
Tidak semua orang akan bersikap bijak untuk menerima kenyataan pahit yang ada di depan mata ketika ia merasa bahwa sang semesta seolah tidak lagi berpihak padanya. Namun, ada sebagian orang yang justru semakin bijak ketika dihadapkan dengan berbagai tantangan. Karena bagi mereka, semakin mereka menerima tantangan, mereka semakin dipacu untuk lebih baik dan terus maju. Eda Sally
*****
Badan Yuana bergetar hebat seiring dengan jantungnya yang sudah berpacu dengan sangat kencang ketika membaca tulisan 'Edinburgh, Tristan da Cunha'. Pikirannya langsung melayang kemana-mana dan ia hanya menatap semua surat di depannya dengan tatapan kosong.
Kenapa harus tempat ini Tuhan? Apa dosa yang telah aku perbuat sehingga aku harus diperlakukan seperti ini? Kenapa Engkau tidak menolongku? Apakah Engkau tidak bisa mencegah rencana tuan besar? Andaikan Engkau memperbolehkanku untuk meminta mujizat, aku akan meminta agar perjalanan ini dibatalkan.
Yuana termenung dan memikirkan segalanya dengan matang-matang kemudian memantapkan hatinya untuk pergi.
Yuana kemudian mengambil paspor dan beberapa surat lainnya untuk data dirinya selama disana, dan setelah membaca ulang semuanya agar tidak keliru, Yuana memasukkan semuanya ke dalam tas kecilnya agar tidak ada satu dokumen pun yang tercecer sehingga tidak menyulitkannya.
"Mungkin ini satu-satunya jalan untuk membuktikan bahwa janji setia dalam cinta tidak harus bersama. Jika berpisah adalah cara terbaik, aku akan melakukannya asal Erik bahagia."
Setelah mengatakan kata-kata itu pada dirinya sendiri, Yuana mengambil pena dan kertas putih kemudian mulai menuliskan kata-kata yang dirasa perlu agar diketahui kakaknya sehingga Yosua dan ibu tidak mencarinya jika ia tiba-tiba menghilang.
Dear kak Yosua
Maafkan aku jika selama ini nakal dan tidak sopan pada kakak dan ibu. Aku harap kak Yosua mengerti dengan keputusan yang aku ambil. Maafkan aku juga karena tidak bisa menyampaikan dengan jelas alasan kenapa aku pergi. Ini sulit untuk dikatakan. Dan mungkin perpisahan ini akan terjadi untuk waktu yang sangat lama.
Aku akan merindukanmu, kak! Engkaulah tempat aku selalu memanjakkan diri. Engkau kakakku yang masih memperlakukanku seperti gadis kecilmu beberapa tahun yang lalu. Aku pasti merindukan saat dimana aku dengan manjanya selalu bergelayut dalam pelukanmu.
Jika sewaktu-waktu kakak dan ibu ada waktu, menginaplah di apartemenku agar aku tidak terlalu memikirkannya.
Rasanya hati ini tidak sanggup berpisah denganmu, kak! Tapi hanya ini satu-satunya jalan yang harus aku lalui.
Doakan aku selalu, agar tidak ada hal buruk yang terjadi padaku, sehingga jika Sang Pencipta berkenan, kita dapat berjumpa lagi. Titip ibu ya kak?
Dari gadis kecilmu, Yuana!!
__ADS_1
Yuana membaca ulang surat tersebut, kemudian memikirkan cara agar kakaknya tidak curiga. Yuana lalu memesan beberapa hadiah via online untuk kakak dan ibunya.
Setelah menunggu beberapa menit, kurir terlihat sudah datang untuk mengantarkan pesanannya. Yuana lalu membungkus semuanya jadi satu, dan tak lupa memasukkan surat tersebut ke dalam hadiah yang sudah terbungkus rapi.
"Sudah tidak ada waktu lagi. Besok aku sudah harus berangkat, jadi aku akan mengirimkan semuanya hari ini kepada kakak dan ibu."
Yuana bergegas menghubungi bagian pengiriman barang dan kemudian mengirimkan paketan yang sudah terbungkus rapi.
Karena sudah tidak ada lagi yang harus dilakukan, Yuana kemudian masuk ke kamar dan mengemasi barang-barangnya. Ia hanya membawa pakaian dan sepatu seperlunya.
