
Banyak hal di sekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan kita, selama itu tidak merugikan orang lain. Berjalanlah di dalam rel yang seharusnya tanpa mengorbankan orang lain, karena untuk mencapai keberhasilan kita tidak harus menunggang di keledai orang. Eda Sally
*****
Terlihat rasa puas yang terpancar dari wajah Gail saat ia berjalan dengan langkah angkuh mendekati Erik dan Yuana yang masih duduk di tempat yang sama saat ia tinggalkan.
"Apa yang kau lakukan pada wanita itu, Gail?" Tanya Erik saat melihat Gail muncul dengan senyum penuh kemenangan.
"Memangnya tuan pikir apa yang saya lakukan? Saya hanya memberinya sedikit pelajaran karena ia berani menyakiti anak saya. Apalagi sampai Garrick hampir kehilangan nyawa." Jawab Gail enteng tanpa dosa.
"Apakah dia masih hidup?" Tanya Yuana dengan hati-hati saat ia mendengar penuturan Gail.
"Tentu saja masih hidup adikku sayang nona Wiliam yang terhormat dan tercin...." Gail buru-buru menutup mulutnya karena ia hampir keceplosan, sementara Erik berada di situ juga.
"Tercinta dan tersayang!" Erik menyelesaikan kalimat Gail yang membuat Gail langsung tertawa.
"Maafkan saya tuan. Saya hanya ingin menggoda Yuana." Ujar Gail.
"Tidak apa-apa! Aku paham! Katakan apa rencanamu." Tanya Erik langsung pada poin.
"Saya belum memiliki rencana apa-apa, tuan. Tetapi, benda inilah yang akan membawa kita menemukan wanita siluman itu." Jawab Gail sambil mengangkat handphone Esy dan memainkannya.
Erik tersenyum sambil menganggukkan kepala memuji kecerdasan Gail.
"Ok! Tugasmu sudah selesai. Sekarang, berikan handphone itu kepadaku agar aku melacak keberadaan Celine. Dan untuk wanitaku, kamu hanya perlu berdiam diri di kamar tanpa melakukan apapun. Aku akan menyuruh beberapa pelayan menemani Garrick." Ujar Erik.
"Aku tahu! Aku juga tidak ingin terlibat dengan Garrick. Selesaikan urusanmu dengan wanita itu." Jawab Yuana.
"Siapa bilang tugas saya sudah selesai? Saya belum puas sebelum saya mengacak-acak otak busuk wanita itu, karena saya tidak ingin ia muncul dan mengganggu rumah tangga adik saya lagi." Jawab Gail.
Erik hanya tersenyum menanggapi ocehan Gail. Ia tahu Gail sangat mencintai istrinya. Dan ia tahu Gail juga bisa menjadi psikopat kambuhan jika orang-orang yang ia sayangi diganggu.
"Ok! Mari kita selesaikan semuanya di ruang kerjaku." Ajak Erik sambil berdiri diikuti oleh Gail yang langsung menerima Garrick dari tangan Erik dan menggendongnya.
Setelah itu, Erik dan Yuana beriringan masuk ke ruang kerja Erik diikuti oleh Gail yang menggendong Garrick.
"Kak! Aku bawa Garrick ke kamar saja. Jika dia ingin bermain, aku akan meminta salah satu pelayan untuk menemaninya. Aku tidak ingin Garrick mendengar pembicaraan orang dewasa. Apalagi ini mengarah kepada sesuatu yang bersifat kriminal." Ujar Yuana mengemukakan alasannya ketika mereka sudah berada di ruang kerja Garrick.
__ADS_1
"Ah, istri yang bijak. Aku semakin mencintaimu. Jawab Erik sambil berbalik dan mengecup puncak kepala Yuana.
"Ayo aku antar!" Tawar Gail.
Setelah mengantarkan Yuana dan Garrick ke kamar, Gail kembali menemani Erik melacak keberadaan Celine. Tak lama kemudian, Erik nampak tersenyum sinis.
"Sudah menemukan tempatnya?" Tanya Gail penasaran saat ia melihat senyum Erik yang tidak biasa itu.
"Sudah! Ternyata wanita itu tidak jauh dari sini. Pantas saja Esy selalu meminta izin untuk jalan-jalan di sekitar sini jika ada libur." Jawab Erik.
"Apa kita perlu menyewa beberapa orang lagi?" Tanya Gail.
"Tidak perlu. Cukup beberapa pengawalku dan kamu! Sebenarnya bisa saja kita hanya berdua, tetapi perempuan itu sangat licik. Aku takut ia juga memiliki pengawal atau orang-orang khusus yang melindunginya." Jawab Erik.
