Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
91. Istri Yang berbakti


__ADS_3

Melayani dan menghormati priamu bukan berarti derajatmu ada dibawahnya. Tidak! Karena wanita yang dipuji adalah wanita yang membuat prianya nyaman ketika berada di dekatnya.


Perlakukan priamu seperti raja, dan kamu akan menjadi wanita yang paling berbahagia karena priamu pun akan memperlakukanmu sebagai ratunya. Karena sejatinya yang dibutuhkan pria dari seorang wanita adalah rasa nyaman. Eda Sally


*****


Yuana telah mempersiapkan sarapan untuk Erik, walaupun ia sadar bahwa ia tidak pandai memasak. Namun, karena hari ini adalah hari pertama suaminya bekerja, maka ia harus melakukan sesuatu agar Erik semangat di hari pertama ia bekerja.


Alika sudah hanya mengarahkan Yuana tentang apa yang harus dikerjakan karena Yuana bersikeras untuk melakukannya sendiri.


Setelah menyelesaikan semuanya, Yuana kembali ke kamar untuk membangunkan Erik. Ketika ia membuka pintu, ia melihat Erik telah bangun dan duduk di tepi tempat tidur sambil menggosok-gosok matanya untuk mengusir kantuk yang masih menyerang.


"Selamat pagi tuan Gavin." Kata Yuana sambil berjalan ke arah Erik dan memeluknya.


"Selamat pagi nona Grizelle, istriku yang cantik dan imut. I Love You." Kata Erik sambil mendaratkan beberapa ciuman di wajah Yuana.


"Mandi dan ganti pakaian. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu." Kata Yuana untuk mengalihkan kelakuan Erik karena jika Erik sudah menciumnya bertubi-tiba, firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk.


"Aku akan mandi jika kamu tidak menolak apa yang aku inginkan. Please!" Kata Erik sambil tangan dan mulutnya melakukan aktifitasnya yang membuat Yuana kewalahan menghadapinya.


"Jangan! Aku sudah mandi." Kata Yuana mengelak.


"Memangnya kenapa kalau sudah mandi? Nanti bisa mandi lagi." Erik berkata sambil terus melancarkan aksinya yang membuat Yuana bungkam.


Beberapa saat kemudian, Erik tersenyum puas kemudian mencium pipi dan kening Yuana berkali-kali.


"Cepat mandi. Nanti kamu terlambat." Kata Yuana mengingatkan Erik karena ia masih saja menghujani wajah Yuana dengan beberapa kecupan.


"Aku tahu." Kata Erik sambil bangkit, namun masih sempat mendaratkan kecupan di kening Yuana.


Yuana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya kemudian merapikan rambutnya yang sudah acak-acakan akibat perbuatan suaminya.


Selesai mandi, Erik segera mengganti pakaiannya. Setelah itu ia berjalan ke arah Yuana dan berdiri di depannya kemudian memeluk Yuana dengan erat.


"Mana hadiah penyemangatku untuk hari pertama aku bekerja?" Kata Erik sambil mengangkat wajah Yuana dan melihatnya dengan lekat.

__ADS_1


"Hadiah? Aku tidak tahu kalau kamu menginginkan hadiah, jadi aku tidak sempat beli. Nanti siang aku akan mengajak Alika untuk membelikannya bagimu.


"Maksudku bukan hadiah dalam bentuk barang. Aku menginginkan hadiah seperti ini." Katanya sambil mengecup pipi Yuana kemudian menyodorkan pipinya sendiri kepada Yuana.


Yuana dengan malu-malu mengecup pipi Erik. Ia pikir sudah selesai. Ternyata Erik menyodorkan pipi bagian kirinya lagi. Yuana melakukan permintaan suaminya daripada nanti terlambat ke kantor.


"Terima kasih sayangku. I Love You." Erik kembali menghujani Yuana dengan kecupan.


Yuana tersenyum dan segera melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah pintu. Karena jika ia tidak melakukannya, maka urusannya bisa tambah panjang.


Erik yang melihat Yuana keluar, segera menyambar tas dan membuntuti Yuana. Yuana segera menaruh sarapan yang sudah ia siapkan di piring dan memberikannya kepada Erik.


"Masakan istriku ternyata enak. Aku suka." Kata Erik.


