Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
27. Acara Tunangan Erik


__ADS_3

Mata dan hati selalu bekerja sama. Ketika mata melihat, mata akan mentransfer apa yang dilihat dan kemudian diteruskan ke hati. Kedua anggota tubuh ini memiliki fungsi yang berbeda, namun selalu bekerja sama. Eda Sally


*****


Yuana sejak tadi bolak balik dan memandangi dirinya di depan cermin. Ia tak percaya bahwa itu adalah dirinya. Gaun dan sepatu yang dipilihkan sekretaris Bram benar-benar sangat serasi dengan kulit dan postur tubuhnya.


Yuana sendiri sampai tak habis pikir bahwa sekretaris Bram bisa sehebat itu dalam memilihkan pakaian untuk orang lain dengan hanya melihat saja.


"Orang itu benar-benar sempurna walaupun agak aneh. Ia hanya akan mau digerakkan oleh tuan Andre. Seolah tuan Andre adalah mesin penggeraknya, sampai-sampai hanya dengan melihat saja ia bisa tahu apa arti dari tatapan dan sorot mata tuan Andre."


Karena Yuana tidak ingin penampilannya terlalu mencolok, Yuana memilih untuk menggunakan bedak yang sangat tipis dan gincu yang warnanya tidak mencolok tp senada dengan warna bibirnya.


Setelah dirasa bahwa penampilannya sudah sempurna, Yuana kemudian keluar dan duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan sekretaris Bram yang akan menjemputnya.


Sambil menunggu Yuana masih sempat memeriksa beberapa file yang dikirimkan sang sekretaris untuk diselesaikan. Bagi mereka, tidak ada waktu istirahat meskipun weekend. Mereka akan tetap bekerja dengan menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda untuk dimasukkan di minggu yang baru.


Yuana terlalu asyik memeriksa file sampai tidak sadar ketika sekretaris Bram sudah mengirimkan pesan. Untung bel pintu apartemennya berbunyi. Yuana segera sadar bahwa yang ditunggu sudah ada di depan pintu.


Waduh, bisa celaka kalau begini. Kenapa juga nggak telepon. Apa fungsi handphone coba kalau tidak dipakai.


Yuana menggerutu sambil berjalan membukakan pintu.


Sekretaris Bram yang awalnya akan marah, terlihat alisnya mengangkat ketika melihat penampilan Yuana yang membuatnya susah payah menelan slivanya.


Ah, semakin mempesona anak ini. Kalau penampilannya seperti ini, aku tidak yakin tuan muda akan fokus dengan acara malam ini.


Yuana sudah siap menerima omelan yang akan singgah ke telinganya. Namun, sampai satu menit berlalu, Yuana memberanikan diri mengangkat wajahnya untuk melihat orang di depannya.


"Ayo berangkat. Jangan sampai terlambat." Katanya singkat kemudian berbalik dan pergi.


Yuana hanya mengikuti langkah sekretaris Bram tanpa mengatakan apapun sampai mereka masuk ke dalam mobil. Tanpa komando, sekretaris Bram segera melajukan mobilnya menuju kediaman sang tuan besar.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, mereka segera memasuki mention di sebuah kawasan yang sangat luas. Mata Yuana sampai tidak berkedip memandang mention yang melebihi istana. Walaupun pamannya cukup kaya, namun yang ia lihat di depan mata benar-benar jauh dari yang ia bayangkan.


Ini bukan istana lagi. Entah apa namanya karena mau di bilang istana juga ini malah lebih keren dari istana. Wow, tuan Andre se-kaya ini. Pantas beliau tidak mau anaknya bersanding dengan aku. Walaupun aku menganggap Erik seperti kakak, tapi kenapa aku tidak rela kak Erik dengan perempuan lain.


Ah,,segera sadar Yuana.! Jangan sampai kehilangan pekerjaan karena terlalu main perasaan.


Bagaimana orang tidak kagum. Semua yang di dalam seperti kawasan perumahan untuk istana raja. Di sana ada rumah utama, rumah khusus untuk para pelayan, aula besar untuk acara keluarga, beberapa taman yang cukup luas dengan beberapa kolam renang, ada lapangan khusus dengan bangunan yang unik untuk peternakan kuda, bahkan di dalam juga ada gedung khusus untuk swalayan sehingga memudahkan petugas dapur untuk membeli bahan makanan.

__ADS_1


Sekretaris Bram memperhatikan Yuana yang masih menatap kagum dengan bangunan-bangunan indah di depannya.


"Jika sudah selesai mengamati, kita akan segera turun, dan aku akan langsung mengantarmu ke ruangan aula tempat acara akan berlangsung."


"Tugasmu adalah menyambut setiap tamu dengan ramah di depan pintu masuk. Ingat untuk tidak melakukan kesalahan, karena yang akan hadir malam ini adalah sahabat-sahabat dekat tuan besar."


"Aku akan memantau jalannya acara sehingga tidak ada kesalahan apapun. Jadi kamu cukup berdiri di pintu dan lakukan tugasmu dengan benar."


