
Menikah bukanlah suatu hal yang mudah. Kita harus belajar hidup bersama dengan orang yang selama ini tidak pernah kita bayangkan untuk hidup bersama dengannya.
Ketika melihat mereka yang duduk dengan gagah di kursi pelaminan, kita hanya akan melihat kebahagiaan dan kesenangan disana. Kita tidak pernah tahu, seberapa lelahnya mereka mempersiapkan segala sesuatu agar terlihat sempurna di mata kita yang memandangnya. Eda Sally
*****
Erik merasa sangat lelah ketika selesai berbicara dengan ayahnya. Karena itu ia memilih untuk istirahat dan memulihkan tenaganya yang terkuras karena tidak beristirahat selama hampir 24 jam.
Disaat matanya sudah terpejam dan alam mimpi sudah mulai menghampirinya, Erik dikagetkan dengan bunyi bel kamarnya. Dengan suara malas, Erik menyuruh yang memencet bel kamar agar masuk karena pintunya tidak dikunci.
Baru juga mau nyenyak. Siapa yang sudah berani mengganggu tidurku?
"Maafkan saya yang telah mengganggu waktu tidur tuan muda."
Pak Bill, kepala asisten rumahnnya meminta maaf karena merasa bersalah.
"Hmmm! Ada apa pak Bill?"
"Tuan besar meminta tuan muda agar mandi dan bersiap karena akan menemani nona Celine untuk datang ke butik keluarga."
"Kesana dalam rangka apa pak Bill? Jelaskan dengan benar."
"Maaf tuan muda. Kata tuan besar, tuan muda dan nona Celine akan fitting baju pengantin hari ini."
"Apa? Fitting baju pengantin?"
"Iya, tuan muda."
"Tidak! Aku tidak akan pergi! Katakan pada tuanmu, aku tidak akan pergi!"
"Tolonglah saya tuan muda. Jika tuan muda tidak pergi, maka saya yang akan menerima akibatnya. Tolong saya tuan." Pak Bill mengatupkan tangannya tanda memohon pada Erik.
"Pak Bill boleh keluar."
"Saya akan mempersiapkan baju yang akan tuan muda pakai."
"Tidak usah. Aku akan memilih sendiri."
"Baik tuan muda. Terimakasih!"
Setelah pak Bill keluar, Erik duduk diatas tempat tidur dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Ia tidak habis pikir dengan keinginan ayahnya. Bagaimana mungkin ia harus menikah dengan orang yang tidak ia inginkan sama sekali. Belum ditambah dengan Yuana yang seolah hilang ditelan semesta.
__ADS_1
Kamu dimana Yu? Aku merindukanmu.
Erik berjalan ke kamar mandi dengan dengan langkah malas dan tidak ada semangat sama sekali.
Setelah selesai mandi, Erik segera mengganti pakaian. Ia hanya memakai kaos oblong dan celana jeans pendek. Erik kemudian duduk dan memperhatikan gantungan kunci couple yang diberikan Yuana sebelum ia pergi ke UK. Tanpa sadar, airmatanya menetes.
Masih tergambar dengan jelas dalam ingatannya saat dimana Yuana memberikan gantungan kunci itu dengan malu-malu. Ketika sudah berada di UK pun ia akan selalu menggenggam gantungan kunci berbentuk wanita yang sedang bernyanyi itu jika akan tidur. Dan ia masih menjaganya hingga sekarang.
Bel kamarnya berbunyi lagi. Erik tersadar dari lamunannya dan segera meraih kunci mobil kemudian keluar. Terlihat pak Bill berdiri di pintu.
"Tuan muda sudah ditunggu nona Celine di depan."
Wanita siluman itu lagi. Kenapa jadi wanita tidak ada harga diri sama sekali?
"Terima kasih pak Bill."
Erik segera berlalu dan menuruni tangga kemudian menuju ke ruang depan. Disana terlihat Celine yang sudah duduk dengan senyum yang diseting semanis mungkin. Erik yang melihatnya tidak mengucapkan apapun dan melewatinya. Ia muak dengan senyum palsu itu.
