
Semua orang bisa mengatakan hal yang manis untuk menyenangkan orang lain, dan semua orang bisa melakukan berbagai cara untuk membuat orang lain terkesan. Tetapi hal yang membuat seorang pria atau wanita dikagumi adalah ketika ia tetap memegang janjinya untuk setia meski ia harus berjauhan dengan pasangannya. Eda Sally
*****
Mari sejenak kita lihat apa yang dilakukan Erik dalam masa perawatan pasca kepulangannya dari Edinburgh.
Erik yang tidak ingin agar Celine mengganggunya, bekerjasama dengan dokter Pedro dan sekretaris Bram agar mengatakan bahwa kondisinya belum pulih.
Andre Wilson yang menginginkan agar Erik cepat sembuh, tetap mengizinkan sekretaris Bram untuk bekerja dari rumah. Sekretaris Bram hanya ke kantor jika ada hal yang mendesak. Itu pun hanya beberapa jam. Ia benar-benar sangat memperhatikan Erik.
"Tuan, pagi ini ada beberap pasien yang harus aku tangani, jadi untuk hari ini aku akan berada di rumah sakit sampai besok baru bisa ke sini lagi." Dokter Pedro berkata sambil memberikan beberapa vitamin kepada Erik untuk di minum.
"Tidak apa-apa Pedro. Aku mengerti. Aku juga sudah merasa sehat. Hanya saja, aku malas jika harus pulang ke rumah dan melihat wajah wanita gila itu.
"Aku paham tuan. Karena itu besok aku akan tetap ke sini agar tuan besar tidak curiga." Dokter Pedro berkata dengan memamerkan senyumnya.
"Terima kasih Pedro. Pergilah! Aku tidak akan menahanmu lagi."
"Terima kasih tuan muda!"
Setelah berkata demikian, Pedro segera pergi meninggalkan Erik sendirian, karena sekretaris Bram sudah berangkat ke kantor sejak pukul 06.30. Ia bergegas ke kantor pagi-pagi karena ingin segera menyelesaikan pekerjaannya sehingga bisa pulang dan mengurus Erik.
Celine yang semalam mendengar percakapan tuan Andre dengan sekretaris Bram, merasa memiliki kesempatan pagi ini untuk mengunjungi Erik. Karena itu, ia bangun sangat pagi dan meminta pelayan untuk menyediakan sarapan agar bisa dibawanya sebagai alasan untuk mendekati Erik.
Erik memang tidak pernah menutup pintu jika sekretaris Bram atau dokter Pedro sedang pergi. Ia memilih berbaring di sofa ruang tamu sambil menunggu kepulangan sekretaris Bram.
"Selamat pagi suamiku." Sapa Celine tanpa permisi dan berjalan masuk, kemudian meletakkan bawaannya diatas meja dan tanpa disuruh langsung duduk di samping Erik.
"Siapa yang menyuruhmu kesini?" Tanya Erik dengan ketus kemudian pindah dari tempatnya dan duduk di sofa sebelah.
"Apakah aku harus menunggu untuk disuruh baru kesini? Kenapa aku harus menunggu disuruh baru menjengkuk suamiku? Aku harus berbakti kepada suamiku"
Erik tidak menanggapi apa yang dikatakan Celine. Tangannya terus memainkan handphone tanpa mempedulikan Celine yang terus menatapnya dengan genit.
__ADS_1
"Aku membawakan sarapan untukmu suamiku. Dimakan dulu ya? Aku memasaknya sendiri."
"Tidak usah repot-repot. Aku sudah sarapan sejak pukul 06.00. Kamu tahu bahwa kakakku tidak akan pernah meninggalkanku dalam keadaan lapar kan? Jadi jika kamu ingin mendapatkan perhatianku, jangan menggunakan makanan karena itu tidak akan mempan. Aku di sini selalu makan tepat waktu. Apa kamu mengerti? Dan lagi, aku yakin bukan kamu yang memasaknya."
"Kenapa sekali saja kamu tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berbakti kepadamu sebagai suami dan melakukan kewajibanku?"
"Jangan pernah bertanya jika kamu sudah tahu jawabannya. Aku tidak akan pernah mencintai wanita licik sepertimu. Memikirkanmu dalam hati saja tidak akan pernah! Jadi jangan pernah bermimpi."
