terlihat salah tingkah seperti orang yang kedapatan melakukan kesalahan. Sebenarnya ada apa denganmu Arthur Walker?"
Pertanyaan Erik itu membuat Arthur semakin salah tingkah. Ia bingung harus menjawab apa.
Aduh! Ternyata dady benar. Tuan muda ini tidak bisa dibohongi, karena ia bisa membaca segalanya hanya dari melihat sikap seseorang. Apa yang harus aku lakukan? Aku menjadi serba salah untuk menolong tuan muda atau nona muda. Arthur.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan muda. Saya hanya terlalu senang karena tuan muda datang kembali ke sini." Jawab Arthur pada akhirnya.
"Ah! Yang benar saja Arthur Walker. Jangan bilang kau menyembunyikan sesuatu dariku." Kata Erik dengan penuh penekanan.
"Ahmm, tidak ada tuan. Silahkan turun tuan. Kita sudah sampai." Kata Arthur sambil membukakan pintu untuk Erik dan sekretaris Bram.
Harry Walker yang sudah tahu tentang kedatangan kedua tuannya sengaja turun ke lobby untuk menyambut mereka.
"Selamat datang tuan-tuan! Sapa Harry Walker sambil menunduk memberi hormat.
"Terima kasih atas sambutannya." Sekretaris Bram yang menjawab, sedangkan Erik hanya menganggukkan kepala sambil sedikit menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyum.
Ah! Papa menyelamatkanku dari kejaran pertanyaan tuan muda yang membuatku terpojok. Jika tadi belum sampai, aku tidak tahu apa lagi yang harus aku jawab. Arthur.
Harry Walker yang sudah tahu tentang Yuana bingung bagaimana harus mengatakannya kepada Erik. Ia masih ingat apa yang dikatakan Arthur. Ia juga tidak berani mengatakannya kepada Erik. Karena itu ia pura-pura tidak tahu.
"Apa jadwal tuan Walker pagi ini?" Tanya sekretaris Bram ketika mereka sudah memasuki lift untuk ke ruangan CEO.
"Pagi ini, saya ada jadwal pertemuan dengan CEO Conan Media Grup terkait dengan kerja sama yang sudah terjalin sebulan yang lalu. Saya ingin berkunjung kesana untuk mengetahui perkembangannya.
Sekretaris Bram yang sudah mengetahui jadwal itu, meminta kepada Harry Walker agar ia sendiri bersama Erik yang ke sana.
Deg!
Harry Walker langsung diam mendengar kalimat terakhir dari sekretaris Bram. Ia bingung harus mengatakannya dengan cara apa.
"Baik, tuan! Saya akan menelpon ke sana untuk mengatakan bahwa tuan sendiri yang akan datang." Kata Harry Walker pada akhirnya setelah mendengar keingian sekretaris Bram.
"Jangan memberikan informasi sedikit pun tentang kedatangan saya. Saya tidak ingin mereka berlebihan di dalam menyambut saya. Biarkan semua berjalan apa adanya." Kata sekretaris Bram.
"Baik tuan!" Jawab Harry Walker.
Setelah berisitirahat selama satu jam dan memeriksa beberapa dokumen, mereka segera keluar meninggalkan kantor Angkasa Grup dan menuju ke tempat metting.
Arthur yang sejak tadi hampir ketahuan, menyetir tanpa mengatakan apapun. Ia sudah tidak bisa membayangkan lagi apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mereka akhirnya tiba di kantor Conan Media Grup. Sekretaris Bram nampak memandangi gedung itu dan menganggukkan kepala. Sementara Erik hanya diam mengikuti tanpa mengatakan apapun.
Walaupun ia adalah pewaris tunggal Angkasa Grup, namun saat bersama sekretaris Bram, ia menyerahkan segala urusan kepada sekretaris Bram.
Mereka disambut oleh bagian resepsionis yang langsung mengarahkan mereka menuju lift dan mengantarkan mereka menuju ke ruangan tempat akan diadakannya metting. Mereka sengaja tidak datang ke ruangan CEO karena ingin bekerja dengan profesional.
Tak lama kemudian, masuklah Bert Conan bersama Gail ke dalam ruangan. Ia belum mengenal sekretaris Bram dan Erik sama sekali, karena baru kali ini mereka mengadakan kerjasama dengan Angkasa Grup.
"Selamat datang tuan Arthur. Mohon maaf telah membuat tuan menunggu." Kata Bert Conan yang membuat Arthur salah tingkah.
"Maaf tuan-tuan! Apa ada yang bisa saya bantu? Tuan-tuan ini siapa?" Tanya Bert Conan dengan sopan kepada sekretaris Bram dan Erik.
"Tuan Conan, ini adalah sekretaris Angkasa Grup dari kantor pusat bersama tuan muda." Jawab Arthur jujur.
Bert Conan dan Gail nampak terkejut. Bert Conan segera berdiri dan membungkuk memberi hormat diikuti oleh Gail.
"Maafkan saya yang bodoh ini, yang tidak mengenali tuan sama sekali. Sekali lagi maafkan saya tuan." Kata Bert Conan masih mengatupkan kedua tangan di dada.
Ternyata ini suami Yuana. Hmmmm tuan muda ini sangat tampan lebih dari cerita yang aku dengar dari Arthur. Bahkan setengah dari ketampanannya saja belum diceritakan kepadaku. Gail.
"Duduklah. Kami hanya mewakili tuan Harry Walker karena kebetulan kami sedang melakukan kunjungan kerja ke sini. Jadi kami berpikir untuk mengunjungi setiap perusahaan yang melakukan kerja sama dengan cabang Angkasa Grup di sini." Kata sekretaris Bram menjelaskan.
"Oya! Mana sekretaris tuan Bert conan?" Lanjut sekretaris Bram.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