
Anugerah terbesar adalah ketika kita tinggal dan berada di lingkungan orang-orang yang memotivasi kita, bahkan yang mau melakukan apa saja demi melihat kita semakin maju dan berkembang. Eda Sally
*****
Yuana yang sudah tinggal bersama paman Jack, sedikit terhibur karena perlakuan paman Jack, tante Grace, dan Nita sangat baik. Ia benar-benar merasa seperti berada di rumah sendiri.
Tante Grace yang adalah seorang dokter, selalu sibuk dengan urusan pasien dan Rumah Sakit, sedikit lega karena walaupun ia sering tidak berada di rumah, Nita masih memiliki teman bermain dan bercerita yaitu Yuana.
Yuana dan Nita juga sudah mulai belajar di sekolah, dan yang lebih luar biasa lagi, Nita dan Yuana berada di kelas yang sama. Itu memudahkan mereka dalam belajar bersama dan sering mengerjakan PR bersama-sama.
"Yu, bantu jelasin dong! Ada soal yang tidak aku mengerti." Kata Nita sambil menunjukkan soal yang di maksud kepada Yuana.
"Mana? Sini aku lihat!" Kata Yuana.
Setelah mengamati soal yang ditunjukkan Nita, Yuana tersenyum dan mulai menjelaskan maksud soal tersebut kepada Nita.
Nita menganggungkan kepala tanda mengerti kemudian reflek mengecup pipi Yuana.
"Ih lebay!" Kata Yuana sambil memegang bekas kecupan Nita di pipinya kemudian menghapusnya dengan punggung tangannya.
Walaupun sudah sering mendapat perlakuan seperti itu dari Nita, Yuana terkadang masih merasa kaku.
Nita hanya menanggapi omongan Yuana sambil cekikikan dan terus mengerjakan PR nya. Ia paling senang menggoda Yuana, karena tanggapannya pasti seperti itu. Setelah selesai mengerjakan PR, keduanya belajar sebentar dan mengulang kembali pelajaran hari ini.
"Yu, minggu depan kan ada lomba nyanyi di sekolah. Apakah kamu sudah mendaftar? Suara kamu kan bagus." Kata Nita
"Malas aku Nit, soalnya kalau nyanyi aku bawaannya kangen kak Yosua. Biasanya setiap aku nyanyi, dia pasti membolos hanya untuk menonton aku nyanyi."
"Ah kamu! Alasannya selalu begitu. Ayo daftar!
Atau kalau kamu tidak mau daftar, biar aku saja. Kamu tahu kan, kalau aku yang nyanyi? Pasti banyak yang kebelet pengen pipis. Hahahahahhaa." Kata Nita sambil tertawa.
"Hahahaha. Jangankan pipis Nit, dekat panggung saja mereka merinding karena suara kamu sangat menakutkan. Hehehe." Yuana berkata sambil tertawa.
Yuana tahu, sepupunya itu tidak bisa menyanyi. Nita berkata seperti itu karena sengaja mendorongnya agar ia bisa mendaftar untuk mengikuti lomba tersebut.
"Janji ya, besok daftar. Nanti aku yang antar. Kamu tahu kan, aku sepupu paling baik sedunia." Nita berkata demikian karena ingin melihat reaksi Yuana.
Sebenarnya Nita sudah berencana untuk mendaftarkan Yuana tanpa sepengetahuannya. Namun ketika ia mendengar dari Yuana bahwa Yuana tidak mau mendaftar, maka ia sudah memantapkan hati untuk mendaftarkan Yuana dengan diam-diam.
Setelah perdebatan panjang dan Yuana tetap pada keinginannya, Nita pun mengalah dan memilih tidur.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau. Aku mau tidursekarang. By!"
__ADS_1
Nita sekali lagi mengecup pipi Yuana dan segera berlari meninggalkan kamar Yuana dengan tertawa tanpa melihat ekspresi Yuana. Ia sudah tahu, wajah sepupunya pasti sedang cemberut dengan kelakuannya.
*****
Keesokan paginya, setelah bersiap-siap, mereka segera berangkat ke sekolah dengan diantar oleh sopir pribadi Nita yang sudah bekerja pada keluarga Paman Jack sejak Nita masih TK.
Pak Ady selalu sabar mengantar dan menjemput Nita. Bukan hanya itu saja, ia juga harus sabar dengan kelakuan Nita yang kadang suka usil. Walaupun demikian, pak Ady sangat menyayangi Nita karena walaupun usil, Nita selalu berlaku sopan padanya.
