
Tidak ada yang salah dalam sebuah hubungan. Satu-satunya hal yang salah adalah ketika kita tidak memahami dengan benar seperti apa pasangan kita, dan tidak mau menerima alasan apapun darinya.
Seringkali sebuah hubungan terancam renggang karena kita tidak saling memahami dengan baik. Karena itu, kita perlu menerima kekurangan pasangan kita dan menjadikannya sebagai sebuah kelebihan dalam diri kita. Eda Sally
*****
Yuana walaupun hanya bekerja setengah hari di kantor, namun tuan Bert Conan sangat mempercayainya sehingga urusan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar selalu diserahkan kepadanya.
Setelah bersiap-siap, Yuana segera berangkat ke kantor bersama Gail karena hari ini mereka ada urusan kerjasama dengan sebuah perusahaan ternama.
"Apa kamu siap dengan metting hari ini? Bagaimana keadaanmu?" Tanya Gail ketika mereka dalam perjalanan menuju ke kantor.
"Aku selalu siap Gail, dan aku baik-baik saja. Susu yang semalam kamu berikan membuatku tidur dengan sangat nyenyak. Terima kasih Gail." Kata Yuana dengan senyum manisnya.
"Syukurlah jika seperti itu. Aku khawatir, takut kamu kelelahan." Kata Gail dengan raut wajah penuh kecemasan.
"Tidak apa-apa Gail. Aku akan baik-baik saja. Percayalah!" Kata Yuana meyakinkan Gail.
Tak lama kemudian mereka telah memasuki halaman parkir kantor. Gail segera turun dan membukakan pintu untuk Yuana. Ia kemudian dengan hati-hati membantu Yuana turun dari mobil.
Mereka berjalan masuk ke kantor tanpa mengatakan apapun. Setelah sampai, tuan Bert Cona yang sudah menanti kedatangan mereka, tersenyum ramah dan mempersilahkan mereka duduk.
Yuana dan Gail segera menuju ke mejanya masing-masing dan sibuk mempersiapkan apa saja yang harus mereka bawa karena metting akan diadakan tepat pukul 09.00.
"Jika sudah siap, kita akan segera berangkat. Aku hanya akan mengawasi. Nona Yuana yang akan menyampaikan presentasi, dan Gail akan membantu mempersiapkan apa yang dibutuhkankan nona Yuana. Apa kalian sudah siap?" Tanya tuan Bert Conan.
"Siap tuan." Jawab Yuana dan Gail bersamaan.
"Kalau begitu, kita akan berangkat sekarang. Usahakan agar kita benar-benar bisa menjalin kerjasama dengan mereka, karena itu akan memberikan keuntungan yang besar kepada perusahaan kita."
"Saya mengerti tuan. Akan saya lakukan semampu saya." Kata Yuana meyakinkan tuan Bert.
__ADS_1
"Aku selalu percaya padamu nona Yuana. Akan ada beberapa perusahaan yang ada di sana untuk merebut kerjasama yang langka ini, dan kita harus menjadi perusahaan pertama yang mendapatkannya." Tuan Bert kembali mengingatkan.
"Baik tuan. Saya mengerti." Jawab Yuana singkat.
Mereka bertiga kemudian turun menggunakan lift dan segera menuju ke tempat akan diadakannya metting. Sepanjang jalan, walaupun sambil menyetir, Gail selalu mencuri-curi pandang ke arah Yuana. Yuana pura-pura tidak melihat Gail. Ia lebih memilih memandang keluar jendela.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai tempat akan diadakannya metting. Yuana tidak bisa menahan air matanya ketika membaca tulisan 'Angkasa Grup' yang terpampang besar di sana.
Gail yang paham dengan apa yang dirasakan Yuana, segera merangkulnya tanpa mempedulikan tuan Bert yang menatap bingung ke arah Yuana.
"Kuatkanlah hatimu! Nasib perusahaan tempat kita bekerja sekarang ada di tanganmu. Kalau kamu lemah, kita semua akan jatuh hari ini. Aku mohon, tenangkan hatimu." Kata Gail menenangkan.
Yuana diam mendengarkan kata-kata Gail. Ia mencoba menahan hatinya agar tidak menangis lagi. Namun air matanya tidak bisa berkompromi. Ia segera melepaskan pelukan Gail dan meminum air yang dibawanya.
Setelah meresa tenang, ia berjalan masuk yang segera diikuti oleh Bert Conan dan Gail dengan tatapan bingung karena wajah Yuana sudah kembali ceria seperti ia tidak pernah menangis.