Yuana tahu bahwa Erik tidak ingin ia kecewa. Namun ia berusaha tersenyum ketika Erik mengatakan hal itu.


"Terima kasih jika kamu menyukainya." Kata Yuana pelan.


"Hei! Jangan seperti itu. Apapun yang kamu masak dan seperti apa rasanya, aku tidak mempersoalkan hal itu. Aku senang karena kamu sudah berusaha, dan aku menghargai itu. Aku tahu kamu tidak pandai memasak. Dan aku tidak peduli tentang hal itu. Yang paling penting, setiap bangun tidur, aku masih punya harapan bahwa kamu selalu ada di sisiku." Erik berkata sambil tangan yang satunya mencubit hidung Yuana karena gemas.


"Sakit!"


Erik menghabiskan sarapannya dan segera berdiri. Ia memeluk Yuana sekilas dan mengecup keningnya kemudian melepaskannya dan berbalik untuk berangkat.


"Tunggu! Aku sudah mempersiapkan bekal makan siang untukmu. Aku takut jika tidak ada makan siang di kantor. Daripada kamu harus beli, lebih baik aku siapkan sendiri." Kata Yuana sambil menyodorkan bungkusan makan siang yang sudah rapi.


Erik menerimanya dan kembali mengecup kening Yuana.


"Aku berangkat dulu ya? Kamu hati-hati di rumah. Jangan kemana-mana." Kata Erik kemudian langsung berbalik dan jalan.


"Hati-hati dan cepat pulang jika sudah selesai jam kantor." Yuana masih mengatakan itu walaupun Erik sudah jalan.


Erik berbalik dan mengangkat jempolnya kemudian tersenyum.


Yuana menarik napas lega ketika Erik sudah naik taksi dan berangkat.

__ADS_1


"Kak! Aku perlu membicarakan beberapa hal dengan kak Alika dan kak Habib." Kata Yuana sungguh-sungguh.


Habib dan Alika segera duduk menghadap Yuana. Mereka sangat menghormati Yuana, karena Yuana dan Erik memperlakukan mereka dengan sangat baik.


"Ada apa nona muda?" Tanya Habib.


"Kalian sudah tahu kan kalau aku dan Erik sudah berganti nama sesuai dengan identitas baru yang diberikan oleh kak Bram? Nah! Kalian juga sudah dibuatkan identitas baru oleh Arthur dan sudah dikirimkan kepada Agatha. Nanti siang kak Habib bisa mengambilnya di rumah nona Agatha.


"Jadi itu berarti bahwa kami akan memanggil nona muda dengan tuan menggunakan nama yang baru?" Tanya Alika.


"Iya. Mulai hari ini dan seterusnya harus seperti itu agar kami terbiasa, dan kalian juga terbiasa." Kata Yuana.


"Bagaimana kalau orang-orang menanyakan tentang asal negara tuan dan nona?" Tanya Habib.


"Itu juga harus dirahasiakan. Karena di identitas baru kami, kami berasal dari Thailand. Jadi kalian hanya perlu menjawab sesuai dengan identitas baru kami. Jangan biarkan orang lain tahu tentang keberadaan kita. Bila perlu, tetap melakukan penyamaran walaupun berada di rumah, sehingga jika ada yang mengamati kita dari luar, tidak melihat kesamaan seperti informasi yang mereka dapatkan." Jelas Yuana panjang lebar.


"Nanti siang aku akan mencarikan wig untuk nona muda dan Alika." Kata Habib.


"Jangan hanya wig. Kamu juga harus mencarikan model pakaian yang sering digunakan orang Thailand, sehingga penampikan kita benar-benar mendukung penyamaran kita." Tambah Yuana.


"Maaf nona. Tetapi warna kulit saya dan kak Habib tidak mungkin bisa disamarkan." Kata Alika ragu.


"Itu tidak masalah Alika. Karena di sini banyak orang yang berkulit hitam. Jadi, jika ditambah dengan penyamaran, maka tidak akan ada yang tahu. Kalian juga harus belajar Bahasa Thailand untuk lebih meyakinkan bahwa kalian benar-benar sudah bekerja pada kami sejak kami masih berada di Thailand. Jadi orang akan lebih yakin." Yuana menjelaskan.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


__ADS_2