Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
08. Berkunjung ke Rumah


__ADS_3

Rumah adalah tempat paling nyaman yang akan membuat kita betah untuk tinggal. Semewah apapun rumah dan istana orang lain, tidak akan senyaman rumah kita sendiri. Karena itu, janganlah terlalu lama meninggalkan rumahmu. Kembalilah sewaktu-waktu agar kau tahu bahwa merindukan rumah lebih berat daripada merindukan seorang kekasih. Eda Sally


*****


Tiga Tahun kemudian


Yuana kini sudah SMA kelas X dan sebentar lagi akan mengikuti ulangan semestar 2, sehingga tak lama lagi ia akan berada di kelas XI.


Ia tentu masih satu sekolah dengan Nita. Paman Jack sudah mengusulkan agar Nita masuk Sekolah kejuruan, tapi Nita menolaknya karena tidak mau berpisah dengan Yuana, dan ia memilih masuk di sekolah yang sama dengan Yuana.


Pagi ini, Yuana, Nita, paman Jack dan tante Grace akan berkunjung ke rumah Yuana di kota kabupaten untuk menjenguk orang tua dari Yuana. Paman Jack tidak memberitahukan hal itu sebelumnya kepada Yuana maupun Nita. Ia ingin memberikan surprisse kepada mereka.


Selama beberapa tahun ini, hanya ibu dan ayah yang sering datang untuk menjenguk Yuana di rumah paman Jack. Yuana hampir tidak pernah punya waktu untuk berkunjung, karena ia sibuk mengikuti berbagai les dan kursus, sehingga waktu libur pun rasanya tidak cukup untuk berkunjung ke rumah orang tuanya.


Sementara Yosua yang sudah menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu tiga tahun karena mendapat beasiswa, kini sudah bekerja di luar kota.


Yosua sendiri tidak pernah menjenguk Yuana secara langsung karena sibuk bekerja, dan selama ini hanya menelpon atau melakukan panggilan Video Call.


Sebenarnya Yosua yang meminta paman Jack agar mengajak Yuana datang ke kota kelahirannya karena ia sendiri pun berangkat pagi ini menuju rumahnya. Ia sudah sangat rindu dengan adik semata wayangnya.


Pagi-pagi benar, kira-kira pukul lima pagi, paman Jack berjalan menuju kamar Nita. Kebetulan Yuana juga tidur di kamar Nita.


Biasanya setiap Jumat malam atau weekend, Nita akan merengek pada Yuana agar tidur bareng di kamarnya.


Tok,,tok,,tok


"Yuana, Nita, ayo siap-siap...! Kita mau jalan-jalan hari ini." Kata Paman Jack.


"Kemana pa? Aku masih ingin tidur." Kata Nita.


"Iya paman. Mau kemana? Yuana mau ikut." Kata Yuana.


"Pokoknya, Kalian siap-siap saja. Nanti juga tahu. Paman dan tante juga mau siap-siap." kata Paman.


"Baik paman." Kata Yuana sambil keluar dari kamar Nita dan menuju ke kamarnya untuk segera mandi.


Nita yang melihat Yuana keluar, segera bangun dan menuju kamar mandi juga. Nita nggak mau telat sampai di meja makan, karena papanya paling nggak suka jika telat melakukan sesuatu.


Setelah bersiap-siap, mereka segera menuju meja makan dan menikmati sarapan yang sudah disiapkan mbak Ani, yang bekerja di rumah dan bertugas di dapur (bagian masak).


"Pagi paman! pagi tante." Sapa Yuana sambil mencium pipi paman Jack dan tante Grace diikuti oleh Nita.


"Pagi sayang." Balas paman Jack dan tante Grace bersamaan.


"Yuk! Duduk dan makan dulu. Habis ini kita mau berangkat." Kata tante Grace.


Mereka makan dengan lahap tanpa ada yang bersuara. Selesai makan, mereka terlihat berkemas dan segera menuju mobil.

__ADS_1


Nita yang masih merasakan kantuk karena harus bangun pagi, langsung masuk ke mobil tanpa suara dan segera menutup mata. Ia sudah tidak mempedulikan Yuana, mami dan papanya.


"Ayo Yu, masuk..! Kita akan segera berangkat." Kata Paman.


Yuana hanya menganggukkan kepala, dan segera masuk ke mobil, kemudian duduk di samping Nita.


Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, paman segera melajukan mobil.


Yuana sendiri tidak terlalu fokus memperhatikan ke jalan. Ia juga tidak curiga kalau mereka akan berkunjung ke rumahnya. Ia berpikir bahwa paman mungkin akan mengajak mereka untuk melihat beberapa pekerjanya di luar kota.


