Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
74. Mengecam dokter Kim


__ADS_3

Di dunia ini, ada dua tipe manusia. Yang seorang adalah tipe yang sangat menghargai dirinya sendiri sehingga selalu memperhitungkan setiap langkah dan tindakakannya. Sementara tipe yang kedua, tidak peduli dengan harga diri dan sebagainya. Ia akan melakukan apapun ketika matanya melihat dan hatinya mengingini, sekalipun keinginannya salah dan tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat.


Karena itu, menjaga hati sendiri agar tidak gampang terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang jahat adalah lebih baik daripada dihadiahi seribu kali cambuk hanya untuk sekedar bertobat dan sadar diri. Eda Sally


*****


"Kak."


Kata Yuana dengan suara pelan ketika membuka mata dan melihat Erik, Habib, dan Alika tertidur dengan posisi masing-masing yang sangat lucu jika dilihat oleh orang yang sehat.


Erik yang baru saja memejamkan mata sayup-sayup mendengar suara wanitanya memangggil. Ia segera membuka mata dan langsung melihat ke arah Yuana. Ia terkejut bercampur bahagia ketika melihat Yuana sudah siuman. Pasalnya, Yuana tidak sadarkan diri selama hampir sepuluh jam.


"Syukurlah kamu sudah sadar, sayang. Aku sangat mengkhawatirkanmu." Erik berkata sambil tak henti mengecup tangan Yuana yang dipegangnya sejak semalam.


"Aku kenapa kak."


"Kamu tidak apa-apa. Hanya pingsan saja."


Erik mencoba menutupi kenyataan yang sebenarnya tanpa menceritakan apapun pada Yuana. Ia tidak ingin Yuana stress.


Habib dan Alika yang mendengar suara orang bercakap-cakap segera membuka mata.


"Adikku." Hanya itu yang bisa diucapkan Habib karena Erik memberikan kode dengan matanya agar jangan menceritakan apapun pada Yuana.


"Adikku sudah siuman." Alika langsung bangun dan mendekati Yuana sambil membelai rambutnya.


Yuan mencoba untuk duduk yang dibantu oleh Erik. Sementara Habib bertindak cepat dengan memanggil perawat Olive.


Perawat Olive masuk dengan tergesa-gesa dan memeriksa Yuana. Erik terlihat khawatir ketika perawat Olive memeriksa Yuana. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Yuana.


"Syukurlah. Pertolongan yang tepat. Nona sudah bisa pulang."

__ADS_1


"Apa benar sudah bisa pulang?" Tanya Erik tidak percaya.


"Iya benar. Kondisinya sangat stabil. Tidak ada pengaruh apapun pada kesehatannya." Kata Olive.


"Terima kasih banyak atas bantuannya." Kata Erik sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.


Erik membantu Yuana turun dari tempat tidur dan berjalan keluar sambil terus memeluk Yuana. Semua perawat yang melihat hal itu salah tingkah seperti orang yang sedang kesemutan.


Erik melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah perawat Olive kemudian membisikkan sesuatu. Perawat Olive nampak ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk tanda setuju. Erik kemudian berjalan ke arah Yuana dan mencubit kedua pipinya dengan pelan.


"Sayang, kamu langsung pulang ke rumah bersama Alika untuk bersiap-siap. Aku dan Habib masih ada urusan sebentar. Nanti kami menyusul setelah urusan administrasi dan lainnya selesai." Kata Erik beralasan. Sementara tangan yang satunya sudah berpindah dan memencet hidung Yuana.


"Iya kak." Kata Yuana mengangguk sambil tersenyum.


Setelah Yuana dan Alika pergi, perawat Olive segera mengantarkan Erik dan Habib ke ruangan tempat dokter Kim dirawat. Begitu melihat wajah dokter Kim, Erik nampak kaget dengan hasil karya Habib yang membuat wajah dokter Kim tidak dikenali sama sekali. Namun demikian kondisinya, Erik masih saja merasa geram dan tetap mengepalkan tangannya.


Dokter Kim yang sudah siuman sejak semalam, kaget ketika melihat Habib dan Erik masuk.


