Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
23. Apartemen Baru dan Tuan Aneh


__ADS_3

Ada orang yang perlu berjuang agar mendapatkan apa yang ia impikan. Sementara ada orang yang mendapat segala sesuatu dengan mudah. Tapi keduanya sama-sama tidak diuntungkan atau dirugikan. Karena orang yang mendapatkan sesuatu dengan berjuang pernah mengalami pahitnya kehidupan. Sedangkan orang yang mendapatkan sesuatu dengan mudah tidak akan pernah tahu bagaimana caranya berjuang. Eda Sally


*****


"Hallo mi? Mami sibuk tidak?" Yuana langsung bertanya sebelum mami mengatakan apapun.


"Ada apa nak?" Mami menjawab dengan lembut.


"Yuana mau bicara sesuatu yang penting dengan mami. Yuana mau langsung ke RS sekarang. Sampai bertemu ya mi!" Kata Yuana singkat dan mematikan handphone.


Yuana pulang dengan perasaan yang berkecambuk karena ia belum memberitahukan pada papa dan mami tentang tuan Andre yang menyuruhnya untuk pindah ke apartemen malam nanti. Yuana tidak langsung pulang ke rumah. Ia meminta driver taksi agar langsung mengantarnya ke RS tempat mami bekerja.


Yuana merasa sudah tidak ada waktu lagi jadi ia memilih datang ke tempat kerja mami untuk berbicara secara langsung dengan mami yang sudah mendukungnya sampai sejauh ini.


Yuana masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan tidak menyadari ketika mereka telah sampai. Untung driver mengingatkan Yuana.


"Non, sudah sampai tempat tujuan." Kata Driver mengingatkan.


"Oh, baik pak,! Terima kasih." Katanya sambil melihat total harga dan segera membayar. Ia terlihat tergesa-gesa saat turun.


Begitu turun, Yuana langsung masuk dan menuju ruangan maminya dr.Grace. Ia sudah tahu dimana ruangan mami karena sudah sering diajak kalau libur untuk membantu mami.


Terlihat mami sudah di ruangannya dengan gantungan card Don't Disturb.


Hmmmm! rasanya berat harus membicarakan ini sama mami, tapi tidak ada jalan lain. Mami juga sepertinya sudah menungguku jika dilihat dari tulisan dari gantungan card itu.


Yuana segera mengetuk pintu dan masuk setelah dipersilahkan. Begitu masuk, Yuana tidak mengatakan apapun dan langsung memeluk mami dengan airmatanya yang sudah tidak bisa dibendung.


"Kamu kenapa nak? Ada apa? Cerita sama mami." Katanya sambil mengangkat wajah Yuana dan menghapus airmatanya.


"Yuana sedih mi!" Berkata dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Ini! Minum dulu! Tenangkan hati dan berceritalah. Mami siap dengar." Tangannya terlihat sibuk memberikan sebotol air mineral pada Yuana.


Setelah merasa tenang, Yuana segera menceritakan semuanya pada mami mulai dari tes sampai rencana pindah ke apartemen malam nanti.


"Angkasa Grup memang seperti itu sama karyawan. Mereka ingin agar memudahkan pekerjaan. Apalagi kamu dipercaya tuan Andre untuk menjadi asisten sekretaris Bram. Itu kepercayaan yang harus kamu jaga. Mami tidak keberatan nak! Sudah waktunya kamu mandiri." Terlihat mata mami yang berkaca-kaca menahan tangis.


"Terima kasih mi! Yuana tidak tahu harus bilang apa sama mami yang sudah mengurus Yuana sejauh ini."


Yuana berdiri kembali dan memeluk mami karena tidak bisa menahan airmata.


"Mami tidak apa-apa nak! Mami justru senang. Itu artinya kamu termasuk orang yang diperhitungkan kemampuannya. Mami bangga nak!" Katanya sambil menyapu punggung Yuana yang masih sesenggukkan.


"Terima kasih mi! Yuana mau ke kantor papa." Berkata sambil mengangkat wajah seolah meminta persetujuan mami.


"Tidak usah sayang. Kamu pulang saja ke rumah. Nanti mami telepon papa dan Kita bertemu di rumah. Mami juga mau pulang karena mami harus mempersiapkan pakaian yang harus kamu bawa." Katanya sambil mengangkat hp dan menelpon.

__ADS_1


"Kamu duluan saja. Mami masih cek kondisi beberapa pasien dan setelah itu nanti mami menyusulmu ke rumah." Mami berkata dengan senyum tulusnya.


"Baik mi! Terima kasih. Kalau begitu Yuana duluan ya mi?" Katanya sambil mencium pipi mami dan segera keluar.


Kasian mami sama papa nanti kesepian kalau tidak ada aku. Semoga tahun depan Nita sudah selesai dan pulang jadi bisa temani mami dan papa. Hmmm


Begitu sampai Yuana terlihat sibuk mengemas pakaiannya. Ia tidak perlu membawa apapun selain baju-bajunya karena kata sekretaris Bram melalui telpon, semuanya nanti akan disediakan di apartemennya.


Setelah selesai, Yuana berniat untuk tidur tapi ia mendengar bunyi mobil papa. Yuana segera turun dari lantai dua dan terlihat mobil papa dan mami beriringan masuk.


Ia berlari ke depan untuk menyambut mereka. Papa langsung memeluk Yuana begitu turun dari mobil karena sudah mendengar cerita dari mami.


