Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
73. Alur dan Aksi Dokter Kim


__ADS_3

Setiap orang, selalu memiliki alasan dibalik semua yang mereka lakukan, walaupun alasan mereka tidak bisa diterima oleh orang lain.


Alasan juga menjadi dasar kenapa orang nekat melakukan suatu tindakan. Ada alasan yang masuk akal, dan ada alasan yang menyakitkan. Tidak peduli dengan apapun alasan yang diberikan, karena hanya kebenaran yang dapat mendukung sebuah alasan itu bisa diterima atau tidak. Eda Sally


*****


Flashback


Dokter Kim yang selesai memberikan suntikan yang membuat ke empat orang itu pingsan, segera menggendong Yuana dan membawanya masuk ke dalam rumah dinasnya untuk memberikan obat penangkal dan juga untuk menetralkan obat yang sudah disuntikkan kepada Yuana.


Setelah merasa bahwa semua sudah aman, dan melihat bahwa orang-orang sudah mengangkat tubuh ketiga orang itu, ia segera keluar dari belakang rumahnya, dan membawa Yuana pergi dengan mengendarai sepeda motornya. Sebelumnya ia sudah mengikat erat Yuana dengan tubuhnya untuk tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang.


Saat sudah dekat dermaga, ia memarkirkan motornya cukup jauh dan menggendong Yuana memasuki dermaga. Ia kemudian segera masuk ke salah satu ruangan yang ada petugas, dan mengatakan bahwa ia membutuhkan sebuah speed boat untuk membawa pasien ke Edinburgh, karena pasien sedang kritis.


Petugas yang tidak merasa curiga karena sudah mengenal dokter Kim dengan baik, segera mencarikan speed boat.


"Maaf dokter. Speed boatnya dua jam lagi baru bisa sampai ke sini. Apa dokter bisa bersabar sebentar?" Kata petugas tersebut setelah menanyakan ke bagian operator.


"Ahmmm, bisa. Tapi saya takut pasiennya tidak tertolong." Kata dokter Kim beralasan.


"Mohon maaf dokter..Semua speed boat sedang dipakai, jadi harus menunggu, dokter."


"Baiklah."


Setelah mengatakan itu, dokter Kim memberikan suntikan pada Yuana agar masih tetap pingsan dua jam ke depan sampai ia pergi.


Dokter Kim terlihat mondar mandir sambil terus melihat jam tangannya. Ia khawatir jika nanti tidak cepat pergi dan kemudian tertangkap karena membawa Yuana.


"Dokter, speed boatnya sudah ada. Silahkan di pakai. Apakah dokter membutuhkan bantuan petugas untuk mengemudikan speed boat?" Tanya petugas tersebut.


"Tidak perlu! Saya bisa sendiri, karena sedang terburu-buru. Takut terjadi sesuatu dengan pasien."


"Baik dokter. Mari saya antar. Speed boatnya sudah siap."


"Tunjukkan saja arahnya, dan biarkan saya jalan sendiri."


"Baik dokter."


Petugas tersebut nampak mengerutkan kening. Menurutnya ada yang aneh dan tak biasa dengan sikap dokter Kim. Namun, dengan patuh ia menunjukkan jalan ke arah speed boat yang sudah siap.


Dokter Kim yang takut ketahuan, masih melihat kiri kanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang membuntutinya. Setelah merasa semuanya sudah aman, ia segera menggendong Yuana dan membawanya ke speed boat.

__ADS_1


Dokter Kim menuruni tangga dengan sangat hati-hati, karena takut terjatuh sehingga wanita yang diinginkannya terluka.


Setelah sampai di Edinburgh, aku akan memilikimu seutuhnya. Aku akan melakukan lebih dari sekedar pelukan yang diberikan oleh tuan mudamu. Jika dia hanya memelukmu, maka aku tidak hanya akan memelukmu, tetapi akan menjadikanmu boneka hidup yang bisa aku mainkan kapan saja.


Saat membaringkan tubuh Yuana, dokter Kim merasa tertantang melihat kenyataan bahwa wanita yang diinginkannya terbaring tanpa daya di depannya. Namun, lagi-lagi ia harus menahan diri karena niatnya sebentar lagi akan tercapai.


Ketika ia membalikkan badan dan mencari kontak speed boat untuk menghidupkan speed boat, ia kaget dengan sesuatu yang jatuh dengan keras keatas speed boat. Wajahnya langsung pucat ketika melihat siapa yang telah melompat ke dalam speed boat.


