Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
174. Pernikahan Bram dan Nita


__ADS_3

Komitmen dalam sebuah pernikahan adalah janji untuk tetap setia meski keadaan memaksa kita untuk berkhianat. Bertahan dalam rasa sakit itu memang tidak mudah. Tetapi ketika kita tahu bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan yang tak mudah dilepaskan, maka apapun yang terjadi, kita akan tetap setia. Eda Sally


*****


Yuana dan Erik terlihat paling sibuk sehingga ketiga anaknya lupa mendapat perhatian mereka.


Hari ini adalah acara pernikahan sekretaris Bram dan Nita. Jessy Larina yang berniat untuk mengurus segala persiapan, dilarang oleh Erik, karena ia dan Yuana ingin melakukan sesuatu bagi sekretaris Bram dan Nita.


Sejak pagi, Yuana mendampingi Nita yang sedang dirias oleh tukang rias, karena sebentar lagi acara pernikahan akan segera dimulai.


"Apa kamu bahagia dengan keputusanmu untuk menikah?" Tanya Yuana saat Nita sementara dirias.


"Aku tidak tahu apakah aku bahagia atau tidak."


"Tetapi, karena pria itu yang memilihku, maka aku meyakinkan diriku untuk menikah, walau kami belum terlalu saling mengenal." Jawab Nita.


"Memangnya selama dua hari bersama itu apa yang kamu tangkap dari karakter kak Bram?" Tanya Yuana penasaran.


"Dia orang yang menyenangkan. Karena dia cuek, dan aku dengan sifat sembronoku."


"Tetapi karena dia romantis sekali, aku sama sekali tidak ragu."


"Malah aku senang, karena dalam waktu singkat, aku dipertemukan dengan pria yang sangat memahami diriku." Ujar Nita sambil menarik napas.


"Syukurlah! Aku ingin kamu bahagia dengan pernikahanmu, dan menjadi wanita yang bisa diandalkan oleh suami dan anak-anakmu nanti." Ujar Nita sambil menepuk bahu Nita perlahan.


"Lagi pula, aku senang dan tidak akan merasa asing, karena di dalam keluarga ini juga ada dirimu."


"Setidaknya aku tidak akan merasa ada di antara orang-orang yang asing."


"Aku juga bisa belajar tata krama keluarga Wiliam darimu." Ujar Nita penuh harap.


"Tapi pertama kali bertemu dengannya, kamu ada perasaan suka tidak sama kak Bram?" Tanya Yuana dengan penuh rasa ingin tahu.


"Ahmmmm, sebetulnya aku kaget waktu itu, karena bertubrukan dengan pria tampan yang membuatku salah tingkah."


"Tetapi, aku sengaja kasar, biar dia juga jangan mengambil hati."


"Tidak tahu-nya malah berakhir pernikahan." Ujar Nita dengan senyum manis.


"Jadi sebenarnya kamu juga suka sama saya sejak pertama kali bertemu?"


"Harusnya aku tidak usah ragu untuk pendekatan." Ujar sekretaris Bram yang baru masuk dan kebetulan mendengar perkataan Nita.


Nita yang kedapatan berbicara seperti itu sangat malu, karena ia dengan bebasnya mengungkapkan perasaannya.


"Tidak usah malu, karena beberapa menit lagi kamu sudah sah menjadi istriku."


"Jadi, tidak boleh ada hal sekecil apapun yang harus kamu sembunyikan dariku." Ujar sekretaris Bram.


"Jika sudah siap, kita akan menuju ke ruangan acara, karena acara akan dimulai satu jam lagi." Lanjut Bram kemudian berjalan mendahului mereka.

__ADS_1


Ia hanya sudah tidak sabar melihat Nita memakai gaun pengantin sehingga ia datang untuk melihat penampilan Nita.


Yuana memegang tangan Nita dan membantunya berdiri, kemudian menuntunnya keluar kamar.


Jack Samantha yang sudah berdiri di depan pintu, terlihat meneteskan airmata ketika melihat putri tunggalnya keluar dengan gaun pengantin.


Lama pria itu memeluk putrinya dan menangis, karena mulai hari ini, akan ada pria lain yang bertanggung jawab terhadap putrinya. Ia memang belum rela, tetapi ia juga ingin anaknya mendapatkan pria yang bisa diandalkan.


"Jangan kecewakan papa dan mami. Jadilah wanita yang baik dan pandai membawa diri." Pesan Jack Samantha pada putrinya.


"Dan kamu, jangan lupa untuk selalu membimbing kakakmu, karena ia tipe yang sangat ceroboh, tidak seperti dirimu yang tenang." Pesan papa Jack pada Yuana.


Yuana hanya menganggukkan kepala, kemudian memeluk pria paruh baya itu, yang sudah seperti ayah kandungnya sendiri.


Jack membawa putrinya berjalan dengan perlahan menuju ruangan tempat acara akan berlangsung.


Yuana tetap setia di sisi Nita dan membantu memegang gaunnya.


Saat mereka mulai memasuki pintu, terlihat para undangan berdiri dengan serentak. Mereka berjalan diatas karpet merah dengan sangat perlahan.


