Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
127. Cinta yang Utuh


__ADS_3

Cinta tidak akan sempurna jika ia berlaku secara sepihak. Ia akan terlihat sempurna ketika kedua belah pihak setia mengusung cinta yang telah mengisi relung hatinya masing-masing. Cinta juga bukan soal pandangan mengenai seberapa tampan dan cantiknya orang yang kita cintai, karena cinta adalah mengenai relung hati masing-masing yang telah terisi dengan satu nama yang tidak akan pernah tergantikan. Eda Sally


*****


Sektetaris Bram terlihat kaku ketika Yuana memeluknya. Untuk sejenak ia terpaku dan memelototkan matanya ke arah Erik.


Erik yang paham dengan apa yang dialami kakaknya, segera menganggukkan kepala dan tersenyum. Sekretaris Bram perlahan mengangkat tangannya yang kaku dan memeluk tubuh mungil Yuana. Ujung jarinya sampai gemetar karena menahan rasa gugup.


Kenapa anak ini harus imut dan menggemaskan seperti ini? Aku jadi salah tingkah sendiri. Bram.


Walau tangannya masih kaku, sekretaris Bram dengan perlahan membelai kepala Yuana dengan lembut, sedangkan tangan kanannya tetap memeluk Yuana.


"Aku sudah bilang jangan menangis lagi. Kamu terlalu boros air mata, padahal suamimu tidak seperti yang kamu pikirkan."


"Iya kak! Yuana minta maaf untuk hal itu." Jawab Yuana dengan suara perlahan karena menahan tangis yang tertahan.


"Yang penting sekarang kamu sudah tahu kebenarannya. Sekarang kamu harus segera minta maaf kepada suamimu. Ia berhak mendapatkan maafmu, dan kamu wajib meminta maaf. Jadi kalian impas." Kata sekretaris Bram sambil tersenyum ke arah Erik.


"Tapi Yuana masih malu."


"Kalau kamu malu, harusnya sejak awal kamu jangan lari dari kenyataan. Duduk dan dengarkan penjelasanku dan Erik dulu."


"Maafkan kecerobohan Yuana kak."


Erik segera berjalan ke arah sekretaris Bram dan Yuana. Sekretaris Bram yang paham akan keinginan adiknya, segera melepas pelukannya, mengangkat wajahnya Yuana dan tersenyum kepadanya.


"Jangan pernah berhenti mencintai adikku. Apapun alasannya kau hanya boleh mencintai adikku. Jangan pernah ada nama lain selain nama adikku di hatimu."


"Jika kamu berpaling dari adikku, aku akan membuatmu menderita seumur hidup. Dan jika ada pria lain yang berani merebutmu dari adikku, maka aku akan membuat pria itu menyesal seumur hidup karena berani mencintai istri adikku." Kata sektetaris Bram dengan penuh penekanan.


Yuana terpaku mendengar perkataan sekretaris Bram. Untuk sesaat nyalinya ciut mencerna setiap kata yang baru saja diucapkan sekretaris Bram.


Gail yang ikut mendengar perkataan sekretaris Bram merasa tersindir dengan kalimat itu. Namun rasa cintanya kepada Yuana membuatnya tidak takut dengan ancaman itu. Ia merasa tertantang dengan kalimat yang baru saja di dengar dengan telinganya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang jika aku telah menyakitimu dengan langkah yang aku ambil." Kata Erik setelah berada di samping Yuana. Ia tidak berani memeluk tubuh mungil itu.


Karena semuanya sudah jelas, Erik sengaja menahan diri untuk tidak memeluk Yuana karena ia ingin melihat reaksi Yuana seperti apa.


Yuana yang mendengar suara Erik yang sangat dekat di sampingnya segera memalingkan wajahnya dan air matanya langsung tumpah begitu tatapan matanya bertemu dengan Erik.


Tanpa ada ego lagi, Yuana langsung memeluk tubuh atletis milik suaminya itu. Ia membenamkan wajahnya di dada bidang pria yang membuatnya harus setengah mati menahan rasa rindu.


"Aku kangen kak!" Bisik Yuana dengan pelan di dada Erik.


