Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
55. Pernikahan (Part 2)


__ADS_3

Satrya dan Buris yang membahas tentang pernikahan Erik. Yosua sama sekali tidak merespon.


"Menurutmu, apa Erik benar-benar mencintai Celine?" Buris masih penasaran dan bertanya yang ditujukan kepada Yosua.


"Apa kamu pikir aku Erik? Jika kamu ingin tahu yang jelas, tanyakan langsung pada Erik, bukan padaku. Aku pusing mendengar urusan cinta." Yosua menjawab dengan kesal karena menurutnya itu tidak penting untuk dibahas.


"Hei bro! Jangan pakai urat kalau bicara. Makanya jangan banyak makan bakso urat. Ntar uratnya tambah banyak." Balas Buris tak mau kalah


Satrya tidak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Buris. Namun ia tidak berani tertawa.


"Sat! Kalau mau tertawa, tertawa saja! Jangan ditahan."


Satrya langsung melepaskan tawanya saat mendapat kode dari Yosua yang juga ikut tertawa walaupun kesal.


"Hai! Karung kosongnya sudah terisi penuh?" Tanya Erik yang tiba-tiba sudah berdiri di depan mereka.


"Lho! Mempelai wanitanya mana? Kenapa ditinggal sendiri? Disini banyak maling tampan lho!" Lagi- lagi Buris membalas pertanyaan Erik agar menghindar untuk tidak menjawab pertanyaan dari Erik tentang karung kosong. Ia tahu kalau Erik sedang mengoloknya.


"Tuh! Lagi mengobrol sama teman-temannya." Kata Erik sambil menunjuk dengan matanya.


"Harusnya kamu jangan jauh-jauh. Bila perlu acaranya diakhiri saja. Biar malam pertamanya agak panjang." Satrya ikut menggoda Erik.


"Kamu pikir aku nggak bisa menahan diri? Kalian tenang saja. Nanti aku ceritakan tentang malam pertama." Kata Erik sengaja memanas-manasi Satrya dan Buris.


"Wah! mentang-mentang sudah nikah. Main pamer aja." Buris yang menjawab.


"Makanya kamu juga cepat menikah, biar bisa pamer juga." Kata Erik tanpa dosa.


"Lalu aku harus menikah sama siapa, Rik?"


"Tuh! Satryanya nganggur. Kamu nikahi aja. Satrya itu orangnya asyik kok. Lagian kalian berdua terlihat cocok."


"Enak aja suruh aku nikah sama manusia jelmaan gajah. Bisa-bisa beras di rumahku cepat habis." Jawab Buris.


"Siapa juga yang mau nikah sama kamu. Ih! Amit-amit. Udah ceking, nggak berbobot, doyan makan. Bisa-bisa makam kakekku juga aku gade buat beli makan." Balas Satrya.


Yosua menutup mulutnya dengan tangan karena tidak bisa menahan tawa mendengar olok-olok dari teman-temannya.


"Kalau kalian sampai menikah, aku akan menjadi orang pertama yang menyesal seumur hidup." Yosua menimpali.


Erik tertawa puas melihat Satrya dan Buris yang ditertawakan oleh Yosua. Sementara Celine dari jauh melihat dengan kesal karena Erik bisa tertawa lepas kalau sama teman-temannya.


kalau sama aku seperti patung hidup yang harus digerakkan. Tapi kalau sama orang lain bisa tertawa lepas seperti itu.

__ADS_1


"Oya! Aku mau pulang sekarang. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini." Yosua to the point untuk segera pulang.


"Iya Rik! Maaf tidak bisa lama-lama." tambah Buris


"Sepertinya kita bertiga akan pulang sekarang. Kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Satrya


"Nggak apa-apa kok. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan."


"Iya! Sama-sama bro." Kata Yosua sambil memeluk Erik disusul kedua temannya.


Mereka kemudian berjalan keluar meninggalkan Erik sendirian. Tak lama kemudian, acara makan hampir selesai dan banyak undangan sudah pulang. Kini tinggal keluarga mempelai sendirian. Mereka semua menginap di hotel tempat acara berlangsung, karena hotel tersebut juga milik Angkasa Grup.


