Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
50. Isi Hati dan Permohonan Sang Kakak


__ADS_3

Saudara adalah segalanya. Mereka adalah orang-orang yang akan senantiasa berdiri di belakangmu ketika kamu senang atau susah, bahkan saat kamu terpuruk sekalipun. Mereka juga yang akan selalu mencarimu saat dunia tak lagi memandangmu. Karena yang namanya ikatan persaudaraan itu sangat kuat, dan tak bisa dipisahkan oleh apapun. Eda Sally


*****


Erik tidak mengatakan apapun ketika Yosua mengusirnya. Ia lebih memilih diam dan menenangkan hatinya agar bisa berbicara ketika ditanya. Ia sadar sepenuhnya bahwa ia salah karena tidak bisa menjaga Yuana dengan baik.


Erik sangat mengenal Yosua sejak kuliah. Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki IQ diatas rata-rata, Yosua cukup terkenal di kalangan para gadis. Yosua tidak hanya pintar, tetapi lebih dari itu juga sangat tampan, sehingga banyak gadis yang mengejarnya waktu kuliah.


Erik masih ingat dengan jelas, setiap kali ada gadis yang menyatakan perasaan pada Yosua, Yosua akan menjawab dengan dingin bahwa ia sudah mempunyai cewek. Tentu saja Erik dan beberapa temannya kaget. Ketika Erik dan yang lainnya tanya tentang siapa ceweknya, Yosua akan menjawab dengan enteng bahwa ceweknya adalah Yuana, adiknya.


Dari situlah mereka mulai mendengar Yosua sering bercerita dan membanggakan adik satu-satunya itu, yang membuat mereka penasaran ingin melihat adik kecil Yosua yang sering dibanggakan kakaknya itu.


"Kamu mau bunuh aku, silahkan! Aku tidak akan pergi dari sini sebelum mendapatkan maafmu! Lebih baik aku mati di tanganmu. Kehilangan Yuana membuat aku seolah kehilangan separuh jiwaku."


"Kamu bilang dia separuh jiwamu? Lalu sekarang apa? Dimana adikku? Cepat katakan!"


"Aku juga tidak tahu, Yos! Aku bahkan buru-buru pulang dari luar kota karena aku telepon sejak pagi dan nomornya tidak aktif. Ketika pulang aku langsung ke apartemennya untuk mengecek. Dan aku tidak menemukan apapun selain ini." Erik menjelaskan sambil menyodorkan surat dari Yuana untuknya.


Yosua menarik surat itu dengan kasar dari tangan Erik. Dengan tenang ia mulai membaca surat itu. Selesai baca, Yosua menarik tangan Erik dan membantunya berdiri untuk duduk di sofa, karena sejak tadi Erik berlutut di kakinya.


"Duduklah!" Aku ingin bicara!"


"Terima kasih, Yos!"


Erik memaksa tersenyum meski wajahnya tidak mau berkompromi jika ia tersenyum, karena benjolan-benjolan itu sangat sakit ditambah wajah Erik yang memang sudah babak belur.


"Aku juga dapat surat dari Yuana, tapi isinya berbeda. Aku kecewa sama kamu karena tidak bisa menjaga adikku dengan baik."


"Maafkan aku, Yos! Aku memang salah! Tapi ini benar-benar diluar pemikiranku. Aku sendiri tidak yakin ia akan melakukan hal senekat ini."


"Kamu perlu tahu! Yuana itu suka mengambil keputusan dengan memilih alternatif terburuk meski itu menyakitinya."


"Aku tidak sanggup kehilangan Yuana, Yos! Bantu aku temukan adikmu. Aku mohon! Apapun akan aku lakukan, asal bisa tetap bersama dengannya."


"Hmmm! Aku bingung harus melakukan apa. Aku juga tidak tahu harus mencarinya kemana. Kalau dia hanya di luar pulau, dia tidak akan menulis seperti ini."

__ADS_1


"Jadi maksudmu, Yuana ada di luar negeri?" Tanya Erik dengan kaget.


"Itu hanya dugaanku. Dan aku yakin dengan dugaanku, karena aku sangat mengenal adiku."


"Tapi kalau hanya mau menghindariku, kenapa harus sampai luar negeri?"