Celine yang melihat kelakuan Erik, segera berdiri dengan mengikuti Erik dari belakang dan berjalan sambil menghentakkan kaki.
"Apa kamu sedang latihan baris-berbaris? Jika iya, aku akan menyuruh pelayan mengantarmu ke taman belakang agar latihanmu tidak mengganggu telingaku."
Celine yang mendengar sindiran Erik menahan emosinya dan mulai berjalan normal walaupun sedang kesal.
"Duduk di belakang jika ingin ikut denganku. Jika tidak, kamu boleh memakai mobilmu sendiri."
Celine marah dan menendang ban mobil untuk melampiaskan kekesalannya, dan membuka pintu belakang kemudian duduk.
"Kalau tahu akan seperti ini, tadi harusnya bawa mobil sendiri."
"Kenapa baru sadar sekarang?"
"Karena aku calon istrimu. Kau seharusnya mengerti dan memperlakukanku dengan baik."
"Kenapa tidak kau tuntut beberapa pria yang sering memelukmu masuk keluar club malam untuk memperlakukanmu dengan baik?"
Celine langsung terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan Erik.
Hah? Darimana dia tahu kalau aku sering pergi ke club?
"Kau heran karena aku tahu aktifitas malammu?"
__ADS_1
"Jaga mulutmu kalau bicara!"
"Sebelum kau menyuruhku menjaga mulut saat bicara, kau yang seharusnya lebih dulu menjaga kelakuanmu!"
"Laki-laki tidak berperasaan!"
"Lalu kau pikir kau berperasaan? Lucu!"
Celine memilih diam, karena apa yang dia sembunyikan dengan rapi selama ini sudah diketahui Erik. Bahkan orang tuanya pun tidak tahu kelakuannya.
Sebagai seorang selebriti, ia sudah sering keluar malam untuk shoting. Dan karena alasan itulah, ia sering pergi ke club dengan alasan shoting sehingga orang tuanya tidak tahu sama sekali.
Angkasa Grup juga mensponsori Celine dalam beberapa event yang diikutinya dalam dunia entertaiment sehingga Andre Wiliam mengenal Celine dengan baik, diluar kehidupan malamnya. Ditambah lagi Celine adalah anak dari sahabat baiknya sehingga ia berpikir untuk mempersatukan mereka agar hubungan mereka tidak terputus.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, Celina dan Erik sudah tiba di butik milik keluarga Erik. Erik membuka kunci pintu dan segera turun.
"Sampai kapan kau akan terus berada diatas mobil?"
Celine yang sudah down dan tidak memiliki semangat segera turun. Selama ini ia sudah berpura-pura menjadi wanita baik agar bisa menikah dengan tuan muda yang digilai hampir semua wanita di jagat negeri ini. Lagi pula, ia ingin menjadi nona muda yang bisa memakai uang dengan sesuka hati tanpa perlu mengirit.
Sampai di dalam, Erik melipat tangannya dan segera duduk di sofa yang sudah disiapkan oleh pegawai yang sudah menanti kedatangan Erik dan Celine karena sebelumnya sudah ditelpon oleh tuan besar mereka.
"Kamu mengurusnya memilih baju sesuai dengan yang dia inginkan. Aku ingin istirahat karena kelelahan."
"Baik tuan muda." Pegawai itu menjawab dengan sopan.
Erik segera menaikkan kakinya diatas meja, menyandarkan kepalanya di sofa dan tidur. Ia sudah tidak peduli dengan Celine.
Terserah dia mau melakukan apa. Aku tidak mau peduli dengan apa yang akan dia lakukan. Mau memilih baju pengantin atau tidak, itu bukan urusanku. Aku hanya perlu mengurus diriku sendiri. Dasar wanita bermuka dua. Erik.
Huh! Sok suci. Mentang-mentang anak tuan besar. Terlalu menganggap diri sempurna. Kau boleh tidak peduli karena belum masuk dalam perangkapku. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan tuan muda. Kita akan Lihat siapa yang akan bertekuk lutut. Aku atau kamu! Celine.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading ya guys? Semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya. 😍😍😍😍😍