Setelah semua selesai, orang tua dari Erik dan Celine mengarahkan Erik dan Celine ke salah satu kamar yang sudah dihias dengan sangat bagus. Erik berjalan dengan langkah panjang, tak mempedulikan Celine yang susah payah menyeret gaun pengantinnya, dibantu oleh dua orang pelayan.


Setelah sampai di kamar, Erik langsung masuk ke kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air untuk membersihkan tubuhnya dan juga mengusir keringat yang bersarang di tubuhnya sejak tadi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, ia keluar dan langsung membaringkan diri diatas tempat tidur.


Celine yang baru saja masuk, kaget melihat Erik yang sudah rapi dan segar karena baru habis mandi. Ia benar-benar pangling karena Erik sangat tampan jika terlihat seperti itu.


"Jika sudah puas menatapku, segera mandi, ganti baju dan kemudian kesini. Ada yang ingin aku bicarakan."


"Satu lagi! Jangan pernah melepas atau memakai baju di depanku."


Selesai mandi, ia sudah rapi dengan baju tidur, menyambar gaun pengantin dan membawanya kemudian menggantungnya dilemari pakaian yang disediakan di kamar tersebut. Setelah selesai, ia berjalan dan duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Karena kamar itu kamar kamar VIP, maka semua perabot lengkap di situ.


"Ada beberapa hal yang harus kamu catat dan ingat baik-baik."


"Pertama, pernikahan ini karena keinginanmu, bukan keinginanku. Karena itu jangan pernah mengharapkan malam pertama dan lain-lain."


"Kedua, jangan pernah menyentuhku dengan alasan apapun jika tidak ingin aku berlaku kasar padamu."


"Ketiga, jangan pernah sibuk dengan urusan pribadiku."


"Keempat, tidak ada istilah tidur seranjang. Kamu akan tidur di sofa, dan aku di tempat tidur."


"Kelima, usahakan untuk selalu terlihat manis di depan orang tuaku maupun orang tuamu. Jangan membuat sesuatu yang berlebihan, apalagi ingin mencari perhatianku karena aku tidak akan pernah peduli dengan urusanmu."


Huh! Sombong amat. Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku. Kita lihat saja nanti.


"Jika sudah selesai melamun, kamu boleh tidur sekarang."


"Boleh aku bicara?"

__ADS_1


"Hmmm!"


"Apakah aku boleh meminta hakku sebagai istri?"


"Hak apa maksudmu."


"Uang bulanan karena aku juga punya kebutuhan."


"Itu urusannya sekretaris Bram. Tetapi sekretaris Bram tidak akan memberikan uang tunai, melainkan barang. Jadi kamu tinggal list saja kebutuhanmu dan sekretaris Bram yang akan membelinya."


"Kenapa aku tidak diperbolehkan memegang uang?"


"Karena itu uangku. Aku tidak mau kamu menghabiskan uangku untuk sesuatu yang tidak penting. Bukankah motif kamu menikah denganku karena harta?"


"Menyebalkan."


"Kan sudah tahu sejak awal kalau aku menyebalkan."


"Aku akan membuatmu jatuh cinta denganku." Celine terlalu marah dan mengatakan itu dengan terus terang.


"Coba saja! Apa kamu pikir gampang untuk meluluhkan hatiku?"


"Aku bertaruh untuk itu."


"Dan aku pastikan kamu akan kalah bertaruh."


Dasar manusia sombong, sok tampan! Jika aku tidak bisa mendapatkanmu hatimu dengan cara yang bersih, maka aku akan mendapatkan hatimu dengan cara kotor. Celine.


Memang wanita siluman akan kelihatan dari wajahnya. Wajahnya saja sudah siluman, apalagi hatinya. Mau buat senyum yang semanis mungkin pun akan kelihatan wajah silumannya. Untung dari awal aku sudah menolak wanita ini. Dari caranya menatapku serta sifat liarnya membuatku ingin muntah bila melihatnya. Erik


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya..😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2