Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
124. Antara Rindu dan Benci


__ADS_3

Dalam cinta, tidak semuanya indah seperti kata cinta itu sendiri. Kita mungkin berulang kali tersakiti karena permainan dari yang namanya cinta. Memang, cinta tak seindah namanya. Banyak orang yang telah terluka akibat cinta. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memang tidak bisa hidup tanpa cinta, walau harus hidup dalam kebencian dan kesakitan karena cinta itu sendiri. Eda Sally


*****


Bert Conan tiba-tiba berkeringat mendengar pertanyaan sekretaris Bram. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini.


"Mohon menunggu sebentar tuan. Nona masih ke toilet sebentar karena ia menyangka bahwa tuan-tuan belum datang." Jawab Bert Conan.


Baru saja Bert Conan selesai berbicara, Yuana berjalan masuk. Erik yang kaget melihat Yuana, reflek menggenggam tangan Bram dengan erat. Sekretaris Bram tersenyum penuh makna kepadanya.


Yuana juga tidak kalah terkejutnya ketika melihat Erik dan sektetaris Bram. Untuk sesaat ia berdiri mematung di tempatnya tanpa bergerak sama sekali. Kakinya seolah berat untuk dilangkahkan.


Wajahnya pucat dan keringat sudah memenuhi wajahnya. Erik dan Gail berdiri bersamaan melihat kondisi Yuana. Erik yang paham akan apa yang akan terjadi segera berlari diikuti oleh Gail.


Sebelum tubuh mungil itu benar-benar ambruk, tangan Erik sudah menopangnya dan segera membawanya ke dalam gendongannya.


"Kak! Lanjutkan mettingnya. Aku akan membawa istriku ke rumah sakit." Kata Erik dan segera berlari keluar membawa tubuh Yuana.


"Tidak! Aku juga akan ikut ke rumah sakit. Aku ingin metting ini berjalan setelah Yuana sehat karena ia adalah sektetaris di sini." Kata sekretaris Bram bangun diikuti oleh Arthur dan Bert Conan.


Bert Conan diam mendengar apa yang dikatakan sekretaris Bram. Ia membenarkan hal itu karena yang bisa memberikan gambaran secara detail mengenai kerjasama yang sudah terjalin adalah Yuana.


Hati Gail hancur mendengar pernyataan kalimat Erik yang baginya sangat menyakitkan. Namun, ia segera menepis rasa sakit itu dan berlari mengejar Erik yang menggendong tubuh Yuana menuju parkiran dan mendahului Erik.


Setelah sampai, tanpa mengatakan apapun, Gail membukakan pintu untuk Erik. Erik segera masuk dengan masih menggendong Yuana. Ia terlihat sangat panik melihat kondisi Yuana dan itu membuatnya sangat takut terjadi sesuatu pada Yuana.


Gail segera melajukan mobil dengan sangat kencang, yang membuat Erik harus memeluk tubuh Yuana dengan erat sambil mendaratkan kecupan di keningnya berulang-ulang.


Gail yang menyaksikan hal itu dari balik spion semakin mengencangkan mobilnya karena cemburu. Ia sakit hati melihat apa yang dilakukan Erik pada Yuana.


Tak lama kemduian mereka telah tiba di rumah sakit swasta yang terkenal akan pelayanannya yang bagus di kota London.


Dengan tergesa-gesa, Erik turun dan hendak berlari masuk ke dalam ruang UGD. Gail memburu Erik dan segera mengarahkan Erik untuk langsung ke ruangan dokter Stevi karena ia yang paling mengenal rumah sakit ini. Rumah sakit ini adalah tempat ia sering mendampingi Yuana melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Dokter Stevi yang biasanya menangani Yuana tersenyum ke arah Gail. Erik segera meletakkan tubuh Yuana untuk diperiksa. Dokter Stevi bingung karena yang terlihat paling panik adalah Erik. Ia ingin memeriksa Yuana tetapi masih bingung karena ada dua pria yang sama-sama berdiri dengan tegang di hadapannya.


"Siapa suami nona Yuana?" Tanya dokter Stevi.


"Saya." Jawab Erik dan Gail bersamaan.


Dokter Stevi bingung memandang keduanya, sementara Erik memandang dengan tajam ke arah Gail. Gail yang mendapat tatapan dingin dan menakutkan itu segera menunduk.


"Aku tidak peduli siapa suaminya. Yang penting sekarang salah satu dari kalian harus keluar." Kata Dokter Stevi dengan tegas.


