Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
84. Dimiliki Seutuhnya


__ADS_3

Mencintai adalah memberikan seluruh hati dan jiwa hanya kepada orang yang kita cinta. Karena dicintai adalah anugerah yang harus di syukuri.


Ketika sepasang kekasih telah diikat dalam sebuah pernikahan, maka tidak ada lagi yang perlu disembunyikan di dalam hubungan, karena keterbukaan akan membuat hubungan semakin awet. Cintailah pasanganmu dengan seluruh hidupmu. Eda Sally


*****


Erik kaget karena Yuana terbatuk. Ia cepat-cepat turun dari atas tubuh Yuana, dan mengangkat tubuh Yuana dan mendudukkannya, kemudian mengambilkan minum untuknya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Erik dengan khawatir sambil tangan kirinya mengusap punggung Yuana.


"Tidak apa-apa kak. Aku hanya sesak napas." Kata Yuana jujur.


"Sesak napas? Apa karena aku menindihmu?" Tanya Erik dengan khawatir setelah menyimpan gelas diatas meja, kemudian mengangkat dagu Yuana dengan tangannya dan mengamati wajah Yuana.


"Bu...bukan itu. Aku trlalu takut dan menahan napas sangat lama." Jawab Yuana pelan.


"Hei! Tidak perlu menahan napas seperti itu. Aku tidak akan menyakitimu. Aku sudah berjanji. Kamu percaya padaku kan?" Kata Erik sambil menatap istri kecilnya dengan lembut.


Yuana hanya mengangguk menanggapi perkataan Erik kemudian menundukkan wajahnya karena gugup dan juga malu.


Tok..tok..tok..


"Maaf tuan dan nona. Sudah waktunya makan siang." Kata Alika dari luar.


"Terima kasih Alika. Kami akan segera datang." Erik yang menjawab kemudian beralih mengecup kening Yuana.


"Ayo! Makan dulu sayang. Jangan terlalu dipikirkan. Nanti malam kita bisa mencobanya lagi. Tidak perlu takut seperti itu." Kata Erik meraih tubuh Yuana dan memeluknya.


Bagaimana aku bisa melakukannya jika kamu ketakutan seperti ini? Kenapa aku malah tidak tega melihat wajahnya yang ketakutan seperti ini?


"Mau aku menggendongmu?" Tanya Erik sungguh-sungguh.


"Ti..tidak. Aku bisa jalan sendiri." Kata Yuana melepaskan tubuhnya dari pelukan Erik dan turun dari tempat tidur kemudian berjalan keluar.


Erik mengikuti Yuana dari belakang sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka kemudian menikmati makanan yang telah dimasak oleh Alika tanpa ada yang bersuara. Erik tidak ingin mengganggu Yuana. Sementara Yuana ingin berbicara tapi pikirannya masih dipenuhi dengan tuntutan Erik yang meminta haknya sebagai seorang suami.


Tiba-tiba, Yuana menarik napasnya dengan kasar dan membuangnya. Erik yang mendengar Yuana menarik napas dengan kasar menoleh kepadanya dan menatapnya.

__ADS_1


"Ada apa? Ada yang kamu pikirkan?" Tanya Erik.


"Tidak." Jawab Yuana singkat kemudian melanjutkan makannya.


Selesai makan, Alika membereskan bekas makan mereka. Sedangkan Erik menarik Yuana kembali ke kamar. Yuana yang sudah takut hanya diam dan mengikuti Erik yang menariknya.


"Aku ingin tidur siang sambil memelukmu agar kamu terbiasa dan tidak takut denganku."


Setelah berkata demikian, Erik segera menarik Yuana naik ke tempat tidur dan langsung memeluknya saat tubuh keduanya sudah terbaring dengan sempurna.


Yuana hanya diam dan membiarkan Erik memeluknya walaupun ia sendiri masih merasa takut.


Karena tidur sambil berpelukan, mereka akhirnya tertidur hingga sore hari. Erik bangun ketika ia merasakan ada yang menindih perutnya. Ia mengangkat kepala dan melihat apa yang terjadi, dan ia sangat kaget ketika melihat dua kaki Yuana yang terletak manis diatas perutnya. Erik melihat Yuana dan tersenyum karena Yuana belum bangun.


