Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
54. Pernikahan (Part 1)


__ADS_3

Seringkali, ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kita dan diantara semua itu ada yang tidak kita sukai. Itu sesuatu yang manusiawi, karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Namun, apapun alasannya, kita hanya perlu mempersiapkan hati dan mental untuk menerima segala kemungkinan termasuk hal terburuk sekalipun yang akan terjadi. Eda Sally


*****


Hari ini, semua yang merupakan orang-orang dekat dari Andre Wilson sangat sibuk. Pasalnya malam nanti akan diadakan resepsi pernikahan Erik Wiliam dan Celine.


Sekretaris Bram yang terlihat paling sibuk. Ia mengontrol semua anak buahnya dan memeriksa semua persiapan agar semua acara bisa berjalan dengan baik karena sebentar lagi acara akan segera dimulai.


Raut bahagia nampak di wajah kedua orang tua Celine yang sudah siap untuk masuk ke ruangan dimana acara resepsi Celine dan Erik akan dilangsungkan. Mereka tak henti saling melemparkan senyum dengan rasa bangga karena anaknya akan bersuamikan seorang pewaris Tunggal Angkasa Grup yang disegani di seluruh negeri ini.


Dengan adanya ikatan pernikahan ini, maka nama mereka akan turut terseret di publik dan tentu saja akan menerima penghormatan dimana-mana. Sebentar lagi derajat mereka akan naik seratus kali lipat. Celine terlihat menunjukkan wajah sumringah, dan merasa menjadi wanita paling berbahagia di bumi. Karena sebentar lagi, semua wanita akan memandang dengan tatapan iri kepadanya.


Di dunia entertaiment, ia tidak akan diremehkan lagi karena sekarang ia akan menjadi penguasa yang bisa ikut mengatur sesuka hati karena Angkasa Grup merupakan sponsor terbesar di agencynya.


Akhirnya aku bisa menikah dengan pria yang aku idamkan selama ini.


Erik nampak santai ketika menunggu mempelai wanita masuk untuk membawanya menuju pelaminan tempat dimana mereka akan menyapa dan menerima ucapan selamat dari para tamu. Ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak. Tidak ada senyum, juga tidak terlihat marah. Ia nampak santai dengan pernikahan ini.


Semua orang yang melihatnya tentu akan melihat wajah seorang mempelai pria yang tak sabar menunggu datangnya sang mempelai wanita.


Beberapa menit kemudian, pak Daniel masuk dengan membawa Celine dan mengantarkannya pada Erik yang menyambut tangan Celine kemudian membawanya menuju tempat yang disediakan. Semua yang terlibat turut berbahagia karena acaranya sangat meriah dan terlihat mewah.


Tepuk tangan menggema di seluruh ruangan ketika dua mempelai, yang merupakan raja dan ratu pemilik acara ini melangkah dengan manis menuju pelaminan. Senyum kebahagiaan menambah ketampanan dan kecantikan keduanya.


Para undangan kemudian memberi ucapan selamat kepada Erik dan Celine, tak terkecuali sahabat-sahabat Erik, termasuk Yosua dan teman-temannya. Mereka nampak bahagia dengan pernikahan sahabatnya. Karena itu mereka rela datang jauh-jauh dari tempat tugas mereka hanya untuk menyaksikan sahabat mereka bersanding di pelaminan.


"Selamat ya bro, semoga langgeng." Kata Yosua sambil menjabat erat tangan Erik dan kemudian memeluknya sangat lama.


"Terima kasih bro!" Balas Erik.


"Jangan lama-lama ya? Aku ingin melihat seperti apa anakmu. Apakah dingin dan kaku sepertimu?" Satrya menambahkan.

__ADS_1


Semuanya tertawa mendengar gurauan Satrya. Celine nampak malu dan menundukkan wajahnya. Dan untuk pertama kalinya Erik melihat ke arahnya dan tersenyum. Celine semakin salah tingkah ketika melihat senyum langka yang baru pertama kali dilihatnya.


