
Kesempatan untuk berbuat baik setiap hari pasti selalu ada. Kita sendiri yang harus memilih, apakah harus berbuat baik atau tidak. Karena akhir bahagia dari sebuah proses kehidupan adalah hasil ketabahan yang telah dilewati dengan penuh pergumulan dan perjuangan. Sedangkan akhir mengenaskan dari sebuah kehidupan adalah hasil dari proses yang salah, yang telah dijalani dalam hidup. Eda Sally
*****
"Maafkan saya. Tolong ampuni saya." Ujar Celine dengan suara lemah dan serak karena terlalu banyak menangis, ditambah lagi dengan badannya yang masih bergetar hebat.
"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Jika sejak dulu kau mendengarkanku, kau tidak akan mengalami kehidupan yang mengenaskan seperti ini."
"Aku tidak ingin keluargaku terjebak lagi dalam permainan kotormu. Jadi untuk kali ini, aku tidak akan memberikan ampun. Lebih bagus kalau kamu tinggal seumur hidup di sini." Jawab Erik acuh.
"Jangan bersuara lagi. Atau emosiku akan memuncak dan aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi." Tegur Gail pada Celine.
Celine langsung menunduk dengan tubuh yang semakin bergetar mendengar ancaman Gail.
Gerald yang melihat bahwa ancaman Gail mampu membungkam mulut Celine, segera memberikan kode kepada anak buahnya untuk membersihkan tubuh Celine dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tahanan milik organisasi mereka.
Kedua anak buah Gerald segera melakukan perintah Gerlad. Tak lama kemudian, mereka telah kembali dengan Celine yang sudah memakai baju seragam tahanan. Sebuah baju setelah dengan atasan kemeja lengan pendek dan bawahan celana panjang.
Rambut Celine juga sudah dipotong pendek seperti laki-laki. Penampilan Celine benar-benar jauh dari seorang wanita cantik. Semua penampilan glamournya hilang dalam sekejap, diganti dengan penampilan baru yang membuat hati iba jika dilihat.
"Cihh! Kamu memang cocok dengan penampilan barumu. Harusnya dari dulu aku sudah menemukanmu dan mengantarmu ke sini." Ujar Gail.
Erik tidak dapat menahan tawanya melihat penampilan Celine yang sangat lucu. Ditambah lagi dengan ucapan Gail. Ia hampir saja mengeluarkan suara. Untungnya ia cepat menutup mulut menggunakan kedua tangannya.
"Mari kita memberikan penghormatan terakhir dengan mengantar nona Celine ke ruangannya." Ajak Gerald.
Ruangan? Aku mau dibawa kemana? Ruangan apalagi? Awas saja kalian semua kalau sampai aku bisa lolos. Celine
Semua yang sudah paham dengan maksud Gerald tersenyum. Sementara Celine masih kebingungan dengan kata 'ruangan' yang diucapkan oleh Gerald.
Kedua anak buah Gerald yang bertugas segera memegang tangan Celine dari kiri kanan dan membawanya menyusuri lorong menuju ke bagian belakang rumah.
Hati Celine makin gelisah saat mereka menuruni sebuah tangga dengan penerangan lampu yang agak suram.
Saat mereka sudah berada di depan pintu, Gerald segera maju dan meraih kunci, kemudian membuka pintu.
"Ini adalah ruangan khusus untukmu bersama teman-temanmu. Mulai saat ini, kau akan tinggal di sini."
__ADS_1
"Kau tidak usah khawatir, karena setiap orang memiliki kamar sendiri, walaupun ukurannya hanya 2 x 1 meter." Ujar Gerald menjelaskan.
"Tidak mungkin. Tolong lepaskan saya tuan. Saya tidak mau tinggal di sini." Teriak Celine dengan histeris.
Kedua anak buah Gerald segera mengangkat tubuh Celine yang masih meronta-ronta dan menuruni tangga menuju penjara bawah tanah milik mereka.
Setelah sampai di bawah, Celine langsung dimasukkan ke salah satu ruangan berjeruji dengan ukuran yang sangat memprihatinkan karena hanya ada dipan sebagai tempat duduk sekaligus tempat tidur.
Kedua orang itu langsung mendorong tubuh Celine masuk ke dalam dan langsung mengunci pintu. Celine berteriak-teriak sambil memukul pintu.
"Bagaimana caranya jika mereka ingin mandi atau ke toilet?" Tanya Gail dengan rasa penasaran.