Semua barangnya ia tinggalkan di apartemennya. Ia tidak ingin apartemennya terlihat kosong jika kak Yosua atau ibu sewaktu-waktu mau menginap.
Ketika semua persiapan untuk keberangkatannya sudah beres, Yuana kembali membaringkan diri di sofa. Ia kemudian mengingat kembali kenangan beberapa hari lalu saat ia tertidur di pelukan Erik.
"Mungkin itu adalah terakhir kalinya aku ada dalam pelukannya. Aku pasti sangat merindukannya. Bagaimana aku bisa jauh darinya jika hatiku tidak terima kenyataan ini?"
"Apapun alasannya, hanya ini satu-satunya cara jika aku ingin membuktikan cintaku padanya."
"Aku juga harus menuliskan surat untuknya. Aku tidak mungkin memberitahukannya melalui wa atau telepon. Bisa-bisa ia nekat dan akan menyusahkan kakakku. Cukup aku yang kehilangan pekerjaan."
Dear Erik
Tak bisa ku jelaskan semua rasa yang aku miliki padamu. Mungkin kadang aku terlalu malu untuk mengakui perasaanku padamu. Namun hatiku tak bisa membohongi hal itu.
Aku masih ingat dengan jelas ketika pertama kali bertemu dan kamu sangat dingin. Bahkan tersenyum pun itu sesuatu yang sangat mahal. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai melihat cinta dan senyummu yang kau tujukan hanya untukku.
Ketika menatap wajahmu, rasanya sudah tidak ada pria lain lagi di muka bumi ini selain engkau. Ah! Maafkan aku yang terlalu mengagumi dan memujamu.
Kau satu-satunya dan pria pertama yang membuatku jatuh cinta. Mungkin aku masih kekanakan dalam hal cinta, tapi hari-hari yang telah kita lalui bersama dan tulusnya kasihmu padaku, membuatku memiliki tekad untuk senantiasa bersamamu.
__ADS_1
Aku mohon maafmu untuk langkah yang harus aku ambil. Maafkan aku yang tidak bisa memegang tanganmu untuk berjalan bersama lagi seperti janjiku. Mungkin tanganku tidak akan sanggup menjangkaumu, tapi tidak untuk doaku yang akan senantiasa memelukmu dari jauh.
Percayalah padaku! Aku pergi demi mewujudkan janjiku padamu, bahwa aku akan tetap mencintaimu. Rasanya terlalu berat untuk melakukan hal ini. Tapi akan lebih berat jika aku tidak pergi dan kemudian akan menyeretmu menuju jalan yang seharusnya tidak dilalui oleh seorang tuan muda, penguasa negeri ini.
Jika nanti kamu merindukanku, sebutlah namaku dan berdoalah untukku. Akupun akan melakukan hal yang sama sehingga jika Sang pemberi cinta berkenan, maka Ia akan mempersatukan kita dalam cintanya.
Dari aku yang aku selalu mencintaimu di sepanjang umurku. Yuana.
Setelah membaca ulang surat yang ditulisnya untuk Erik dengan deraian airmata, Yuana melipatnya dan memasukannya dalam amplop, kemudian menuliskan nama Erik dan meletakkannya diatas meja.
Erik punya remot untuk membuka pintu apartemennya. Yuana berharap ketika besok Erik datang, Erik bisa membaca surat yang ditinggalkan untuknya.
"Maafkan aku jika menyakitimu dengan menjadi pengecut. Aku tak pantas kau andalkan untuk berjuang bersamamu."
Matanya seolah tak berhenti menangis mengingat apa yang akan dilaluinya pasti sangat berat. Ia hanya memiliki tekad bahwa apapun yang terjadi nanti, ia harus bisa bertahan agar bisa melihat orang-orang yang dicintainya bahagia.
"Harusnya aku tidak terbawa perasaan waktu ia menyatakan cintanya padaku. Kenapa aku harus mencintai pria yang pada akhirnya tidak bisa ku sentuh karena perbedaan yang mencolok diantara kami?"
"Andai waktu bisa kembali, aku akan memilih untuk tidak mencintainya karena itu adalah sebuah kesalahan."
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