Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
24. Menghadapi Sikap Arogan Tuan Besar


__ADS_3

Ada saat dimana kamu akan menangis, dan ada saat dimana kamu akan tertawa. Ingatlah selalu bahwa tidak ada airmata yang akan terbuang dengan sia-sia, dan tidak ada tawa yang tidak keluar dari rasa syukur. Bersyukurlah ketika kamu menangis atau tertawa, karena rasa syukur membuatmu mengerti bahwa hidup itu indah. Bersyukurlah!! Eda Sally


*****


Karena banyaknya tugas dan keharusan untuk diselesaikan, Yuana baru selesaikan semuanya tepat pada pukul 03.00 pagi. Tidur larut malam sudah menjadi hal biasa bagi Yuana. Ia malah terkadang tidur pukul 04.00 pagi dan bangun pukul 06.00.


"Kalau ingin membalas dendam karena kejadian tempo hari, aku berharap tuan besar mengubah cara balas dendam dengan cara yang terhormat, karena aku tidak akan pernah menyerah dengan apapun." Yuana berkata pada dirinya sendiri dan kemudian turun dari tempat tidur untuk segera mandi.


Setelah selesai mandi, Yuana segera bersiap-siap karena ia tidak mau terlambat sampai di kantor. Baginya, disiplin harus dimulai dari diri sendri. Ia tidak mau diceramahi hanya karena terlambat.


Beberapa menit kemudian, Yuana telah tiba di kantor menggunakan jasa taksi karena jarak dari apartemennya ke kantor cukup dekat.


Setelah sampai, tanpa kendala Yuana langsung masuk ke ruangan sekretaris Bram, meletakkan semua dokumen, dan mulai menyusunnya sesuai urutannya diatas meja kerja sekretaris Bram. Beberapa file yang di kirim lewat email pun sudah diselesaikan dan sudah di kirim lagi ke email sekretaris Bram.


"Ah masih masih ada waktu sepuluh menit. Aku manfaatkan untuk memeriksa lagi dokumen dan file yang sudah aku kerjakan, sehingga tidak ada kesalahan."


Yuana berkata tanpa menyadari bahwa patung hidup yang sangat ingin dia hindari sudah berdiri di pintu dan mendengar apa yang sedang dia katakan.


"Siapa bilang masih ada waktu. Jangan diperiksa lagi. Aku yang akan memeriksanya. Kamu langsung saja ke ruangan tuan Andre karena hari ini kamu dan aku akan menemani tuan Andre untuk metting dan makan siang dengan klien."


Dengan ciri khas berbicara yang tanpa menoleh, sekretaris Bram berjalan menuju mejanya.


Hmmm, kenapa juga patung hidup ini datangnya pagi sekali. Apakah dia ingin melihat aku melakukan kesalahan?


"Cepat ke ruangan tuan Andre, karena tuan Andre juga sudah datang. Jangan sampai keterlambatanmu membuatnya murka. Dan segera periksa emailmu karena sudah aku kirimkan jadwal tuan Andre hari ini."


Tangan dan matanya sibuk memeriksa seolah yang dia ajak bicara adalah tumpukan dokumen yang sementara dia periksa.


"Baik, tuan! Saya segera kesana."

__ADS_1


Yuana menunduk memberi hormat, menyambar tasnya dan langsung menuju keruangan manusia yang paling menakutkan di seluruh jagad ini sambil tangannya sibuk membuka hanpdhone-nya untuk melihat email dan jadwal tuan besar.


Hmmmm...boleh juga anak ini. Kalau orang lain, mungkin hanya sebagian yang bisa diselesaikan. Dia bukan orang biasa. Dia memiliki kemampuan diatas rata-rata. Akan aku pertahankan, dan sebisa mungkin melindunginya terhadap ancaman tuan Andre. Sek Bram


Yuana mengetuk pintu ruangan sang tuan besar. Setelah terdengar perintah untuk masuk, Yuana segera masuk dengan dipenuhi rasa kuatir.


"Selamat pagi tuan." Menyapa dengan suara yang sengaja dinaikkan volumenya untuk meredam rasa grogi yang sedang menyerang. Sementara yang di sapa masih diam dengan matanya masih manatap layar di depannya tanpa melihat Yuana sama sekali.