"Yu, kamu sudah daftar belum untuk kompetisi menyanyi 3 bulan depan? Pendaftarannya sudah di buka lho. Katanya mau ikut." Kata Paman.


"Yah, ternyata anaknya tidur." Guman paman pelan ketika melirik dari spion karena tidak ada jawaban, yang di dengar oleh tante Grace.


"Hihihihihi. Papa kan tahu! Ini masih pagi, dan anak-anak pasti masih ingin tidur" Kata tante Grace.


"Iya sih ma." Kata Paman.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, mereka kini sudah sampai di depan rumah orang tua Yuana.


"Nita! Yuana! Ayo bangun! kita sudah sampai." Kata tante Grace. Tidak ada respon.


Hmmmmm mereka benar-benar menikmati mimpinya. Gumam tante Grace.


"Tolong,,,,,,,ada gempa..." Tante Nita pura-pura berteriak sambil mengguncang bahu Nita dan Yuana. Sontak kedua anak tersebut langsung membuka mata.


"Gempa di mobil. hehehehe." Kata tante Grace sambil tertawa.


"Ayo keluar! kita sudah sampai."


Yuana dan Nita segera tersadar dan melihat keluar.


Yuana menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak percaya kalau paman dan tante akan membawanya mengunjungi rumah orang tuanya.


"Tante?"


Yuana tidak dapat menyelesaikan perkataannya. Ia langsung memeluk tante Grace, dan tanpa terasa air matanya menetes.


"Terima kasih tante." Bisiknya dalam pelukan tante Grace.


"Ayo turun." Kata tante Grace.


Begitu turun dari mobil, Yuana baru menyadari bahwa ada mobil yang terparkir di halaman rumahnya.


"Itu mobil siapa tante?" Tanya Yuana yang tangannya di gandeng tante Grace.


"Ahmmmm..."

__ADS_1


Tante Grace baru akan berkata ketika pintu tiba-tiba terbuka, dan terlihat seorang pemuda tampan tersenyum ke arah mereka.


Yuana dibuat kaget untuk kedua kalinya. Tanpa mempedulikan paman Jack, tante Grace, dan Nita, ia segera berlari dan memeluk kakaknya. Ia tidak bisa menahan hatinya untuk tidak menangis.


"Yuana kangen kak?" Katanya di sela-sela tangisnya.


"Paman, tante, ayo masuk dulu." Kata Yosua karena kasian melihat tamunya yang hanya berdiri mematung dengan kelakuan Yuana.


"Hei gadisku! Kakak juga kangen." Kata Yosua sambil mengusap rambut adiknya, kemudian beralih mengangkat wajah adiknya dan mengusap air matanya.


"Ih, kamu jelek kalau menangis seperti ini." Kata Yosua sambil tertawa.


Karena kesal, Yuana segera memukul dada kakaknya.


"Kakak jahat! Tidak bilang kalau mau ketemu." Kata Yuana.


"Kakak kan mau kasih surprisse. Kalau kakak bilang sebelumnya, kamu pasti tidak akan menangis seperti ini." Heheheheh."


"Wah! Ada tamu dari jauh rupanya." Kata ibu yang mendengar suara-suara ribut ketika sibuk memasak di dapur.


Ayah Yuana juga segera bergabung ketika diberitahu ibu bahwa paman Jack datang. Ia segera memeluk tamunya satu persatu, kecuali Yuana karena ia masih melepas rindu dengan kakaknya.


"Yu? Dramanya sudah dong! Aku juga mau peluk kak Yosua. hehheee." Kata Nita.


Wajah Yuana terlihat merah menahan malu dan ia baru sadar bahwa ia lupa mempersilahkan paman dan keluarganya masuk.


Yuana segera beranjak dan memeluk ayah serta ibunya.


Mereka terlibat obrolan yang sangat akrab.


Yosua, Nita, dan Yuana segera memisahkan diri dan mengobrol di emper depan rumah. Mereka terlihat akrab sekali. Yuana masih bergelayut manja di lengan kakaknya.


Setelah sore hari, paman Jack meminta untuk segera pulang, karena besok hari minggu dan ia harus berkunjung ke kota B untuk melihat perkembangan properti yang di kelola anak buahnya.


Ayah Yuana tidak menahan adiknya karena ia tahu bahwa adiknya itu sangat sibuk. Adiknya bisa datang saja ia sudah sangat bersyukur.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai kakak-kakak, jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya yah. Salam sehatπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜πŸ˜


__ADS_2