**********


"Aku akan membunuhmu. Berani sekali kau menculik adikku dan hendak membawanya tanpa seizinku?" Kata Habib sambil terus menghajar dokter Kim setelah Erik membawa Yuana menaiki tangga dan pergi.


"Karena kau tidak akan mengizinkan jika aku memintanya baik-baik."


"Apa kau buta ketika mengetahui kenyataan bahwa adikku sudah mempunyai kekasih?" Habib berkata sambil terus menghajar dokter Kim.


Karena Habib terus menghajar dokter Kim dengan emosi yang meluap-luap dan tanpa ampun, tentu saja membuat dokter Kim kewalahan dan akhirnya pingsan , sementara kondisi badan dan wajahnya sudah tidak dikenali lagi.


Ketika melihat bahwa dokter Kim sudah pingsan, Habib segera meraih tubuh dokter Kim dan mendorongnya menaiki tangga.


Salah satu petugas yang melihat Habib sudah berhasil sampai ke tangga atas segera berlari ke arah Habib dengan panik karena melihat bahwa ada orang yang terluka parah dan pingsan.


"Apa yang terjadi?"


Petugas itu diam dan tidak membantah. Ia segera melakukan apa yang dikatakan Habib. Petugas tersebut kemudian mendatangi dua orang petugas dan meminta tolong agar membantunya.


"Bukankah ini dokter Kim? Kenapa bisa sampai babak belur seperti ini? Dimana pasien yang tadi dibawanya?" Tanya petugas yang tadi membantu dokter Kim mencarikan speed boat.


"Syukurlah kau mengenalnya. Dia dokter yang tidak terdidik dan dibutakan oleh cinta, sehingga melakukan hal konyol yang mencelakai dirinya sendiri."


"Maksudnya?" Tanya petugas itu heran. Namun, seketika ia teringat akan kecurigaannya dengan sikap dokter Kim sebelum berangkat tadi.


"Ceritanya panjang. Jangan menyuruhku bercerita, agar amarahku jangan kembali meledak dan aku khilaf kemudian menghajarnya lagi dalam keadaan pingsan."


Sepertinya ada yang tidak beres. Pantas saja tadi sikap dokter Kim aneh. Apa mungkin dokter Kim berniat menculik pasien yang tadi dibawanya?


"Baiklah. Kami akan segera membawanya. Aku harap kita pergi bersama."


"Iya! Aku akan ikut. Aku ingin menjenguk adikku dan tahu keadaannya."


Mereka segera berjalan menuju rumah sakit dengan membawa dokter Kim mengendarai dua buah sepeda motor, karena di pulau itu tidak ada mobil sama sekali, selain sepeda motor. Itu pun hanya orang tertentu, dalam hal ini petugas kesehatan dan petugas lainnya.

__ADS_1


Flashback O****ff


Habib segera berlari masuk begitu saja ketika mereka sampai di rumah sakit. Ia tidak peduli dengan dokter Kim, karena ia lebih mempedulikan keadaan Yuana dan ingin memastikan keadaannya.


Ketika masuk, ia melihat Erik yang masih memejamkan mata sambil terus menggenggam tangan Yuana yang belum siuman. Untuk sesaat, ia bingung apakah harus masuk atau terus berdiri di luar.


Aku ingin masuk. Tetapi melihat apa yang dilakukan tuan muda, aku tidak ingin mengganggu. Namun, aku juga ingin tahu kabar adikku.


Habib terlihat mondar mandir di pintu sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Habib?"


"Maafkan saya jika mengganggu tuan muda."


"Dimana manusia serakah itu?"


"Sudah ada di rumah sakit ini juga. Sementara ditangani para perawatnya. Aku lebih mengkhawatirkan adikku. Boleh aku melihatnya?"


"Aku ingin menghajarnya."


"Simpan tenagamu tuan muda untuk segera membawa nona Yuana pergi dari sini, dan jangan mengurus dokter tidak berguna itu. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi pada nona."


Setelah berkata demikian, Habib segera masuk dan melihat Yuana. Hatinya terasa sangat sakit ketika melihat Yuana terbaring tanpa daya.


"Maafkan kakakmu yang tak bertanggung jawab dan tak berguna ini sehingga tidak bisa menjagamu dengan baik."


Hanya itu yang dikatakannya, karena ia tidak ingin menangis di depan Erik yang akan membuatnya malu.


Bersambung.


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2