
Kenallah dengan baik atasanmu, dan hormatilah mereka apapun caranya, karena semua yang mereka lakukan adalah yang terbaik. Mungkin terkadang tindakan mereka menyakitkan, tapi bertahanlah karena mereka sedang mempersiapkan kita menuju puncak. Eda Sally
*****
Yuana baru saja sampai di kantor dan langsung memeriksa semua file agar jangan ada kesalahan ketika sekretaris Bram memeriksanya nanti. Ia terlalu serius bekerja dan lupa memperhatikan sekelilingnya sampai tidak sadar bahwa sekretaris Bram sedang berdiri di pintu dan memperhatikannya.
"Apa yang sedang kamu kerjakan?" Tanya sekretaris Bram yang membuat Yuana kaget.
"Maaf tuan. Selamat pagi." Kata Yuana berdiri dan memberi hormat.
"Aku sedang memeriksa kembali semua file yang tuan berikan agar jangan ada kesalahan." Jawab Yuana.
"Baik. Jika sudah selesai, simpan di mejaku. Aku akan memeriksanya nanti setelah kita pulang. Ada yang harus kita kerjakan hari ini." Kata sekretaris Bram kemudian duduk di kursinya.
"Kita mau kemana tuan?" Tanya Yuana penasaran karena setahunya hari ini tidak ada jadwal untuk keluar atau bertemu klien.
"Tuan besar memerintahkan agar aku menemanimu meninjau salah satu anak cabang perusahaan Angkasa Grup untuk memberikan wawancara sekaligus menilai kinerja beberapa pegawai magang yang baru bekerja di sana selama dua minggu." Sekretaris Bram menjelaskan panjang lebar.
"Hah? Kenapa harus aku tuan? Bukankah akan lebih tepat jika tuan yang melakukan itu? Aku belum pantas melakukan itu tuan."
Yuana protes karena munurutnya ia hanyalah asisten sekretaris Bram yang pengalamannya masih minim.
"Ini perintah tuan besar. Jika kamu keberatan, kamu bisa langsung protes di depan tuan besar." Kata sekretaris Bram acuh.
Sekretaris Bram memang sengaja acuh karena ia mau agar Yuana menjadi wanita yang terlatih untuk menjadi pemimpin di masa depan.
"Maafkan aku yang sudah lancang tuan. Akan aku lakukan seperti yang tuan perintahkan." Kata Yuana setelah mengetahui bahwa yang menyuruhnya melakukan itu adalah tuan besar.
"Kamu boleh menyelesaikan apa yang masih perlu diselesaikan. Dua jam lagi kita akan berangkat." Setelah berkata sekretaris Bram langsung memeriksa semua file yang sudah dikerjakan Yuana.
Aduh, bagaimana caranya aku mewawancarai orang-orang itu? Apa aku harus memasang wajah dingin seperti sekretaris Bram? Kenapa juga tuan besar memilihku? Apa ini salah satu cara tuan besar menghukumku?
Sekretaris Bram yang terus sibuk memeriksa semua file yang sudah dikirimkan Yuana nampak tidak mengalami kendala karena Yuana mengerjakannya sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Tanpa terasa dua jam telah berlalu. Sekretaris Bram melihat jam di tangannya dan kemudian berdiri.
"Kita akan berangkat sekarang. Persiapkan apa saja yang harus dibawa. Waktumu hanya lima menit dari sekarang." Kata sekretaris Bram sambil melihat jam di tangannya.
__ADS_1
Tanpa diperintah dua kali, Yuana yang sudah tahu dengan cara kerja sekretaris Bram langsung memasukkan barang-barang yang perlu dibawa kemudian berjalan mengikuti sekretaris Bram yang sudah menunggunya di pintu lift.
Setelah Yuana sampai, mereka memasuki lift khusus tanpa ada yang bicara. Aturan dalam pekerjaan adalah Yuana tidak boleh berbicara jika tidak ditanya.
Begitu sampai di parkiran, Yuana langsung masuk ke dalam mobil setelah melihat sekretaris Bram menekan tombol buka menggunakan remot yang ada di tangannya.
Perjalanan menuju anak cabang perusahaan Angkasa Grup di kota X mereka tempuh dalam waktu tiga jam. Yuana yang kelelahan tertidur dan tidak sadar bahwa mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Apakah kau ingin tidur di saat jam kerja?"
Pertanyaan sekretaris Bram membuat Yuana tersentak dan segera bangun. Ia segera merapikan rambutnya kemudian turun dan mengikuti langkah sekretaris Bram masuk ke dalam sebuah gedung yang sangat mewah.