Sekretaris Bram yang sudah menanti di depan, terlihat tersenyum dan terus menatap Nita dengan penuh kagum.


Setelah sampai, Jack mengambil tangan putrinya, dan menyatukannya dengan tangan Bram.


"Mulai hari ini, tangan pria ini yang harus selalu kau genggam."


"Dalam segala keadaan, tetap komunikasikan semua dengan pria ini, karena dia tanggung jawabmu sekarang."


"Setiap hari, tambahkan cinta di dalam hubungan kalian, dan jangan pernah sekali pun berpikir untuk saling membuang, karena pernikahan bukan sebuah mainan."


"Kepada menantuku, tolong jaga putriku dengan baik, dan jangan pernah menyakitinya."


"Karena aku tidak pernah menyakitinya, dan tidak pernah membuatnya kecewa."


"Jika sekali saja kau mengecewakannya, aku tidak akan pernah memaafkanmu, dan aku akan mengambilnya kembali dari tanganmu."


"Jika kau sudah bosan, kembalikanlah dia dengan baik-baik, asal jangan kau sakiti putriku." Ujar Jack Samantha dengan air mata yang menderas di pipinya.


Nita menunduk dengan airmata yang tidak bisa dibendung. Sementara Yuana hanyut dalam pelukan Erik dengan sesenggukan. Bu Grace hanya mampu memegang tangan Bu Santy dan menggigit bibirnya menahan tangis.


"Aku tidak berjanji, tetapi aku akan selalu menjaga dia dengan seluruh hidupku."


"Dia adalah separuh nyawaku mulai dari sekarang. Jadi, apapun yang terjadi, aku akan menjaganya demi diriku sendiri."


"Dan aku pastikan, bahwa aku tidak akan pernah menyakiti separuh nyawaku sendiri."


Setelah berkata demikian, sekretaris Bram menggenggam tangan Nita, dan dengan perlahan membawa Nita ke depan Altar untuk mengucapkan janji nikah, dengan di dampingi oleh orang tua mereka masing-masing.


Sekretaris Bram dan Nita sangat fasih dalam mengucapkan janji nikah sehingga semuanya berlangsung dengan sangat cepat.


Kini, mereka memasuki acara resepsi pernikahan yang sangat mewah.

__ADS_1


Berbagai menu dihidangkan, dan hampir semua karyawan di semua anak cabang diundang, juga beberapa rekan bisnis mereka.


Wajah sekretaris Bram terlihat terus tersenyum sepanjang acara.


"Tumben hari ini mengobral senyum. Biasanya senyummu paling mahal." Tegur Erik saat memberi ucapan selamat kepada kakaknya itu.


"Karena sebentar lagi aku akan merasakan bagaimana nikmatnya surga dunia."


"Aku akan bersaing denganmu. Jika anakmu hanya tiga, maka aku akan memberikan empat cucu bagi Andre Wiliam yang terhormat." Ujar Bram sambil tertawa.


Nita yang mendengar percakapan Bram dan Erik, terlihat salah tingkah dan sangat malu.


Belum apa-apa sudah membicarakan anak. Aku jadi merinding. Apa aku suntik saja dengan obat tidur ya. Nita.


"Apa kau berpikir untuk memberikan obat tidur kepadaku?" Tanya Bram pada Nita yang terlihat melamun.


"Hah? Dari mana kau tahu?" Tanya Nita dengan bingung.


"Aku menggunakan rasa dalam menjalin hubungan denganmu. Jadi, tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku." Ujar Brak dengan acuh.


Acara yang sangat mewah itu telah selesai. Semua keluarga Wiliam menginap di hotel tempat acara pernikahan berlangsung.


Wajah Nita mulai pucat ketika ia diarahkan untuk menuju ke kamar khusus pengantin. Langkahnya sangat kaku ketika berjalan, karena pikirannya sudah mulai jalan kemana-mana.


Setelah mengantar di pintu, semua hanya berdiri dengan bengong, karena sekretaris Bram langsung menutup pintu dengan buru-buru dan kasar.


Karena penasaran, keluarga besar itu terus berdiri untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Kira-kira satu jam kemudian, terdengar teriakan keras dari dalam.


"Aaaaaaaaaaaaaaa!" Teriakan Nita sangat kencang.


Mereka yang berdiri di pintu terlihat pucat. Mereka saling berpandangan, dan tanpa komando masing-masing langsung balik kanan dan meninggalkan kamar itu.


Mereka kini sadar bahwa pengantin baru itu langsung melakukan ritualnya.


Bersambung


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍


Hai semuanya. Besok episode terakhir dari Novel ini. Jadi besok novel ini sudah tamat ya. Jangan lupa terus dukung saya di karya saya yang satunya, CINTA PRIA METROPOLITAN.


Novel baru saya juga tidak kalah serunya dari Novel ini.



Jangan lupa mampir di sini juga ya. Sudah up sampai episode 19. Saya Up setiap hari juga. Terima kasih semuanya. Love You all😍😍

__ADS_1


__ADS_2