Hmmmm! Ternyata istriku memiliki kebiasaan tidur yang buruk.


Erik memilih untuk mandi tanpa membangunkan Yuana. Selesai mandi, ia melihat Yuana sudah bangun dan duduk di tepi tempat tidur.


"Sudah bangun sayang? Ayo mandi!" Erik berkata kemudian berjalan ke arah Yuana dan mengecup keningnya.


Yuana hanya tersenyum menanggapi apa yang Erik lakukan, lalu dengan langkah malas ia berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


"Alika! Nanti selesai masak, makan malamnya diantar ke kamar saja. Kami akan makan malam di kamar!" Kata Erik.


"Baik tuan muda. Akan saya lakukan seperti yang tuan katakan." Jawab Alika dengan sopan.


Yuana yang sudah selesai mandi, malu untuk keluar. Ia memilih duduk di kamar sambil membaca. Erik memeluknya dari belakang sambil mengecup bahunya. Yuana memilih untuk menyimpan buku yang sementara dibaca karena takut tidak konsentrasi.


"Kak." Panggil Yuana dengan suara manja


"Hmmmm? Ada apa sayang?" Tanya Erik sambil tangannya terus membelai rambut Yuana.


"Aku tidak ingin makan malam. Aku masih kenyang."


"Ia tidak apa-apa. Nanti Alika akan mengantarkan makanan ke kamar. Jadi kamu bisa makan kapan saja saat kamu lapar." Jawab Erik sambil tangannya terus memainkan rambut Yuana.


Tiba-tiba Alika mengetuk pintu dan mengatakan bahwa ia sedang membawakan makanan untuk mereka. Erik membukakakn pintu untuk Alika dan menyuruhnya menata semuanya diatas meja. Setelah selesai, Alika pamit dan keluar meninggalkan mereka. Erik bangkit dan mengunci pintu.


"Aku ingin melakukannya sekarang." Kata Erik setelah mengunci pintu.

__ADS_1


Yuana hanya mengangguk mendengar apa yang Erik katakan.


Erik yang mendapar sinyal, secara perlahan mengecup kening Yuana kemudian perlahan turun ke bibir Yuana. Yuana sangat takut sehingga napasnya naik turun seperti orang yang berada di ring tinju.


Erik perlahan mencium bibir Yuana dengan lembut. Yuana kaget dengan apa yang dilakukan Erik, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan dirinya.


Erik yang mendapat kesempatan karena Yuana hanya diam ketika ia mencium bibir mungil itu, kembali melanjutkan aksinya. Kali ini tidak hanya mencium bibir Yuana, karena bibir Erik sudah pindah ke beberapa tempat sensitif.


Yuana membelalakkan matanya ketika satu persatu pakaiannya sudah terlepas. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Erik seperti mendapat mainan baru. Ia sangat asyik menikmati apa yang ada di depannya tanpa peduli lagi dengan Yuana yang ketakutan sampai badannya bergetar hebat. Erik bahkan semakin gila melakukan aksinya.


Ketika Yuana akan berteriak, Erik segera menempelkan bibirnya dan menciumnya dengan lembut. Badan Yuana semakin bergetar dengan hebat ketika pada akhirnya Erik menyelesaikan kegiatannya. Ia memeluk tubuh Yuana dengan erat.


Yuana menangis sejadi-jadinya ketika ia menyadari apa yang sudah terjadi. Erik terus mencium dan membujuknya agar Yuana mengakhiri tangisnya. Namun tangis Yuana malah semakin menjadi-jadi.


Erik bingung harus melakukan apa. Ia akhirnya duduk, mengangkat tubuh Yuana dan memangkunya. Yuana masih menangis dengan hebatnya. Erik terus mencium dan memeluknya.


Tak lama kemudian, Erik tidak merasakan getaran pada badan Yuana lagi. Perlahan ia meraih wajah Yuana dan melihatnya. Ternyata Yuana sudah tertidur.


Erik membiarkan Yuana tidur di pangkuannya sementara ia memilih duduk terus sambil mengamati wajah cantik wanita yang kini telah menjadi miliknya seutuhnya.


Terima kasih sayang, karena telah menjaga hati dan tubuhmu hanya untukku. Aku akan selalu mengingat semua yang telah kamu berikan hari ini sepanjang usiaku.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2