
Ya Tuhan! Jadi ini acara lamaran yang disiapkan khusus untukku? Kenapa aku tidak diberitahu? Apakah mereka pikir aku robot yang bisa digerakkan sesuka hati? Kalau ingin memberikan suprisse tidak harus seperti ini kan?Aku kesal dengan semua orang yang merencanakan ini semua. Apakah mereka sudah tahu bahwa aku akan bersedia menikah dengan kondisi seperti ini tanpa bertanya lebih dahulu kepadaku?
Yuana tidak menjawab pertanyaan Erik. Ia menatap Erik, Yosua, sekretaris Bram, dan Arthur secara bergantian. Setelah itu ia mengangkat gaunnya dan langsung berlari keluar dari ruangan itu.
Semua yang melihat kelakuan Yuana bingung dengan apa yang terjadi. Erik hendak mengejarnya, namun Yosua memberikan kode dengan matanya sambil menggelengkan kepalanya agar Erik jangan mengejarnya.
"Percaya padaku. Biarkan aku yang mengejarnya. Karena di saat seperti ini, dia hanya akan mendengarkan aku." Kata Yosua.
"Tap...."
"Aku tahu! Tapi ini sesuatu yang membuat dia terkejut. Nanti kita bicarakan. Aku harus segera bicara dengannya." Kata Yosua segera memotong apa yang akan dikatakan Erik.
Yosua kemudian melangkah meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan keluar mencari Yuana. Saat sudah berada di luar, ia melihat Yuana sedang duduk di bangku taman hotel dan menekukkan wajahnya diantara kedua lututnya.
Yosua berdiri dan membiarkan Yuana menangis untuk mengeluarkan semua emosinya. Ia tahu, adiknya itu akan kecewa padanya karena ia sudah membohonginya. Karena itu, ia tetap memilih diam dan membiarkan Yuana menangis untuk mengeluarkan semua kekesalannya.
Kurang lebih dua puluh menit kemudian, Yosua melihat bahwa Yuana sudah mulai tenang. Ia kemudian mendekat dan duduk di samping Yuana. Yuana melihat ke arah Yosua, namun bingung harus mengatakan apa. Ia benar-benar kecewa dengan kakaknya.
"Boleh kakak bicara?"
Yuana hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Yosua.
"Kakak minta maaf karena telah merahasiakan hal ini darimu. Kakak tidak bermaksud membohongimu atau menganggapmu anak kecil. Tetapi kondisilah yang memaksa kakak, Erik, dan kak Bram untuk melakukan ini semua."
"Kakak juga sadar bahwa kamu akan jauh dari kakak, dan karena itu kakak ingin kamu menjadi milik Erik sepenuhnya sehingga ia bisa menjagamu di saat kakak tidak ada. Dan hal yang paling penting, kakak tidak ingin kalian melakukan sesuatu yang di luar batas sebelum menikah."
"Kakak bukan tidak percaya padamu. Justru kakak sangat mempercayaimu. Tetapi kamu perlu ingat bahwa ketika seseorang tidak mampu menguasai dirinya, maka apa saja bisa terjadi. Dan kakak tidak menginginkan itu terjadi padamu."
"Kakak hanya ingin agar Erik menyentuhmu ketika kalian sudah resmi sebagai suami istri. Sebelum itu, kakak tidak akan mau kalian melakukan sesuatu yang melanggar norma."
"Apa kamu ingin bicara?" Tanya Yosua ketika ia bingung harus menjelaskan apa lagi kepada adik kecilnya.
"Tetapi, kak Erik sering memelukku. Apakah itu salah dan kakak akan marah?" Tanya Yuana dengan polosnya.
__ADS_1
Yosua tidak dapat menahan tawanya mendengar pertanyaan Yuana. Ia langsung meraih tubuh Yuana dan membawanya dalam pelukannya.
Ah! Aku tidak tega memberikanmu kepada seorang pria karena kamu terlalu polos. Tetapi aku tidak akan bisa menjagamu selamanya. Dan satu-satunya orang yang pantas untukmu adalah Erik, karena kalian baru sama-sama mengenal cinta. Dia pria yang baik, dan aku percaya padanya.
"Iya! Itu salah. Karena itu kamu harus menerima lamaran Erik agar segera menikah."
Yuana nampak berpikir mendengar jawaban Yosua. Namun, ia bingung harus menjawab apa. Sementara itu, beberapa pasang mata dan telinga yang sudah bergabung dekat situ kaget dan menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Yuana.
