Perjalanan Panjang Wanita Tangguh

Perjalanan Panjang Wanita Tangguh
17. Kegiatan Kampus (Part 3)


__ADS_3

Kita tidak harus mengerti kehendak alam atas kita ketika kita menjalani hidup ini. Kita hanya perlu bersyukur dan melakukan bagian kita tanpa menyalahkan siapapun, karena kadang-kadang hal yang kebetulan adalah hal yang benar-benar membawa perubahan dalam hidup kita. Eda Sally


*****


Yuana terlihat kesal pagi ini. Wajahnya seperti mendung yang sebentar lagi akan menumpahkan hujan. Cindy dan Nayla pun tidak menggodanya karena mereka tahu bahwa ia sudah kesal dari semalam.


Hari ini adalah jelajah alam berpasangan. Kegiatannya akan di mulai tepat jam 09.00. Yuana belum tahu apa yang akan dilakukan karena belum dijelaskan secara detail oleh panitia.


"Yu, Felix itu seperti apa orangnya? Apa dia baik?" Tanya Nayla.


"Ahmmm, dia seperti manusia pada umumnya dan tentu saja baik! Karena memang dia tidak sedang sakit!" Jawab Yuana sekenanya.


"Iya tahu, dia manusia dan tidak sakit. Maksudnya sifatnya bagaimana." Tanya Nayla.


"Ciee, ciee, yang lagi cari tau tentang calon tunangannya." Kata Cindy menggoda Nayla.


"Ihh! Amit amit tunangan dengan orang seperti itu." Kata Nayla.


"Awas Nay, jangan sampai kamu sedang jatuh cinta sama Felix!" Kata Cindy sambil tertawa.


"Iya, kamu sebaiknya segera temui tunanganmu." Tambah Yuana.


Hal itu lantas membuat Nayla cemberut pada kedua sahabatnya.


"Karena jelajah alam akan segera dimulai, maka semua peserta diharapkan untuk berkumpul di tenda utama." Terdengar suara dari pengeras suara.


Yuana, Nayla, dan Cindy segera menghentikan percakapan mereka dan segera menuju ke tenda utama.


Disana terlihat semua peserta sudah berkumpul.


Karena panitia melihat bahwa semua sudah berkumpul, panitia segera menjelaskan apa saja yang akan dilakukan kelompok kecil dalam kegiatan jelajah alam hari ini.


"Adik-adik sekalian dan bapak/ibu dosen yang terlibat dalam kegiatan jelajah alam hari ini, kami akan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh pasangan penjelajah hari ini."


"Pertama, Pasangan harus kompak dan bekerja sama."


"Kedua, Di setiap pos yang sudah diberi tanda, pasangan perlu mencari logo kampus kita dan kemudian melakukan selfi. Logo yang harus dikumpulkan 1 logo untuk setiap pos."


"Ketiga, karena medan yang dilalui berbahaya, maka diharapkan untuk saling menolong."


"Keempat, Pasangan yang sampai sini tepat waktu dengan membawa 10 logo sesuai jumlah pos serta yang terlihat kompak dalam foto yang dikirimkan saat selfi di setiap pos, akan menjadi pemenangnya."


"Kelima, rute untuk setiap pasangan tidak sama. Setiap pasangan akan mengambil rute yang berbeda sesuai peta tapi tidak menutup kemungkinan bahwa akan bertemu kelompok lain dalam beberapa pos sesuai rute pada peta."


Setelah selesai memberikan instruksi dan tata cara jelajah, panitia segera melepas 70 pasangan penjelajah untuk segera berangkat.


Erik langsung menatap ke arah Yuana dengan tersenyum dan menganggukkan kepala agar segera berangkat. Yuana tersenyum paksa membalas perlakuan Erik.


Mereka segera berjalan beriringan. Yuana lebih memilih mengekor di belakang Erik daripada harus sejajar. Rasanya ganjil. Ia juga sudah terbiasa dengan medan seperti itu jadi tidak mengeluh sama sekali.


"Pak, kalau tidak salah 100 meter lagi sudah sampai pos pertama." Kata Yuana sambil melihat peta yang ada di tangannya.


"Mana! Aku mau lihat!" Kata erik sambil meraih peta yang dipegang Yuana.

__ADS_1


"Iya betul. Tapi jangan panggil aku pak atau bapak. Panggil Erik!" Kata Erik


"Iya pak! Eh kak! Eh Rik." Kata Yuana terbata.


Erik tidak dapat menahan tawanya ketika Yuana salah tingkah memanggil namanya.


Mereka sudah sampai di pos pertama, dan keduanya kompak mencari logo kampus di sekitar pos.


"Yeii,,! ketemu..!" Kata Yuana sambil mengangkat logo tinggi-tinggi dan meloncat-loncat tanpa mempedulikan Erik


Erik hanya tertawa kecil melihat sifat kekanakan Yuana yang membuatnya semakin gemas.


"Bawa kesini biar kita selfi dan kirim ke panitia." Kata Erik.


Yuana membawa logo tersebut dan memegangnya sementata Erik mengangkat handphonenya dan melakukan selfi.