"Papa bangga padamu,nak! Papa menyayangimu, sebagaimana rasa sayang papa pada Nita." Kata papa sambil mengecup puncak kepala Yuana. Karena baginya ia memiliki dua anak, Nita dan Yuana. Keduanya sama di matanya.


Mereka kemudian makan bersama, dan setelah itu membahas rencana untuk malam.


"Jika ada waktu, kamu harus kesini untuk menjenguk mami dan papa." Kata papa yang terlihat lebih tegar dari mami waktu di RS.


"Iya pa! Yuana pasti akan kesini. Papa dan mami juga bisa main nanti ke apartemen Yuana kalau weekend." Berkata dengan penuh harap agar disetujui papa.


"Iya, nak! Papa dan mama pasti kesana." Jawab papa dengan senyum khasnya.


"Mami akan membantumu mengemas beberapa bajumu."


"Tidak usah ma. Sudah Yuana kemas. Yuana hanya bawa beberapa baju saja." Katanya.


"Iya mi." Jawab Yuana singkat. pikirannya masih melayang pada kepindahannya ke apartemen nanti malam.


*****


Malam harinya tepat pukul 19.00, mobil sekretaris Bram sudah terparkir di depan rumah Yuana setelah meminta sharelock pada Yuana.


Mami dan papa menyambut apa adanya karena bagi mereka profesionalitas sangat penting sehingga mereka tidak harus berbicara. Apalagi di hadapan sekretaris Bram, mereka tidak mau jika sampai salah berbicara dan menyinggung robot hidup itu.


Mereka tidak mengatakan apapun ketika Yuana melangkah menuju mobil, kecuali memeluk dan mencium Yuana yang sudah seperti anak kandung.


Yuana terlihat kikuk dengan patung hidup yang sementara mengemudikan mobil di depan. Sepanjang jalan, tidak ada yang berbicara. Yuana pun lebih memilih diam dan mulai berandai dengan apa yang akan dia hadapi ke depan.


Setelah sampai, orang yang sejak tadi duduk di samping sekretaris Bram mengambil tas Yuana dan membawanya. Yuana tidak peduli dengan dua manusia yang suaranya terlalu mahal untuk dikeluarkan.


Begitu turun dari mobil mewah sekretaris Bram, Yuana kaget dengan area apartemen yang terlalu luas.


Ini apartemen yang sangat mahal. Kenapa tuan repot-repot membelikannya untukku. Aku harus bekerja keras untuk bisa mengimbangi apa yang aku terima.


Mereka segera masuk ke lift dan menuju ke apartemen Yuana di lantai 10. Setelah sampai, sekretaris Bram segera menekan tombol pada remot yang dipegangnya dan pintu segera terbuka.


Yuana semakin kaget karena ukuran apartemen ini luasnya hampir seperti rumah. Semua fasilitas yang ada juga sangat mewah.

__ADS_1


Ada ruang tamu, dua kamar tidur, dapur, kamar mandi yang sudah ada ruang ganti, dan banyak fasilitas rumah tangga yang sudah tersedia.


"Ini kamarmu." Kata sekretaris Bram sambil membuka salah satu kamar dan menunjukkannya pada Yuana.


Ya ampun! Ini kamar tidur atau lapangan basket.


Yuana kaget dengan kamarnya. Ia lebih kaget lagi ketika melihat baju-baju kerja yang sudah tersusun rapi disana dengan beberapa pasang sepatu.


"Semoga size-nya cukup denganmu." Katanya sambil menunjuk baju kerja yang sudah di lihat Yuana.


"Terima kasih tuan." Hanya itu yang bisa dikatakan Yuana.


"Oya, kamu sudah makan dan mandi?" Kebiasaan bertanya tanpa menoleh.


"Sudah tuan! Kata Yuana dengan harapan bahwa ia akan di suruh istirahat.


"Baiklah! Cepat ganti bajumu, dan selesaikan ini semua (sambil menunjuk tumpukan dokumen diatas meja), dengan beberapa yang sudah aku kirimkan ke email."


"Besok pagi sudah harus dimasukkan. Ini permintaan tuan Andre, jadi harus selesai malam ini." Katanya tanpa dosa kemudian beranjak pergi.


Yuana segera memeriksa dokumen-dokumen tersebut dan hampir pingsan dibuatnya karena terlalu banyak dan ia harus menyelesaikannya malam ini.


Tanpa banyak pikir ia segera membawa semuanya ke kamar dan segera mengganti baju menggunakan baju tidur kemudian mulai mengerjakan tugas yang diberikan.


"Apapun yang terjadi, aku harus menyelesaikan semuanya malam ini."


Yuana berkata pada dirinya sendiri sambil tangannya mulai lincah menari diatas laptop yang diberikan sekretaris Bram.


Sementara di tempat lain terjadi percakapan via telepon.


"Apakah kamu sudah mengerjakan apa yang aku perintahkan Bram?" Katanya dengan senyum licik


"Sudah tuan! Seperti yang anda perintahkan." Kata sekretaris Bram sambil menarik napas.


Anak itu bisa pingsan malam ini tuan. sek Bram


"Kerja yang bagus Bram. Aku mau lihat sejauh mana dia bekerja dengan profesional." Katanya dengan senyum licik kemudian segera mematikan sambungan telepon.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading guys.?Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2