Erik memandang Gail dengan tatapan mengusir. Gail yang paham akan situasi tegang diantara mereka segera keluar.


Aku sangat khawatir dengan kondisi Yuana, tetapi sekarang ada suaminya dan aku tidak bisa melakukan apapun. Jika aku terus berada diantara mereka berdua, aku hanya akan menjadi obat nyamuk yang tak diinginkan. Tapi aku tidak bisa menghindari Yuana, aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya walaupun sekarang ini ada suaminya. Gail


"Tuan, istri anda baik-baik saja. Hanya saja ia mengalami tekanan akibat stress dan juga kelelahan, sehingga hal apapun yang membuatnya terkejut akan membuatnya pingsan seperti ini. Hal ini terjadi karena istri tuan sedang dalam kondisi hamil." Kata dokter Stevi menjelaskan.


"Hamil? Sudah berapa bulan dok?" Tanya Erik dengan heran.


"Sudah empat bulan lebih dua minggu tuan." Jawab dokter Stevi sedikit heran, namun ia mencoba menutupi rasa herannya itu dan menjelaskan dengan lemah lembut.


"Dok, kira-kira kapan istriku akan sadar dok?" Tanya Erik dengan cemas sambil terus menggenggam dan membelai rambut dan wajah Yuana.


"Beberapa menit lagi sudah sadar." Jawab dokter Stevi setelah melihat jam tangannya dan kemudian tersenyum ke arah Erik.


"Terima kasih dokter." Jawab Erik sambil terus menghujani wajah Yuana dengan kecupan.


Dokter Stevi kemudian memanggil Gail agar masuk. Gail segera masuk dengan wajah yang terlihat panik.


"Bagaimana keadaannya tuan?" Tanya Gail penuh khawatir.


Erik memandang Gail dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ingin ia menanyakan semua kecurigaan yang mengganjal di hatinya, namun ia mencoba menahan diri karena tidak ingin Yuana bangun dan mendengar jika ia berkata kasar kepada orang lain.


"Terima kasih telah menolong istri saya." Kata Erik dengan tulus kepada Gail.

__ADS_1


"Sama-sama tuan." Jawab Gail singkat.


Aku ingin buka mata, tapi aku masih marah padanya. Aku tak ingin berbicara dengannya. Hatiku masih sakit mengingat pernikahannya dengan Celine. Yuana.


Sejak tadi Yuana sudah sadar dan ia merasa gerah dengan kelakuan Erik yang menghujaninya dengan banyak kecupan di wajahnya. Namun Ia mencoba menahan diri untuk tidak membuka mata.


"Aku sangat merindukannya. Selama beberapa bulan, aku sangat tertekan karena menahan rindu dan ingin bertemu dengannya. Tetapi aku merasa belum layak bertemu dengannya sebelum aku menyingkirkan wanita yang telah mencoba untuk memisahkan kami."


Erik sengaja mengatakan hal itu karena ia tahu jika Yuana sudah sadar. Ia sengaja mengecup Yuana di kelopak matanya dan ternyata kelopak mata Yuana bergerak. Dari situ ia tahu bahwa Yuana sebenarnya sudah sadar.


Yuana yang mendengar perkataan Erik tak bisa menahan emosinya lagi, dan air matanya mengalir dengan deras dari kedua sudut matanya.


"Bukalah matamu sayang. Jangan pura-pura pingsan terus. Aku tahu kamu sudah sadar." Kata Erik sambil kembali mendaratkan sebuah kecupan yang sangat lama di kening Yuana.


"Pergilah dari hidupku. Aku membencimu dan aku belum siap bertemu denganmu. Tolong jangan ganggu hidup dan kebahagiaanku." Kata Yuana dengan air mata yang terus menderas membasahi wajahnya.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.


😍😍😍😍😍


Untuk semua reader's tersayang, mohon maaf untuk tiga hari ke depan saya belum bisa up karena ada hal mendesak yang harus saya selesaikan. Saya akan kembali up tanggal 01 September, dan akan up 2 chapter setiap hari selama 3 hari berturut-turut untuk mengganti kekosongan yang terjadi selama 3 hari ini.

__ADS_1


"Buat kakak-kakak Author, saya akan mampir ke karya kalian setelah 3 hari dengan boomlike untuk semua episode yang tertinggal."


Jangan lupa tunggu saya tiga hari ke depan ya. Salam sayang dari Author untuk kalian semua😘😘😘😘


__ADS_2