"Syukur kalau seperti aku. Tidak gampang digoda cewek. Daripada kamu yang suka mengejar cewek dan tebar pesona sana sini. Padahal tidak laku sama sekali." Balas Erik.


"Enak saja kamu bilang aku tidak laku. Sejak awal kuliah sampai selesai aku berhasil memacari 18 cewek dalam satu kampus." Satrya mulai membanggakan diri


Mereka kembali tertawa.


"Delapan belas itu termasuk tukang cendol itu kan?" Buris, yang sejak tadi diam ikut menambahkan.


"Iya betul. Aku lihat kamu sering di kasih gratis. Aku baru tahu. Mengaku tampan dan punya banyak cewek tapi murahan dalam mendapatkan cewek." Erik merasa memiliki kesempatan untuk mengolok Satrya


"Hei! Darimana kalian tahu aku pacaran sama tukang cendol itu?"


"Sejak pertama kali kamu merayu tukang cendol karena tidak membawa uang."


Hahahahhahahahahahhaha!


Huh! Masa secantik ini tidak diajak bercanda. Mereka malah tertawa sendiri seolah aku tidak ada sama sekali. Ah! Mereka sama-sama pria yang tak punya hati.


"Oya Rik! Itu ada undangan lainnya mau memberikan ucapan selamat. Kita mau makan-makan dulu ya?" Kata Yosua mewakili teman-temannya.


"Iya. nanti kamu adakan pesta lagi dan undang kita ya? Tidak ikut acara tidak apa-apa, yang penting makan." Buris menambahkan.


"Huh! Punya teman nggak asyik sama sekali. Lebih mementingkan makan daripada temannya." Jawab Erik pura-pura marah.


"Emang kamu merasa asyik? Sejak kuliah sampai sekarang aku tidak pernah melihat semyummu. Kamu sembunyikan senyummu dimana, Rik?" Buris paling senang kalau menggoda Erik.


"Kamu memang tidak bisa melihat senyumku, karena yang kamu lihat itu makanan, bukan aku." Jawab Erik.


"Bertengkarnya nanti saja. Itu sudah banyak yang antri. Ayo makan.!" Yosua menengahi pertengkaran para sahabat ini karena jika tidak diberhentikan, akan bertambah panjang.

__ADS_1


"Iya! Sana! Makan yang banyak ya? Biar mulutnya tidak dipakai untuk meledek orang." Erik masih sempat membalas walaupun sudah banyak yang antri untuk memberi ucapan selamat.


Yosua, Satrya, dan Buris kemudian berjalan menuju meja makan dan memilih sendiri karena berbagai menu disediakan disana. Mereka bingung karena terlalu banyak varian makanan yang disediakan. Maklum! Orang kaya.


Akhirnya Buris yang mewakili teman-temannya dan mencicipi beberapa menu yang menurutnya baru dan belum pernah dicicipi.


"Aku heran sama kamu. Banyak makan tapi tetap kelihatan ceking. Jangan-jangan ada karung kosong di perutmu, Ris?" Satrya menggoda Buris yang terlihat banyak makan.


"Masih bagus aku banyak makan tapi tidak pernah gendut. Darpada kamu? Timbangan aja langsung histeris ketika kamu lewat sebelahnya." Buris membalas perkataan Satrya padanya.


"Hahahaha masih bagus karena timbangan hanya histeris. Kalau kamu yang lewat, timbangan malah merinding. Karena saat kamu naik diatasnya untuk menimbang badan, dia tidak merasakan beratmu sama sekali."


"Stop! Stop! Ayo dihabiskan dulu makannya. Bercandanya nanti saja." Yosua menengahi karena jika tidak diberhentikan, Tom and Jerry akan terus melangsungkan perang mulut.


"Eh! Dengar-dengar katanya Erik tidak menyukai wanita itu." Buris mulai membuka topik gosip.


"Terus, kamu pikir dia gila makanya menikah dengan wanita itu padahal tidak menyukainya?" Satrya yang menjawab.


Yosua sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka bahas. Ia fokus dengan makanannya dan pura-pura tidak mendengarkan mereka.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍


__ADS_2