
Cinta tidak hanya dapat diekspresikan melaui kata. Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan kita kepada orang yang kita cintai. Karena setiap orang, memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan perasaan dan cinta mereka pada orang lain. Eda Sally
*****
Sebagai putra tunggal dari pemilik Angkasa Grup, dan orang terkaya di negeri ini, Erik bisa melakukan apa saja karena kekayaan yang berlimpah. Namun, ia bukan tipe orang yang suka pamer. Bahkan acara ulang tahunnya pun atas inisiatif orang tuanya. Ia tidak terlalu pusing dengan acara seperti itu, karena baginya hanya menghabiskan biaya.
Tuan Andre memang sengaja mengadakan acara ulang tahunnya untuk mengundang para collega dan relasi bisnisnya dengan maksud untuk mengenalkan putranya sebagai pewaris tunggal Angkasa Grup.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Erik adalah pria yang sangat tampan. Tubuhnya yang tinggi dan proporsional membuatnya sangat sempurna di mata siapa saja yang memandangnya. Sorot matanya yang tajam dan menantang membuat lawan jenisnya tidak akan mampu menatapnya lebih dari lima detik. Karena bisa dipastikan akan ada banyak korban yang jatuh karena ngiler. Hehehhe! Tidak heran banyak wanita yang tergila-gila padanya.
Hari ini Yuana masuk kerja tetapi hanya setengah hari. Bukan sengaja membolos, tapi ia memang diijinkan oleh sekretaris Bram untuk pulang lebih awal karena harus mempersiapkan fisik untuk penampilannya besok malam di acara ulang tahun Erik.
Yuana memanfaatkan kesempatan itu untuk berlatih dengan teman-teman grup bandnya karena sudah lama mereka tidak tampil bersama karena kesibukan masing-masing dan karena Yuana hampir tidak pernah ada waktu untuk tampil dengan mereka sejak bekerja di Angkasa Grup.
Yuana dan teman-temannya juga akan mengisi acara dengan menampilkan delapan buah lagu. Yuana tentu yang selalu menjadi vokalis andalan dalam setiap penampilan mereka karena memiliki suara yang sangat merdu.
*****
Karena semalam Yuana bersama teman-temannya berlatih sampai larut, Yuana bangun kesiangan. Namun karena weekend, ia tidak terlalu kuatir. Yuana berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia mandi sambil bersenandung mengulangi lagu-lagu yang sudah dilatih semalam.
Setelah selesai mandi, Yuana menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Yuana memilih membuat sarapan yang sederhana dan gampang. Ia membuka kulkas dan melihat bahan makanan yang ada. Akhirnya Yuana memilih membuat Omelet saja karena bahan-bahannya lengkap. Awalnya Yuana ingin membuat sandwich, namun setelah di pikir-pikir ia tidak mau ribet.
Tidak lama kemudian , sarapannya sudah kelar. Yuana juga membuat segelas susu putih sebagai pelengkap sarapannya dengan omelet yang sudah dia buat. Yuana makan sambil termenung.
Minggu lalu kak Yosua di sini dan membuatkan sarapan. Masakannya sangat enak. Ah, kakakku memang pintar masak dan paling bisa diandalkan.
Setelah selesai sarapan, Yuana masuk ke kamar dan memeriksa beberapa file yang dikirimkan sekretaris Bram semalam. Walaupun kemarin ia diijinkan untuk masuk hanya setengah hari, bukan berarti tidak ada tugas. Ia tetap diminta mengerjakan dokumen yang sudah dikirim.
Yuana terlalu serius bekerja sampai tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 yang artinya waktunya untuk makan siang.
__ADS_1
Tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda pesan masuk. Yuana baru sadar bahwa ia sudah melupakan handphonenya sejak pagi.
"Aku sedang memesankan makanan via online untukmu. Lima menit lagi kurir akan mengantarnya. Aku tahu kamu pasti belum makan." Erik
"Hah? Aku lupa masak. Jadi malu kan dikirimkan makan oleh kak Erik? Aku harus jawab apa ya untuk membalas pesannya?"