"Jika acara sudah mulai, kamu boleh duduk di kursi-kursi yang disediakan untuk mengikuti jalannya acara. Mengerti?" Bertanya untuk meyakinkan.


"Baik tuan! Saya mengerti." Berkata dengan nada suara yang mantap.


Mereka segera turun dari mobil, dan sekretaris Bram langsung mengantar Yuana ke ruangan aula yang sangat mewah.


Wah! Aula ini lebih mewah dari aula yang biasa aku lihat ketika aku mengisi acara dengan teman-teman waktu masih kuliah. Ini manusia apa malaikat ya, sampai sekaya ini.


Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Para tamu mulai berdatangan. Walaupun hanya sahabat-sahabat tuan Andre yang diundang tapi Yuana melihat bahwa tamu yang datang orang-orang elit dan berkelas. Karena itu Yuana bersikap semanis mungkin dalam menyambut tamu-tamu.


Tiba-tiba mata Yuana menangkap kehadiran tiga sosok yang sangat dikenalnya. Ingin ia menggali bumi untuk masuk ke dasar bumi saja agar ketiga orang itu tidak melihatnya. Namun apa daya. Mereka sudah melihatnya dan berjalan dengan langkah congkak ke arahnya.


"Iya! Pilihan tuan Andre tepat. Kamu memang cocok jadi penerima tamu. Cih, bahkan gaun mahal ini juga mungkin gaun sewaan." Kata bu Lilis, maminya Celine meremehkan.


Yuana tetap tersenyum ramah kepada mereka dan mempersilahkan mereka dengan sopan untuk masuk.


Tiba saatnya acara segera dimulai. MC membawakan acara dengan sangat lugas dan sangat fasih berbicara layaknya membaca tulisan di kertas. Memang tuan Andre akan memilih orang-orang yang berkelas untuk melancarakan acaranya.


Ketika sudah tidak ada tamu, Yuana segera menuju salah satu kursi dan duduk mengikuti jalannya acara.


"Puncak acara malam hari ini adalah, kami ingin memberikan kejutan kepada bapak/ibu sekalian bahwa malam ini kami ingin mengikat hubungan diantara kedua anak kami dalam sebuah pertunangan."


"Karena itu kami panggil tuan muda ERIK WILIAM dan nona CELINE DANIEL untuk diantar oleh orang tuanya maju ke depan." Begitulah yang diucapkan MC.


Terlihat tuan Andre menggandeng Erik dan membawanya ke atas panggung disusul dengan tuan Daniel yang menggandeng Celine dan mengantarnya ke atas panggung.


"Mohon maaf jika kami tidak menjelaskan dengan detail dalam undangannya karena saya ingin memberikan kejutan, dan aku tidak ingin publik meliput acara ini."


"Saya berharap bapak/ibu tidak menyebarkan acara malam hari ini ke publik karena jika itu sampai terjadi maka pekerjaan dan perusahaan bapak/ibu taruhannya. Harap diperhatikan dengan baik."


Semua yang di dalam ruangan manggut-manggut tanda mengerti untuk tidak mencari masalah dengan tuan penguasa di depan mereka.

__ADS_1


Setelah berkata tuan Andre dan tuan Daniel turun meninggalkan panggung, sementara MC memandu Erik dan Celine untuk memasangkan cincin di jari masing-masing.


Yuana yang duduk di belakang sangat kaget. Ia tidak menyangka bahwa Erik yang awalnya menolak perjodohan ini, akan luluh dengan papanya.


Hmmmm, memang tidak ada yang bisa menggagalkan rencana tuan besar. Aku juga harus tahu diri untuk tidak lagi dekat dengan Erik mulai sekarang.


"Apakah kamu baik-baik saja? Tiba-tiba Yuana mendengar suara yang tidak asing lagi karena terlalu fokus melihat ke depan.


"Sa..sa..saya baik-baik saja tuan!" Jawab Yuana dengan kikuk.


Sementara Erik yang diatas panggung kaget ketika melihat ke arah Yuana dan sekretaris Bram. Sambil menarik ujung bibirnya ia tersenyum kepada Yuana. Yuana pura-pura tidak melihat dan memalingkan wajahnya.


Setelah acara selesai, mereka menikmati makan malam yang disediakan. Sekretaris Bram dan Yuana memilih untuk duduk di meja yang terpisah yang tidak jauh dari tuan Andre agar bisa membantu sang tuan jika dibutuhkan.


Acara berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun. Setelah memastikan bahwa semua sudah selesai, Yuana mendekati tuan Andre dan nyonya Jessy untuk pamit.


Nyonya Jessy terlihat menatap Yuana penuh kagum


Hmmm! Gadis yang cantik, pintar, dan sopan. Pantas anakku menyukainya.


Selesai berpamitan, Yuana segera berlalu. Sementara tuan Andre tersenyum penuh kemenangan.


Yuana menunggu taksi online yang dia pesan. Ia tidak ingin merepotkan sekretaris Bram.


Tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh seseorang dan langsung mendorongnya masuk ke dalam mobil.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2