
Jangan pernah berteriak untuk menceritakan tentang apa yang engkau lakukan, sekalipun itu hal yang benar. Karena yang namanya kebenaran, mau didiamkan sekali pun akan tetap dinyatakan. Sebaliknya, jangan pernah mengubur sebuah kejahatan, karena sedalam-dalamnya engkau menguburnya, ia akan tetap terkuak dengan sendirinya. Eda Sally
*****
Tubuh Celine bergetar dengan hebat mendengar semua yang dikatakan oleh Erik. Selama ini, ia mengandalkan kecantikan dan ketenarannya untuk mengambil hati Erik, tapi hari ini mata dan telinganya menyaksikan bahwa laki-laki itu tidak memiliki sedikit rasa pun padanya.
Karena tidak dapat menahan emosinya, ia mengambil semua barang yang ada di dekatnya dan melemparkannya ke sembarang tempat.
Sekretaris Bram yang menyaksikan kelakuan Celine, duduk diam di sofa samping Celine dan membiarkan Celine melampiaskan emosinya.
Ingin ku hajar dia, tetapi tubuhnya tidak akan kuat menghadapi pukulanku. Dan aku pastikan dia akan pingsan dalam waktu yang lama jika dia aku hajar.
"Laki-laki kurang ajar kamu Erik. Kamu menikah lagi dengan perempuan lain sementara kita sudah sah sebagai suami istri. Aku akan membuat perhitungan denganmu. Keluar kamu dari kamar. Aku akan menghajarmu." Teriak Celine dengan suara terengah-engah karena baru saja selesai memporak-porandakan ruang tamu sekretaris Bram.
Celine terlihat shock dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya. Ia terduduk dengan lemas setelah tenaganya habis karena mengamuk dan berteriak-teriak. Sekretaris Bram pura-pura memainkan handphone Erik yang sudah diambilnya dan tidak melirik Celine sama sekali.
"Aku harusnya menolak perjodohan kita waktu itu dan menikah dengan pria yang mencintaiku, bukan dengan pria bodoh dan dingin seperti ini." Kata Celine ditengah-tengah isak tangisnya.
"Pria bodoh kamu bilang? Jika adikku bodoh, sudah sejak awal ia menerimamu sebagai calon istri waktu kalian dijodohkan. Tetapi karena adikku itu pria yang cerdas dan bermartabat, maka ia terang-terangan menolak perjodohan itu."
"Bahkan ia sudah memintamu agar berbicara dengan orang tua masing-masing agar pernikahan kalian dibatalkan, tetapi kamu malah mendatangi tuan besar dengan diam-diam dan melaporkan permintaan Erik."
"Tuan besar yang sangat mempercayaimu, mengancam Erik untuk membuat Yuana cacat seumur hidup di hadapannya. Maka adikku tidak ada pilihan lagi selain menikahimu dengan paksa."
"Bahkan selama 1 x 24 jam, dia harus mengurung diri di kamar dan menangis karena dia sendiri harus mengkhianati janjinya pada wanita yang dia cintai. Aku kasihan melihat adikku dalam kondisi seperti itu. Tetapi aku sadar, hanya itu satu-satunya jalan agar ia bisa memiliki Yuana dalam keadaan utuh tanpa cacat sedikit pun." Kata sekretaris Bram mengecam Celine dengan keras.
"Persetan dengan Yuana, Erik, dan kamu. Aku sudah tidak peduli. Aku akan membunuh perempuan sialan itu karena ia berani merebut Erik dariku. Jika aku tidak bisa memiliki Erik, maka siapa pun tidak boleh memilikinya." Teriak Celine dengan suara yang sudah parau.
"Jika kamu berani menyakiti Yuana se-inci saja, maka aku akan membuatmu tidak melihat dunia ini lagi. Apa kau mengerti?"
__ADS_1
"Apa yang sudah diberikan perempuan itu kepadamu sehingga kamu juga ikut-ikutan membelanya? Apa kamu dan adikmu itu saling berbagi tubuh wanita itu?"
Plak!
Celine reflek memegang pipinya yang langsung bengkak akibat tamparan sekretaris Bram. Bahkan ia merasakan jari-jari sekretaris Bram masih membekas di pipinya
"Jangan menghina adik iparku lagi. Jika tidak, aku tidak hanya akan menamparmu, tetapi akan merobek mulut bodohmu itu. Pantas saja Erik lebih memilih Yuana, karena untuk membandingkan dirimu dengan Yuana, hari ini aku benar-benar melihat bahwa kalian benar-benar tidak selevel untuk dibandingkan."
