
Janji dan komitmen yang kerap kita ucapkan adakalanya tidak sejalan dengan kenyataan yang kita dihadapi. Orang lain mungkin akan menganggap kita pengecut, bahkan kita sendiri pun akan menuduh diri kita sendiri.
Percayalah, kadang kita melakukannya karena ingin melihat orang yang kita cintai bahagia. Itu adalah bukti dari janji setia yang sudah kita ikrarkan, meski tak searah dengan jalan yang harus dilalui. Eda Sally
*****
Erik yang telah menyelesaikan studynya, telah kembali ke tanah air. Ia tentu sangat senang karena tidak perlu jauh-jauh lagi dari orang yang dicintainya.
Namun kenyataan yang harus mereka hadapi berbeda dengan komitmen yang telah mereka buat. Karena begitu Erik tiba di tanah air, papanya langsung mengundang keluarga Celine dan menentukan hari dan tanggal pernikahannya dengan Celine.
"Tiga bulan lagi pernikahanmu dan Celine akan dilangsungkan. Papa harap kamu tidak terus-menerus menghindari Celine."
"Kenapa harus secepat ini pa?"
"Siapa bilang cepat? Kalian tunangan saja sudah satu tahun yang lalu!"
"Iya pa! Tapi aku kan baru pulang. Masa menikah secepat ini? Aku juga tidak mencintai Celine."
"Karena papa ingin segera memiliki cucu. Lagi pula Celine gadis yang baik. Masalah cinta urusan belakang karena cinta akan hadir sendiri setelah menikah."
Erik hanya menarik napas mendengar kalimat terakhir papanya. Kenyataan pahit yang membentang di hadapannya membuatnya bingung harus memulai dari mana dan apa yang harus dilakukan. Ia tidak mau mengingkari janji yang telah diucapkannya pada Yuana.
Aku harus melakukan sesuatu agar pernikahan ini dibatalkan. Aku tidak mau dianggap pengecut oleh Yuana dan Yosua, karena aku sendiri yang telah membuat janji.
Setelah percakapannya dengan sang ayah, Erik mengambil mobil dan pergi ke apartemen Yuana. Ia ingin mencari jalan keluar bersama dengan Yuana.
Setelah sampai, Erik masuk dengan wajah kusut, tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa kak? Ada masalah?"
"Iya! Aku ingin bicara."
"Ada apa kak?"
"Tadi papa mengatakan bahwa pernikahanku dan Celine akan dilangsungkan tiga bulan lagi. Aku sendiri frustasi dengan kenyataan ini. Kamu tahu papa seperti apa. Aku bingung harus maju atau mundur."
"Kak...
"Aku tidak mencintai siapapun selain kamu. Tolong jangan paksa aku menikahi wanita yang tidak aku cintai selain kamu." Erik segera memotong apa yang baru saja akan dikatakan Yuana.
Yuana diam dengan hati yang sangat pilu ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan Erik. Ia bingung harus mengatakan apa dengan kenyataan ini.
"Sejujurnya aku nggak bisa terima kenyataan ini kak. Aku nggak kuat!"
Yuana tertunduk dengan airmata yang sudah mulai membasahi pipinya.
Erik segera mengangkat wajah Yuana dan menghapus airmatanya.
__ADS_1
"Jangan sedih sayang. Aku tidak akan setega itu meninggalkan kamu. Walaupun harus kehilangan segalanya, aku akan tetap memilih untuk bersamamu."
"Maafkan aku yang telah membuatmu menangis seperti ini."
Setelah berkata demikian, Erik langsung membawa Yuana dalam pelukannya. Airmatanya pun menetes membasahi rambut Yuana.
Maafkan aku sayang. Aku memiliki rencana lain yang tidak pernah kamu tahu. Biarlah ini menjadi rahasiaku agar kamu tidak membenciku dan menganggap aku pengecut. Erik
Setelah merasa bahwa tangis Yuana sudah mulai reda, Erik menurunkan wajahnya dan mengecup rambut Yuana sangat lama.
"Aku akan selalu mencintaimu. Sampai di ujung usiaku dan sampai waktu ketika maut akan memelukku, aku akan tetap membawa namamu dan cintaku padamu."
Yuana mencoba menenangkan hatinya ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan Erik.
"Kak! Aku sangat yakin dengan cintamu padaku. Tapi aku mohon jangan sakiti orang tuamu demi aku."