"Pikirkan keselamatanmu, tuan. Apa tuan ingin nona Yuana jatuh ke tangan saya?" Ujar Gail memanasi Erik.
Erik memelototkan matanya menanggapi perkataan Gail
"Sebegitu gilanya kau kepada istriku?" Tanya Erik sambil tersenyum.
"Benar-benar sangat gila, tuan! Tapi untuk sekarang, saya hanya akan menggilainya sebagai seorang adik" Jawab Gail sambil tertawa.
"Jika ia bisa melakukannya sendiri, maka kita tidak perlu ikut ke sana. Tetapi jika ia ingin kita ikut, maka kita ikut saja." Ujar Erik menjelaskan.
"Saya ikut saja apa yang terbaik menurut tuan muda. Tetapi jika boleh, saya ingin ikut. Saya ingin melihat tampang Celine secara langsung." Jawab Gail penuh semangat.
"Aku jamin kau akan langsung jatuh cinta begitu melihat wajahnya." Goda Erik sambil tersenyum.
"Jika tuan sendiri yang dijodohkan oleh tuan besar saja tidak jatuh dengannya, apalagi saya. Jangan sampai saya tidak bisa menahan diri di depan orang intelijen tuan dan dengan khilaf menghajar wanita itu." Jawab Gail.
"Sabar Gail! Orang licik seperti itu tidak bisa dihadapi dengan kekerasan, karena ia akan lebih liar jika kita menggunakan cara kekerasan. Jadi pikirkan baik-baik apa yang akan kau lakukan. Jaga sikapmu agar jangan sampai semua yang sudah kita siapkan jadi berantakan karena salah perhitungan dan terlalu gegabah."
"Lagi pula, orangku dari bagian intelijen tidak akan membiarkan rencananya menjadi kacau. Jadi aku harap kau belajar menahan diri dari sekarang jika tidak ingin kecewa." Erik menjelaskan panjang lebar.
"Hmmm, semoga saya tidak kecewa. Tetapi jika boleh, izinkan saya menyentuhnya walau hanya lima menit." Pinta Gail pada Erik.
"Itu semua tergantung orangku. Jangan mengotori tanganmu itu hanya demi seorang wanita seperti itu, Gail. Kamu pria yang baik! Pikirkan dan lakukan hal-hal yang baik!" Jawab Erik sambil menasehati Gail.
__ADS_1
"Saya benar-benar terharu dengan apa yang baru saja tuan katakan! Tetapi saya juga penasaran dan ingin melakukan sesuatu yang akan menyakitinya seumur hidup, sehingga ia bisa bertobat dan menghapus segala kelicikan di dalam hatinya." Ujar Gail dengan mantap.
"Katakan apa yang akan engkau lakukan!" Pinta Erik.
"Ini masih rahasia tuan! Tetapi aku akan melakukan yang lebih kejam terhadap wanita itu dari apa yang telah aku lakukan pada Esy." Jawab Gail.
"Memangnya apa yang kau lakukan kepada Esy?" Tanya Erik penasaran.
"Jika gudang rumah belakang ada cctv, tuan bisa melihatnya secara langsung. Tetapi saya harap, tuan menghapus rekamannya setelah tuan menonton hasil rekaman itu. Saya tidak ingin nona Yuana melihat apa yang saya lakukan." Jawab Gail.
Erik segera mengalihkan pandangannya ke arah layar cctv dan kemudian menyambungkan dengan cctv gudang rumah belakang. Setelah tersambung, ia menonton rekaman itu karena penasaran dengan apa yang dilakukan Gail.
Saking terlalu seriusnya menonton, Erik sampai menutup mulut dengan kedua tangannya karena tidak percaya dengan kelakuan Gail. Erik sampai merinding menonton kembali rekaman itu.
"Gail! Kau..." Hanya itu yang bisa dikatakan Erik.
"Maafkan saya tuan. Saya harus istirahat. Bukankah malam kita harus menangkap wanita itu?" Ujar Gail sambil keluar dari ruang kerja Erik tanpa mempedulikan Erik yang masih memelototkan matanya.
Begitu saja heran. Kalau aku ceritakan tentang kelakuanku sebelum aku bertemu dengan Yuana, mungkin tuan muda akan pingsan. Gail.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Tolong like, vote, ratr bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
.
__ADS_1
.
Jika ada waktu luang, teman-teman juga bisa membaca Novel saya yang satunya ; WANITA YANG DIGILAI PARA LELAKI. Terima kasih😍😍