Orang hamil itu memang susah dipahami. Baru saja menangis dengan wajah yang menyedihkan. Menit berikutnya wajahnya sudah ceria seperti bayi yang baru saja mendapat mainan baru dari orang dewasa.
Ketika mereka memasuki ruang meting, banyak yang sudah menunggu di dalam, karena 15 menit lagi meting akan dimulai. Setelah melihat urutan presentasi dari lima perusahaan, perusahaan tempat Yuana bekerja akan menyampaikan presentasi di urutan paling akhir.
Yuana menatap ke arah Gail dan tuan Bert kemudian tersenyum seolah ia tidak pernah menangis. tuan Bert dan Gail yang mengapit Yuana dari tengah, saling menatap dengan tatapan bingung kemudian saling melemparkan senyum karena kelakuan aneh Yuana.
Meting segera dimulai, yang dipimpin langsung oleh tuan Harry Walker, CEO anak cabang Angkasa Grup di London.
Perusahaan yang mendapat urutan pertama segera mempresentasikan rancangan kerjasama mereka dengan Angkasa Grup. Tuan Harry Walker menyimak dengan saksama. Ia tidak melewatkan setiap kata dan kalimat yang dikeluarkan dari mulut sekretaris itu.
Keempat perusahaan secara bergilir menyampaikan presentasi mereka di hadapan Harry Walker, pria yang terlihat dingin dengan wajah yang tegas dan penuh wibawa.
Kini tiba giliran Yuana. Ketika ia bangun, Harry Walker terkejut, karena tadinya ia menyangka bahwa Yuana hanya asisten yang ikut untuk membantu. Ia tak menyangka bahwa gadis belia itu adalah seorang sekretaris. Wajahnya yang imut seperti gadis 17 tahun membuat orang-orang di se-isi ruangan itu tidak percaya.
Saat Yuana mulai menguraikan kalimat demi kalimat, Harry Walker menampakkan senyumnya sambil menganggukkan kepala. Ia tak menyangka gadis belia itu mampu menggugah hatinya dan penguraiannya sesuai dengan yang ia harapkan.
__ADS_1
Kenapa bukan aku yang lebih dulu menemukan gadis cerdas ini? Aku harus bekerja sama dengan mereka, selain karena hanya presentasi dari mereka yang sesuai keinginanku, juga karena aku harus mencuri ilmu dari gadis itu. Ia sangat berbakat. Rasanya ia lebih pantas menjabat sebagai CEO daripada seorang sekretaris, karena kemampuannya diatas rata-rata. Harry Walker.
Karena terlalu kagum dengan Yuana, Harry Walker sampai tidak menyadari bahwa Yuana telah menyelesaikan presentasinya.
"Tuan, silahkan berbicara dan mengambil keputusan. Nona Yuana Samantha sudah selesai." Bisik sekretaris Harry Walker.
Harry Walker seperti baru tersadar dari lamunannya. Ia segera menyapu wajahnya dengan kedua tangannya untuk mengembalikan kesadarannya.
"Baik! Terima kasih atas waktu dan kesediaan Bapak/Ibu di pertemuan kita hari ini. Setelah mendengarkan dengan saksama semua presentasi dari lima perusahaan yang datang hari ini, maka saya sudah menetapkan hati untuk hanya memilih satu yang terbaik dari lima perusahaan yang sudah berpartisipasi."
"Dengan rendah hati saya mohon maaf kepada Bapak/Ibu yang mungkin nanti tidak terpilih, karena saya tentunya menginginkan yang terbaik untuk perusahaan saya, terutama untuk Angkasa Grup yang sudah mendunia ini."
"Maka dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Bapak/Ibu sekalian, saya dengan penuh kesadaran harus memilih perusahaan milik Conan Media Grup dalam kerjasama ini. Selamat kepada tuan Bert Conan yang telah memaparkan yang terbaik dan meyakinkan saya untuk memilih Conan Media Grup sebagai relasi kerja dengan Angkasa Grup"
"Untuk detailnya mengenai apa yang harus dilakukan dalam kerjasama ini, akan dijelaskan sepenuhnya oleh putra saya 'Arthur Walker'." Kata Harry Walker mengakhiri sambutannya.
Ia kemudian tersenyum dan berjalan ke arah Yuana dan menjabat tangannya dengan erat. Yuana tidak fokus dengan Harry Walker karena ia sibuk menatap pria yang baru saja masuk, yaitu Arthur.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