
Ada orang yang suka menggemakan segala hal yang akan mereka lakukan. Sementara ada orang yang melakukan banyak hal tanpa berbicara. Tipe yang kedua ini lebih suka tindakan nyata daripada perkataan yang tidak terealisasi sama sekali. Sedangkan tipe yang pertama, terlihat pandai dalam berkata-kata, tetapi perkataannya sering tidak sejalan dengan tindakannya.
Lakukanlah semakin banyak hal, karena semakin banyak engkau melakukannya, porsimu dalam berbicara pun akan semakin berkurang. Berhentilah berbicara dan perbanyaklah tindakan. Eda Sally
*****
Di sebuah restorant yang cukup mewah, terdengar percakapan dua orang yang sepertinya ingin melakukan sesuatu yang penting. Sementara itu, ada orang lain di seberang meja mereka, yang memakai headset dan pura-pura tidak mendengar apa yang dipercakapkan kedua orang itu.
Karena hari masih terlalu pagi, maka pengunjung di restorant tersebut cukup sepi, dan hanya beberapa orang yang sedang makan karena mungkin lagi melakukan perjalanan jauh yang membuat mereka lapar dan singgah hanya untuk sekedar mengganjal perut.
"Apa kamu sudah siap? Kali ini tidak boleh gagal. Ingat! Tidak boleh gagal." Kata temannya sambil menyeruput minumannya.
"Tenang saja. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana kita. Dengan bertambahnya anggota, akan membuat orang yang beberapa hari lalu menggagalkan rencana kita, siap untuk menerima akibatnya."
"Aku sudah tak sabar ingin melihat target kita. Katanya lumayan. Dan si bos memerintahkan agar ia dibawa hidup-hidup tanpa lecet sama sekali. Temannya menimpali.
"Hmmm! Enak saja. Sebelum kita menyerahkannya kepada bos, kita juga perlu memulihkan tenaga. Jadi, aku akan membuatnya lecet tanpa diketahui bos." Kata yang seorang sambil tertawa.
Hmmmm! Kita lihat saja. Nyali kalian cukup besar untuk mengganggu orang yang tidak melakukan kesalahan apapun. Dasar manusia buta. Gumam orang di seberang meja, yang pura-pura memakai headset.
Selesai makan, ia mengikuti kedua orang itu keluar dari restorant dan membuntuti mereka dengan taksi yang sudah ia sewa.
"Rupanya mereka akan melakukannya disaat orang lengah pada dini hari dan belum bangun tidur. Pasti mereka sudah mengawasi tempat ini." Orang itu berkata pada diri sendiri.
Orang itu meminta sopir taksi agar menghentikan mobilnya agak jauh. Ia memilih berjalan kaki menuju tempat dimana banyak orang sedang mengepung sebuah rumah.
Dari kejauhan ia melihat seseorang tengah berkelahi dengan beberapa pria, namun orang itu sama sekali tidak terlihat kewalahan. Orang itu bahkan memukul dan menendang orang-orang itu seperti menendang bola saja. Ia juga melihat ada beberapa orang yang bahkan sudah memanjat pagar dan masuk ke dalam rumah.
"Aku akan mengamati saja dulu. Rupanya orang itu bisa diandalkan. Entah dia siapa, aku harus berterima kasih kepadanya karena ia telah melakukan hal yang tepat. Aku akan bertindak dengan caraku sendiri."
Tak lama kemudian, ia mulai melihat orang itu kewalahan, dan beberapa orang yang berhasil masuk juga sudah terlibat perkelahian dengan dua orang yang berada di halaman rumah.
Orang itu kemudian memakai topi ninja dan bergabung dengan orang yang sedang melawan beberapa orang di dekat pintu pagar.
__ADS_1
Karena mendapat bantuan, akhirnya mereka melumpuhkan beberapa orang yang tadi kelihatan cukup tangguh.
"Terima kasih telah menolongku. Boleh aku tahu siapa kamu?" Tanya orang itu.
"Apa aku begitu penting bagimu? Yang paling penting sekarang kita harus masuk dan menyelamatkan mereka yang ada di dalam." Kata orang itu dengan ketus kemudian melompat pagar dan segera masuk ke dalam.