"Aku bahkan tidak pernah mendengar Yuana marah sedikit pun. Kata-katanya selalu lembut dan membuat hati setiap orang yang mendengarnya benar-benar teduh. Sementara setiap perkataanmu membuat hati setiap orang yang mendengarnya selalu mendidih."
"Bahkan tanganku pun gatal untuk tidak hanya menamparmu, tetapi menghancurkan tulang-tulangmu. Kamu beruntung karena aku masih bisa menahan diri. Jika tidak, aku tidak yakin kamu akan keluar dengan selamat dari apartemenku."
Celine terduduk dengan lemas setelah ditampar oleh sekretaris Bram. Ingin ia berbicara tetapi rasa perih masih menjalar di sekitar wajahnya. Ia tidak berani membuka mulut karena giginya pun terasa ngilu akibat tamparan sekretaris Bram.
Aku akan membayar lebih banyak lagi agar wanita itu benar-benar dibunuh. Bila perlu pria sialan di sampingku ini juga dilenyapkan. Celine
"Apa kamu sedang berpikir untuk membunuh Yuana?"
"Hahahahha. Wanita licik sepertimu pikirannya selalu gampang ditebak. Jadi aku usulkan agar kamu menghentikan niat yang baru saja kamu pikirkan itu, karena sebelum Yuana terbunuh, kamu yang akan aku bunuh lebih dulu." Kata sekretaris Bram beranjak dari tempatnya dan pergi ke dapur.
Tak lama kemudian ia telah kembali dengan air hangat di wadah dan handuk kecil di tangannya.
"Kompres wajahmu agar bengkaknya berkurang. Kamu terlihat sangat lucu dengan wajah barumu." Kata sekretaris Bram sambil melemparkan handuk ke wajah Celine.
"Dasar manusia gila." Celine berkata sambil mengambil handuk dan mencelupnya kemudian mulai mengompres pipinya.
"Aku tidak ingin menamparmu lagi, jadi jangan membangkitkan emosiku agar memuncak lagi."
Celine diam sambil terus mengompres wajahnya. Ia benar-benar sangat marah dengan perlakuan sekretaris Bram saat ini.
__ADS_1
Kenapa pria sialan ini tidak mati saja? Dia selalu ada dimana-mana dan menghalangi niatku untuk dekat dengan Erik. Aku benar-benar membencinya. Sampai dunia kiamat sekalipun aku tetap akan membencinya.
"Ini vitamin dan obat agar bengkak di wajahmu tidak membekas dan cepat membaik." Sekretaris Bram berkata sambil melemparkan obat dan vitamin yang baru saja diambil di kamarnya. Ia juga tidak lupa memberikan segelas air hangat kepada Celine.
"Jika kamu ingin sarapan, aku akan mempersiapkannya bagimu." Kata sekretaris Bram menawarkan.
"Tidak perlu. Aku masih kenyang. Apa kau pikir aku akan makan setelah kau menamparku dan gigiku pun masih terasa ngilu?" Jawab Celine dengan ketus.
"Aku hanya menawarkan. Jika kamu tidak ingin makan ya sudah! Aku tidak memaksa."
Sepertinya aku harus berbuat baik dengan laki-laki sialan ini, karena hanya perkataannya yang selalu didengarkan oleh Erik. Tapi bagaimana caranya? Manusia ini terlalu dingin untuk ukuran manusia normal. Apa ia terlahir di pegunungan Everest?
"Kak! Maafkan saya atas kelakuan saya hari ini. Saya merasa sudah tidak sopan pada kakak dan Erik. Saya mohon maaf atas kata-kata saya yang sangat kasar tadi." Kata Celine setelah terdiam cukup lama.
"Apa aku tidak salah dengar? Sebenarnya apa niatmu sengaja baik-baik sama aku? Bahkan saat ini walaupun malaikat berdiri di sampingmu pun aku tidak akan mempercayai kata-katamu." Kata sekretaris Bram berdiri dan membereskan alat-alat yang dipakai Celine untuk mengompres pipinya.
Sial. Celine
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