"Baiklah! Jika begitu, aku akan membuktikannya sekarang. Apakah kamu benar-benar tidak akan tergoda denganku jika melihatku tanpa busana?" Celine berkata sambil melepas pakaiannya satu persatu.
Setelah tidak ada sehelai kain pun yang menempel di badannya, Celine segera berjalan ke arah Erik dengan genit. Erik pura-pura tidak melihatnya dan tetap fokus pada handphonenya.
Begitu Celine sudah tepat berada di depan Erik dan mengulurkan tangannya untuk memegang Erik, tiba-tiba sebuah tangan kekar dengan kasar menariknya dan menghempaskannya ke sofa tempat ia duduk tadi.
"Cihhh! Jadi ini cara murahan yang selalu kamu gunakan untuk merayu semua pria yang kamu sukai? Apakah tubuhmu memang terlalu murah sehingga dengan gampangnya kamu memamerkannya pada setiap pria yang kamu temui?" Kata sekretaris Bram.
"Ini urusanku dengan suamiku. Dan aku memamerkannya kepada suamiku. Kenapa kamu ikut campur?" Jawab Celine tanpa malu walaupun ia sedang telanjang.
Celine segera memakai pakaiannya di hadapan sekretaris Bram tanpa rasa malu sedikit pun. Ia bahkan tersenyum genit kepada sekretaris Bram.
Karena tidak bisa menahan amarah, sekretaris Bram segera menampar Celine yang tersenyum kepadanya.
"Ini pertama dan terakhir kamu tersenyum seperti itu kepadaku. Lihat baik-baik wajahku dan adikku. Kami adalah pria terhormat yang tidak sembarang menyentuh lawan jenis karena nafsu."
"Jadi aku hanya mengingatkanmu bahwa aku jijik melihatmu seperti itu. Ada yang ingin kamu katakan adikku?" Tanya sekretaris Bram kepada Erik.
"Terima kasih kak." Kata Erik mengangkat kepala dan tersenyum kepada sekretaris Bram, karena sejak tadi ia hanya menunduk, karena ia tidak ingin melihat Celine dalam keadaan telanjang.
"Celine! Aku akan memberitahukan kepadamu beberapa kenyataan yang harus selalu kamu ingat."
"Pertama, kamu sangat murahan."
"Kedua, jangan pernah membandingkan dirimu dengan Yuana, karena kamu dan dia beda level. Dia wanita terhormat yang akan aku cintai seumur hidupku."
__ADS_1
"Ketiga, cara murahan yang baru saja kamu lakukan membuatku semakin teguh dengan pilihanku kepada Yuana, karena untuk mendapatkan tubuhnya, aku harus merayunya berulang-ulang kali, padahal status kami sudah menikah. Dan aku akan ingat itu seumur hidupku, karena dia menjaga tubuhnya hanya untukku."
"Kamu mau bukti? Ini! Lihat, dan mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi." Erik berkata sambil melemparkan foto bercak merah, serta foto dirinya memeluk Yuana yang tertidur dalam pangkuannya.
"Jadi kamu sudah menikah lagi?" Tanya Celine dengan suara bergetar.
"Kaget? Kamu ingin mengatakannya kepada papa? Katakan saja! Karena sekarang Yuana sedang hamil, dan sebentar lagi aku akan memiliki anak dari wanita yang aku cintai. Apakah kamu puas?"
"Aku akan mencari wanita itu dan membunuhnya." Kata Celine dengan amarah yang meluap-luap.
"Kamu pikir aku tidak tahu semua gerakanmu? Kamu bahkan menyuruh orang menyerangku dan Yuana pada waktu subuh? Orang-orang yang kamu kirim semuanya sudah di neraka, dan jika kamu mengatakan apa yang baru saja kamu tahu kepada papa, maka aku juga akan menunjukkan bukti rekaman kejahatan kamu kepada papa. Bagaimana? Apa kamu puas wanita gila?" Tanya Erik dengan senyum licik kemudian berdiri.
"Tolong urus dia kak! Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi. Dan tolong amankan handphoneku kak karena banyak hal penting di dalamnya."
"Jika kamu masih punya nyali untuk muncul lagi di hadapanku, maka jangan salahkan aku jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Apa kamu mengerti?"
Setelah mengatakan hal itu, Erik segera berjalan ke kamarnya dan segera menutup pintu kamar dengan kasar kemudian menguncinya.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
__ADS_1