Wah, gedung anak cabang Angkasa Grup saja semewah ini. Pantas saja tuan besar sangat kaya karena ia memiliki anak cabang dimana-mana hampir di seluruh negeri ini bahkan di luar negeri juga.
Setelah sampai di dalam, Yuana melihat orang-orang berlari dengan panik melihat mereka.
Kenapa mereka berlari seperti orang ketakutan ya?
Yuana tidak tahu bahwa orang-orang panik melihat kedatangan sekretaris Bram. Mereka memasuki sebuah ruangan yang mewah dan cukup besar. Seorang pegawai mempersilahkan mereka untuk duduk di tempat yang telah disediakan.
"Hmmm! Suruh semua yang akan diwawancara dan tes untuk bersiap." Jawab sekretaris Bram.
"Semuanya sudah siap di dalam ruangan tuan." Orang itu menjawab.
"Kita langsung kesana saja." Kata sekretaris Bram menganggukkan kepala pada Yuana.
Yuana dan sekretaris Bram langsung berdiri dan mengikuti pegawai tersebut menuju ruangan para pelamar yang akan diwawancara.
Setelah sampai, tampak wajah-wajah penuh ketegangan karena melihat sekretaris Bram. Namun yang dilihat menunjukkan wajah khasnya yang tidak pernah mencair.
Para peserta terlihat agak lega ketika melihat Yuana yang duduk di tempat khusus yang disediakan untuk wawancara.
Orang pertama maju dengan senyum dinwajahnya karena berpikir bahwa Yuana tentu tidak akan setegas sekretaria Bram kalau wawancara. Namun ketika memasuki pertanyaan kedua, keringat mulai mengucur dari wajahnya. Ternyata ia salah, karena cara Yuana bertanya sama persis dengan sekretaris Bram, bahkan tidak ada senyum sama sekali. Ia keluar meninggalkan ruangan dengan wajah pucat pasi.
Waktu terus bergulir dan sesi wawancara kini telah selesai. Yuana melakukan semaunya lebih cepat dari waktu yang diprediksi. Sekretaris Bram terlihat menarik ujung bibirnya tanda puas. Namun ia tidak menunjukkan rasa puasnya pada Yuana.
"Kita makan siang dulu. Setelah itu kamu boleh menilai hasil kerja pegawai magang yang sudah diterima." Sekretaris Bram mengajak Yuana untuk makan.
__ADS_1
Mereka menuju sebuah restorant dekat kantor dan menikmati makan siang di dampingi pak Rudy, pegawai kepercayaan sekretaris Bram di kantor tersebut yang sejak tadi setia menemani mereka. Selesai makan, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan sesi penilaian kinerja pada pegawai magang.
Yuana yang sudah terbiasa dengan berbagai dokumen dan file tidak mengalami kendala apapun. Bahkan ia hanya melihat sekilas saja cara kerja mereka ia sudah langsung mengetahui seperti apa tingkat kemampuan mereka.
Setelah selesai semua, Yuana kemudian memberikan beberapa catatan tentang kemampuan masing-masing orang kepada sekretaris Bram untuk dibaca. Sekretaris Bram nampak menganggukkan kepala kemudian berkata kepada pak Rudy;
"Kami akan memberikan hasil wawancara dan penilaian kerja hari ini juga. Pak Rudy bisa langsung memberikan pengumuman kepada mereka."
"Ingat untuk tidak meloloskan siapapun dengan cara apapun. Karena kita hanya akan menerima orang yang benar-benar punya kemampuan. Kita tidak mungkin mempekerjakan orang yang masih diragukan kemampuannya."
"Baik tuan. Akan aku lakukan seperti yang tuan katakan."
"Kami akan segera pulang agar tidak kemalaman di jalan. Jika semuanya sudah rampung, jangan lupa kirimkan profil mereka yang sudah diterima agar segera kami rekap." Kata sekretaris Bram.
"Baik tuan. Terima kasih atas waktunya. Terima kasih kepada nona muda atas bantuannya." Kata pak Rudy sopan.
Pak Rudy mengantarkan sekretaris Bram dan Yuana sampai parkiran.
Mereka pulang dengan lega karena tidak ada kendala dalam pekerjaan mereka.
Semoga yang aku kerjakan sesuai dengan apa yang diharapkan sekretaris Bram. Yuana
Anak ini bisa diandalkan. Dia mengerjakannnya dengan sangat rapi dan cermat.
Mobil membawa mereka pulang dengan pikiran masing-masing tanpa ada yang bicara.
.
.
.
.
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐
__ADS_1