
Setiap orang, entah sadar atau tidak, pasti pernah melakukan kesalahan. Ketika melakukan kesalahan, ada yang disengaja tapi ada yang murni karena tidak sengaja.
Sementara itu, ada orang yang gampang memaafkan kesalahan orang lain, tetapi ada yang tidak mudah memaafkan dengan berbagai alasan. Hal yang paling penting adalah belajar memaafkan diri sendiri dan kemudian dengan sendirinya kita akan bisa memaafkan kesalahan orang lain. Eda Sally
*****
Yuana berjalan tergesa-gesa ke lantai tiga ruangan pak Erik dan dengan wajah ceria karena hari ini merupakan hari terakhir ia akan merapikan ruangan pak Erik.
Ketika membuka pintu, ia kaget karena pak Erik sudah ada di ruangan tersebut. Yuana sampai bingung dan hanya mematung di tempatnya tanpa mengucapkan apapun dan matanya sempat melirik jam yang baru menunjukkan pukul 06.30.
Bukannya belum waktunya dia datang ya. Kenapa sudah ada di sini. Mana aku terlambat lagi. Urusannya bisa tambah ribet kalau begini. Kata Yuana dalam hati.
"Se,,selamat pagi pak!" Sapa Yuana susah payah setelah menguasai diri dan menahan rasa gugupnya.
"Hmmm! Rupanya karena hari terakhir dan kamu tidak disiplin ya." Kata pak Erik ketus.
"Maafkan saya pak! Bukannya baru pukul 06.30 pak? Biasanya bapak datang pukul 07.00." Kata Yuana membela diri.
"Mau datang jam berapa itu urusanku. Bisa saja aku ada kelas pagi, jadi wajar kalau aku datang lebih pagi. Kamu yang harusnya datang lebih pagi."
Yuana hanya terdiam tanpa kata.
Lebih baik diam, daripada urusannya lebih panjang. ini dosen atau penjajah? Memangnya aku pesuruh? Yuana
"Karena kamu sudah terlambat, maka otomatis hukumannya akan aku tambah sesuai perjanjian kita. Tapi tenang. Kali ini kamu tidak perlu merapikan ruanganku." Kata pak Erik
"Apa yang akan saya lakukan pak?" Respon Yuana cepat.
"Kamu hanya perlu menemaniku makan malam besok. Dan ingat untuk tidak terlambat." Kata pak Erik.
"Hah? Makan malam?" Kata Yuana kaget.
"Iya. Aku mengajak kamu makan malam dengan keluargaku. Apa kamu keberatan? Jika keberatan kamu bisa tetap merapikan ruanganku selama seminggu lagi." Kata pak Erik dengan senyum licik.
"Baik! Saya bersedia pak." Kata Yuana lesu.
"Ok. Besok malam pukul 19.00 kamu sudah harus ada di restoran X. Ingat jangan sampai terlambat." Ucap pak Erik.
"Untuk hari ini, ruangannya tidak usah kamu rapikan, karena sudah aku rapikan. Kamu boleh langsung masuk ke kelasmu." Kata pak Erik.
"Baik pak, terima kasih. Kalau begitu saya mohon pamit pak." Kata Yuana sambil membalikkan badan dan pergi.
Hmmmmmm! Cantik juga. Aku pikir dia bisa ku jadikan alasan buat menolak perjodohan yang direncanakan besok malam.
Erik tersenyum penuh makna sambil memandang kepergian Yuana
Sementara itu, Yuana yang sudah hampir sampai di kelas menggerutu dalam hati.
Hmmmmm! Dosen aneh. Diajak makan, katanya tidak sopan dan sok kenal. Giliran dia yang mengajak makan, malah terkesan memaksa. Dasar gila. Yuana
**********
__ADS_1
Sore itu Yuana menelpon mami dan papa untuk pamit karena akan diajak makan malam. Namun ia tidak memberitahukan siapa yang mengajak. Mami dan papa pun tidak keberatan.
Setelah menelpon, Yuana segera bersiap-siap. Ia mengenakan dress selutut dengan high heels. Tak lupa ia memoles wajahnya dengan sedikit make-up. Sebenarnya ia tidak terlalu suka make-up, tapi karena makan malam di restoran ternama, ia juga tidak mau penampilannya asal-asalan.
Yuana juga sudah memberitahukan pak Ady untuk mengantarnya. Setelah di rasa penampilannya sudah sempurna, ia segera keluar rumah dan terlihat pak Ady sudah menunggu di mobil.
Setelah Yuana sudah diatas mobil, pak Ady pun menjalankan mobil tanpa banyak tanya karena Yuana sudah memberitahukan nama restorant sebelumnya kepadanya.
Tak lama kemudian, mereka sudah sampai restorant di maksud. Yuana segera turun tanpa lupa mengucapkan terima kasih.
"Pak, nanti kalau sudah selesai aku telpon ya? Kata Yuana.
"Baik non. Bapak pulang dulu ya?" Kata pak Ady.