Mereka telah berhasil melewati sembilan pos dan tinggal satu pos lagi mereka akan selesai. Namun tantangannya adalah mereka harus melewati jalan yang di sisi kirinya ada jurang yang bercadas dan menyeberangi sungai kecil untuk sampai di pos terakhir.


Ketika melewati sisi jurang tersebut, Yuana terpeleset dan hampir jatuh. Erik dengan sigap memegang tangannya. Wajah Yuana terlihat memerah.


"Makanya jangan jauh-jauh dariku. Aku tidak akan menggigitmu." Kata Erik.


"Lepaskan tanganku kak." Kata Yuana


"Aku tidak akan melepaskan tanganmu. Kalau kamu jatuh lagi bagaimana? Aku tidak mau berurusan dengan kakakmu itu." Kata Erik menyebut Yosua agar Yuana tidak melepaskan tangannya. Yuana akhirnya pasrah dan tangannya terus di pegang oleh Erik.


Mereka pun melewati sungai dengan terus berpegangan tangan.


"Yu, sini! Logonya sudah aku temukan." Teriak Erik pada Yuana.


Yuana segera berlari ke arah Erik yang mengacungkan logo agar dilihat Yuana.


"Wah! Akhirnya selesai juga. Berapa jam ya waktu kita?" Kata Yuana.


"Satu jam sepuluh menit." Kata Erik sambil melihat jamnya.


"Ini! Minum dulu!" Erik menyodorkan botol minum yang dia bawa ke arah Yuana. Sejak tadi memang Erik yang membawa botol minum mereka di tasnya.


*******


"Ih ,menyebalkan. Kalau cari jangan lama-lama. Masa cari logo saja lama sekali!" Kata Nayla pada Felix.


"Makanya kamu bantu aku biar cepat dapat." Kata Felix


"Kamu kan laki-laki. Harusnya usaha!" Kata Nayla.


Felix tidak menanggapi dan sibuk mencari logo. Mereka baru sampai pos empat dan Felix ingin meninggalkan Nayla karena banyak tingkahnya. Felix yang sudah menemukan logo segera berjalan tanpa mempedulikan Nayla.


Hmmmm! Coba kalau semalam aku terima tawaran Yuana. Masih bagus sama pak Erik daripada sama perempuam aneh ini.


Mereka melewati setiap pos dengan penuh pertengkaran. Terkadang Nayla harus berlari untuk mengejar Felix yang berjalan seolah tidak ada teman. Bahkan untuk selfi saja mereka tidak pernah tersenyum. Karena emosi, kadang-kadang Nayla masih bicara Felix sudah mengambil foto. Alhasil wajah Nayla terlihat sangat lucu.


Mereka melewati beberapa pos dan kini akan sampai di pos terakhir. Nayla sudah tidak sanggup berjalan lagi.

__ADS_1


"Lix, aku sudah tidak kuat jalan lagi." Kata Nayla memelas.


"Ya sudah, tidur saja di situ. Aku jalan sendiri malah lebih bagus. Tidak ada yang akan menyusahkanku." Kata Felix


"Kamu tega berbicara seperti itu?" Kata Nayla tidak dapat menahan air matanya.


"Hmmmm, merepotkan saja! Ayo duluan! Biar jalan pelan-pelan." Kata Felix.


Nayla akhirnya berjalan dahulu dan Felix mengikuti dari belakang.


"Jika sudah tidak kuat, pegang tanganku. Kalau tidak mau ya sudah, ayo jalan lagi!" Kata Felix ketus karena Nayla berjalan sangat perlahan.


"Terima kasih kak." Kata Nayla sambil memegang tangan Felix. Sementara air matanya tidak dapat dia cegah karena sudah lolos keluar dari matanya.


"Hapus air matamu! Ini sudah sampai pos sepuluh." Kata Felix.


Nayla memaksa untuk tersenyum dan kemudian menghapus air matanya.


Walaupun kakinya pegal, Nayla membantu Felix mencari logo terakhir mereka.


"Kak, logonya sudah aku temukan!" Kata Nayla mengacungkan logo tersebut ke arah Felix sambil tertawa.


"Sudah tidak sakit lagi?" Tanya Felix menggoda.


Nayla terlihat cemberut, namun Felix tidak peduli. Ia segera mengangkat handphonenya dan melakukan selfi.


Mereka beristirahat sejenak, kemudian menuju ke tenda utama yang tidak jauh dari pos sepuluh yang mereka temukan.


Disana sudah terlihat Yuana dan Cindy serta peserta lainnya. Nayla berjalan ke arah Yuana dan Cindy dengan wajah cemberut.


"Kapok!" Kata Cindy menggoda Nayla.


"Awas kamu!" Kata Nayla dengan ketus.


"Sudah! Sudah! Kalian tidak kelelahan ya makanya makanya berantem terus?" Kata Yuana menengahi.


Panitia mengumumkan untuk segera makan siang karena semua peserta sudah kembali.


"Setelah makan siang, diharapkan untuk beristirahat karena tepat pukul 18.00 akan ada api unggun dan besok kegiatannya akan lebih berat." Kata ketua panitia mengumumkan.


Mereka segera makan siang dan setelah itu menuju tendanya masing-masing untuk istirahat.


.


.


.


.


.


Happy reading ya guys, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2