
Ibu adalah satu-satunya wanita yang akan senantiasa mengkhawatirkanmu. Ketika dunia tidak lagi nyaman, dan orang tidak lagi ramah terhadapmu, jangan pernah lupa satu hal bahwa ibumu akan senantiasa menanti kepulanganmu. Bahkan ketika kamu berada di jurang nista sekalipun, ibumu akan tetap mengulurkan tanganya kepadamu dengan senyum tulus yang penuh cinta. Eda Sally
*****
Setelah puas memeluk Yuana, Yosua segera melepaskan pelukannya, dan mengangkat wajah adik yang paling disayanginya itu. Dengan perlahan ia membelai wajah cantik itu.
"Kamu telah menjadi seorang ibu. Kurangi manjamu, dan berlakulah seperti seorang ibu bagi anakmu. Tanggung jawab sebagai seorang ibu pasti berat, tapi kakak percaya kamu akan bisa melewati semuanya dengan baik."
"Jangan pernah melupakan kakak dan ibu ketika kamu sudah bahagia dengan keluarga barumu. Kakak akan selalu mencintaimu."
"Jika ada yang berani mengusik kebahagiaanmu, maka dia akan berhadapan denganku, dan bukan Erik."
Setelah berkata demikian, Yosua mengacak rambut Yuana kemudian berlalu dan duduk di sofa tempat yang lainnya duduk.
Bu santy menganggukkan kepala kepada sekretaris Bram untuk menyalami Yuana lebih dulu. Sekretaris Bram segera bangun dan menuju ke tempat Yuana duduk.
"Ah! Erik sudah punya kembaran. Kini kamu akan direpotkan dengan rengekan dua bayi di rumahmu. Kamu harus sabar melayani mereka, dan kamu harus ingat bahwa rengekan bayi dewasa lebih menakutkan dari bayi kecil." Ujar sekretaris Bram sambil meraih kepala Yuana dan memeluknya.
"Terima kasih kak. Tolong bantu aku untuk menjinakkan bayi dewasa itu." Jawab Yuana.
"Hahahahaha! Hanya kamu yang bisa menjinakkan bayi dewasa itu. Bila perlu buat dia sibuk setiap hari untuk mengurus kembarannya." Ucap sekretaris Bram dengan masih memeluk Yuana.
Beberapa saat kemudian, sekretaris Bram melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Yuana.
"Ah! Gadis kecil yang selalu bisa melakukan apa saja di kantor kini telah menjadi seorang ibu. Rasanya aku harus belajar untuk memanggilnya sebagai nona Wiliam." Kata sekretaris Bram menggoda Yuana.
"Kak Bram jahat!" Kata Yuana merajuk.
"Kamu ingin menyangkal hal itu? Apa kamu ingin aku mencarikan nona Wiliam yang lain untuk Erik?" Sekretaris Bram terus menggoda Yuana.
"Aku akan membenci kak Bram seumur hidup jika itu sampai terjadi." Jawab Yuana dengan bibir monyongnya yang membuat sekretaris Bram gemas melihatnya.
Pantas saja Erik hampir gila. Kamu memang menggemaskan. Bram.
"Hei! Berhenti menggoda istriku." Ujar Erik pura-pura marah.
"Aku tidak menggodanya. Aku hanya mengingatkannya agar waspada dengan kelakuan bayi dewasa di keluarga Wiliam.
Wajah Erik merah mendapat ejekan dari kakaknya. Namun ia memilih untuk diam dan tidak menanggapinya karena ada ibu mertuanya.
Bu santy segera bangun dari tempatnya menuju ke tempat tidur dimana Yuana duduk.
__ADS_1
Air mata Yuana kembali menetes ketika melihat ibunya. Ia langsung menunduk karena tidak bisa menahan tangisnya.
"Ibu...Hiks..hiks..."
Bu Santy yang paham dengan perjuangan yang dialami anaknya langsung memeluk tubuh anak gadisnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Maafkan ibu yang tidak bisa menjagamu dengan baik sehingga kamu harus menanggung banyak penderitaan."
"Jika waktu bisa diputar, ibu tidak akan membiarkanmu jatuh cinta sampai cinta sendiri yang berpihak padamu."
"Ibu bukan tidak senang karena kamu menikahi Erik, tetapi perjuanganmu sangat berat, nak! Ibu menangis setiap hari ketika tahu bahwa kamu telah pergi tanpa berita."
"Hati ibu sangat sakit, tetapi ibu sadar bahwa kamu melakukan semua itu dalam kesadaran karena kamu mencintai Erik."
