
Ketika kenyataan hidup mendesakmu dari berbagai arah dan mengharuskanmu untuk memilih salah satu jalan tersulit, tetap tenang dan pilihlah jalan yang paling sulit. Karena melalui jalan itu, engkau akan melihat bagaimana seharusnya berjalan ditengah onak dan duri.
Lupakan rasa sakit dan fokuslah ke depan, karena ketika engkau fokus, jalanmu akan semakin dimudahkan. Percayalah! Tidak ada yang gampang dalam hidup ini. Jika dengan berkorban akan membuatmu menemukan kebahagiaan, maka lakukanlah! Eda Sally
*****
Sekretaris Bram bingung ketika melihat Erik sudah tak sadarkan diri. Ia paham karena Erik mengalami beberapa luka di bagian kepala, dan ditambah lagi dengan stress karena melihat Yuana pergi, membuatnya sampai harus pingsan.
Tanpa menunggu petugas, ia segera menggendong Erik dan mendudukkannya, kemudian meminta tolong petugas mengambilkan tas dan pakaiannya di kamar.
Setelah petugas itu kembali, sekretaris Bram menggendong Erik dan meminta tolong petugas memanggilkan taksi bagi mereka.
Mereka kemudian berjalan menuju rumah yang dikontrak Erik. Ia ingin membicarakan semuanya dengan Erik di sana.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah. Sekretaris Bram segera menggendong Erik dan membawanya ke kamar.
Ketika sekretaris Bram baru saja akan membaringkan Erik, Erik sudah membuka mata. Ia kaget ketika sadar bahwa mereka sudah berada di rumah.
"Tolong aku kak! Aku tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya. Aku tidak sanggup kak. Tolong aku!" Kata Erik sambil menangis sejadi-jadinya.
"Tenang dulu adikku. Aku sedang memikirkan caranya. Kamu harus tenang agar kita bisa mencari jalan keluarnya bersama-sama." Kata sekretaris Bram
"Katakan padaku apa yang sudah kamu bicarakan dengannya sehingga ia memilih pergi dengan menangis seperti itu." Kata Erik setelah merasa tenang.
Sekretaris Bram kemudian menceritakan seluruh percakapannya dengan Yuana tanpa mengurangi atau menambahkan sedikit pun. Erik paham sekarang, apa yang ada di pikiran Yuana sehingga membuatnya pergi.
"Kamu salah menilaiku sayang. Aku bahkan tidak menyentuh wanita itu sama sekali. Dua tanganku ini hanya aku pakai untuk menyentuhmu. Kamu wanita pertama dan terakhir di hidupku." Kata Erik kembali menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis.
"Langkah apa yang harus kita ambil sekarang. Aku tidak peduli dengan papa. Aku hanya mau wanitaku ada di sisiku. Dia pasti sangat sakit hati Bram!" Kata Erik dengan sesenggukan.
__ADS_1
"Tenang dan dengarkan saranku. Kamu boleh memarahiku, tetapi aku sudah memikirkan semua yang harus kita lakukan." Kata sekretaris Bram.
"Saran apa yang mau kamu sampaikan. Cepat katakan." Kata Erik tidak sabar.
"Aku harap kamu mau memaafkanku. Tetapi jalan satu-satunya kita harus kembali dan menemui tuan besar dulu. Masalah Yuana jangan kamu pikirkan. Dia wanita yang cerdas, dan saat ini pasti sudah ada di tempat yang aman."
"Kamu mau aku malah meninggalkan dia dan tidak mencarinya di saat dia membutuhkan penjelasanku? Kamu sudah gila Bram! Gila aku bilang!"
"Kamu belum tahu Yuana itu seperti apa. Perasaannya sangat lembut. Dan jika aku tidak segera mencari dan menjelaskan yang sebenarnya, untuk selamanya dia akan berpikir bahwa apa yang dia simpulkan itu benar. Dan aku tidak menginginkan hal itu."
"Aku pria yang terhormat dan selalu memegang prinsipku. Aku tidak ingin dia kecewa denganku. Aku tidak mau Bram! Tidak!" Kata Erik tegas sambil bangun kemudian menuju monitor dan memeriksa cctv.