"Pagi non, mau berangkat sekarang?"Tanya pak Ady.
"Pagi pak, tidak usah berangkat sekarang pak, tahun depan saja. Hehehhe." Kata Nita sambil tertawa.
Pak Ady hanya tersenyum dan langsung membukakan pintu sambil menganggukan kepala.
"Non Yuana kenapa diam saja?" Kata pak Ady.
"Dia lagi puasa bicara pak. Tolong jangan diganggu. hehehehhee."
Nita tertawa lepas, sementara pak Ady hanya tersenyum. Ia sudah biasa dengan perkataan Nita yang seperti itu. Tapi tidak bagi Yuana, ia langsung masuk mobil dan duduk tanpa bersuara sedikit pun. Pikirannnya masih terganggu dengan pendaftaran untuk lomba menyanyi yang semalam dikatakan Nita.
Dalam hatinya ia ingin mendaftar karena sudah lama sekali tidak bernyanyi dan jiwanya sudah meronta-ronta untuk bernyanyi, tapi ia takut tidak bisa fokus.
Tiba-tiba Nita menyenggol pinggangnya.
"Siapa yang melamun? Aku lagi memikirkan sesuatu." Kata Yuana.
"Sama saja Yu. Hehehee."
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mereka sampai di sekolah.
Pak Ady segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Yuana dan Nita. Setelah turun, pak Ady berkata: Selamat belajar ya Non Nita dan non Yuana.
"Terima kasih pak." Kata Yuana dan Nita kompak
Mereka kemudian berjalan menuju kelas.
"Yu, kamu duluan saja ke kelas. Aku masih ada urusan sebentar. Nanti aku menyusul. Ok?"
"Iya! Tapi jangan lama-lama ya? Nanti kalau bu Vera sudah masuk kamu pasti tidak diizinkan masuk." kata Yuana.
"Tenang saja, aku tidak akan lama. Oke! Masuk sana. Aku lagi buru-buru." Nita berkata sambil lari meninggalkan Yuana.
Yuana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sepupunya yang selalu berbuat lucu dan konyol.
__ADS_1
Begitu sampai di ruangan guru, Nita langsung menuju ke meja pak Andy yang menangani urusan lomba anak-anak.
"Pagi pak, saya mau daftar."
"Mau daftar apa Nit? Bicara yang jelas." Pak Andy menimpali.
"Mau daftar lomba menyanyi pak." Jawab Nita.
"Kamu mau menyanyi?" Tanya pak Andy sambil memandang Nita. Karena yang pak Andy tahu, Nita tidak bisa bernyanyi.
"Bukan saya yang mau ikut lomba menyanyi pak. Saya mendaftarkan Yuana." Nita menjelaskan.
"Oh, bapak kira kamu yang mau menyanyi." Kata pak Andy.
"Kalau saya yang menyanyi seluruh dunia bisa berduka pak. Hehhehehe." Kata Nita sambil tertawa.
Pak Andy hanya tersenyum mendengarkan perkataan Nita sambil sibuk mengambilkan formulir pendaftaran untuk Nita. Pak Andy sudah hafal dengan karakter Nita yang suka membuat lelucon
"Ini! Kamu isi formulirnya. Silahkan duduk." Kata pak Andy mempersilahkan Nita duduk di meja sebelah untuk mengisi formulir.
Nita sibuk mengisi formulir. Terlihat ia sangat serius dan terkadang bicara sendiri.
"Hmm! Untung aku sepupu yang baik, jadi hafal tanggal lahirnya. Coba kalau nggak hafal, pasti ribet. Masa aku harus tanya tanggal lahir sama dia? Bisa-bisa dia curiga. Aku kan mau kasih surprisse."
Kurang lebih lima menit, Nita sudah selesai mengisi formulir tersebut dan langsung diserahkan kepada pak Andy.
"Makasih banyak pak. Ini formulirnya sudah selesai saya isi. Kalau begitu Nita mohon pamit ya pak." Kata Nita.
"Oke Nit, kamu taruh saja di meja bapak. Nanti bapak ambil." Pak Andy berkata sambil terus memandang layar laptopnya.
Nita melihat jam tangannya dan segera berlari menuju kelas. Masih 5 menit lagi. Untung aja aku cepat. Bisa-bisa aku jadi gelandangan diluar kelas kalau sampai terlambat masuk.
.
.
.
.
.
Hallo kakak-kakak! Happy reading ya? Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar yang positif ya,,,,
__ADS_1
Salam sehatππππ