"Kalau sampai adikku kenapa-napa, aku mungkin akan mencarimu ke ujung dunia dan membuatmu hilang dari muka bumi. Kamu ternyata sangat munafik. Cinta membuatmu buta dan bertindak bodoh." Kata Habib.


"Dan aku sendiri tidak percaya bahwa yang melakukan hal itu adalah seorang dokter yang sangat dihormati dan disegani di pulau ini. Apapun jabatanmu, dan sehebat apapun dirimu, jika kamu tidak bisa menjaga nama baik dan harga dirimu, kamu sama saja dengan mayat hidup yang sedang berjalan dan beraktifitas." Erik kembali mengecam dokter Kim dengan kata-kata yang lebih pedas lagi.


"Maafkan aku. Aku cemburu ketika melihatmu berpelukan dengannya, ditambah lagi kamu sangat romantis. Padahal sebelum kamu datang, aku sudah mencoba mendekati Yuana, dan ia sama sekali tidak merespon perasaanku padanya."


"Iya! Karena kamu bodoh. Kamu pikir wanita akan menyukaimu karena kamu menonjolkan jabatanmu dan tebar pesona sana sini? Tidak! Aku bilang tidak! Tunjukkanlah bahwa kamu pria yang terhormat dan bermartabat, dan wanita akan menyukaimu karena hal itu. Jangan pernah merebut hati wanita dengan mencari perhatian yang murahan, karena wanita bisa membedakan mana pria yang tulus, dan mana pria yang menginginkannya hanya sekedar karena nafsu." Ceramah Erik panjang lebar.


"Maafkan kesalahan dan kekhilafan yang aku buat. Aku tak kan mengulanginya lagi pada siapapun."


"Jika kamu tidak segera sadar, maka selama kamu masih ada dipulau ini, aku orang pertama yang akan menghajarmu untuk kedua kalinya jika kamu masih saja melakukan hal yang sama pada wanita lain, seperti yang kamu lakukan pada adikku." Habib kembali menekan dokter Kim.


"Tidak. Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku sudah sadar dan sangat malu. Apakah kalian bersedia memaafkanku?" Tanya dokter Kim dengan penuh harap kepada Erik dan Habib yang berdiri dengan kaku karena menahan amarah seperti menara mini yang tak dapat digoyahkan oleh apapun.

__ADS_1


"Aku belum bisa memaafkanmu karena kau sangat berani memeluk wanitaku dan menggendongnya. Hal itu membuatku sangat sakit hati. Aku tidak mau wanitaku dipeluk dan disentuh oleh siapapun, dan kau sudah lancang melakukan hal itu. Sampai kapanpun aku takkan bisa memaafkan hal itu." Kata Erik dengan nada tinggi.


"Maafkan aku tuan muda." Dokter Kim mencoba memakai kata tuan muda untuk melunakkan hati Erik, namun Erik sama sekali tidak menanggapinya.


"Dan mulai sekarang, aku yang akan mengawasimu di pulau ini. Aku harap kamu segera kubur segala keinginanmu untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Karena jika itu sampai terjadi, aku tidak hanya akan membuat wajahmu tidak dikenali, tetapi aku akan membuat wajahmu dan tubuhmu benar-benar hilang dari muka bumi." Camkan itu baik-baik." Habib menekan dokter Kim dengan kata-kata yang lebih tegas.


"Aku berjanji pada kalian dan diriku sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Aku sungguh menyesal."


"Semoga penyesalan itu benar-benar keluar dari hatimu, dan bukan hanya mulutmu." Jawab Erik.


"Ini semua dari hatiku, sekaligus sebagai permohonan maafku. Kiranya tuan muda berkenan memaafkanku."


Erik tidak menjawab apa yang baru saja dikatakan dokter Kim. Rasanya ia sangat muak mendengar kata-kata maaf dan penyesalan dari orang yang membuat nyawa mereka hampir saja melayang jika tidak cepat diberi pertolongan oleh para medis.


Erik melihat jam tangannya kemudian berkata:


"Ayo pulang! Sudah tidak ada waktu lagi." Katanya mengajak Habib keluar meninggalkan dokter Kim yang hanya menatap kepergian mereka dengan beribu penyesalan dan luka.


Bersambung


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2