"Lalu kamu ingin aku menyakitimu demi orang tuaku?"
Erik terlihat sangat marah dengan apa yang Yuana katakan.
"Bukan begitu maksudku kak. Aku hanya tidak mau kamu jadi anak yang tidak berbakti pada orang tuamu."
"Tapi berbakti bukan berarti menerima paksaan untuk menikah dengan orang tidak aku cintai. Yang akan menjalani hidup itu aku."
"Dan aku berhak menentukan pilihan hatiku sendiri."
Yuana tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena Erik sudah membekap mulutnya dengan tangannya. Yuana sampai memelototkan matanya dengan apa yang baru saja dilakukan Erika.
Yuana tidak bisa bernapas dan reflek memukul dada Erik yang membuatnya segera sadar dan melepaskan tangannya. Yuana sampai terbatuk karena lama menahan napas.
"Maafkan aku sayang. Aku tidak ingin kamu menyuruhku menikahi wanita itu."
Setelah berkata, Erik segera mengambil segelas air mineral dan memberikannya pada Yuana untuk diminum karena Yuana masih batuk akibat perbuatannya.
Setelah melihat Yuana agak tenang, Erik kembali meraih Yuana dalam pelukannya tanpa mengatakan apapun. Yuana hanya diam dengan apa yang dilakukan Erik.
"Biarkan aku memelukmu seperti ini agar hatiku tenang."
"Kak!"
"Jangan mengatakan apapun lagi. Aku hanya ingin memelukmu untuk menenangkan hatiku yang sedang galau ini."
Yuana tidak mengatakan apapun lagi dan lebih memilih diam dalam pelukan Erik.
Karena terlalu lama dipeluk Erik, Yuana pun merasakan kenyamanan dan akhirnya tertidur dalam pelukan Erik.
Erik yang mendengar bunyi napas Yuana yang teratur segera sadar bahwa Yuana sudah tidur. Ia tidak berusaha menidurkan Yuana dan malah lebih mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Erik segera mencium kening Yuana. Untuk pertama kalinya ia mencium kening seorang wanita, dan untuk pertama kalinya ia merasakan sensasi yang luar biasa dari hanya mengecup kening seorang wanita.
Aku berjanji pada diriku sendiri, bahwa di saat aku mulai berani mencium keningmu, aku akan mempertanggung jawabkan ciuman ini, meski kamu tidak menyadarinya. Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri.
Erik kemudian mengambil tangan Yuana dan menempelkannya di pipinya. Setelah agak lama, tangan itu dipindahkan di bibirnya dan dengan lembut mulai mengecup tangan mungil itu.
Yuana yang tertidur tidak merasakan semua yang dilakukan Erik padanya. Tiba-tiba ia bergerak dan akan membalikkan badannya karena ia berpikir bahwa sedang di tempat tidur. Namun ia merasakan tangan kokoh yang memeluknya dengan erat.
Perlahan Yuana membuka mata dan terkejut karena ia tertidur dalam pelukan Erik. Ia segera mengangkat wajahnya dan menatap Erik yang masih setia membuka matanya.
"Sudah bangun sayang?"
"Maaf kak. Aku tertidur." Kata Yuana sambil mengucek matanya.
"Nggak apa-apa. Aku malah merasa nyaman kamu tidur di pelukanku."
"Tapi Yuana malu kak."
"Kenapa harus malu?"
Yuana hanya menundukkan wajahnya karena mendapat perlakuan yang sangat istimewa seperti ini. Ini bukan hal baru baginya, karena Yosua juga sering meninabobokan Yuana seperti itu.
Tapi yang baru saja meninabobokan Yuana adalah pria yang di cintai dan itu membuat jantungnya berpacu dengan sangat heboh.
"Sayang, aku akan pulang ke rumah sekarang. Kamu baik-baik di sini ya?"
"Iya kak. Hati-hati di jalan."
"Berjanjilah padaku untuk tidak mendengarkan siapapun selain aku."
"Iya kak! Aku janji!"
Erik tersenyum dan mengacak rambut Yuana kemudian pergi.
Yuana termenung membayangkan semua yang baru saja terjadi dan tanpa sadar bibirnya menyunggingkan senyum.
.
.
.
.
.
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐๐๐๐๐
__ADS_1