Erik yang mendengar apa yang dikatakan istrinya dengan suara yang sangat pelan itu, mengangkat wajah istrinya, membelai wajah itu dengan lembut, mengamatinya dengan teliti seolah takut ada sedikit goresan yang melukai wajah mungil dan mulus itu. Tanpa sadar, air matanya tumpah karena sekarang ia bisa menatap wajah itu dari dekat.


"Aku takut tidak akan pernah melihatmu lagi. Andaikan cinta tak berpihak padaku, mungkin aku akan menjadi pria malang yang tidak akan pernah bisa bertemu dengan wanita sehebat dirimu."


Yuana yang mendengar perkataan Erik seperti itu, memaksakan diri untuk tersenyum meski air mata sedang membasahi pipinya.


"Jangan menangis, aku mohon! Kasihan bayi kita. Tertawalah agar bayi kita juga turut bahagia menyambut pertemuan yang berharga ini."


Yuana tersenyum menanggapi apa yang dikatakan Erik. Tangan Erik yang sudah tidak bisa diam, segera turun dan membelai perut yang sudah sedikit menonjol itu. Yuana hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Apa kalian ingin menjadi obat nyamuk murahan untuk mengamati adikku yang sedang bermesraan?"


Arthur dan Gail yang baru tersadar, segera berlari keluar seperti dikejar. Mereka sangat malu ketika mendengar perkataan sekretaris Bram.


Aduh, aku ingin segera menikah agar bisa bermesraan seperti itu dengan Agatha. Hmmm, pasti menyenangkan.! Arthur


Betapa bodohnya aku mencintai istri orang. Tapi sejak aku mengenalnya, aku sudah buta memandang wanita lain. Bagaimana aku harus menjaga hati ini agar jangan sampai tergoda dengan istri orang? Ah! Entahlah! Aku begitu mencintai wanita itu. Gail.


Erik yang masih membelai perut Yuana, merasa bahwa ia tidak bisa menahan diri dan hasrat yang sudah di tahannya beberapa bulan ini. Tangannya ia pindahkan ke wajah sang istri dan dengan lembut membelainya.


"Maafkan aku yang terlalu lama meninggalkanmu dan membiarkanmu mengurus bayi kita selama empat bulan. Kamu pasti menderita. Tolong maafkan aku." Kata Erik sambil berlutut di depan Yuana.


"Berdirilah. Kau suamiku. Jangan berlutut seperti ini. Andaikan aku tahu kebenarannya dari awal, aku tidak akan pernah berpikir buruk tentangmu. Kamu salah karena tidak jujur."

__ADS_1


"Aku takut kamu akan menolak untuk menikah denganku jika aku mengatakan semuanya dengan jujur."


"Itulah pentingnya komunikasi dalam hubungan suami istri. Jangan pernah menyembunyikan apapun lagi dariku." Kata Yuana sambil memegang tangan Erik agar berdiri.


Erik yang merasa mendapat kode segera berdiri. Ia kembali memeluk tubuh wanitanya sangat lama sambil terus mengecup kepala sang istri.


"Aku kangen kak!" Hanya itu yang bisa dikatakan Yuana.


Erik segera mengangkat wajah Yuana dan menghujaninya dengan banyak kecupan. Yuana ingin menolak perlakuan suaminya karena ia merasa kelelahan.


Erik yang menyadari hal itu, segera menggendong tubuh mungil itu menuju ke tempat tidur. Tangannya segera meraih remot dan kemudian terdengar bunyi "klik" pertanda pintu kamar telah terkunci.


Setelah membaringkan tubuh Yuana, tangan dan mulut Erik sudah tidak dapat dikondisikan lagi seperti sedang berlomba.


"Apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Yuana ketika merasakan kelakuan suaminya. Firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk.


Erik tidak menjawab karena ia sibuk melakukan semua yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Ia tidak memberikan kesempatan kepada Yuana untuk bergerak. Yuana menarik napas dengan kasar menahan suaranya agar jangan sampai keluar karena kelakuan suaminya.


"Keluarkanlah suaramu, karena aku benar-benar menginginkan dirimu." Bisik Erik dengan mesra dan kembali melanjutkan aktifitasnya dengan lembut.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2