Ia baru sadar untuk memeriksa cctv dan melihat apa yang terjadi.
Erik terduduk dengan lemas ketika melihat dengan jelas Yuana masuk sambil menangis dan menyimpan surat-surat berharga kemudian memandang kamar itu dan tersenyum paksa, lalu segera keluar.
"Kenapa aku tidak boleh bahagia? Kenapa Bram? Aku tidak mempermainkan wanita manapun, tetapi kenapa aku malah dipermainkan oleh cinta. Tolong aku temukan Yuana kak. Aku mohon." Kata Erik sambil berlutut di depan sekretaris Bram yang berdiri dan masih mengamati cctv.
Air mata sekretaris Bram tumpah begitu saja ketika ia sudah memeluk Erik. Ia bisa merasakan kepedihan yang dialaminya saat ini.
Kita mungkin tidak terlahir dari rahim yang sama, tetapi bagiku kamu adalah segalanya. Sejak kecil, walaupun gelar tuan muda telah melekat di badanmu, namun kamulah yang selalu berada di depan dan mengatakan dengan bangga kepada semua orang bahwa aku adalah kakakmu. Aku akan berusaha untuk melakukan apapun demi bisa melihatmu bahagia. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi kakak yang baik bagimu. Bram
Setelah cukup lama memeluk Erik, Bram segera melepaskan pelukannya dan memegang wajah Erik, dan tanpa sadar air matanya kembali menetes.
"Maafkan aku yang tidak bisa mewujudkan kebahagiaanmu. Ikutilah saranku dan aku akan tetap mencari cara agar kamu bisa segera berkumpul kembali dengan wanitamu. Ini janjiku padamu. Percayalah!" Kata sekretaris Bram berusaha tersenyum.
"Terima kasih kak! Tetapi aku belum siap bertemu papa. Aku masih kecewa sama papa." Tanya Erik.
"Aku yang akan mengatakan pada tuan besar tentang semuanya, tapi tidak termasuk tentang pernikahanmu dengan Yuana. Itu akan tetap menjadi rahasia kita sampai ada cara agar kamu bisa bersatu lagi dengan Yuana." Kata Bram sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Aku serahkan semuanya kepadamu. Tetapi setelah di sana, aku tidak ingin sekamar lagi dengan perempuan gila itu. Aku muak melihat wajah munafik perempuan itu." Kata Erik sambil mengepalkan tangannya.
"Untuk hal itu serahkan padaku. Kamu percaya padaku kan?" Tanya sekretaris Bram.
"Aku selalu percaya padamu kak! Tolong jangan biarkan aku jatuh di tangan perempuan itu. Aku benar-benar jijik melihatnya." Kata Erik dengan geram.
"Tidak usah pikirkan hal itu. Aku akan melakukan semuanya sesuai dengan keinginanmu. Dan cepat atau lambat, kamu harus kembali bersatu dengan Yuana. Untuk sekarang, fokus dulu dengan langkah yang akan kita ambil agar tuan besar tidak curiga." Kata sekretaris Bram.
"Bagaimana kalau papa menanyakan tentang keberadaanku beberapa minggu ini? Apa yang harus aku katakan?" Tanya Erik bingung.
"Yang akan membuat laporan adalah aku. Kamu hanya tinggal mendengar hasil percakapanku dengan tuan besar. Dan tuan besar tahu bahwa kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu dan Celine. Karena itu, setelah disana, aku percaya tuan besar tidak akan mau berbicara denganmu."
"Ok kak! Lalu bagaimana dengan nasib Alika dan Habib?" Tanya Erik.
"Serahkan mereka berdua kepadaku. Aku akan menyuruh orangku untuk membeli rumah ini, agar Alika dan Habib tetap tinggal di sini. Nona Yuana adalah wanita yang lembut. Ia tidak akan membiarkan Habib dan Alika kesusahan."
"Jadi cepat atau lambat, aku percaya ia akan datang untuk menjenguk Habib dan Alika. Ia tipe orang yang tahu berterima kasih. Jadi, percayakan semua kepadaku." Kata Sekretaris Bram sambil tersenyum.
Bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
😍😍😍😍😍