
Orang yang berbahagia adalah mereka yang selalu bermurah hati. Karena orang yang bermurah hati, tidak akan pernah kekurangan apapun di dalam hidupnya. Ketika mereka memberi, mereka akan menerima berkali-kali lipat dari apa yang mereka berikan, karena mereka akan memiliki bumi. Eda Sally
*****
Yuana yang sudah berada di rumah keluarga nenek Tabitha Lee, tahu diri dan tidak mau menjadi nona rumah yang bisa memerintah seenaknya. Ia membantu menata beberapa perabot yang menurutnya letaknya kurang sesuai.
Nenek Tati tentu saja merasa sangat senang karena ia akan memiliki teman untuk melewati hari-harinya tanpa merasa kesepian lagi. Yuana terlihat sangat asyik membersihkan dan memindahkan beberapa perabot sampai tidak sadar bahwa ada orang yang yang sejak tadi memperhatikannya.
"Ahmmm, maaf kamu siapa?" Tanya Gail.
Yuana terkejut karena ada suara pria yang bertanya persis di belakangnya. Dengan reflek ia membalikkan badan dan berdiri mematung tanpa tahu harus melakukan apa.
"Maaf. Sa...."
"Oya Gail. Nenek belum memperkenalkan nona Yuana kepadamu. Ini cucu teman nenek. Ia akan tinggal bersama kita untuk sementara waktu." Nenek Tati yang tiba-tiba muncul mendengar pertanyaan Gail dan segera menjawab.
Ia tahu bahwa cucunya itu tidak biasanya ramah dengan orang asing, namun sedikit tergila-gila jika melihat wanita cantik.
Cantik sekali wanita ini. Kalau dia tinggal rumah ini, aku tidak akan meninggalkan rumah ini dan akan lebih sering berada di rumah. Gail.
"Oh! Namamu siapa?" Gail pura-pura tanya.
"Nama saya Yuana Samantha. Terima kasih atas kebaikannya." Kata Yuana dengan sopan.
"Sama-sama. Kamu masih kuliah?" Tanya Gail penuh selidik karena Yuana sangat imut sehingga ia menyangka Yuana baru mahasiswa semester awal yang mungkin baru menamatkan Sekolah Menengah Atas.
"Ahmm, saya sudah selesai kuliah dan sementara cari kerja." Jawab Yuana jujur.
"Hah? Sudah selesai kuliah?" Kata Gail dan nenek Tati bersamaan walaupun nenek Tati mengatakan itu dalam hati karena ia juga belum berani menanyakan hal itu kepada Yuana.
"Iya! Saya sudah selesai kuliah." Yuana mengulang jawabannya.
"Duduklah agar lebih santai mengobrol. Tidak baik mengobrol dalam keadaam berdiri seperti ini." Kata Gail yang tanpa permisi memegang tangan Yuana untuk duduk.
Yuana yang merasa risih karena dipegang langsung menghempaskan tangan Gail dengan kasar. Gail terkejut karena baru pertama kalinya ada wanita yang menolaknya ketika dipegang tangannya.
Dia wanita baik-baik, tapi kenapa bisa sampai lari dari rumah? Ada apa dengannya? Aku harus menanyakan hal ini langsung kepadanya. Nenek Tati
"Maaf Gail. Saya hanya kaget karena kamu memegang tangan saya dengan tiba-tiba." Kata Yuana sopan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Saya mengerti." Kata Gail.
Hmmm! Baru kali ini aku temukan wanita yang seperti ini. Benar-benar luar biasa. Wajahnya itu benar-benar bikin nyaman ketika ditatap. Aku bahkan tidak akan bosan menatapnya berjam-jam. Gail.
"Apakah kamu sudah memiliki pacar?" Tanya Gail to the point.
"Ahmmm! Nek Tati, Gail, aku minta maaf. Tetapi aku akan mengatakan yang sebenarnya." Kata Yuana.
"Apa yang ingin kamu katakan? Katakanlah, nak! Nenek siap mendengarnya."
"Iya! Bicaralah! Jangan sungkan." Kata Gail menambahkan.
"Jadi sebenarnya saya baru saja menikah dua minggu yang lalu." Kata Yuana.