Yuana segera beranjak masuk ke dalam restorant dan ia kaget karena sudah ada pak Erik disana.
"Maafkan saya pak karena terlambat." Kata Yuana.
Erik tidak segera menjawab. Ia terpana dengan peampilan Yuana yang sangat cantik malam ini. Tanpa sadar ia tersenyum dan berkata.
"Tidak apa-apa. Aku juga baru sampai kok. Duduk dulu." Katanya mempersilahkan Yuana untuk duduk.
"Oya! Kita makan di ruang VIP yang sudah dipesan." Kata pak Erik.
"Sebelum kesana, aku ingin meminta tolong sama kamu untuk bekerja sama." Lanjut pak Erik.
"Meminta tolong?" Kata Yuana bingung.
"Ya! Aku ingin kamu menolongku. Malam ini adalah pertemuan orang tuaku untuk menjodohkan aku dengan anak teman papa. Aku mohon kamu berperan sebagai kekasihku malam ini. Kamu hanya perlu menjawab iya atau tidak di depan orang tuaku. Aku yang akan menjelaskan." Kata pak Erik.
"Tapi, saya benar-benar gugup pak." Kata Yuana jujur.
"Kamu jangan kuatir. Nanti aku yang akan bicara." Kata pak Erik.
"Ayo kita ke dalam." Kata pak Erik sambil mengangkat lengannya agar digandeng Yuana.
Yuana gugup dan untuk beberapa saat hanya mematung tanpa melalukan apapun.
"Apakah kamu tidak pernah pacaran?" Tanya pak Erik.
Yuana mengangguk dengan wajah yang sudah memerah.
Erik paham dan langsung menggenggam tangan Yuana. Yuana benar-benar gugup sampai berkeringat.
Ketika mereka sudah sampai di dalam, Yuana kaget karena ada dua pasangan orang tua yang sama-sama cakep dan cantik ditambah seorang gadis cantik yang usianya mungkin hanya selisih 2 tahun lebih tua dari Yuana.
Semua yang di dalam ruangan pun kaget dengan Erik yang datang dengan menggandeng seorang gadis.
"Rik! Jelaskan pada papa." Kata pak Andre marah.
Erik segera menarik Yuana untuk duduk disampingnya.
__ADS_1
"Maafkan Erik pa. Erik tidak bisa menerima perjodohan ini karena Erik sudah punya pacar. Kebetulan ini baru makan malam dan belum menuju tahap selanjutnya. Jadi, Erik tidak mau mengecewakan siapapun." Katanya sambil menatap ke arah Yuana.
"Om Daniel, tante, Celine! Erik mohon maaf."
"Kamu tidak bisa seenaknya seperti itu. Kamu juga harus memikirkan perasaan anak tante." Kata bu Lilis istri pak Daniel.
"Maafkan Erik tante karena semalam Erik juga baru tahu tentang makan malam ini." Kata Erik.
"Anakku biar nanti aku yang akan bicara dengannya. Kita akan tetap melanjutkan perjodohan ini." Kata pak Andre.
Bu Jessy, maminya Erik hanya diam tanpa suara. Ia juga tidak mau memaksa anaknya. Ia lebih suka anaknya memilih pasangannya sendiri. Tapi ia juga tidak bisa menolak keinginan suaminya.
Sementara Celine hanya menatap sinis ke arah Yuana. Ia terlihat sangat marah.
Yuana hanya tertunduk tanpa berani menatap mereka. Erik yang paham dengan situasi tersebut, dengan reflek merangkul Yuana. Yuana kaget dan ingin melepaskan tangan Erik, tapi ia tidak berani ketika melihat tatapan Erik yang penuh ancaman.
"Papa, Celine, Ayo pulang." Kata bu Lilis marah ketika melihat Erik berani merangkul Yuana di depan mereka. Mereka segera meninggalkan ruangan itu.
Pak Andre segera berdiri dan berkata sambil menunjuk Erik:
"Kamu harus bertanggung jawab karena telah mempermalukan papa."
"Dan kamu! (sambil menunjuk Yuana) Jangan pernah muncul lagi di hadapanku lagi."
Setelah berkata demikian, ia segera pergi di ikuti oleh istrinya. Sebelum pergi, bu Jessy tersenyum ke arah Yuana.
Air mata Yuana lolos begitu saja setelah papa dan mama Erik pergi.
Erik kaget karena Yuana menangis. Ia reflek menghapus air mata Yuana dan berkata:
"Aku antar kamu pulang. Maafkan papaku ya." Kata Erik
"Jangan! Saya dijemput sopir saya."Kata Yuana menolak.
"Tidak ada penolakan. Aku yang akan mengantarmu pulang." Kata Erik.
Yuana hanya diam. Erik segera menggandeng tangan Yuana menuju mobilnya, dan segera membukakan pintu mobil untuk Yuana. Ia kemudian mengantar Yuana ke rumahnya.
,
,
,
,
,
,
,
__ADS_1
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya
😍😍😍😍