"Terima kasih kak selalu memperhatikan aku." Yuana
"Jangan terlalu sungkan. Kamu pasti tahu alasan aku melakukan semua ini. Ayo cepat makan dan bersiap-siap. Jam tiga nanti tukang rias akan datang ke apartemen untuk merias wajahmu. Acaranya nanti jam lima sore. Sekeretaris Bram yang akan menjemputmu. Jangan lupa memakai gaun dan tas yang aku berikan. Love You." Erik
Yuana bingung harus membalas apa lagi. Ia merasa otaknya tidak mampu merangkai kata-kata jika berhadapan dengan Erik.
Tak lama kemudian bel pintu berbunyi. Yuana segera keluar dan setelah melihat, ia tahu bahwa itu adalah kurir yang mengantarkan makanan seperti yang dikatakan Erik. Ia mengambilnya dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Ia langsung melahap makanan tersebut setelah kurir itu pergi karena sudah sangat lapar.
Selesai makan Yuana menunggu tukang rias yang dikatakan oleh Erik. Tak lama kemudian datang dua orang wanita cantik dan langsung masuk setelah mengucapkan salam karena Yuana tidak menutup pintu. Yuana hanya pasrah ketika mereka meriasnya. Karena pada dasarnya ia memang tidak pandai merias wajah.
Kenapa lama sekali ya? Lebih baik aku tidur saja, daripada menunggu proses poles-memoles yang sangat lama dan membuatku bosan.
"Nona, silahkan buka mata dan lihat hasilnya."
"Wah! Cantik sekali. Terima kasih ya kak?"
"Iya sama-sama. Maaf nona kami mohon pamit. Tugas kami sudah selesai." Kata mereka setelah selesai membereskan alat-alat make-up mereka.
Yuana masih bengong di depan cermin karena tidak percaya dengan hasil make-up yang sangat bagus. Mereka menggunakan tekstur yang benar-benar soft dan sesuai dengan warna kulitnya sehingga tidak kelihatan mencolok.
"Mereka dibayar berapa ya sama kak Erik? Kenapa kak Erik itu mau melakukan hal-hal seperti ini padaku? Apa benar dia mencintaiku? Aku hanya merasa tak pantas karena aku bukan siapa-siapa yang harus bersanding dengannya."
Yuana memejamkan mata dan memikirkan hubungannya dengan Erik yang rasanya terlalu rumit. Ia bersyukur karena Erik menepati janjinya dan tidak menemuinya. Namun ia selalu mengirimkan hadiah dan pemberian yang membuat Yuana selalu tidak enak hati.
__ADS_1
Karena melamun, Yuana kaget ketika handphonenya berbunyi. Lebih kaget lagi ketika melihat nama yang tertera di layar.
"Hallo tuan?" Jawab Yuana menahan napas.
"Kau sudah siap? Lima belas menit lagi aku sampai di apartemenmu dan aku tidak mau menunggu. Teman-teman bandmu sudah tiba ada di hotel tempat acara akan berlangsung."
"Baik tuan. Terima kasih. Aku sedang bersiap tuan."
Terdengar bunyi 'tut' pertanda panggilan sudah diakhiri. Tanpa komando lagi, Yuana segera meraih gaun yang diberikan Erik dan segera memakainya. Ia juga mengambil tas dan memasukkan handphone serta keperluan cewek yang lain ke dalamnya. Ia bingung harus memakai sepatu yang mana. Akhirnya ia memilih sepatu yang senada dengan gaun dan tasnya.
Yuana memutar-mutar badannya di depan cermin untuk memastikan penampilannnya sudah sempurna. Ia seperti melihat orang lain di dalam cermin. Pasalnya Yuana tidak terbiasa make-up sehingga begitu make-up ia malah semakin cantik. Karena semua sudah selesai, Yuana memilih keluar dan menunggu daripada manusia es itu harus menelpon lagi.
Benar dugaannya. Begitu ia keluar, sekretaris Bram juga sampai. Ia langsung berjalan menuju sekretaris Bram yang tetap duduk di dalam mobil.
Kau membuat tuan muda akan semakin gila dengan penampilanmu nona. Aku yakin malam ini kau akan diculik ditengah-tengah acara.
"Selamat sore tuan!"
"Hmmm! Ayo berangkat".
Hanya itu jawabannya kemudian segera melajukan mobil.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.😍😍😍😍😍