Sepertinya tempat kantor ini salah. Karena orang-orang yang bekerja di sini tidak ada yang tersenyum. Semuanya berwajah datar, seolah berasal dari satu garis keturunan. Sampai kapan aku harus berdiri disini. Heii tuan,! segera insyaf. Kakiku tidak terbuat dari besi yang tahan berdiri berabad-abad.


Yuana berdiri dengan kesal namun raut wajahnya dibuat se-biasa mungkin dan hatinya sudah dipenuhi dengan sumpah serapah kepada sang tuan. Bagaimana tidak, tuan yang di depannya tidak membalas salamnya sama sekali.


Setelah berdiri kurang lebih dua jam, manusia aneh di depannya mengangkat wajah dan memandang Yuana dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Kenapa dia tidak terlihat lelah ya,? Padahal dokumen yang aku berikan cukup banyak. Dia terlihat biasa saja. Sebenarnya dia manusia atau mesin. tuan Andre


"Sudah tahu jadwalku hari ini dan apa yang harus kamu lakukan?" Tanyanya dengan mata dan nada mengintimidasi.


Boleh juga nyali anak ini. Jangan senang dulu karena masih ada beribu bahkan berjuta hari yang akan kamu lalui di sini. Aku akan menunjukkan kepadamu siapa Andre Wiliam yang sebenarnya. Aku ingin kamu membalas semua kekacauan yang sudah kamu ciptakan waktu itu. Aku tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang mencoba menghalangi apalagi menggalkan rencanaku seperti yang kamu lakukan. tuan Andre


"Baguslah kalau kamu sudah siap. Karena kamu yang akan mempresentasikan semua keuntungan dan kerugian dalam kerjasama dengan klien. Aku hanya akan mengamati, dan sekretaris Bram yang akan menambahkan apa yang perlu jika masih kurang."


Andre Wiliam masih dengan sorot mata yang tajam dan terus menatap ke arah Yuana. Yuana yang di tatap pura-pura tidak melihat sorot mata yang dipenuhi amarah tersebut.


"Terima kasih tuan." Kata Yuana singkat.


Tuan, bisakah tuan peka dan menyuruhku untuk duduk? Entah hati tuan terbuat dari apa sehingga tidak peka sama sekali.


"Baik, kita akan segera berangkat karena sebentar lagi akan diadakan metting."

__ADS_1


Selesai bicara, tangannya sibuk memencet tombol diatas mejanya dan tidak sampai hitungan menit sekretaris Bram muncul dengan wajah khas manusia es.


"Bram, kita berangkat sekarang." Katanya dengan tatapan penuh makna kepada sekretaris Bram.


"Baik tuan." Jawab sekretaris Bram singkat seolah paham dengan sorot matanya tuannya, dan segera memberikan kode kepada Yuana untuk segera keluar.


Mereka bertiga berjalan beriringan dan masuk ke lift khusus yang yang hanya boleh dilewati tuan Andre dan sekretaris Bram.


Setelah melewati tahap demi tahap, Yuana berhasil mempresentasikan semuanya dengan sempurna seperti yang diharapkan. Namun tuan Andre ataupun sekretaris Bram, tidak ada satupun yang memujinya. Mereka terlihat biasa saja, walaupun dalam hatinya kagum.


Kenapa dia selalu bisa melakukan apapun yang aku perintahkan sekalipun itu berat. Untuk hari ini pun dia benar-benar memberikan hasil yang luar biasa, yang tidak kalah dari Bram. tuan Andre


Anak ini selalu penuh kejutan. Anda tidak akan bisa menjatuhkannya tuan. Berhentilah bersikap arogan dengannya. Bram.


Aku harus banyak belajar, karena tuan Andre sepertinya menyukai sesuatu yang menantang. Cara kerjanya benar-benar rapi, dan tidak sedikit yang senang untuk bekerja sama. Banyak perusahaan yang mencari muka dengannya . Tapi aku bersyukur untuk hari pertama yang luar biasa ini. Yuana


Dalam perjalanan pulang dari metting dengan klien, mereka disibukkan dengan pikirannya masing-masing. Yang satu tidak puas karena gagal mengerjai yang tidak dia sukai, yang satu merasa iba dengan orang yang dikerjai, dan yang dikerjai tidak merasakan apapun. Malah semakin terpacu untuk lebih banyak belajar.


Bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya


😍😍😍😍


__ADS_2