Mereka saling menatap dan tertawa sambil menutup mulut dengan tangan mereka agar tidak terdengar.
Oh Tuhan! Tak ku sangka calon istriku sepolos ini. Apa yang harus aku jelaskan setelah menikah?
Erik frustasi dan meremas rambutnya sambil memikirkan cara memberitahu Yuana tentang apa yang akan dilakukan setelah menikah.
Setelah Yosua merasa bahwa Yuana sudah tenang, ia melepaskan pelukannya dan menghadapkan wajahnya kepada Yuana.
"Jangan pernah kecewakan Erik. Ia sudah sangat menahan diri sejauh ini. Jika kamu menolak menikah dengannya, itu sama saja kamu tidak memenuhi semua yang kamu janjikan kepadanya."
Erik tahu bahwa Yuana sudah mulai tenang. Karena itu ia memberanikan diri membawa cincin yang tadi gagal diberikan pada Yuana, dan berjalan ke arah Yuana dan Yosua.
Yuana nampak berpikir, dan kemudian melihat kepada Yosua yang sudah berdiri dan menjauh saat Erik berlutut. Yosua menganggukkan kepala sambil tersenyum.
"Baik kak! Aku bersedia." Jawab Yuana mantap.
Terdengar tepuk tangan dari Arthur dan yang lainnya yang sejak tadi berdiri di situ.
Erik segera meraih jari manis Yuana dan memakaikan cincin padanya. Yuana melihat cincin yang sudah melingkar di tangannya, kemudian melihat Erik dan Yosua bergantian. Yosua memalingkan wajahnya dan melihat ke lain tempat sambil menahan air matanya yang hampir menetes.
Yosua sebenarnya tidak tega melepas adik kecilnya, tetapi ia sadar bahwa itu adalah kodrat yang harus dijalani oleh Yuana.
"Terima kasih." Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Yuana.
Erik segera berdiri ketika Yuana mengucapkan kata itu. Erik hendak mengecup kening Yuana, namun ia takut dengan ancaman Yosua padanya beberapa waktu yang lalu. Ia terlihat bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Yosua seolah mengerti apa yang diinginkan dan dirisaukan Erik.
__ADS_1
"Lakukanlah, Rik! Untuk hari ini, aku mengizinkanmu. Tetapi kamu harus tahu batasanmu sampai kalian menikah."
"Terima kasih, Yos! Aku akan selalu mengingatnya."
Setelah berkata demikian, Erik segera memeluk Yuana, kemudian mengangkat wajah Yuana, dan dengan perlahan mengecup kening Yuana. Ia seolah melepaskan semua rasa yang sudah ia tahan selama ini tanpa berniat mengakhiri kecupan itu.
Yuana terlihat panas dingin, karena baru pertama kalinya merasakan kecupan dari orang yang dicintainya. Yosua memang sering mengecupnya, tetapi ia tidak merasakan apapun. Ia hanya merasa nyaman dan semakin manja ketika Yosua melakukan hal itu. Namun, yang sedang dilakukan oleh Erik membuatnya mengalami gejala malaria secara mendadak.
Tangannya sampai gemetar dan memegang ujung jas yang dikenakan oleh Erik. Erik sadar bahwa Yuana gemetar. Namun, karena ia sedang menikmati rasa yang ia sedang dialaminya, ia tidak berniat mengakhiri kecupan itu sampai terdengar suara batuk yang cukup keras dari Yosua dan sekretaris Bram, disusul oleh yang lainnya.
Erik segera sadar dan mengakhiri kecupannya. Sementara Yuana yang gemetar dan berkeringat hampir saja jatuh karena kakinya tidak kuat menopang tubuhnya. Ia benar-benar gugup dengan apa yang baru saja terjadi. Ditambah lagi, semua yang sedang berdiri di situ menatapnya dengan senyum penuh arti. Ia semakin tertunduk dan ingin menyembunyikan wajahnya.
Setelah menguasai tubuhnya dan rasa gugupnya, Yuana segera berlari kepada Yosua dan memeluknya sambil membenamkan wajahnya di dada Yosua.
"Hei! Kamu kenapa?" Tanya Yosua.
"Yuana takut kak."
Hah? Baru dikecup keningnya sudah takut? Oh adikku yang cantik. Apa yang harus aku lakukan? Yosua.
Bersambung.
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