Orang tadi heran dengan kemampuan orang itu dalam melompati pagar. Ia juga melakukan hal yang sama dan kini sudah berada di halaman rumah.
Yuana dan Erik yang masih tidur mendengar ribut-ribut di luar merasa terganggu dan akhirnya bangun.
"Ada apa?" Tanya Yuana dengan gugup.
"Apapun yang terjadi, jangan keluar dari kamar." Kata Erik kepada Yuana sambil mengamati cctv.
Seketika tulangnya terasa lemas dan pikirannya menjadi kacau. Ia tidak takut sama sekali. Namun, yang ada di pikirannya saat ini adalah menyelamatkan wanitanya.
"Tidak. Aku takut terjadi sesuatu padamu. Aku harus ikut." Kata Yuana bersikeras sambil memegang tangan Erik dengan erat.
"Jangan. Ini berbahaya. Biar aku saja yang keluar. Please! Tolong dengarkan aku untuk kali ini saja, dan jangan membahayakan dirimu sendiri." Kata Erik memeluk Yuana.
Kenapa aku tidak boleh bahagia Tuhan? Erik
"Berjanjilah padaku untuk tidak keluar dari kamar." Pinta Erik pada Yuana.
Yuana hanya mengangguk dengan lemah mendengar permintaan Erik. Erik melepaskan pelukannya pelan-pelan dan segera keluar.
Yuana tidak tenang ketika Erik keluar. Karena itu, ia memilih untuk mengintip dari balik pintu. Ketika Erik sudah sampai di pintu utama dan sudah berada di luar, Yuana berjalan pelan-pelan dan mengikuti Erik.
Aku tidak mungkin diam dan melihatmu dikeroyok. Jika harus terluka, biarlah kita terluka bersama-sama.
Saat ia sudah mencapai pintu, matanya terbelalak melihat Habib dan Alika sudah kewalahan menghadapi orang-orang itu. Sementara ada dua orang lain selain Erik juga turut membantu.
Yang satunya tentu saja pria penjaga taman. Tetapi yang satunya siapa ya? Kenapa ia juga memakai ninja?
__ADS_1
Saat Yuana asyik mengintip, tanpa ia sadari, salah satu dari orang-orang itu memperhatikan Yuana. Yuana mulai waspada dan mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi apa yang akan terjadi.
Tak lama kemudian, karena kekuatan lawan yang cukup tangguh, Habib, Alika, dan Erik mulai kewalahan. Alika sudah tersungkur tanpa bergerak.
"Kakak...."
Yuana berteriak dengan kencang dan berlari kemudian mengguncang-guncang tubuh Alika.
Erik yang mendengar teriakan Yuana, kaget dan segera mengalihkan perhatiannya kepada Yuana. Di saat itulah lawannya mendapat kesempatan dan menghajarnya di tempat mematikan yang membuat Erik langsung tumbang.
Habib yang melihat Erik sudah tumbang, mengamuk dengan membabi buta. Namun, apalah daya. Kekuatan lawan juga tidak dapat diremehkan. Akhirnya ia pun terlihat mulai tidak konsentrasi dan pada akhirnya ikut tumbang.
Orang yang tadi mengamati dari kejauhan, segera berlari ke arah Yuana, dan dengan satu kali gerakan, Yuana langsung tak sadarkan diri. Ia langsung menggendong Yuana dan melompati pagar yang cukup tinggi, kemudian mengambil salah satu mobil dari orang-orang itu dan melarikan diri.
Sementara si penjaga taman, terlihat sibuk membereskan tiga orang yang masih tersisa.
Tak lama kemudian, warga yang sudah bangun dan mengetahui apa yang terjadi, berdatangan dan menolong Habib, Alika, dan Erik dengan menelpon ambulance agar membawa mereka ke rumah sakit karena terluka cukup parah dan harus segera mendapat pertolongan.
Tolong selamatkan istriku ya Tuhan. Jangan pisahkan kami lagi.
Dalam keadaan antara sadar dan tidak, Erik masih sempat mendoakan keselamatan Yuana.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