"Di belakang masing-masing kamar mini itu ada pintu kecil yang hanya bisa dibuka menggunakan tombol. Nah persis dibalik pintu itu toilet yg sdh disatukan dengan kamar mandi. Ukurannya lebih kecil lagi, yaitu 1 x 1 meter." Jawab Gerald.
"Hmmmmm! Hidup Celine akan menjadi berat di sini. Setidaknya biar ia belajar cara hidup yang benar." Ujar Erik.
"Cihhh! Tuan masih saja kasihan padanya." Tegur Gail.
"Karena aku tidak sama sepertimu yang tidak berperasaan." Balas Erik.
"Lebih baik tidak berperasaan daripada berperasaan tetapi diinjak-injak." Jawab Gail.
"Organisasi tuan pasti membutuhkan biaya yang besar untuk membangun ini semua." Ujar Erik kepada Gerald.
"Begitulah, Tuan! Kami juga memiliki beberapa sponsor tetap yang setiap bulan selalu menyumbangkan kebutuhan mandi dan lain-lain untuk para tahanan." Jawab Gerald.
"Berarti hidup mereka terjamin." Ujar Erik.
"Mungkin menurut tuan terjamin, tetapi tidak dengan kenyataannya. Dalam hal makan dan kebersihan iya. Tetapi psikologis mereka terganggu, karena setiap hari Jumat, mereka disiksa habis-habisan." Jawab Gerald jujur.
"Apa jenis siksaan yang diberikan untuk mereka?" Kini Gail yang bertanya dengan rasa penasaran.
"Tergantung jenis kejahatannya. Kalau kasus seperti Celine akan dihitung dua kali lipat."
"Kasus ingin merebut suami orang dan merencanakan pembunuhan."
"Hukuman untuk kasus seperti Celine adalah diper**sa ramai-ramai setiap hari jumat, dan setelah itu wajahnya dicelukan ke dalam bak mandi selama 10-15 menit." Jawab Gerald menjelaskan."
__ADS_1
Erik dan Gail menganggukkan kepala mendengar pejelasan Gerald. Keduanya puas dengan hasil kerja dari Gerald dan anak buahnya.
"Oya tuan! Saya berencana untuk menjadi sponsor tetap buat organisasi yang tuan-tuan jalankan ini. Saya merasa bahwa tempat ini akan menolong banyak orang yang tidak mendapatkan keadilan dari hukum yang sesungguhnya." Ujar Erik dengan serius.
"Terima kasih atas kemurahan hati tuan muda. Kami sangat berterima kasih." Jawab Gerald.
"Sama-sama, Tuan! Tolong kirimkan nomor rekening. Saya akan membantu dalam bentuk uang, dan uangnya akan saya transfer setiap tanggal satu." Ujar Erik lebih lanjut.
"Lalu bagaimana dengan jatah saya yang akan membantu di sini, Tuan?" Tanya Gail kepada Erik.
"Itu urusanmu. Tapi pikirkan lagi tentang keinginanmu untuk bekerja di sini. Karena jika itu sampai terjadi, maka saya bisa pastikan bahwa kau tidak akan menginjakkan kaki lagi di rumah kami." Jawab Erik.
"Apa hubungannya, Tuan?" Tanya Gail dengan heran.
"Apa kau pikir Yuana akan senang mengetahui kenyataan yang kau lakukan?"
"Jika kau ingin menjadi saudara istriku, kau harus meninggalkan hal-hal yang tidak baik, karena saudaramu itu sejak kecil tidak dididik untuk melakukan kejahatan."
"Apalagi kakak angkatmu Yosua. Ia akan membunuhmu jika ia mengetahui apa yang kau lakukan. Jadi pikirkan lagi tentang rencanamu." Erik menjelaskan panjang lebar dengan penuh ancaman.
Gail menarik napas panjang mendengar semua penuturan Erik. Ingin rasanya ia membantah, namun ia tidak akan berdaya jika Erik mulai membawa nama Yuana di dalam segala ancamannya.
Hmmmm! Aku selalu kalah jika nama Yuana yang digunakan sebagai ancaman. Wanita itu benar-benar istimewa. Untung saja aku sudah mulai move on secara perlahan. Gail
Bersambung
.
.
.
.
.
Happy reading ya, semoga terhibur. Jangan lupa like, vote, rate bintang lima, dan komentar positifnya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