"Hah? Sudah menikah? Lanjutkan ceritanya. Aku mau dengar." Kata Gail penuh perhatian.
Tak ku sangka gadis seimut ini sudah menikah. Sia-sialah harapanku. Gail
"Ada orang yang merampok rumah kami di waktu subuh, dan saya dibawa lari oleh seseorang tetapi kemudian saya melarikan diri dan bertemu dengan nenek Tati di kereta."
"Jika diperbolehkan, dalam beberapa hari saya ingin melamar pekerjaan sambil mencari informasi tentang keberadaan suami saya." Kata Yuana dengan air mata yang kembali menetes.
"Kamu tidak usah memikirkan apapun. Kamu mau kerja atau tidak, nenek akan tetap menganggap kamu sebagai cucuk nenek."
"Dan untuk Gail, kamu harus sopan dengan nona Yuana, karena ia sudah menikah. Ingat! Nona Yuana wanita baik-baik jadi hormati dia seperti seorang kakak." Kata nenek Tati pada Gail.
"Gail mengerti nek! Sekarang Gail akan memiliki saudara perempuan. Boleh aku ajak jalan-jalan jika kamu ada waktu?" Tanya Gail.
Yuana hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum kepada Gail.
Hmmmm! Kenapa senyumnya sangat menggoda seperti itu? Tetapi karena ia sudah menikah, aku harus sopan padanya. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Ah sudahlah! Yang penting sekarang aku akan pamer ke teman-teman kampus bahwa aku memiliki saudara perempuan yang cantik. Gail.
"Oya! Mengenai pekerjaan, kamu jangan khawatir. Aku akan menghubungi dady agar memasukkanmu di perusahaan temannya yang ada di kota ini. Serahkan hal itu kepadaku." Kata Gail menepuk dada.
"Kamu serius ingin bekerja, nak? Apa tidak sebaiknya kami istirahat selama sebulan?" Nenek Tati menawarkan pada Yuana.
"Saya serius nek! Sebaiknya lebih cepat karena semakin lama saya berada di rumah, saya akan semakin stress. Saya ingin terus bekerja sehingga memiliki kesibukan dan bisa mencari tahu tentang keberadaan suami saya." Kata Yuana dengan mantap.
"Nenek mendukung sepenuhnya apa yang ingin kamu lakukan. Nenek tidak ingin melihatmu menangis lagi. Kamu jangan memikirkan biaya sehari-hari dan yang lainnya. Nenek akan menyediakan semua itu bagimu." Kata nenek Tati sambil tersenyum pada Yuana.
__ADS_1
"Terima kasih nek atas kebaikannya dan sudah mau memikirkan sejauh itu, bahkan mau menolong saya tanpa mempedulikan siapa saya dan asal usul saya." Kata Yuana sambil menunduk karena ia ingin menangis.
"Kamu tidak boleh berbicara seperti itu lagi. Nenek tidak ingin mendengarnya. Nenek hanya ingin kamu bahagia, dan temukan apa yang kamu inginkan."
"Oya! Aku mau menelpon dady sekarang. Diam dan tunggu jawabannya." Kata Gail sambil mengambil handphonenya.
Gail terlihat melakukan tanya jawab dengan dadynya sambil sesekali tersenyum dan melihat ke arah Yuana. Yuana hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Gail. Ia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Gail karena Gail bangun dan agak menjauh dari mereka.
Setelah beberapa lama, Gail kembali dengan senyum di wajahnya kemudian melihat ke arah Yuana.
"Sekarang aku harus memanggilmu adik atau kakak?" Tanya Gail dengan jahil.
"Tergantung berapa usiamu." Jawab Yuana.
"Aku 21 tahun sekarang."Jawah Gail.
"Sama denganku." Jawab Yuana.
"Berarti aku memanggilmu adik saja. Aku juga ingin memiliki adik yang cantik sepertimu."
"Kenapa kamu sudah selesai kuliah?" Gail bertanya lagi
"Terserah kamu saja. Mungkin waktu itu aku beruntung sehingga cepat selesai di usia yang terbilang muda." Jawab Yuana.
"Gail! Bagaimana hasil percakapanmu dengan dady?" Tanya nenek Tati mengalihkan pembicaraan Yuana dan Gail.
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