"Aku yakin dia tidak bermaksud menghindarimu. Maafkan aku jika lancang. Tapi firasatku mengatakan bahwa tuan besar ikut andil dalam hal ini."


Erik langsung diam mendengar apa yang dikatakan Yosua. Ia memang mencurigai papanya, tapi karena belum yakin, ia memilih untuk diam.


"Kalau kamu punya solusi, tolong bantu aku mencarinya." Kata Erik dengab suara yang sangat lemah.


"Aku sedang memikirkan caranya. Aku sampai tidak semangat melakukan apapaun. Kamu tahu, dia satu-satunya adikku. Aku sangat menyayanginya, Rik!"


"Maafkan Aku ya?"


"Oya! Boleh tahu, darimana kamu dapat surat yang ditulis Yuana untukmu?"


"Dia mengirimkannya. Aku kaget ketika menerima paketan atas namanya. Karena tidak biasanya Yuana mengirim paket seperti itu."


"Dan kamu mungkin tidak tahu seperti apa perasaanku saat membaca surat itu. Aku sampai meminta ibu agar jangan berbicara denganku jika aku tidak berbicara. Jika kamu tidak datang malam ini, aku pastikan besok pagi aku yang akan mendatangimu."


"Jadi aku harap, kamu mau mengerti dan memaafkan aku karena tidak bisa menahan diri dan harus menghajarmu."


"Ah! Dari zaman masih kuliah juga kamu yang selalu jadi bodyguard untuk kita semua jika di ganggu para preman atau siapapun. Jadi tadi aku juga tidak berniat sama sekali untuk membalasnya! Karena itu tidak ada artinya."


"Mana mungkin aku menangkis pukulan pria yang sudah membuat seorang preman pincang seumur hidup karena mematahkan tulang kakinya?"


"Dan kalau tadi kamu sampai membalasnya, aku pastikan kakimu akan pincang dua-duanya, agar kamu tahu betapa besarnya cintaku pada adikku."


"Aku sangat tahu! Makanya aku memilih diam, walaupun harus menahan sakit."


Erik tertawa ketika mengatakan hal itu, dan membuat Yosua ikut tertawa.


"Aku mohon padamu, Rik! menikahlah dengan Celine, agar adikku bisa kembali."

__ADS_1


"Maaf, Yos! Aku tidak bisa melakukan permintaanmu. Ini akan sangat berat untukku."


"Kalau kamu mencintainya, turuti permintaanku."


"Aku mencintainya! Sangat mencintainya, dan kamu tahu itu. Tapi aku tidak bisa mencintai wanita lain selain adikmu. Bantu aku temukan cara, dan satukan kami."


"Justru karena kamu mencintainya, kamu harus bisa menikahi Celine demi Yuana. Apakah kamu mau selamanya Yuana hilang? Kalau kamu mau hal itu, aku bilang kamu egois Rik! Egois!"


"Tapi lebih egois lagi kalau aku tidak menepati janjiku dan menikahi wanita lain. Kamu tahu, aku sudah........"


Erik tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena takut Yosua akan tahu bahwa ia sudah pernah mengecup kening Yuana.


"Kamu sudah apa. Jangan bilang kamu melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk adikku. Aku akan membunuhmu jika belum menikah kamu sudah berani menyentuh adikku." Yosua berkata sambil tangannya kembali mencengkram kerah baju Erik.


"Tidak! Percaya padaku. Aku akan mengatakannya. Tolong lepaskan aku dulu."


Yosua melepaskan tangannya dengan kasar.


"Katakan apa yang telah kau lakukan pada adikku."


"Aku hanya mengecup keningnya. Itupun saat Yuana tertidur ketika aku memeluknya, dan Yuana benar-benar tidak sadar ketika aku melakukannya."


"Kau harus mempertanggungjawabkan hal itu, karena berani mengecup kening adikku tanpa seizinku. Jika kau berkhianat, aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Jadi, pastikan bahwa kau akan bertanggung jawab!"


"Aku berjanji padamu. Kamu bisa pegang kata-kataku." Kata Erik sungguh-sungguh.


Bersambung


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. 😍😍😍😍😍


__ADS_2