"Ibu harap kamu mencintai Erik bukan karena nama besar dan kedudukannya, tetapi karena kamu melihatnya sebagai pria baik yang layak mendapatkan cintamu."
"Ibu juga sadar, kamu memiliki wajah cantik yang memikat. Tolong jaga kecantikan kamu sebagai anugerah yang hanya boleh dimiliki oleh suamimu."
"Jangan pernah kecewakan Erik karena pria lain, dan jangan pernah beri kesempatan kepada nama lain untuk berdiam di dalam hatimu."
"Cintailah dan hormatilah suamimu sebagai orang yang layak kamu cintai dan hormati. Jika ia salah, tegurlah ia dengan cara yang bijak, dan jangan pernah mendiamkan suamimu dengan alasan apapun." Kata Bu Santy mengakhiri wejangannya.
"Kamu tidak pernah salah. Waktu pernikahanmu ibu memang tidak ada, tetapi doa dan restu ibu senantiasa menyertai setiap jalanmu." Ujar bu Santy sambil melepaskan pelukannya.
"Terima kasih selalu mendoakan yang terbaik untuk Yuana. Terima kasih bu." Jawab Yuana sambil menghapus sisa-sisa air matanya.
"Oya Gail! Perkenalkan! Ini keluarga Yuana. Pria yang paling tampan ini kakak satu-satunya Yuana. Dia adalah perisai bagi Yuana."
"Dialah salah satu alasan kenapa aku selalu mencintai Yuana, karena aku tidak ingin cacat." Kata Erik memperkenalkan Yosua kepada Gail.
Kakaknya tampan sekali. Walaupun tampan tapi masih ada satu kekurangannya, yaitu tidak ada senyum di wajahnya. Gail.
"Hai!" Sapa Gail sambil memeluk Yosua.
"Adikmu benar-benar cantik." Puji Gail secara terang-terangan di depan Yosua.
"Yah, begitulah! Tapi adikku sudah jadi suami orang. Tolong jadi sahabat yang baik buat adikku. Jangan merusak rumah tangganya, atau kau akan berhadapan denganku." Kata Yosua penuh ancaman.
"Tentu saja aku sudah menganggapnya seperti adikku. Jadi mulai sekarang, aku akan memiliki saudara kandung yang lebih tampan dari suami Yuana." Kata Gail pura-pura mengejek Erik.
Semua tertawa mendengar perkataan Gail. Yuana memandang mereka dengan senyum khas di wajahnya. Erik memandang kepada Yuana dan mengedipkan matanya. Sektetaris Bram yang melihat tingkah Erik segera menginjak kaki Erik.
__ADS_1
"Istrimu baru saja melahirkan dan kamu sudah mulai genit." Ujar sekretaris Bram dengan tatapan tajam kepada Erik.
"Kenapa juga dia harus terlalu cantik dan menggoda seperti itu. Wajar saja kalau aku selalu menginginkannya." Jawab Erik tanpa dosa.
"Awas saja kamu kalau adikku kenapa-napa lagi. Akan ku patahkan lehermu." Ancam Yosua.
"Tentu saja setelah keluar dari rumah sakit dan kalian semua pulang. Aku akan meminta pelayanan ekstra karena aku istirahat sudah dua bulan." Jawab Erik membela diri.
"Bilang sekali lagi." Ucap Yosua sambil pura-pura mengangkat tangannya seperti hendak menghajar Erik.
"Hei! Santai bro. Aku hanya bercanda."
"Oya! Aku penasaran dari mana kalian tahu kalau Yuana melahirkan. Karena aku terlalu panik sampai aku sendiri tidak tahu handphoneku ada dimana." Ucap Erik mengalihkan pembicaraan.
"Ini yang memberitahu mereka." Jawab Arthur sambil mengangkat handphonenya.
"Ah! Terima kasih Arthur. Kamu memang bisa diandalkan." Ujar Erik memuji.
"Tentu saja bisa diandalkan tuan muda. Jika tidak, Agatha tidak akan bertahan sejauh ini." Jawab Arhur tanpa dosa.
"Iya, betul! Pantas saja Agatha sering menjitak kepalamu karena terlalu bisa diandalkan." Ucap Erik dengan nada mengejek.
"Dan aku akan menjitaknya sekarang karena aku sudah dengar apa yang dia katakan tadi." Kata Agatha yang sudah ada di belakang Arthur.
Wajah Arthur pucat pasi. Ia duduk membelakangi pintu sehingga tidak menyadari kehadiran Agatha yang baru saja masuk. Erik yang melihat hal itu sengaja mengerjai Arthur agar dimarahi Agatha.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍
__ADS_1